GBI Akan beri sanksi jika ada pejabat yang langgar tata gereja, serta memediasi Pdt JB dan Felix

GBI Akan beri sanksi jika ada pejabat yang langgar tata gereja, serta memediasi Pdt JB dan Felix

Ki-ka: Dr. Hanan Suharto mendampingi Felix Jonathan

Jakarta,Victoriousnews.com,  Ketua Umum BPH Sinode GBI Pdt. Dr. Japarlin Marbun ketika dihubungi via sambungan telepon hari Minggu tanggal 23 Desember 2018 bersama awak media Kristen menegaskan, jika ada pejabat GBI tanpa tercuali yang melanggar aturan/tata gereja akan diberikan sanksi tegas. “Sanksi itu juga tergantung dari pelanggarannya, mulai dari peringatan, skorsing hingga pemberhentian sementara sebagai pendeta,” ujar Pdt. Japarlin menanggapi bergulirnya kasus Pdt. JB dan Felix.
Pdt. Japarlin, sudah mengetahui kasus piutang Pdt JB dari LBH GBI dan menunggu surat resmi dari Pihak Felix. “Kami siap membantu melakukan mediasi kepada kedua belah pihak,” tutur Pdt. Japarlin.
Sebelumnya, Felix Jonathan Atmadja (anak Maria Magdalena) memberikan keterangan kepada media berkenaan dengan kejadian yang menimpa keluarganya perihal perjanjian pinjaman antara ibunya dengan salah satu pejabat di Gereja Bethel Indonesia, yakni Pdt.JB.
Perjumpaan Maria Magdalena dengan Pendeta JB di Sydney, Australia telah mengubah ibu dari Felix Jonathan. Keprihatinan sebagai anak laki-laki telah membuat Felix terus mendampingi ibunya sejak permulaan kasus ini. Pihak keluarga sudah mencoba dengan jalan damai dan kekeluargaan berjumpa dengan JB. Kini kasus ini sudah berjalan sekitar dua tahun, sejak dari tahun 2016 hingga 2018 namun tidak ada titik terang penyelesaian dari JB.
Diceritakan oleh Felix perihal masalah hutang-piutang dengan JB dengan salah seorang anggota yang menjadi jemaatnya, Maria Magdalena. Felix menjelaskan bahwa sudah berkali-kali dia mencoba mendapatkan kejelasan perihal pinjaman yang sudah ditanda-tangani JB diatas meterai, namun tidak pernah mendapatkan kepastian untuk membayarnya. Saat didampingi mertuanya, Hanan Suharto, di Hotel Fiducia, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (23/12/2018) Felix memaparkan data perihal pinjaman yang dijumlahkan sudah lebih dari tiga miliar.
Walaupun JB akhirnya menjaminkan rumahnya di Jakarta Utara dengan memberikan sertifikat asli rumah mereka tetapi menurut Hanan Suharto nilai rumah dan bangunan tersebut jauh dari total hutangnya yang harus dibayarnya. “Sampai detik ini belum dibayar sedikitpun bahkan saya mencoba menghubungi tidak pernah dijawab,” seru Felix sambil menunjukan surat perjanjian antara Maria Magdalena dengan JB yang sekarang tinggal di Australia.
Felix pun sudah berkonsultasi dan melaporkan hal tersebut ke LBH GBI tetapi ada oknum yang menekan ibunya untuk menarik surat kuasa ke LBH.
Sementara itu, ketika dihubungi via WA, Pdt. JB membantah semua yang disampaikan Felix. “Semua itu diputarbalikkan, nanti saya akan press rilis,” tutur Pdt JB. GT

Pdt.Dr. Bernalto, Ph.D: Natal adalah merayakan kesederhanaan Yesus dan peduli kepada sesama

Pdt. Dr.Bernalto, Ph.D

Jakarta,Victoriousnews.com,-Pada umumnya umat Kristen merayakan natal dengan kemewahan, berpesta, berpakaian indah dan menghamburkan uang untuk kepentingan jasmani. Namun berbeda dengan hamba Tuhan yang bernama Pdt. Bernalto  ini, justru melawan arus sebaliknya. Bagi hamba Tuhan yang dikenal sebagai sosok yang sangat lantang berbicara tentang moral ini merayakannya dengan sederhana. Dengan memakai setelan celana pendek dan kaos motif salur, Bernalto merayakan Natal yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya dengan sangat sederhana dan tidak ada kesan mewah.  “Yesus itu lahir di tempat sederhana. Oleh karena itu kita semestinya juga meneladani kasih Yesus.  Rayakan Natal dengan berbagi kepada sesama, tanpa melihat suku, ras dan agamanya. Kenapa saya mengundang makan di resto ini? Karena saya tahu bahwa tempat makan ini butuh bantuan, dan rencananya bulan depan (Januari 2019) akan tutup. Tetapi saya tersentuh dan beri omzet kepada resto ini dan sejumlah uang kepada karyawan yang akan PHK. Bahkan saya menyuntikkan dana agar 4 bulan ke depan restoran ini masih bisa beroperasi Bayangkan saja, apabila restoran itu tutup, semua karyawan di-PHK, mereka penghasilannya darimana, sementara harus menghidupi keluarga, bayar cicilan, bayar listrik dan lain sebagainya.  Semua itu saya lakukan dengan hati yang tulus memberi, dengan karakter dan perilaku yang telah diubahkan oleh Tuhan Yesus,” Hamba Tuhan yang berlatar belakang dari pengusaha kelas atas ini bersemangat memikirkan nasib sesama.

Bernalto juga merasa prihatin dengan banyaknya hamba Tuhan belakangan ini yang sangat pelit dan tidak mau berbagi (sedekah/donasi) kepada sesama. Apalagi ketika berkotbah pasang tarif dan kerap kejar persembahan kasih yang besar di berbagai gereja. “Mungkin saya adalah salah satu pendeta yang jarang dijumpai di tanah air ini. Karena saya tidak pernah terima persembahan kasih dimanapun saya berkotbah. Bahkan ketika ada yang memberi, saya kembalikan untuk memberkati mereka. Kemarin saya melihat lansia miskin jualan. Dan  pagi ini sudah dibayarkan kontraktor untuk bangun rumah lansia itu. Siangnya mampir ke RPK walau sedikit berbagi makan siang sederhana. Lalu traktir makan siang calon anggota legislatif serta membimbing beliau. Lalu bagi bagi uang kepada lansia miskin agar mereka bisa merasakan bahagia membelikan sesuatu kepada anak cucu mereka. Air mata saya mengalir saat para lansia bahagia punya uang untuk membeli kado natal buat anak cucunya.Para lansia miskin saya ajari sedekah agar jangan seperti  Pendeta dan anggota legislatif yang maunya gratisan dan alergi dalam memberi,” ungkap Pendeta yang ditemui di resto Ciganea, Cipinang Indah Mall.

Sebagai hamba Tuhan, Bernalto berharap setiap kita harus memiliki karakter dan perilaku yang baik. Artinya, kita harus belajar dari kasihnya Tuhan Yesus yang rela dan tulus berkorban bagi umat manusia. Jujur saja, mungkin setiap kita tidak akan bisa menandingi kasihnya Yesus dalam hal pengorbananNya. Namun kita harus mau belajar dan diajar taat, belajar mengelola hati secara tulus dan ikhlas dalam hal berbagi kepada sesama, belajar hidup kudus, menghargai istri maupun suami, menghormati orang tua dan mengajari anak-anak agar takut akan Tuhan dan menghormati orang tua. “Ini sangat penting. Kita tidak perlu belajar teologi tinggi-tinggi kalau mau belajar karakter. Saya punya istri yang cantik dan saya sangat mencintainya. Tetapi istri saya punya kakak yang berkekurangan secara fisik (autis). Saya menyayanginya, dan sering merawatnya dengan tulus. Bahkan, saya sering ajak kakak istri saya jalan, saya tuntun agar hatinya senang. Istri saya sempat menangis melihat saya yang tulus tanpa beban. Termasuk kedua mertua saya pun demikian. Karena saya ingin membuat semua orang itu bahagia dan senang. Bukan hanya kita koar-koar di atas mimbar sementara keluarga kita menderita,” ungkap Pdt. Bernalto

                Bagi Bernalto, dirinya bukanlah tipe pendeta tukang minta-minta saat mengajak orang untuk sedekah. “Saya punya kenalan namanya Pak Agus tukang ojek melihat dengan mata kepala sendiri, saya makan di warteg Rp10rb tetapi donasi lebih dari Rp10jt per hari. Minta dibelikan sepatu Rp300rb tetapi membelikan sepatu 80 lansia @Rp2jt per sepatu. Makanya saya tidak suka dengan orang yang menjadi budak uang. Beberapa Kyai sepuh bersaksi bahwa saya lebih dari orang muslim yang paling muslim.Semua akan saya donasikan buat wanita my first love tanda beliau lebih dari semuanya.Saya kemarin tunjukkan di depan anak anak panti asuhan bahwa uang hanyalah kertas  dengan mudah membagi bagikannya sementara Pendeta sekalipun paling sulit jika bagi bagi uang karena masih terjerat menyembah uang. Dan Pak Agus bersaksi bagaimana para Kyai sepuh bersumpah mereka melihat di alam gaib ribuan malaikat mengawal saya. Pernah suatu ketika, Pak Agus tukang ojek melihat dengan mata kepala sendiri melihat bagaimana saya dibonceng motor dan ditabrak orang, tukang ojeknya terpental hingga 10 meter, dan patah tulang pinggang. Sementara saya sehat walafiat dan hasil rontgen dokter semua baik baik saja. Saya cuma cinta Kristus dan kebahagian saya hanya jika orang lain bahagia. Keluarga, karir, bisnis, gereja dan pendeta akan hancur lebur jika tidak tunduk kepada Kristus,”  tukas Pendeta yang kerap mengabarkan Injil kepada sesama.

Pendeta Menjadi Mentor Caleg Muslim

Pdt. Bernalto menjadi mentor Caleg DPRD DKI, Helly Maryati,B.Sc

Mungkin judul di atas kedengaran aneh dan risih bila didengarkan oleh telinga. Namun kenyataannya demikian, bahwa Pdt. Bernalto tidak pernah risih dalam hal menjalin toleransi dalam beragama. Bagi  Bernalto, bahwa keberagaman dan toleransi itu harus dijunjung tinggi, agar kedamaian antar sesama umat beragama terjalin indah. Salah satu calon anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta Dapil V, bernama Helly Maryati, B.Sc  ini pun dengan senang untuk berkonsultasi mengatur strategi bagaimana menyentuh hati masyarakat konstituen. “Saya akan mengangkat kesetaraan jender di kalangan masyarakat yang seringkali didominasi oleh kaum pria dalam mencari nafkah. Ternyata, masih banyak kaum emak-emak yang ingin memiliki usaha kecil-kecilan untuk membantu meringankan suaminya dalam mencari nafkah. Makanya, saya belajar untuk turun ke lapangan, melihat secara langsung apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di Dapil saya (Jatinegara, Duren Sawit, dan Kramat Jati). Saya banyak berkonsultasi dengan Pak Bernalto terkait bagaimana menyentuh hati masyarakat,” tutur Helly ketika didampingi oleh Pendeta Bernalto. stevanomargianto

Pesan Natal Pdt. Dr. Hanan Soeharto: KELAHIRAN YESUS ADALAH KADO ISTIMEWA PALING BERHARGA BAGI UMAT MANUSIA

Pdt. Dr. Hanan Soeharto ketika menyampaikan firman Tuhan

Jakarta,Victoriousnews.com,- “Ketika Natal tiba, seperti saat ini begitu banyak kado yang indah-indah. Tetapi sebagai umat yang telah percaya Kristus, memaknai Natal itu bukanlah hanya sekedar berbagi kado atau keinginan jasmani seperti sandang, pangan dan papan. Sebab semua itu adalah sia-sia belaka. Melainkan, kita harus memaknai kelahiran Tuhan Yesus itu sebagai kado istimewa yang paling berharga. Setidaknya ada 3 hal penting mengenai kelahiran Yesus. Pertama, Yesus datang ke dunia memberikan keselamatan kekal.  Sebab Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan (Yoh 3:17). Dan, keselamatan adalah kebutuhan mutlak bagi setiap orang, yang ada hanya dalam Yesus Kristus. Keselamatan merupakan karya penebusan yang dilakukan Yesus Kristus melalui kematianNya. Keselamatan juga merupakan anugerah yang diberikan bagi orang yang percaya kepadaNya (Titus 3:5).

Kedua, Tuhan Yesus memberikan perubahan dalam hidup manusia. Perjumpaan dengan Yesus pasti mengubah seseorang menjadi lebih baik. (2 Kor 5:17). Ketiga, Tuhan Yesus memberikan pengharapan hidup kekal.Ketika seseorang mengalami perjumpaan dengan Yesus pasti memberikan mengalami pengharapan yang baru. Artinya, kita memiliki hidup baru di dalam Yesus (Roma 12:2). Pengharapan apa yang kita harapkan dari Tuhan Yesus?  Pengharapan yang benar dan pasti adalah keselamatan jiwa kepada Yesus (1 Pet.1:9. Sebab pengharapan kepada Yesus adalah kekekalan. Pengharapan dalam Tuhan Yesus tidak mengecewakan,” papar Pdt. Dr. Hanan Soeharto (LBH GBI/Gembala Pembina GBI House Of Mercy/HOM) dalam perayaan Natal sekaligus merayakan HUT GBI HOM perdana bertempat di GBI HOM Pondok Gede Jakara Timur (Hotel Fiducia Lt. 7), Minggu, 23/12/2018.

Ibadah Natal dimeriahkan oleh kelompok musik dari Seniman Musik Jalanan,  Vocal Grup Anak-anak Sekolah Minggu, Vocal Group GBI HOM chapter Otista dan Kelapa Gading, dan Drama Mahasiswa STT Agape. stevanomargianto

Perayaan Natal Bersama GBI REM-“Christmas Blessing”-Dihadiri Oleh Ketua Sinode GBI

Jakarta,Victoriousnews.com,-“Christmas Blessing”. Demikian tema yang diangkat dalam perayaan Natal bersama GBI Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM) pada hari Sabtu, 22 Desember 2018 di Ballroom Hotel Ciputra lantai 6, Jl. S. Parman, Grogol Jakarta Barat.  Dalam momen Christmas Blessing ini, Esther Cramer yang dipercayakan sebagai MC memanggil 16 orang perwakilan penerima bantuan ke atas panggung; baik bantuan operasional internal pelayanan GBI REM maupun bantuan eksternal—seperti Yayasan Pelayanan Agape, LSM GMDM, Pelayanan Oma Betty, Operasional Majelis Pertimbangan GBI, Panitia Sidang Sinode GBI, Tangan Palsu, Yayasan Pondok Taruna,  dan Operasional BPD DKI Jakarta. Sedangkan mobil Gran Max ke 29 (dari 72 mobil) diserahkan secara simbolis  kunci mobil oleh  Ketua Sinode BPH GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun kepada Ketua BPD GBI Bekasi, Pdt. Samuel Hernadi. Perayaan Natal tahun ini dimeriahkan oleh penampilan paduan suara GBI REM cabang Bogor dan kesaksian pujian penyanyi rohani Jacqlien Cellosse.

                  Selain dihadiri oleh ribuan jemaat dari 8 cabang  Jakarta, Tangerang & Bogor (GBI REM Apartemen Robinson, Hotel Ciputra, Kelapagading, Mahkota Mas, Hotel Ozone PIK, Hotel Orhardz, Daan Mogot dan Bogor), juga tampak hadir Gembala Sidang, Pembina, YMGS, Koordinator dan tamu undangan dari pucuk pimpinan sinode GBI, yakni: Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Ketum Sinode BPH GBI), Pdt. Yorry Tasik (Majelis Perimbangan GBI), Pdt. Samuel Hernadi (Ketua BPD Bekasi) beserta jajarannya, Staf BPD DKI Jakarta, serta para penerima bantuan baik internal maupun eksternal.  Perayaan Natal tahun ini dimeriahkan penampilan paduan suara GBI REM cabang Bogor dan kesaksian pujian penyanyi rohani Jacqlien Cellosse.

                Gembala Sidang GBI REM, Ps. Abraham Conrad Supit dalam kotbahnya menekankan, bahwa dalam momentum Natal ini kita semua harus menjadi berkat bagi semua orang. “Dalam perayaan Natal GBI, mengangkat tema “Natal adalah Kabar Baik Bagi Semua Orang”. GBI REM juga terus belajar mengimplementasikan kabar baik bagi semua orang melalui Christmas Blessing ini. Artinya, kita harus menjadi berkat bagi banyak orang. Melalui apa? Melalui perbuatan, perkataan maupun kabar sukacita serta berkat jasmani maupun rohani. Sehingga kabar baik seperti yang tertulis dalam amanat Agung di dalam kitab Matius 28: 19-20 pun digenapi dalam kehidupan orang percaya, dan nama Tuhan Yesus dipermuliakan,” tutur Ps. Abraham.

                Dalam momen Natal ini, Ps Abraham mengajak para hadirin untuk saling mengampuni dan mengakui segala dosa maupun pelanggaran kita di hadapan Tuhan. Ia  mengutip firman Tuhan yang terambil dalam kitab 1 Yoh 1: 9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”.  “Ketika saudara dan saya mengakui segala dosa maupun pelanggaran di hadapan Tuhan, maka Tuhan pasti mengampuni. Menyucikan, menguduskan bahkan memberkati masa depan kita, mulai dari suami, istri anak bahkan anak cucu kita. Kita harus percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Natal itu harus kita rayakan setiap hari, bukan hanya pada akhir tahun seperti ini, tetapi kelahiran Yesus itu harus kita imani dan praktekkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu menjadi terang bagi sesama kita. Seperti tertulis dalam kitab Yohanes 8: 12, ‘Akulah terang dunia…barang siapa mengikut Aku tidak akan berjalan dalam kegelapan,” papar Ps. Abraham.

                Setelah mendengarkan firman Tuhan, dilanjutkan dengan prosesi Perjamuan Kudus dan penyalaan lilin Natal. Sebelum ditutup dengan doa berkat oleh Ketua Sinode GBI,  Gembala Sidang GBI REM memohon kepada Ketua Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun untuk mendoakan Ibu Levina yang diangkat sebagai Wakil Gembala GBI REM mendampingi Ps. Abraham Conrad Supit. Merry Christmas 2018 and Happy New Year 2019. GT

Pesan Natal Pdt. Dr. Japarlin Marbun (Ketua BPH Sinode GBI): Natal adalah Kabar Baik Untuk Semua Orang

Ketua BPH GBI Pdt-Dr Japarlin Marbun (kanan) saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Setiap bulan Desember tiba, jutaan umat Kristiani di seluruh penjuru dunia ini pasti disibukkan dengan perayaan Natal—merayakan hari kelahiran sang Juruselamat. Pernik-pernik dan ornamen bernuansa Natal pun sudah tampak menghiasi perkantoran, mal, perumahan, gereja, dan fasilitas umum—seolah menambah suasana Natal semakin semarak. Lalu bagaimana sebenarnya umat Kristiani memaknai Natal?

Pdt. Japarlin menjelaskan program pelayanan aplikasi “GBI Go Digital” yang rencananya akan segera diluncurkan awal 2019

Meski Natal bisa dimaknai berbeda, tetapi esensi dari kelahiran sang Juruselamat ke dunia ini adalah kasihNya kepada manusia. Sebab Yesus adalah Kasih. Kasih Tuhan itu tidak membedakan  warna kulit, agama, status sosial dan lain sebagainya. “Sesuai tema Natal yang diangkat dalam perayaan natal seluruh karyawan BPH GBI tanggal 8 Januari 2019 mendatang adalah “Kabar Baik Untuk Semua Orang”, Lukas 2: 10, Lalu kata malaikat itu kepada mereka: ‘Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.’. Artinya, ya tentu kita berharap sukacita Natal ini menjadi kawar baik itu semua oran. Bukan hanya untuk orang Kristen saja, tetapi kabar baik semua orang. Di mana setiap orang merasakan lawatan Tuhan. Allah melawat umatNya.  Allah yang telah menjelma menjadi manusia itu menjumpai manusia, agar diselamatkan dari segala dosa. Sebab ketika seseorang mengalami lawatan Tuhan, maka damai yang Tuhan janjikan itu pasti akan menjadi bagiannya,” tutur Ketua Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia  Sinode GBI, Pdt. Dr. Japarlin Marbun  usai berbincang-bincang dengan rekan-rekan wartawan Kristen yang tergabung dalam wadah Perkumpulan Wartawan Media Kristen Indonesia (PERWAMKI), Selasa (18/12/2018) di Graha Bethel, Jl. Ahmad Yani no.65 Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.

Menurut Pdt. Japarlin, semua orang diharapkan mempersiapkan diri untuk menyambut hadirnya Sang Raja Damai itu. “Kelahiran Yesus ke dunia ini telah menjadi kabar baik bagi dunia. Begitu pula kehadiran anak Tuhan dalam setiap bidang pekerjaan seharusnya juga menjadi inspirasi dan teladan, baik dalam perkataan, tindakan dan karya yang dihasilkan, yaitu selalu membawa kabar baik dan menjadi kabar baik bagi semua orang. Biarlah melalui Natal ini juga diharapkan menjadi penyemangat bagi kita untuk menyongsong tahun baru yang akan datang. Bahwa kalau kita sudah merasa Tuhan sertai, maka ada optimisme dalam menghadapi tahun baru. Akan datang spirit yaitu harapan bersama Tuhan,” ungkap hamba Tuhan yang rindu mewujudkan aplikasi pelayanan GBI Go Digital ini bersemangat. stevanomargianto

Christmas Celebration Keluarga Besar GBI REM Kelapagading Usung Tema “Yesus Kristus Sumber Hikmat Kita”

Pengerja sekaligus panitia Natal pose bersama

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-“Yesus Kristus Sumber Hikmat Kita (1 Kor 1: 30a) dan Sub Tema: “Setia Beribadah”, demikian tema yang diusung oleh panitia dalam perayaan Natal keluarga besar Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emanuel Ministries (GBI REM) Kelapa Gading yang diselenggarakan pada hari Minggu, 16/12/2018 lalu. Ibadah merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus ini menghadirkan Ps. Yolanda Fergina sebagai pembicara disertai dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin langsung oleh Gembala Sidang GBI REM Ps. Abraham Conrad Supit.

Tampak hadir dalam deretan kursi paling depan adalah  Gembala Sidang GBI REM, Ps. Abraham Conrad Supit bersama Ibu Levina, Pembicara (Ps. Yolanda Fergina), Bapak Ali Darmawan bersama Ibu Lotje, Ps. Yogi Dewanto (Pembina GBI REM), Ps. Jaswin Damanik (Pembina GBI REM), Ps. Binsar Pangaribuan (YMGS GBI REM Kelapa Gading), Bapak Didi Darmawan (Ketua Panitia Natal), dan Ps Antonius Natan (Sekum PGLII DKI Jakarta/Waket I STT REM).

Acara yang dihadiri sekitar 350 jiwa lebih ini dimeriahkan oleh performance Choir STT REM, Choir gabungan Deborah Woman Fellowship Kelapagading dan Hotel Ciputra, Bung Jack Bullan (Sasando player) dan Santa Claus Show with Victorious Kids. “Puji Tuhan, tahun ini keluarga besar GBI REM Kelapa Gading boleh merayakan natal bersama-sama kembali. Tema natal tahun 2018 ini juga sama dengan tema natal yang diusung oleh Persekutuan Gereja gereja di Indonesia (PGI), yaitu: “Yesus Kristus Sumber Hikmat Kita” ( 1 Kor 1: 30 a)  dan Sub Tema “Setia Beribadah”  (Roma 10: 25). Bukanlah sebuah kebetulan jika panitia mengangkat tema tersebut. Sebab, hikmat merupakan keindahan dari kekudusan. Dalam kitab Yakobus 3: 17  berkata, bahwa hikmat itu masuk akal, fleksibel, penuh pengampunan, pendamai, penuh perhatian, suka mengunjungi, bersikap sopan, dan 
ramah. Hikmat itu rendah hati, terbuka, sederhana, lembut, dan murah hati.  Disinilah kami sebagai hamba Tuhan diajar kembali, agar senantiasa berhikmat, dan menghasilkan karya Allah di dalam diri kita melalui ketaatan kita dalam memuji serta menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran,” tutur Bapak Didi Darmawan ketika didaulat menyampaikan laporan panitia oleh MC Bapak Anton Jacobus.

                Lanjut Bapak Didi, atas nama panitia Natal GBI REM Kelapa Gading mengucapkan banyak terimakasih: Pertama, Kepada Bapak Gembala, Pembina, YMGS, Jemaat Tuhan (seluruh keluarga besar GBI REM Kelapagading) yang telah mendukung  penuh terselenggaranya acara ini. “Kedua,  kami juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh donatur dan jemaat GBI REM Kelapa gading atas dukungan doa maupun dana yang telah diberikan, sehingga puncak acara Natal ini bisa terselenggara dengan baik.  Ketiga, dengan segala kerendahan hati, sebagai Ketua Panitia, saya juga mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras melayani, mulai dari rapat persiapan hingga puncak acara saat ini.  Biarlah apa jerih lelah yang telah Bapak/Ibu kerjakan semua dibalaskan oleh Tuhan Yesus lewat berkatNya yang luar biasa. Kami mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini,” ungkap Didi mengakhiri laporan panitia.

                Setelah dipuaskan dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin oleh worship leader Bapak Jantje Kodongan bersama tim musik, tibalah saatnya jemaat yang hadir mendengarkan taburan firman yang disampaikan oleh Ps. Yolanda Fergina. Pada kesempatan tersebut, Ps. Yolanda mengajak jemaat untuk membuka firman Tuhan yang terambil dalam 1 Kor 1: 18-31 dengan perikop hikmat Allah dan hikmat manusia. “Saya tidak tahu pergumulan Bapak/Ibu dan saudara sekalian. Mungkin kita semua seringkali mendengar orang lain berbicara, sudahlah tidak usah pelayanan toh kamu pelayanan juga hidupmu biasa-biasa saja. Tinggalin saja pelayanan. Mungkin hidup kita up and down. Mungkin pergumulan hidup kita seperti roller coster. Tapi saya mau katakan, seperti pengalaman yang saya rasakan selama tahun 2018 ini, sekalipun kita hidup up and down dan pergumulan kita seperti roller coster, tetapi kita mempunyai Tuhan yang setia. Saya boleh melihat penyertaan dan pembelaan Tuhan dalam kehidupan saya. Dan hal ini pun pasti terjadi dalam kehidupan Bapak/Ibu dan saudara sekalian. Sekalipun dunia mengatakan itu adalah suatu kebodohan, tetapi bagi kita yang diberikan hikmat oleh Tuhan merupakan kekuatan. Karena apa yang dikatakan bodoh bagi dunia ini, itu adalah kekuatan bagi Tuhan. Ketika kita mengalami pergumulan yang berat, disitulah waktu yang tepat bagi kita untuk mencari hikmat Tuhan. Waktu yang tepat bagi kita untuk bertanya kepada Tuhan. ‘Tuhan lewat yang aku alami saat ini, Tuhan mau ajari aku apa?’ Karena seperti kitab Roma 8:28, sekarang aku tahu bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi aku yang mengasihi Dia,” tutur Ps Yolanda dalam kotbahnya yang bersemangat.

                Ps. Yolanda juga berpesan, melalui Natal kali ini biarlah melalui kesukaran maupun pergumulan yang kita hadapi tetaplah mengandalkan Tuhan dan tetap setia dalam beribadah. “Sekalipun kita mengalami kesulitan, kita harus belajar untuk setia, belajar taat dan berpegang teguh kepada iman pengharapan kita hanya kepada Tuhan Yesus saja. “Dulu, awal kami menikah, mami saya adalah pendoa, menubuatkan suami saya akan menjadi seorang gembala. Kemudian suami saya dengan nada sinis sambil tertawa, ‘Mak lu gak tahu gue siapa’. Saya pun sempat bilang ke mami dan papi saya, sudahlah tidak usah berharap banget punya mantu hamba Tuhan. Dalam kehidupan pernikahan kami, juga mengalami pergumulan seperti roller coster, ada begitu banyak masalah tetapi juga banyak sekali kejutan dan berkat-berkat Tuhan di dalam masalah tersebut. Waktu itu saya sempat hang up, dan saya berdoa kepada Tuhan, biarlah suami saya menjadi gembala atau tidak terserah Tuhan. Yang penting saat ini suami saya sudah sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Suatu ketika, ada hamba Tuhan yang doain suami saya. Dia pun menolak, karena pasti didoain untuk menjadi gembala. Malahan suami saya bilang, kalau mau doain saya, doain usaha dan bisnis saya berhasil, jangan doain menjadi hamba Tuhan apalagi gembala. Kata suami saya tidak mau cari duit di gereja. Kalau bisnis saya berhasil, saya mau nyumbang ke gereja, gitu kata suami saya. Rancangan kita bukan rancangan Tuhan, jalan kita bukan jalan Tuhan. Tetapi satu hal bahwa rancangan dan jalan Tuhan adalah yang terbaik. Akhirnya doa mami saya dijawab Tuhan. Beberapa waktu lalu, suami saya dipercayakan untuk menggembalakan sebuah gereja kecil. Semuanya Tuhan sudah rancangkan dengan baik. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Akhirnya, suami saya saat ini boleh merendahkan dirinya di bawah rencana dan kehendak Tuhan sepenuhnya,” urai Ps. Yolanda.

                Usai firman Tuhan disusul dengan penyalaan lilin natal dengan iringan musik sasando dan lagu ‘O Holy Night’. Dilanjutkan dengan perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Gembala Sidang Ps Abraham C Supit. Di penghujung acara jemaat juga banyak sekali yang mendapat doorprize menarik yang disiapkan panitia, diantaranya adalah: TV, Kompor gas, peralatan masak, dll, dan dilanjutkan ramah tamah serta santap malam bersama beragam menu hidangan di lantai dasar yang disiapkan oleh panitia. Selamat Natal 2018 & Menyongsong Tahun Baru 2019. margianto

REGATTA FAMILY GATHERING DI PONDOK REM GUNUNG SALAK: INDAHNYA KEBERSAMAAN DALAM KRISTUS

Jakarta,Victoriousnews.com,-“Sejak dari awal acara, saya sangat bersemangat mengikuti,” ujar Levina Supit saat memberikan pesan dan kesan di akhir acara Regatta Family Gathering (RFG) di Pondok REM (Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat) pada Kamis, 6 Desember 2018. Persekutuan Doa Regatta (PDR) Apartemen Regatta (Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara) pimpinan Pdt Oke Supit SH MH MBA (74 tahun, kelahiran 10 Oktober 1944) menyelenggarakan ibadah terakhir atau tutup tahun bertajuk ‘Regatta Family Gathering’ (RFG) 2018 di Gunung Doa Gunung Salak ( Pondok REM), Jalan Ciapus Gang Nanas RT 03/RW 09 Dusun Taman Sari (Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat) pada Kamis, 6 Desember 2018.

Rencana ibadah tutup tahun 2018 yang disusun pimpinan PDR dan Pdt Reo B Panggabean satu bulan sebelumnya ini diikuti hampir 100 peserta yang mendaftar melalui group media sosial WhatsApp (WA) ‘Regatta Family’. Seluruh peserta berkumpul di Rest Area Sentul pukul 08.00 WIB, Kamis, 6 Desember 2018. Seluruh peserta yang telah berkumpul kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi bersama-sama pada pukul 08.15 WIB (bagi peserta yang terlambat ditinggalkan dan dianjurkan untuk melanjutkan perjalanan sendiri menuju lokasi acara). Peserta diwajibkan mengenakan atasan putih, baik baju maupun t-shirt saat kedatangannya. Pada saat makan siang, peserta diwajibkan mengganti pakaian atasan yang dikenakan secara bebas tetapi tidak boleh yang berwarna hitam atau pun biru tua. Seusai acara atau saat menuju kediaman masing-masing di sore hari, peserta diwajibkan mengganti pakaiannya yang bergaya casual (sporty). Sangsi bagi yang tidak mengikuti arahan panitia adalah tidak boleh mengikuti sesi foto bersama. Peserta juga diharapkan membawa kado seharga minimal Rp 50.000,00 dan dibungkus dengan kertas koran untuk sesi tukar kado.

Setiba di lokasi acara, seluruh peserta berkumpul di ruang aula dan mengikuti  sesi renungan yang disampaikan pimpinan PD Regatta, Pdt Oke Supit. Kepada seluruh peserta, mantan Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menyampaikan pesan pentingnya membangun karakter (caracter building) terhadap masing-masing pribadi. Penjelasan juga didasari sejumlah ayat-ayat firman Tuhan, seperti I Tesalonika 5:23, Roma 8:16, Kolose 3:9-12, II Korintus 9:8, II Korintus 3:17-18, dan Yakobus 1:21-22 Sebagai tuan rumah, Pdt Abraham Conrad Supit menyampaikan ucapan terima kasih dapat bersinergi dengan PD Regatta. II Korintus 5:17 menyatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus,ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Demikian juga dengan Amsal 4:23 dan Galatia 2:20.

Pdt. Oke F Supit (Pendiri PD Reggata) memberikan bingkisan kepada salah satu peserta RFG

Tim musik dan multimedia yang terdiri atas Charlin Gultom (keyboard), Jance Kodongan (worship leader), dan Renta Maranata (multimedia) memandu peserta saat mengikuti sesi demi sesi. Seluruh peserta kemudian larut dalam permainan yang dipandu Reo Panggabean.

 Tanda pengenal (name tag) yang di dada masing-masing peserta kemudian mengelomok menjadi 8 group sesuai arahan pimpinan acara. Delapan kelompok yang terbagi kemudian memberi nama sendiri-sendiri, yaitu Yesaya, Naomi, Daniel, Debora, Paulus, Petrus, Ester, dan Yosafat. Seluruh kelompok diharapkan membuat yel-yel selama sekitar dua menit. Dalam yel-yel tersebut harus menyebutkan kata ‘Regatta’ dan ‘Yesus luar biasa’. Permainan memasuki rehat saat makan siang dan dilanjutkan 40 menit kemudian. Beberapa saat melanjutkan acara, aliran listrik padam sehingga area acara hanya diterangi dari cahaya redup karena hujan yang menembus kaca jendela. Sehingga, praktis pada sesi drama pendek, hampir seluruh peserta menampilkan sajian terbaiknya dalam kondisi tanpa pengeras suara. Tetapi, pada tampilan kelompok terakhir, aliran listrik kembali tersambung sehingga pengeras suara sudah normal. Tetapi, sajian drama pendek untuk Group Yosafat tetap tidak menggunakan pengeras suara.

“Cepat…, cepat,…, cepat,…:” ucap Conny Arya Supit yang berperan sebagai Ratu saat memerintahkan pegawai istananya untuk menyampaikan isi hati raja kepada rakyat. Seluruh pegawai kerajaan dan rakyat kemudian larut dalam nyanyian kemenangan setelah pasukannya memenangi medan peperangan. “Kumenang-kumenang bersama Yesus Tuhan, Kumenang-kumenang di dalam peperangan…” Tampilan drama pendek ini cukup mendapatkan apresiasi peserta dan menghantarkan sebagai juara pertama. Bersama adik ipar, Levina Supit (istri Pdt Abraham Conrad Supit), tim Yosafat mendapatkan nilai tertinggi melalui sejumlah permainan termasuk tebak ayat Alkitab, permainan puzzle, dan lainnya.

Bukan hanya tiga tim yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga yang mendapatkan souvernir, tetapi seluruh peserta mendapatkan kenang-kenangan buah tangan dari panitia yang diketuai Conny Arya Supit. Bahkan, beberapa peserta mendapatkan souvernir lainnya, karena tercatat sebagai peserta yang paling rajin mengikuti ibadah PDR, peserta paling jauh yang mengikuti ibadah setiap Kamis malam, peserta pasangan suami-istri yang rajin juga mengikuti ibadah persekutuan doa di wilayah paling ujung di wilayah Jakarta ini, hingga peserta termuda. Selama sekitar 6 jam, peserta berada di bukit doa yang berlokasi di Gunung Salak (Bogor, Jawa Barat) ini. Ini merupakan ibadah terakhir di tahun 2018 dan kegiatan acara religius kedua setelah ‘Retreat Regatta 2018’ yang dilakukan pada Senin, 30 April 2018 di The Spring of Livingwater Retreat Resort (Jalan Waru Doyong Nomor 99, Cisarua, Bogor) yang bertema ‘Lebih dari Pemenang’.

Peserta diikuti Anggota-anggota Persekutuan Doa Regatta, termasuk Grace Affan Supit, Wiliiam dan Minarni, Merry Sanger, Sri Ning Rahayu, , Debby Lapian, Baby Oudang Muntu, Lili Saerang, Eva Fonne Pendong, Selvi Dendeng, Raymond, Jossie Supit, Joe dan Amy Supit, Max Turangan, Tyas Paramita, Frelly Manopo dan Robby Rewah, Lidya Sumarow, dan lainnya. Seluruh peserta kembali ke kediaman masing-masing seusai menutup acara pada sore hari. Jalanan yang basah setelah diguyur hujan menjadikan pengemudi ekstra hati-hati dalam mengemudikan kendaraannya. Berjumpa kembali di PD Regatta pada Januari 2019. Selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. (Epaphroditus Ph M)

Perayaan Natal STT REM: TUHAN YANG MENJADI MANUSIA

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Perayaan Natal Sekolah Tinggi Rahmat Emmanuel (STT REM) yang diselenggarakan di Kampus STT REM (Kamis, 13 Desember 2018), Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No.4 G-K Kelapagading, Jakarta Utara telah berlangsung dengan baik. Acara Natal yang mengusung tema “Tuhan Yang Menjadi Manusia” (Yesaya 9:5-6) dan Sub Tema: “Jadikan Kehidupan STT REM Pembawa Damai Yang Mempersatukan”-dihadiri oleh Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit.,M.Si, para dosen pengajar, mahasiswa-mahasiswi dan tamu undangan.

Beragam acara menarik pun tersaji dalam pagelaran natal bersama tersebut. Mulai dari tarian, drama yang mengisahkan kejatuhan Manusia (Adam & Hawa), Alegria Dancer hingga kesaksian pujian dari Yayasan Tangan Harapan turut serta menyemarakkan perayaan Natal.

Ibu Lidya Weniati Augustina (Wakil Ketua Panitia Natal) dalam kata sambutannya mengucapkan banyak terimakasih kepada para tamu undangan yang berkenan hadir dalam acara perayaan Natal bersama STT REM. “Mewakili ketua panitia, saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu atas kehadirannya pada saat ini. Terutama juga kepada panitia maupun pengisi acara yang telah sibuk melakukan persiapan maupun latihan sehingga acara ini boleh berjalan dengan baik. Biarlah hanya Tuhan yang membalas jerihlelah Bapak/ Ibu semua,” tutur Lidya yang juga salah satu dosen Pendidikan Agama Kristen STT REM.

Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si (Jas Abu-abu) berpose bersama dosen panitia dan para dosen pengajar

Senada dengan Lidya, Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit., M.Si dalam kata sambutannya juga mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas terselenggaranya acara Natal ini. “Kita patut bersyukur, jika saat kita keluarga besar STT REM boleh merayakan natal bersama-sama. Biarlah lewat perayaan Natal ini kita semua diberkati oleh Tuhan, hidup kita diubahkan dan memaknai kelahiran Sang Juru selamat dalam kehidupan kita sehari-hari. Dan, dalam momentum Natal ini saya juga sangat bersyukur, karena mendapatkan berkat luar biasa dari Tuhan Yesus. Beberapa waktu lalu saya mendengar kabar bahwa istri saya telah mengandung (hamil). Ini adalah berita sukacita saya dan berkat yang luar biasa dari Tuhan. Bapak/Ibu yang terkasih, kami juga memohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam acara natal pada saat ini. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua,” ujar Dr. Ariasa disambut tepuk tangan para hadirin.

Setelah pujian & penyembahan, taburan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Raymond M.L, M.Th yang mengupas mengenai tema “Tuhan Telah Menjadi Manusia” (Yesaya 9:5)—“Sebab seorang anak telah lahir  untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai”.  “Sebenarnya mulai dari kelahiran, kehidupan, sampai kematian Yesus, semua telah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama. Hal tersebut yang menjadi dasar bahwa benar adanya Yesus adalah Juruselamat yang dunia nantikan dan yang Tuhan kirim untuk menyelamatkan dunia dari maut. (Kejadian 3:15, Yesaya 7:14 dan Mikha 5:2).

Selain Natal telah dinubuatkan, Natal juga mengandung makna teologis,  bahwak kelahiran Yesus itu sungguh misteri, sangat sulit dipahami oleh akal budi dan pikiran kita yang terbatas ini. Namun dengan kerendahan hati mengakui diri berdosa, kita bisa merasakan maksud kelahiran Yesus ini. Dan dengan kesadaran diri itulah Tuhan akan menuntun dan membantu kita memahami kelahiran Yesus. Sebab sesungguhnya Natal tidak hanya kisah Yesus yang lahir di Betlehem, namun juga Yesus lahir di hati kita,” tukas Pdt. Raymond sembari menambahkan, “Atas kemurahan Tuhan, saya telah menciptakan 113 lebih lagu. Salah satu lagu ini berkaitan dengan tema Natal STT REM saat ini, Tuhan Menjadi Manusia, Raja damai”.

Usai firman Tuhan disampaikan, disusul dengan choir STT REM, menyanyikan lagu “Hidup ini adalah kesempatan”, kemudian diakhiri doa berkat oleh Pdt. Raymond. Disusul dengan pembagian kado natal kepada mahasiswa maupun kepada dosen, serta foto bersama. GT