Lily Yuliana: MENDERITA TUMOR OTAK & KEBUTAAN, TAPI TETAP BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Lily Yuliana: MENDERITA TUMOR OTAK & KEBUTAAN, TAPI TETAP BERSYUKUR KEPADA TUHAN

Lily Yuliana

VICTORIOUSNEWS.COM,-Wanita kelahiran Jakarta, 14 September 1976 ini berlatar belakang dari keluarga yang sudah mengenal Tuhan Yesus  sebagai Juruselamat.  Sejak usianya masih belia, Lily, demikian kerap disapa, dididik dan diajarkan untuk mengikuti sekolah minggu. Seiring berjalannya waktu, ketika beranjak dewasa, iman kerohanian Lily pun terus bertumbuh dan kuat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. “Saya anak keempat dari empat bersaudara. Dari kecil keluarga kami sudah mengenal Tuhan. Kami selalu diajarkan untuk sekolah minggu. Puji Tuhan sampai sudah dewasa kami selalu ingat Tuhan,” tutur putri keempat dari pasangan Alm. Dencik dan Yulinda.

Perjalanan hidup Lily dan keluarganya kerap diwarnai dengan badai persoalan. Tetapi terpaan badai persoalan senantiasa dihadapi dengan penuh syukur dan doa kepada Tuhan. Dengan demikian, Lily mengalami kekuatan iman yang luar biasa dari Tuhan Yesus. Salah satu badai yang sampai sekarang menerpa dirinya adalah sakit tumor otak yang menyerang syaraf mata sehingga ia pun merelakan kedua matanya tidak bisa melihat. “Gejala awalnya, saya sering pusing. Saya sempat minum panadol kemudian hilang. Tapi lama kelamaan, kok pusingnya makin sering. Lalu saya memeriksakan diri ke dokter THT di RS. Sumber Waras, katanya tidak masalah. Mulai saat itu saya tidak pernah pikirkan penyakit itu,”  tutur wanita yang menikah dengan Budi Harjono pada tahun 2006 ini mengisahkan.

Setelah membangun bahtera rumah tangga pasangan suami istri ini pun dikaruniai Tuhan seorang putri pertama pada akhir 2006. Buah hatinya dirawat dengan penuh kasih sayang hingga bertumbuh menjadi anak yang baik dan sehat. Bahkan pada saat itu, Lily masih bekerja sebagai karyawan swasta. Dan setiap pagi hari sebelum berangkat kerja, ia menyempatkan diri mengantarkan anak pertamanya sekolah taman kanak-kanak.

Lily tetap bersemangat merawat anaknya

Tetapi pada awal tahun 2011, Lily mengaku penglihatannya makin lama makin berkurang dan akhirnya tidak bisa melihat sama sekali. Agar tidak mengalami kekecewaan mengenai penyakitnya,  Lily pun memutuskan untuk berkonsultasi dengan gembala sidangnya dimana ia bergereja. “Saat sakit itu saya sempat tanya kepada gembala sidang saya, apakah penyakit ini disebabkan karena saya tidak pelayanan setelah menikah. Karena sebelum menikah, saya melayani jadi guru sekolah minggu dan paduan suara di gereja. Kemudian gembala itu menjawab, bukan karena itu. Tapi Tuhan memiliki rencana atas hidupmu. Saat itu saya bersyukur sekali karena diberikan kekuatan. Ternyata walaupun kondisi mata saya  tidak bisa lihat, diberikan kekuatan seperti itu, anugerah banget,” ungkapnya.

Merasa kondisi matanya semakin parah, Lily dan suami segera memeriksakan ke rumah sakit. Ironisnya, justru  pemeriksaan laboratorium rumah sakit itu hasilnya bagus. Padahal dalam sehari itu Lily mengalami muntah sebanyak 30 kali dalam sehari. “Pada waktu itu, saya positif hamil anak yang kedua. Kemudian dokter menyarankan untuk pergi ke rumah sakit mata Aini. Dokter bilang agar dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau foto rontgen.Tapi dokter kandungan saya tidak mengijinkan saya untuk melakukan foto rontgen karena kondisi  saya sedang hamil anak yang kedua. Setelah melakukan pemeriksaan MRI, saya divonis menderita tumor otak jinak. Waktu itu saya berserah kepada Tuhan, dan berharap bahwa nanti bisa sembuh dengan sendirinya. Kemudian selang sebulan, kedua mata saya sudah tidak bisa melihat. Puji Tuhan, ada jemaat gereja yang menolong saya untuk memeriksakan diri  ke sebuah rumah sakit Mitra Kemayoran, RS. Pertamina dan MMC Semanggi. Begitulah luar biasanya semua pertolongan Tuhan. Kedua dokter dari RS. Mitra Kemayoran dan Pertamina itu menyarankan agar saya nunggu unfal baru ditindak operasi.

Sementara itu di RS MMC Semanggi, dokternya berkata, ‘Lily, jika seumur hidupmu nanti mata kamu tidak bisa melihat, bagaimana? Kemudian saya jawab, karena dari kecil saya diajarkan untuk ingat Tuhan, ya walaupun saya seumur hidup tidak bisa melihat, ya bersyukur saja kepada Tuhan. Tapi saya akan merawat anak saya sampai besar. Karena kalau tumor itu menyerang kepala, kalau saya dalam kondisi tidak hamil, tumor itu agak lambat dalam berkembang.  Tapi karena saya sedang hamil saat itu, akhirnya tumor itu cepat sekali berkembang, yang tadinya 2 cm berkembang cepat menjadi 4 cm. Posisi tumornya itu berada di sebelah syaraf mata sebelah kanan,” ujar Lily .

Mujizat,  Operasi Tumor Otak Tanpa Biaya!. Sebelum menghadapi pisau operasi untuk proses penyembuhan tumor otaknya, Lily sangat bergumul dengan kondisinya saat itu. Pertama, ia dan suami bergumul mengenai biaya operasi dan persiapan biaya persiapan persalinan anak keduanya. Kedua, Lily bergumul tentang kondisi tubuhnya, dimana kalau menderita tumor otak dalam keadaan hamil tidak boleh melahirkan secara normal dan harus dioperasi caesar. Ibarat jatuh ketimpa tangga pula. Tapi Lily terus berdoa kepada Tuhan secara sederhana. “Saya hanya cerita sama Tuhan dan berdoa. Saya bilang, Tuhan, anak pertama saya lahirnya normal. Kemudian saya disarankan untuk Caesar. Kan Caesar itu  tidak enak Tuhan. Rasanya sakit dan biayanya mahal, uangnya darimana? Akhirnya mujizat terjadi, anak ini diprediksi lahir 10 agustus untuk dilakukan Caesar. Ternyata tanggal 8 Agustus siang hari, saya merasa pengin buang air kecil setiap menit. Kemudian saat itu saya nelpon suami yang sedang bekerja. Suami saya bilang, setengah jam lagi sampai rumah. Kemudian suami saya menghubungi seorang tante pelayan gereja dan membawa mobilnya. Kemudian karena waktu tinggal 2 hari lagi, maksudnya pergi ke RS. MMC Semanggi untuk konsultasi.  Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, ternyata bayi anak kedua saya lahir di mobil.  Yang jadi mujizatnya adalah bayi itu lahir dan saya  tidak merasakan sakit sedikitpun. Disitulah mobilnya langsung buru-buru dibawa  ke  RS Harapan Kita. Pas di mobil itu, ari-ari itu keluar banyak sekali. Saya merasa, dokternya yang tolong saya itu Tuhan Yesus langsung bisa lahir normal dan lahir di mobil hanya dengan kuasa doa,” kenang Lily mengisahkan bahwa semua proses kelahirannya tidak dikenakan biaya apapun.

Setelah anak keduanya lahir, Lily kemudian menyampaikan  kepada Prof. Eka (dokter kenalan Lily yang menangani penyakit tumornya). “Seminggu kemudian saya lapor dan konsultasi kepada Prof. Eka. Saya infokan bahwa anak saya sudah lahir. Kemudian saya lanjut untuk operasi tumor otak (diangkat). Karena pada tanggal 17 Agustus hari kemerdekaan, jadi ditunda tanggal 18 Agustus. Prof Eka, waktu bilang, kalau orang normal, setelah dioperasi itu minimal 3 hari pertama itu berada di ICU. Saya sempat kaget waktu itu, kemudian saya berdoa lagi, Tuhan, jika Tuhan mengijinkan saya hidup, maka saya tidak mau di ICU lama-lama.  Di ICU itu tidak enak Tuhan, biayanya mahal dan sehari saja biayanya bisa 10 juta. Uang darimana Tuhan? Saya hanya berdoa sederhana saja waktu itu. Memang saya tidak bisa berdoa dengan kata-kata yang indah, hanya sederhana tapi dengan hati yang terdalam dan tulus. Puji Tuhan, pada saat pasang selang,  di meja operasi mungkin karena saya bisa kenal dengan Profesor Eka di RS MMC. Padahal suami saya hanya bekerja sebagai debt collector dan kami tinggal di pinggir rel. Tentu untuk operasi butuh biaya yang sangat besar sekali. Kalau bukan karena Tuhan, siapa lagi?. Biaya tindakan operasi saja 30 jutaan, tapi Prof Eka tidak kenakan biaya sama sekali. Luar biasa Tuhan. Mujizat sekali. Apapun yang terjadi berserah sama Tuhan. Luar biasanya, operasi berjalan tanggal 18 Agustus 2011 jam 9 pagi sampai jam 7 malam.  Kemudian pada jam 8 malam, karena mata saya sudah tidak bisa melihat,  saya sadar dan merasakan bahwa kaki dan tangan saya diikat dan ada selang.  Nah, waktu operasi besar ini saya masuk ICU, suami saya tidak boleh masuk. Tapi Tuhan dengar doa saya, kalau masih diijinkan saya hidup tidak mau di ICU lama-lama.  Mujizatnya, semua proses operasi tidak dikenakan biaya. Bahkan dalam sakit saya ini ada orang yang menggalang dana untuk membeli obat. Bukannya saya mengeluarkan uang, malah saya mendapat berkat pertolongan. Tuhan cukupkan pada waktuNya. Disitu saya tersadar oleh kata-kata gembala sidang saya, bahwa Tuhan punya rencana yang indah bagi hidup saya,” urai wanita yang memiliki motto hidup ‘Tetap semangat berjalan bersama dengan Tuhan. Apapun  yang terjadi jangan takut, karena ada Tuhan’.

Kakak Iparnya Bertobat Setelah Melihat Kesaksian Hidup. Meski hidup yang dijalani begitu berat, tapi Lily terus mengucap syukur atas pertolongan Tuhan hari lepas hari. Setelah Lily tidak bisa melihat, ia tetap bertanggungjawab mendampingi suami dan merawat kedua putrinya bersama sang mama Yulinda di sebuah rumah tak jauh dari stasiun kereta api Pesing, Jakarta Barat. “Suami  dari cici saya yang semula beragama non Kristen bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, setelah melihat perjalanan hidup saya. Tuhan tolong begitu luar biasa. Kata ipar saya,  dia mimpi seperti didatangi Tuhan. Dia juga mengaku, terima Tuhan Yesus, karena melihat sendiri kisah hidup saya. Bahwa pertolongan Tuhan luar biasa. Memang benar bahwa Tuhan punya rencana, dengan kondisi mata yang tidak melihat,” tukas pemilik ayat favorit Yeremia 29:11.

Sampai saat ini, Lily pun masih beriman dan berharap dapat menerima kesembuhan dan matanya dapat melihat kembali. Tetapi, jika Tuhan berkehendak lain, dan seumur hidupnya tidak bisa melihat, maka ia rindu dapat menjadi berkat bagi orang lain. “Jika ada orang yang sedang mengalami sakit seperti saya, atau apapun juga, janganlah gampang menyerah. Tetap bersandar kepada Tuhan dan punya semangat hidup. Walaupun sekarang kondisi mata saya tidak melihat, saya tahu bahwa sumber hidup saya adalah Tuhan Yesus. Karena hidup di bumi kan sementara. Jadi perbuatan apapun harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan,” pungkas Lily sembari menambahkan bahwa setiap tahun masih ada pemeriksaan MRI. Tapi  puji Tuhan sampai sekarang (sejak 2011), tidak ada perkembangan sel tumor. margianto/victorious edisi 792

LAUNCHING PASKAH NASIONAL 2018: DARI DANAU TONDANO KE DANAU TOBA

Launching Paskah Nasional 2018 di Gedung Kementerian Pariwisata, Jl. Medan Merdeka Barat No 17 Jakarta Pusat (5/2/2018)

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM– “Inilah saatnya, kita menunjukkkan bahwa di Provinsi Sumatera Utara terdapat satu rahasia, warisan Tuhan yang sangat elok. Terdapat 8 kabupatan di wilayah ini yang memiliki kelebihan dari yang ada di luar negeri. Selama menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) saya sudah 30 negara saya singgahi dan tidak ada kekayaan alam seindah Danau Toba,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara, Brigjen TNI (Purn). Dr. Hj. Nurhajizah Br. Marpaung., SH., MH saat Launching Paskah Nasional 2018 pada Senin pukul 16.30 WIB hingga selesai pada sekitar pukul 21.00 WIB, 5 Februari 2018 di Ruang Auditorium Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) Jalan Medan Merdeka Barat No 17 (Jakarta Pusat).

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Brigjen TNI (Purn). Dr. Hj. Nurhajizah Br. Marpaung., SH., MH dipercayakan sebagai Ketua Panitia Paskah Nasional 2018

Wakil Gubernur wanita pertama di Sumatera Utara (Sumut) ini menambahkan, masyarakat Sumatera sangat toleransi dalam menjalankan kehidupan beragama dan saling menghormati anat sesama suku. Saya yang menjadi bagian orang yang lahir dan besar di Sumut sangat mengerti karakter masyarakatnya. Kami tidak terpancing dengan upaya adu domba. baik melalui kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 maupun lain-lain hal termasuk isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan).

Kehadirannya di Jakarta sebagai pengukuhan dirinya sebagai Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2018. Paskah Nasional dilaksanakan 12-15 April 2018 di Kawasan Danau Toba. Sebagai Ketua Umum Pelaksana, dia didampingi oleh Ir. Dumoly Freddy Pardede., MBA (Wakil Ketua Umum) dan Ketua Pelaksana Harian diserahkan kepada Ir. Bonar Sirait., M.Si. Tidak hanya itu saja, pada Oktober 2018, dirinya juga dipercaya menjadi Ketua Panitia Nasional MTQ Nasional yang diadakan di Sumut.

Bertema ‘Karya Terbesar’ (Yohanes 3:16) dan sub-tema ‘Merawat Keutuhan Ciptaan-Nya’, Launching (Peluncuran) Paskah Nasional 2018 juga mernempatkan para bupati se-wilayah Sumatera Utara, yaitu Drs. KRA. Johnny Sitohang (Bupati Dairi), Drs. Dosmar Banjar Nahor (Bupati Humbahas), Terkelin Brahmana., SH (Bupati Karo), Ir. Remigo Brutu (Bupati Pakpak Barat), Drs. Rapidin Simbolon., M.Si (Bupati Samosir), Dr. Jopinus R Saragih (Bupati Simalungun), Drs. Nikson Nababan., M.Si (Bupati Tapanuli Utara), dan Ir. Darwin Siagian (Bupati Toba Samosir) sebagai Ketua Wilayah/Kabupaten.

Dr. Ir. H Tengku Erry Nuradi., M.Si (Gubernur Sumatera Utara ke-18) didapuk sebagai Pembina bersama Prof. Dr. Thomas Pentury., M.Si (Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama) dan Pdt. Dr. Alma Shephard Supit (Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional). Tampil sebagai Pengarah adalah Ephorus (Emeritus) Dr. SAE Nababan., LLD (Ketua Dewan Gereja Dunia periode 2009-2013) dan Pimpinan Sinode Gereja-gereja se-Sumatera Utara sebagai Anggota. Penasehat diketuai Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman) dan didampingi anggota-anggota, yaitu Romo Prof. Dr. Frans Magnis Suzano SJ, Olly Dondokambe., SE (Gubernur Sulawesi Utara), Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama), Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Ronny Franky Sompie., SH., MH (Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), Yasonna Hamonangan Laoly., SH., M.Sc (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia), Prof. Dr. Yohana Susana Yembise (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Drs. Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan), Ignasius Jonan (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral), Laksamana Madya (Purn) TNI Fred Lonan (Mantan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional), Letjen TNI (Purn) Cornel Simbolon, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Utara. Presiden Republik Indonesia ke-7 (Ir H Joko Widodo) dan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan 12 (Dr HC Drs H Jusuf Kalla) sebagai Pelindung.

Pdt. Dr. Alma Shephad Supit, dalam sambutannya, menyatakan, oleh Anugerah Tuhan, Paskah Nasional yang dimulai pada tahun 2005, atas inisiasi warga gereja dapat berlangsung setiap tahun secara rutin dan pada tahun 2018 ini sudah memasuki yang ke-14 kalinya. “Waktu Paskah Nasional XIII di Manado dan Tondano (Sulawesi Utara) yang diketuai Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambe., SE disertai Pekan Kerunan Nasional yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Dr. HC. Drs. H Jusuf Kalla. Pada saat itu ditunjuk bahwa Paskah Nasional XIV tahun 2018 di Kawasan Danau Toba (Sumatera Utara). Syukur kepada Tuhan kita dapat me-launching, memperkenalkan, mendukung, mensosialisasikan Paskah Nasional 2018 di Tano Batak. Acara ini akan memberkati teman-teman di Sumatera Utara, seluruh Nusantara, bahkan luar negeri. Potensi sumber daya manusia, budaya, alam yang Tuhan karuniakan kepada saudara-saudara kita di Tano Batak,” ucap Shephard Supit.

Dr. Ir. Serirama Butarbutar., SE., M.Si selaku Ketua Pelaksana Launching menyatakan, Launching Paskah Nasional 2018 merupakan sarana untuk memperkenalkanmensosialisasikan, dan memohon dukungan dari semua pihak atas akan dilaksanakannya Paskah Nasional 2018, Simposium gereja, lingkungan, pariwisata dan pendidikan. “Juga dalam memperingati Pasca 100 tahun Nommensen,” jelasnya.

Sesuai rencana, perhelatan ini didahului dengan Kirab Obor Paskah Nasional yang akan dilepas oleh Gubernur Sulawesi Utara dari tempat yang tahun lalu (2017) diadakan di Tondano (Minahasa, Sulawesi Utara) Danau Tondano (Sulawesi Utara) menuju ke Danau Toba (Sumatera Utara). Kirab ini menangkat judul ‘Dari Danau Tondano ke Danau Toba’. Obor dibawa dengan kendaraan melalui darat dan melewati sekitar 25 kota dan kabupaten di Pulau Sulawesi, Jawa, dan Sumatera. ‘Karya Terbesar’ (Yohanes 3:16) menjadi tema sentral Paskah Nasional sejak digulirkan pada tahun 20015.

Oleh anugerah Tuhan, maka momentum ini telah berlangsung selama 13 tahun dan memilih lokasi yang berbeda-beda. Paskah Nasional I-VI berlangsung di Jakarta, Paskah Nasional VII (Jayapura, Papua), Paskah Nasional VIII (Bandung, Jawa Barat), Paskah Nasional IX (Surabaya, Jawa Timur), Paskah Nasional X (Manokwari, Papua Barat), Paskah Nasional XI (Kupang, Nusa Tenggara Timur/NTT), Paskah Nasional XII (Lanny Jaya, Papua), dan Paskah Nasional XIII (Manado dan Tondano, Sulawesi Utara).

Launching dihadiri ratusan umat yang memadati auditorium Kementerian Pariwisata dan dimeriahkan oleh musik Gondang dan artis Maya Rumantir. Pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan Panitia Paskah Nasional 2018. (Epaphroditus/ Margianto)

STRATEGI AKU

Hadapi Era Globalisasi Dengan Strategi AKU (Awareness, Knowledge & Understanding)

Kika: Johan Tumanduk, SH.,M.M., M.Pd.K(Direktur Eksekutif Abraham Conrad Supit Center), KASAL Laksamana TNI Ade Supandi dan Prof. Dr. Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center)

Jakarta, Victoriousnews.com,- “Era perubahan dan kecanggihan teknologi pasti terjadi di dunia, dan tidak bisa dilawan. Kita hanya bisa mengarahkan anak-anak muda untuk bisa selektif. Yang pasti untuk ke sana perlu sikap dan karakter yang baik. “Akibat sikap dan karakter seringkali kita menjadi orang yang kalah.  Nah, untuk menghadapi perkembangan globalisisasi sekarang, kiatnya adalah dengan prinsip AKU yaitu Awareness, Knowledge dan Understanding,” paparnya.

 Ade Supandi menerangkan konsep kepemimpinan tidak lepas dari tiga faktor yakni pengetahuan, ketrampilan dan karakter. Menurutnya, seorang pemimpin harus memahami ketiga ranah itu. “Jadi konsep kepimpinan dalam militer itu menang kita tidak akan lepas dari tiga ranah kok. Ranah kognitif, psikomotor, dan attitude. Bagaimana dia merespons semua ini. Sebenarnya basic-basic pendididkan tapi memang kadang kita tidak mem-breakdown ini jadi bagian-bagian mana yang bisa diterapkan zaman sekarang,” kata Laksamana TNI Ade Supandi.

                Jika dalam lingkungan TNI, Ade menjelaskan  ada 11 asas kepemimpinan yang berlaku di dalam kepemimpinan TNI. Diantaranya adalah: Pertama, Taqwa (Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya). Kedua, Ing Ngarsa Sung Tulada (Memberi suri tauladan di hadapan anak buah). Ketiga, Ing Madya Mangun Karsa (Ikut bergiat serta menggugah semangat di tengah-tengah anak buah). Keempat, Tut Wuri Handayani (Mempengaruhi dan memberi dorongan dari belakang kepada anak buah). Kelima, Waspada Purba Wisesa (Selalu waspada mengawasi, serta sanggup dan memberi koreksi kepada anak buah). Keenam, Ambeg Parama Arta (Dapat memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan). Ketujuh, Prasaja (Tingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan). Kedelapan, Satya (Sikap loyal yang timbal balik, dari atasan terhadap bawahan dan dari bawahan terhadap atasan dan ke samping). Kesembilan, Gemi Nastiti (Kesadaran dan kemampuan untuk membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu kepada yang benar-benar diperlukan). Kesepuluh, Belaka (Kemauan, kerelaan dan keberanian untuk mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya). Kesebelas, Legawa (Kemauan, kerelaan dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tanggung jawab dan kedudukan kepada generasi berikutnya).

Baca juga :Kuliah Umum II STT REM: KASAL Laksamana Ade Supandi Tegaskan Keluarga Berperan Penting Dalam Membentuk Karakter Millenials Leadership

                Di akhir paparannya, KASAL berharap, bahwa Generasi milenial menjadi generasi modern yang aktif bekerja, giat dalam penelitian, berpikir inovatif tentang organisasi, memiliki rasa optimisme, kemauan untuk bekerja dengan kompetitif, terbuka dan fleksibel. margianto

Kuliah Umum II STT REM: KASAL Laksamana Ade Supandi Tegaskan Keluarga Berperan Penting Dalam Membentuk Karakter Millenials Leadership

Jakarta, Victoriousnews.com,- Saat memberikan kuliah umum di STT REM dengan tema “Millenial Leadership”, Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI, Ade Supandi., SE., M.A.P mengungkapkan bahwa,  masyarakat zaman sekarang berada dalam situasi serba ketidakpastian. Apalagi zaman yang terus berubah seperti dari zaman millenial, generasi X, generasi now hingga nanti mungkin generasi Z. “Yang pasti semua itu berkaitan dengan resources. Karena itu, ke depan harus  mempersiapkan resources terutama yang berkaitan dengan leadership. Teknologi sudah merubah banyak dunia seperti perubahan iklim atau cuaca akibat pemakaian AC, penggunaan telepon yang canggih dan teknologi lainnya. Nah, Indonesia termasuk negara yang sangat konsumtif sehingga menjadi pasar dari perkembangan teknologi dunia,” tutur KASAL yang hadir didampingi jajarannya antara lain Laksama Pertama Manahan Simorangkir dan perwira petinggi lainnya.

KSAL Laksamana TNI Ade Supandi ketika memberikan kuliah umum STT REM (2/2/2018)

Terkait dengan kepemimpinan, Laksamana Ade Supandi mengutip adagium bahwa tiap zaman ada pemimpin dan tiap pemimpin ada zamannya. Dia juga mengutip pandangan Presiden AS Franklin Roosevelt yang pernah menyatakan, kita tidak bisa membangun masa depan untuk generasi muda tetapi kita dapat membangun generasi muda untuk masa depan. “Teknologi informasi bisa merubah dengan cepat seperti perdagangan dan pemasaran. Salah satu contohnya munculnya pemasaran online. Bahkan, sekarang kantor juga sudah banyak virtual, kalau ada hanya untuk alamat dan surat menyurat yang masih manual,” tukas  Laksamana kelahiran Batujajar- Bandung, 26 Mei 1960 ini.

                Suami dari Dra. Endah Esti Hartanti Ningsih dan telah dikarunia 2 anak (Anindita Rivy Larasati dan  Andaru Dhimas Nugraha Vidianto) mengatakan bahwa, keluarga itu memiliki peranan penting dalam membentuk kepemimpinan milenial. Misalnya, dengan memberikan teladan bagi istri maupun anak-anak di rumah. “Meskipun saya menjabat KASAL, tetapi anak-anak dan istri saya tidak pernah menikmati fasilitas kedinasan Angkatan Laut. Saya didik mereka untuk mandiri. Kedua anak saya itu mulai dari kecil, saya didik sederhana. Dari sekolah dasar sampai sekolah menengah, mereka menggunakan sepeda. Kalau mau kemana-mana/pribadi tidak boleh menggunakan fasilitas dinas angkatan laut, termasuk ongkos naik pesawat harus keluar uang pribadi,” papar Ade yang tercatat sebagai pejabat KASAL ke 25 ini.

Kika: Johan Tumanduk, SH.,M.M., M.Pd.K(Direktur Eksekutif Abraham Conrad Supit Center), KASAL Laksamana TNI Ade Supandi dan Prof. Dr. Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center)

                Ade Supandi menjelaskan, meskipun orang sekarang memahami suatu teknologi tapi tanpa dibekali dengan pengetahuan yang mumpuni, tidak akan bisa. Untuk itu, pengetahuan-pengetahuan yang sepadan itu harus diberikan kepada para generasi sekarang. “Pengetahuan yang paling gampang itu sesuatu yang dia bisa terlihat, kalau tidak bisa lihat cuma di kepala nggak bakal bisa. Karena itu, dalam konsep transformasi pengetahuan, metode itu harus dipahami. Apakah itu dengan mata, telinga dan tangan. Kalau suatu pengetahuan lebih gampang diterima dengan omongan, ya pakai omongan, kalau dia harus perbuatan, yang dengan contoh. Kemudian keterampilan itu, yang kita nggak pernah melakukan pada anak-anak kita. Kemanjaan di lingkungan pendidikan itu akibatnya dia tidak bisa mandiri,” tandas Pria lulusan Lemhannas RI PPSA angkatan-17 (2011).

Lanjut Ade, para orang tua sekarang jarang melatih psikomotor anaknya untuk bersikap mandiri sehingga ketika dewasa akan kebingungan menghadapi sesuatu. Ade pun mencontohkan bagaimana pengusaha besar milik keluarga, banyak yang menjual perusahaannya karena anaknya tidak bisa melanjutkan bisnis tersebut. “Banyak pengusaha besar tidak bisa bertahan dalam mememilihara perusahannya, kenapa? Karena tidak melatih, karena anaknya tahu kesuksesan orang tua sekarang tapi bagaimana orang tua dulu mengalami hal yang sulit. Sekarang sudah naik mobil, mungkin dulu bapaknya naik becak kepanasan, anak ini nggak tahu. Begitu dia menghadapi persoalan bisnis tidak ngerti itu banyak terjadi banyak perusahaan besar khususnya family bisnis,” ulasnya.

Ade menambahkan faktor ketiga yang tak kalah penting adalah karakter. Dia pun meminta untuk para generasi sekarang membangun karakter yang baik dan kuat. Jika seorang tidak memilik karakter yang baik dan kuat, menurut Ade tidak akan berhasil. “Sikap karakter ini yang harus dibangun, kalau tidak kita akan selalu kalah global competitiveness. Di manapun kalau manusianya tidak punya kemampuan baik, tidak akan jadi,” kata Ade. margianto

Kuliah Umum II STT REM “Millenials Leadership”, Prof. Dr. Abraham Conrad Supit: KASAL TNI AL Telah Memberikan Pencerahan & Wawasan Kebangsaan

Jakarta, Victoriousnews.com,- Sepanjang tahun 2018, Sekolah Tinggi Rahmat Emmanuel (STT REM)  melakukan “terobosan radikal” dalam dunia pendidikan dengan membuat program Kuliah Umum setiap bulan—menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Melihat deretan nama-nama pembicara yang dihadirkan, kuliah umum ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan, memberikan pencerahan sekaligus solusi atas pemecahan masalah yang kerap terjadi di lingkungan masyarakat, bangsa maupun negara.

Read More

SAMBUT PILKADA 2018 & PILPRES 2019, PIMPINAN FUKRI AJAK UMAT TOLAK POLITIK UANG!

Jakarta, Victoriousnews.com,-Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) yang terdiri dari lembaga gereja aras nasional dan gereja Katolik, antara lain dari KWI, PGI, PGLII, PGPI, PBI, Bala Keselamatan, Gereja Ortodoks Indonesia, dan GMAHK, mengeluarkan pernyataan sikap lewat siaran pers bersama, menyikapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 di Aula Bala Keselamatan beberapa waktu lalu. Konferensi ini dihadiri lengkap delapan pimpinan aras gereja nasional.

Ini momentum untuk menyambut Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 bahwa FUKRI mengadakan doa bersama untuk umat kristiani Indonesia—mendoakan  masalah-masalah yang dihadapi di Indonesia. Hal itu disampaikann Henriette Hutabarat Lebang, mewakili FUKRI. Tujuan kegiatan ini adalah bagaimana menghadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 untuk kesejahteraan dan kemaslahatan Indonesia.

Adapun pernyataan dan sikap resmi FUKRI dibacakan Romo Wido Suprapto dari KWI. Secara garis besar ada empat poin penting yang disampaikan antara lain; Pertama; Arti Penting Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Karena itu hal penting harus menjadi perhatian bersama adalah menghindari penggunaan isu/sentimen agama sebagai cara dan sarana memperoleh dukungan suara.

Kedua, menyerukan semua umat kristiani ikut menjaga Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Karena itu gereja bersama semua warga negara terpanggil untuk terselenggara pemilu dengan baik dan bermartabat sesuai dengan Yeremia 29:7. Karena itu peran pimpinan lembaga gereja mendorong jemaat menggunakan hak pilihnya, dan umat kristiani yang memilih hak suara harus menggunakannya untuk kemajuan bangsa.

Ketiga, menyangkut kriteria pilihan, maka para calon pimpinan daerah yang dipilih, harus dipastikan yang bersangkutan orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli sesama, berpihak ke rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan. Mengajak seluruh jemaat menolak politik uang.

Terakhir, FUKRI mengajak seluruh umat untuk berdoa untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Sebagai umat kristiani untuk berdoa agar semua proses pemilu bisa berlangsung dengan damai, berkualitas dan bermartabat.

Menurut Henriette Lebang bahwa doa bersama ini untuk mempersiapkan umat kristiani untuk menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 berlangsung dengan baik, dengan pertimbangan agar tidak terulang seperti Pilkada DKI yang lalu.

Tampak hadir pimpinan gereja aras nasional dalam konferensi pers yang dipandu oleh Jeirry Sumampouw (Humas PGI), adalah sebagai berikut: Pdt. Dr. Nus Reimas dan Pdt. Dr. Fredy Sunyoto dari PGLII, Pdt. Johny Mardi Santoso dari Persekutuan Gereja Baptis, Pdt Henriette Hutabarat Lebang selaku Ketua Umum PGI, Romo Wido Suprapto dari KWI, Romo Daniel Biantoro Ketua Sinode Gereja Ortodoks, Letnan Kolonel Made S Petrus dari Bala Keselamatan Indonesia, Pdt. Dr. WH Rajagukguk dari PGPI dan Pdt.Charles Jonan dari JDN. margianto

PIMPINAN UMAT KRISTIANI AJAK UMAT BERDOA BERSAMA 2018 MENUJU KEBANGKITAN INDONESIA & KESATUAN BANGSA

Jakarta,Victoriousnews.com,- Sejumlah pimpinan umat Kristiani (Kristen dan Katolik) Indonesia yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) bekerjasama dengan Jaringan Doa Nasional (JDN) menghimbau dan menyerukan kepada seluruh umat kristiani Indonesia agar terlibat dalam momentum doa 2018 bagi kesatuan dan kebangkitan, serta terpeliharanya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menuju Indonesia One. Doa bersama ini akan berlangsung dari 18 Januari hingga 18 Desember 2018.

Dalam pemaparannya, FUKRI bersama JDN menyerukan empat poin yang menjadi himbauan yang dilakukan umat kristiani Indonesia yakni: Pertama, merendahkan diri dan berdoa bagi kesatuan hati dan terpeliharanya NKRI. Kedua, berdoa agar Tuhan membangkitkan pemimpin baru yang memiliki integritas dan berkomitmen untuk kebangkitan bangsa dan negara.

Ketiga, menjaga komitmen untuk satu hati, satu iman, satu pengharapan dan satu tubuh dalam keesaan gereja. Keempat, terlibat dalam kegerakan doa dan intensif yang diselenggarakan di seluruh Indonesia.
Seruan yang dikeluarkan di Jakarta, sejak tanggal 18 Januari 2018, ini ditandatangani oleh sejumlah pimpinan umat Kristiani, diantaranya adalah: Pdt. Dr. Henrietta Hutabarat Lebang (Ketua Umum PGI), Romo Guido Suprapto, Pr (Sekretaris Komisi KWI), Romo Daniel Byantoro (Ketua Umum Gereja Ortodox Indonesia), Pdt. Dr. Ronny Mandang (Ketua Umum PGLII), Pdt. Jhoni Mardi Santoso (Persekutuan Baptis Indonesia), Pdt. Dr. Jacob Nahuway (Ketua Umum PGPI), Komisioner Peter Walker (Komandan Territorial Bala Keselamatan Indonesia), Pdt. Charles Jonan (Fasilitator JDN). margianto