Sorotan
 
Kika: Johan Tumanduk, SH.,M.M., M.Pd.K(Direktur Eksekutif Abraham Conrad Supit Center), KASAL Laksamana TNI Ade Supandi dan Prof. Dr. Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center)

Jakarta, Victoriousnews.com,- “Era perubahan dan kecanggihan teknologi pasti terjadi di dunia, dan tidak bisa dilawan. Kita hanya bisa mengarahkan anak-anak muda untuk bisa selektif. Yang pasti untuk ke sana perlu sikap dan karakter yang baik. “Akibat sikap dan karakter seringkali kita menjadi orang yang kalah.  Nah, untuk menghadapi perkembangan globalisisasi sekarang, kiatnya adalah dengan prinsip AKU yaitu Awareness, Knowledge dan Understanding,” paparnya.

 Ade Supandi menerangkan konsep kepemimpinan tidak lepas dari tiga faktor yakni pengetahuan, ketrampilan dan karakter. Menurutnya, seorang pemimpin harus memahami ketiga ranah itu. “Jadi konsep kepimpinan dalam militer itu menang kita tidak akan lepas dari tiga ranah kok. Ranah kognitif, psikomotor, dan attitude. Bagaimana dia merespons semua ini. Sebenarnya basic-basic pendididkan tapi memang kadang kita tidak mem-breakdown ini jadi bagian-bagian mana yang bisa diterapkan zaman sekarang,” kata Laksamana TNI Ade Supandi.

                Jika dalam lingkungan TNI, Ade menjelaskan  ada 11 asas kepemimpinan yang berlaku di dalam kepemimpinan TNI. Diantaranya adalah: Pertama, Taqwa (Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya). Kedua, Ing Ngarsa Sung Tulada (Memberi suri tauladan di hadapan anak buah). Ketiga, Ing Madya Mangun Karsa (Ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah). Keempat, Tut Wuri Handayani (Mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah). Kelima, Waspada Purba Wisesa (Selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah). Keenam, Ambeg Parama Arta (Dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan). Ketujuh, Prasaja (Tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan). Kedelapan, Satya (Sikap loyal yang timbal balik, dari atasan terhadap bawahan dan dari bawahan terhadap atasan dan ke samping). Kesembilan, Gemi Nastiti (Kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan). Kesepuluh, Belaka (Kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya). Kesebelas, Legawa (Kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya).

Baca juga :Kuliah Umum II STT REM: KASAL Laksamana Ade Supandi Tegaskan Keluarga Berperan Penting Dalam Membentuk Karakter Millenials Leadership

                Di akhir paparannya, KASAL berharap, bahwa Generasi milenial menjadi generasi modern yang aktif bekerja, giat dalam penelitian, berpikir inovatif tentang organisasi, memiliki rasa optimisme, kemauan untuk bekerja dengan kompetitif, terbuka dan fleksibel. margianto

https://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/02/sttrem-9-1024x681.jpghttps://victoriousnews.com/wp-content/uploads/2018/02/sttrem-9-150x150.jpgadminSorotanJakarta, Victoriousnews.com,- “Era perubahan dan kecanggihan teknologi pasti terjadi di dunia, dan tidak bisa dilawan. Kita hanya bisa mengarahkan anak-anak muda untuk bisa selektif. Yang pasti untuk ke sana perlu sikap dan karakter yang baik. “Akibat sikap dan karakter seringkali kita menjadi orang yang kalah.  Nah, untuk menghadapi perkembangan...Cinta Indonesia