Kebaktian Kesembuhan GBI Tabgha Penang: Banyak orang sakit dikuatkan & disembuhkan Tuhan!

Kebaktian Kesembuhan GBI Tabgha Penang: Banyak orang sakit dikuatkan & disembuhkan Tuhan!

Ps. Tomson Lumbangaol ketika menyampaikan firman Tuhan

Penang, Malaysia,Victoriousnews.com, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tabgha, George Town, Penang yang digembalakan oleh Ps. Tomson Lumbangaol ini memiliki visi “Menjadi Sahabat Bagi Orang Sakit” di Penang, Malaysia.
Gereja yang rutin menggelar ibadah setiap hari Minggu, pukul 14.00 di Hotel Berjaya, ini cukup populer bagi orang Indonesia, terutama yang sedang melakukan pengobatan di berbagai Rumah Sakit di Penang. Lawatan dan hadirat Tuhan luar biasa ketika pujian dan penyembahan dilantunkan.


Isma Sihombing sang Worship Leader pun mengajak jemaat yang hadir dalam ibadah tersebut sungguh-sungguh berserah penuh kepada Tuhan.

“Hampir setiap hari saya mengunjungi beberapa Rumah Sakit di Penang. Kebanyakan yang sakit adalah orang Indonesia. Ada yang sakit kanker, jantung, diabetes, dan sebagainya. Saya juga heran, kenapa orang Indonesia, banyak yang sakit? Ternyata setelah diselidiki dalam pelayanan saya, orang yang sakit, kebanyakan (tetapi tidak semua) memiliki masalah dalam dirinya. Entah kepahitan, iri, dengki, dendam, dan lain sebagainya,” ujar Ps Tomson yang diberikan Tuhan karunia kesembuhan saat memulai kotbahnya.

Bapak David ketika menyampaikan kesaksian

Ps. Tomson mengutip kitab Ayub 7: 1,”Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan?”. Serta memberikan tema kotbahnya “Menang Atas Pergumulan Hidup”. Menurutnya, pengertian bergumul, itu bukanlah yang sedang menderita kanker, juga bukan saat kita tidak punya uang. Tetapi saat kita mampu meng-entertainer diri, orang lain dan meng-entertainer Tuhan. Maksudnya meng-entertain dalam pengertian positif, kita mampu menghibur/menyenangkan dan melayani diri sendiri, orang lain dan secara khusus menyenangkan hati Tuhan,” tutur Ps. Tomson bersemangat.


Lanjut Ps. Tomson, pergumulan atau masalah yang kita alami itu ada 3 macam. Pertama, Ada masalah yang datang tak terduga (9 %). Kedua, Masalah yang datang karena akibat dari perbuatan diri kita sendiri (90 %). Dan ketiga, Masalah yang datang dari interaksi dengan orang lain (1 %). “Bergumul/Masalah yang datang tak terduga, merupakan bagian yang tidak kita mengerti tetapi terjadinya tiba-tiba atas hidup kita. Contoh dalam Alkitab adalah: kisah Ayub. Nah, bagaimana sikap kita jika persoalan itu datang tiba-tiba? Tentu kita harus meneladani sikap Ayub, yakni bersyukur kepada Tuhan, bukan mengeluh. Disinilah kita diajar untuk naik kelas dalam keimanan lebih tinggi. Kemudian masalah yang datang karena perbuatan kita sendiri. Jika hal itu yang terjadi, maka respons kita harus bertobat. Jangan mengejar hawa nafsu duniawi. Karena pasti ada sebab dan akibat atas perbuatan kita sendiri (hukum tabur tuai). Lalu bagaimana dengan masalah yang datang karena interaksi sosial? Tentu saja kita tidak bisa menghindari interaksi dengan orang lain. Jika kita sudah berbuat baik, kemudian disakiti, difitnah, dikecewakan, dan lain sebagainya, maka sikap kita adalah harus melepaskan pengampunan. Jangan pernah berhenti melayani orang lain sekalipun ada masalah. Maksudnya, sekalipun kita bergumul,jangan pernah lari dari pergumulan,” pungkas Ps.Tomson sembari mengutip kitab Amsal 14: 30 dan Mazmur 118: 14.


Selain dikuatkan dengan firman Tuhan, dalam ibadah tersebut jemaat merasa sangat diberkati oleh kesaksian Bapak David. “Saya dulu hidup sangat susah, bahkan untuk makan pun saya sering diberi oleh tetangga. Namun saya tetap mengandalkan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Pernah suatu ketika dalam ibadah minggu,saya tidak punya uang untuk persembahan, tetapi saya pura-pura memberi dengan mengulurkan tangan ke kantong persembahan. Disitulah saya memdengar suara, ‘kamu tidak boleh bohong’. Mulai saat itu saya minta ampun dan berdoa kepada Tuhan. Kemudian, saya mendengar suara agar memberikan perpuluhan dibalik kekurangan. Kemudian saya lakukan, awalnya agak berat. Tapi ternyata Tuhan itu dahsyat. Keuangan saya mulai diberkati.Hingga akhirnya Tuhan berikan pekerjaan yang luar biasa, dan saya pernah berikan perpuluhan hingga 10 juta dan terus naik. Disitulah saya terus berserah dan berdoa kepada Tuhan, agar diberikan karunia memberi. Singkat cerita, ketika saya sudah dalam posisi diberkati, diajar agar memuliakan nama Tuhan dengan harta, tidak boleh sombong dan harus tetap mengandalkan Tuhan. Disini, bukannya kita tidak ada pergumulan, tetapi justru untuk menaikkan keimanan kepada Tuhan, saya sempat divonis dokter memderita tumor otak. Awalnya kepala saya sering pusing-pusing. Setelah dicek, ternyata saya positif menderita tumor di otak. Dengan berbagai pengobatan, hingga membuat keuangan saya drop lagi. Tetapi anehnya, ketika saya butuh dana pengobatan yang nilainya ratusan juta, ada saja orang yang Tuhan kirim untuk menstransfer senilai uang pengobatan tersebut. Kini, saya beriman dengan teguh, bahwa saya sudah sembuh. Segala macam sakit penyakit ini saya imani telah sembuh. Saya datang ke Penang ini, hanya butuh rekam medis bahwa saya sudah sembuh,agar ketika kesaksian itu benar-benar didukung dengan fakta,” papar David.

Ps. Tomson Lumbangaol ( Gembala GBI Tabgha Penang) Bersama Margianto, Wartawan Victoriousnews.com/Ketua Perwamki

Di akhir ibadah kebaktian kesembuhan ilahi para jemaat yang sakit dan mau didoakan secara khusus didaulat maju ke depan mimbar. Momen inilah jemaat merasakan jamahan Tuhan dan disembuhkan luar biasa. Margianto

Grace Natalie Bicara Di Acara Diskusi Forkom Narwastu


Jakarta, Victoriousnews.com, Pada hari Jumat, 26 April 2019 lalu, FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU) menggelar ibadah syukur atas hari ulang tahun (HUT)-nya ke-3 dan dirangkai dengan diskusi bersama tokoh-tokoh nasionalis di Graha Bethel, Jakarta Pusat. Sambutan di awal acara disampaikan Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos dan Sekretaris FORKOM NARWASTU, Sterra Pietersz, S.H., M.H. Dan tampil sebagai pembawa acara atau MC, Drs. Rio Ririhena. Usai acara ibadah yang dipimpin salah satu Penasihat NARWASTU, Pdt. DR. Anna Nenoharan, lalu dilanjutkan diskusi dengan topik “Situasi Kebangsaan Pasca Pilpres/Pemilu 2019.” Salah satu pembicara di diskusi ini Grace Natalie (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia/PSI).

Jonro I Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum/Redaksi Majalah Narwastu bersama Grace Natalie (Ketum PSI)

Dalam sambutan awal, Sterra Pietersz mewakili pengurus FORKOM NARWASTU mengatakan, acara ini diadakan untuk mensyukuri ulang tahun FORKOM NARWASTU yang sudah tiga tahun. Berbarengan dengan itu pula diadakan diskusi yang amat penting, yakni seputar Pemilu/Pilpres 2019 yang sudah selesai. “Karena sekarang juga suasana Paskah, jadi kita berharap agar umat Kristen dan bangsa ini juga bangkit semangatnya dalam melihat keadaan bangsa ini. Bangsa ini harus dibangun agar lebih baik. Siapapun pemimpin yang terpilih di Pilpres 2019 mesti kita dukung dan doakan agar bangsa ini semakin baik kw depan,” ujar mantan Sekjen DPP PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia) ini.
Sementara dalam khotbahnya, Pdt. Anna Nenoharan menyampaikan bahwa damai itu sangat indah. Sehingga bangsa ini dan umat Kristen harus terus berupaya hidup damai dengan sesama sekalipun berbeda pilihan di Pilpres 2019 agar bangsa ini damai sejahtera. Tuhan, imbuhnya, pasti akan memberkati bangsa yang hidup damai. “FORKOM NARWASTU dan Majalah NARWASTU yang kita banggakan pun mesti terus mengupayakan kedamaian dan menyuarakan suara kenabian bagi bangsa ini,” cetus Ketua Sinode Gereja Keesaan Injili Indonesia (GEKINDO) ini.
Para pembicara dalam diskusi ini, Grace Natalie (Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia/PSI), Prof. Marten Napang, S.H., M.H. (Ketua FORKOM NARWASTU), Yohanes Handoyo Budhisedjati, S.H. (Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia), Viktus Murin, S.Pd, (Mantan Sekjen Presidium GMNI, bekas aktivis 1998 dan Wakil Sekjen Partai Golkar) dan moderator Ir. Albert Siagian, M.M. (Wakil Ketua Umum DPP GAMKI) banyak menyampaikan pokok-pokok pikiran menarik di dalam diskusi terbatas ini.
Yohanes Handoyo Budhisedjati menuturkan, pasca Pilpres 2019 ini Indonesia membutuhkan tokoh pemersatu, yamg tidak berpihak pada kubu 01 dan kubu 02 agar suasana bangsa ini nyaman dan damai. “Tulisan-tulisan saya di Majalah NARWASTU yang selalu diminta Pak Jonro Munthe pun banyak membahas tentang Pilpres 2019. Dan Vox Point Indonesia akan terus berupaya berada di tengah sebagai pemersatu dalam memyikapi kedua kubu di Pilpres 2019. Kita berharap bangsa ini akan tenang setelah pengumuman KPU pada 22 Mei 2019. Kita mesti melihat pertarungan di Pilpres 2019 ini dengan jernih. Kita harapkan juga agar masyarakat bisa membuat suasana tenang melalui media sosial (Medsos),” ujar pemuka Katolik ini.
Viktus Murin berpendapat, di Pilpres 2019 ini tokoh yang tampil sesungguhnya bukan figur yang sempurna, mereka punya kekurangan. Namun siapapun yang menang di pilpres kita harapkan bisa membuat keadaan bangsa ini semakin baik, dan bukan membuat bangsa ini semakin rusak. “Kita tak ingin melihat bangsa ini dirusak oleh politisi-politisi yang tak bertanggung jawab. Karena di politik memang banyak orang yang sering melakukan tipu menipu. Namun kita mengharapkan politisi Kristiani berjalan dengan nilai-nilai moral, serta harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Kita juga mengapresiasi diskusi NARWASTU ini, yang diadakan untuk memberi ruang bagi kita untuk memberi pemikiran yang positif dan inklusif bagi bangsa ini supaya lebih baik,” ujar mantan Calon Wakil Bupati Lembata, NTT ini.
Prof. Marten Napang menerangkan, di Pemilu 2019 ini kita bangga dengan kehadiran PSI yang dipimpin Grace Natalie, yang tampil berani dan bisa memberikan pemikiran-pemikiran untuk kebaikan bangsa ini. Di sisi lain, Prof. Marten meminta masyarakat agar bijak memanfaatkan media sosial, karena sering menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat, apalagi dalam menyikapi calon-calon pemimpin yang tampil di Pilpres 2019. “Kita semua anak bangsa harus terus ikut membangun demokrasi di bangsa ini dengan mentaati aturan yang sudah dibuat. Kita juga sebagai umat beragama harus ikut berdoa supaya bangsa ini lebih aman, sejahtera dan makmur. Di Pilpres 2019 ini ada yang unik, karena ada pasangan capres-cawapres yang sudah mendeklarasikan diri sebagai pemenang, padahal belum ada pengumuman dari KPU. Ada lagi pemimpin negara lain yang sudah mengucapkan selamat kepada capres lainnya. Dan kita berharap keadaan bangsa kita makin baik setelah selesai semua tahapan pemilihan serentak ini,” tukas Prof. Marten Napang, yang juga Ketua Forum Senior GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Makassar.
Grace Natalie dalam diskusi ini memaparkan, Joko Widodo didukung PSI sebagai capres karena Jokowi ingin memerangi korupsi dan intoleran di Indonesia. “Dan kami di PSI tentu akan mendukung pemimpin yang berani memerangi korupsi dan intoleran. Dan banyak kajian kami tentang intoleran dan politik identitas di Indonesia,” ujar mantan penyiar TV itu. Grace menambahkan, di Indonesia sekarang pun ada banyak muncul Perda (Peraturan daerah) di sejumlah daerah, dan ini sangat diskriminatif. PSI, kata Grace, juga prihatin melihat selama ini ada pembakaran atau gangguan terhadap sejumlah tempat ibadah umat Kristen. “Di parpol-parpol besar nasionalis itu sebenarnya ada orang Kristen, dan mestinya mereka bicara dan berjuang untuk itu. Dan PSI tak ingin ada di negeri ini diskriminasi pada anak bangsa. Dan ketika di sebuah negara ada diskriminasi atau intoleran, maka negara itu akan pecah,” tegas mantan direktur eksekutif di sebuah lembaga survei terkenal itu.
Ditambahkan Grace, Indonesia yang majemuk ini sesungguhnya bisa disebut sebuah “rumah bersama” karena di dalamnya ada hidup beragam suku dan agama. Sehingga kalau ada kekuatan intoleran hadir, itu mesti dilawan. “Berdasarkan UUD 1945 itu di Indonesia tak ada istilah mayoritas dan minoritas. Dan PSI di mana-mana terus menyampaikan soal itu,” pungkasnya. Lima tahun ke depan, imbuhnya, akan muncul calon-calon pemimpin bangsa yang muda-muda, dan PSI akan mendukung figur yang berani memerangi intoleran. Di sisi lain, Grace menyampaikan keprihatinannya pada kelompok politik tertentu yang tak percaya pada lembaga survei yang kredibel yang sudah melakukan quick qount pasca Pilpres 2019. Menurutnya, masyarakat harus dicerdaskan agar memahami politik, dan diberikan pesan-pesan yang edukatif seputar Pemilu 2019. Bukan malah menuding lembaga survei yang kredibel tak bekerja dengan baik.
Acara ini digagas Ketua dan Sekretaris FORKOM NARWASTU, Prof. Marten Napang, S.H., M.H. dan Sterra Pietersz, S.H., M.H. Hadir dalam acara ini 60-an tokoh nasionalis, jenderal purnawirawan, advokat, politisi, cendekiawan, caleg, pemimpin gereja, wartawan dan tokoh lintas agama. Dalam acara ini, selain ada ibadah dan diskusi, ada pula pemotongan nasi tumpeng ulang tahun dan makan malam. Acara diakhiri dengan memberi cendera mata kepada pembicara dan moderator, lalu ditutup dengan doa oleh Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa, M.Th (Tokoh Sinode GBI). BTS

Menteri Perindustrian RI, Ir. Airlangga Hartarto., M.BA., M.MT Memberikan Kuliah Umum ke 20 di STT REM

JAKARTA,Victoriousnews.com,- “Sebagai Ketua Umum partai Golkar, saya menilai ada kesamaan antara STT REM dengan Partai Golkar. Saya tadi menyimak lagu Mars yang dinyanyikan Mahasiswa STT REM, ada kalimat  ‘maju berkarya’,  di Golkar juga sama. Kemudian kalimat ‘berdoa dan melayani’. Di Golkar juga ada kalimat berdoa dan bekerja. Bekerja disini artinya juga melayani sesama, melayani rakyat,” ujar Menteri Perindustrian RI, Ir. Airlangga Hartarto., M.BA., M.MT sebelum menyampaikan pemaparan kuliah umum ke 20 di kampus Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emanuel (STT REM), Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2, No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara (Senin, 13/05).

                Kuliah Umum Kepemimpinan STT REM ini bekerjasama dengan Conrad Supit Center  dan mengangkat tema “Industri Maju Indonesia”—dimoderatori  oleh dosen tetap STT REM, Dr. Joshua Mangiring Sinaga. Selain  dihadiri oleh mahasiswa STT REM, tampak hadir pula, Ketua STT REM Dr. Ariasa Supit, Dr. Antonius Natan, pimpinan dan dosen pengajar STT REM, serta para tamu undangan dari berbagai kalangan.

Ki-Ka: Dr. Joshua Mangiring Sinaga (moderator), Ir.Airlangga Hartarto, .M.BA., M.MT (Memperin RI) & Dr. Antonius Natan (Wakil Ketua 1 STT REM)

                 Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit.,M.Si dalam kata sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada Menteri Perindustrian RI, Ir. Airlangga Hartarto yang berkenan hadir untuk memberikan kuliah umum ke 20. “Industri ini penting bagi Indonesia, yang mengedepankan dan menjual nilai ekspor. Kita akan belajar dari Pak Menteri sendiri bagaimana beliau memimpin Kementerian sampai saat ini. Bangsa Indonesia sudah memasuki era yang namanya revolusi industri 4.0. Apa itu artinya?Kurang lebih secara secara global itu meningkatnya jumlah konektivitas, jumlah interaksi, semakin konvergensinya manusia mesin dan sumber daya lainnya. Hal itu yang menandai bahwa kita sudah memasuki revolusi industri 4.0.  Kita bangga, bahwa kita punya pemimpin Bapak menteri perindustrian yang akan membuat bangsa ini jauh lebih maju. Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian. Mohon maaf jika ada kekurangan. Yang paling penting saya berterima kasih pada Tuhan Yesus yang membuat acara ini bisa berlangsung sampai ke-20. Itu semua karena Tuhan,” tutur Salah satu penasihat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki).

                Menteri Perindustrian, Ir. Airlangga dalam pemaparannya menjelaskan bahwa, saat ini  kontribusi manufaktur untuk Indonesia itu besarnya diatas rata-rata dunia 15,6 %.  Indonesia kini mencapai  20,2 % dari total PDB (Produk Domestik Bruto). “Saat ini kita berada di bawah Tiongkok,  Korea, Jepang dan Jerman. Dan posisi Indonesia diantara negara G20 adalah berada di negara 5 besar.  Jadi  kita berada di atas India, Uni Eropa atau Argentina. Kalau istilahnya, kita hampir setara dengan Jerman,” tutur Airlangga.

Menurut Memperin Airlangga, anggaran kementerian perindustrian termasuk anggaran yang kecil, yakni hanya 3 triliun. Tetapi, bisa menghasilkan 363 triliun. Jika dirinci, industri terbesar yang dihasilkan yaitu 85 95% dari industri hasil tembakau.  Dalam paparannya, Menperin mengatakan bahwa Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas dan efisiensi hingga 40%.

Menperin juga menegaskan, ketersediaan SDM terampil sangat diperlukan guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor industri. Apalagi, Indonesia punya potensi tersebut karena akan adanya bonus demografi yang bisa dinikmati hingga tahun 2030. “Bonus demografi Indonesia bisa bertahan sampai tahun 2033. Artinya,  kita punya golden opportunity.  Opportunity ini yang kita harus manfaatkan. Bagaimana memanfaatkan Golden opportunity ini  salah satunya adalah kita punya aspirasi menuju Indonesia 2045 untuk menjadi negara maju. Pada tahun 2045 Presiden Jokowi Kemarin dalam musyawarah perencanaan pembangunan dengan Bappenas program 100 tahun Indonesia merdeka dan disitu Indonesia maju sejahtera dan kita lolos dari middle income. Kita akan menjadi negara No 4 di dunia,” tukas Airlangga.

Sebelum menjelaskan revolusi industri 4.0, Airlangga, memaparkan sejarah revolusi industri. Yakni revolusi industri pertama atau 1.0 dimulai pada abad ke-18. Hal itu ditandai dengan penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai tinggi. Misalnya di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan mesin uap untuk menghasilkan produk tekstil. Di Amerika, penggunaan mesin uap untuk menggerakkan kereta api.  Kemudian, pada revolusi industri kedua atau 2.0 dimulai pada tahun 1900-an. Revolusi industri 2.0 ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik.

Menurut Menperin Airlangga Hartarto, pada fase ekonomi ini, beberapa industri di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signfikan, seperti sektor agro dan pertambangan. Jadi, revolusi yang kedua ini terkait dengan teknologi di lini produksi. Kemudian, di era revolusi industri ketiga atau 3.0, saat otomatisasi dilakukan pada tahun 1970 atau 1990-an hingga saat ini karena sebagian negara masih menerapkan industri ini. Sedangkan, pada revolusi industri keempat atau 4.0, Menperin menyampaikan, efisiensi mesin dan manusia sudah mulai terkonektivitas dengan internet of things. “Ketika masuk yang namanya smartphone, maka perubahan revolusi itu akan menjadi cepat dan pada waktu itu orang tidak tidak mengira bahwa yang namanya internet itu akan berubah menjadi internet of things. Atau hari ini kita sebut internet of everything. Jadi sekarang semuanya itu basisnya adalah internet. Nah ini yang namanya revolusi industri ke-4. Dimana kalau revolusi industri ketiga itu mesin-mesin kontrol oleh manusia seluruh prosesnya,  tetapi di revolusi industri ke-4 itu adalah kita sebut otonomus,  jadi semuanya otonom mesin dengan mesin berkomunikasi lain yang sebelumnya tidak terjadi. Ini hanya bisa terjadi dengan internet of things artificial data dan juga banyak virtual reality dan yang lain-lainnya adalah membutuhkan The use of Child masa lalu revolusi industri ketiga yang menjadi dalam tanda petik ketidakpastian adalah globalisasi globalisasi ini dengan adanya teknologi itu arahnya kemana. Oleh karena itu kementerian perindustrian mendorong  kedepan itu salah satu yang penting adalah pengembangan sumber daya manusia. Karena teknologi kita bisa beli investasi bisa dari dalam negeri atau luar negeri. Tetapi yang harus kita siapkan sendiri sebagai sebuah bangsa adalah pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Airlangga.

 Menurut Airlangga, saat ini sudah ada 4 Unicorn, yakni perusahaan yang memiliki penghasilan di atas 1 Miliyar US Dolar. Seperti: Gojek, Tokopedia, Traveloka, Grab. “Sekarang Gojek nilainya sudah lebih dari 10 miliar dan Tokopedia juga akan menyusul. Mari kita optimis, kita bekerja bersama-sama membangun Indonesia,” tandasnya.

Di akhir acara, Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit., M.Si, didampingi oleh para dosen pengajar menyerahkan kenang-kenangan foto kepada Menteri Perindustrian RI, Ir. Airlangga Hartarto. Margianto

Direktur HMT Tour and Travel, Ronny Tambayong: Bukan Penipuan, ini murni masalah Teknis!

Ronny Tambayong (Direktur HMT Tour & Travel)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Menanggapi laporan polisi oleh beberapa jemaah karena menunda keberangkatannya ke Yerusalem, Direktur Utama PT Hidup Makmur Terencana (HMT Tour & Travel), Ronny Tambayong angkat bicara serta memberikan klarifikasi dan penjelasan melalui Pers Rilis. Dalam keterangan Pers yang dikirim ke organisasi wartawan Kristiani, yakni Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI), Ronny dengan tegas membantah telah melakukan penipuan dan menyebut kegagalan berangkatnya jemaah karena ada beberapa kendala teknis yang dihadapi saat itu. “Ini jauh sekali dari penipuan, tidak. Kita HMT sudah berdiri 10 tahun, pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI tahun 2016 lalu dan kita sudah berangkatkan 16 ribu jemaah lebih selama ini tidak pernah bermasalah dan hanya kemarin baru terjadi masalah di bulan Februari itu bersifat masalah teknis,” kata Ronny.

Ronny menyampaikan pada bulan Februari 2019 itu ada 25 group peziarah sekitar  1000 orang lebih  yang sudah diberangkatkan oleh HMT ke Holyland. Namun pada  tanggal 22 Febuari  dikarenakan ada kendala masalah teknis di Holyland saat itu ada beberapa  jemaahnya tidak dapat berangkat tepat waktu. Namun, pihaknya menegaskan sudah mengumpulkan dan menginformasikan kepada peserta wisata itu akan bertanggung jawab. “Persoalannya ada masalah teknis yang terjadi pada waktu itu di Holyland, sehingga ada beberapa grup yang terpaksa kita hold dulu keberangkatannya untuk kita selesaikan dulu masalah teknis ini dan kami akan berangkatkan kembali gitu,” ungkap Ronny.

Pihak HMT juga sudah berkoordinasi dengan jemaah yang belum sempat berangkat itu. Ia menjanjikan pihaknya akan segera memberangkatkan jemaah tersebut atau mengembalikan uangnya jika diminta. HMT akan menjual asetnya untuk menutupi kerugian tersebut. “Kita kan sedang berusaha salah satu caranya dengan menjual aset kami untuk menutupi kerugian ini dan jual aset kan butuh waktu, kami jelaskan juga  sekitar bulan Juli-Oktober ini untuk bisa menyelesaikan kewajiban ini,” kata Ronny.

“Iya, jadi Juli sampai Oktober kita sudah keluarkan surat resmi untuk me-refund atau berangkatkan. Kalau keberangkatan bisa di bulan Oktober, kita juga sudah keluarkan rilis resmi HMT ke peserta,” sambungnya.

Ronny menegaskan pihaknya tidak akan lepas tanggung jawab dalam masalah tersebut. “Tentu sebagai warga negara yang baik kita hormati proses yang ada. Tentu kita harapkan ini semua bisa kita selesaikan secara baik-baik bahwa  kami juga selalu beritikad baik menyelesaikan hal ini dan kantor HMT masih tetap beroperasi sampai saat ini” pungkas  Ronny. Sebelumnya Ari Yudhanto melaporkan Pimpinan HMT ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan dan TPPU. Laporan polisi itu teregister pada LP/2871/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum. GT

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi Memberikan Kuliah Umum Ke 19 di STT REM

Ketua STT REM, Dr. Ariasa Supit, M.Si memberikan kenang-kenangan foto kepada Menhub RI, Budi Karya Sumadi

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emanuel (STT REM) bekerjasama dengan Conrad Supit Center kembali menggelar Kuliah Umum Kepemimpinan—menghadirkan  Menteri Perhubungan  Republik Indonesia, Bapak Budi Karya Sumadi sebagai pembicara. Kuliah umum ke 19 yang diselenggarakan di Kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2, No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara (Kamis, 09/5) pukul 10.00 Wib ini mengangkat tema “Transportasi Menyatukan Indonesia” dimoderatori oleh Direktur Conrad Supit Center,Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan pemaparan materi kuliah umum di STT REM

Kuliah Umum ini selain  dihadiri oleh mahasiswa STT REM, turut hadir Ketua Yayasan Conrad Supit Center, Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit, Ketua STT REM Dr. Ariasa Supit, Dr. Antonius Natan, pimpinan dan dosen pengajar STT REM, Ketua Umum DPP PERWAMKI, Margianto, beberapa pengurus DPP PERWAMKI, juga tamu undangan lainnya.

                 Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit.,M.Si dalam kata sambutannya, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak/Ibu yang berkenan hadir dalam kuliah umum yang ke 19. Pada kesempatan tersebut, Dr. Ariasa juga sangat berterimakasih kepada Perhubungan RI yang berkenan hadir dan menyampaikan kuliah umum di STT REM, di tengah kesibukan menjelang lebaran dan mudik yang semuanya berkaitan dengan transportasi. “Puji Tuhan Pak Menteri menyempatkan waktu untuk hadir ke STT REM. Banyak prestasi luar biasa yang telah dicapai oleh Pak Menhub ini. Saya yakin 5 tahun mendatang, kita akan menjadi negara maju. Kita harus optimis, bahwa bangsa seluas ini, tidak bisa maju kalau tidak ada yang namanya transportasi. Inilah yang menyatukan propinsi-propinsi kita. Dan semua itu di bawah pembinaan dan koordinasi dari Bapak Menteri Perhubungan. Hari ini kita banyak belajar tentang transportasi dan masa depan transportasi Indonesia. Saya ucapkan terimakasih kepada Tuhan Yesus yang membuat acara ini dapat berlangsung yang ke 19 kali. Memang tidak mudah. Kami mohon maaf jika masih ada yang kurang dalam penyelenggaraan kuliah umum ini,” tutur Dr. Ariasa yang juga menjadi salah satu penasihat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki).

Sosok Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi  ini lahir di Palembang 18 Desember 1956. Sebelum menjabat Menteri Perhubungan, ia pernah memimpin dua BUMD DKI Jakarta, yakni PT. Pembangunan Jaya, Tbk, dan Direktur Utama PT. Jakarta Propertindo (Jakpro) pada masa Gubernur DKI Joko Widodo. Sebelum dipercaya menjadi Menteri Perhubungan menggantikan Ignatius Jonan, Budi merupakan Direktur Utama PT. Angkasa Pura II. Pada awal memulai pemaparannya, Budi menceritakan bahwa dirinya sudah mengenal lama Pdt. Abraham Conrad Supit, karena pernah tinggal satu lingkungan dengan Pdt Conrad di  kawasan Ancol. Kita patut berbangga, sebab saat ini ada begitu banyak pencapaian kementerian perhubungan,khususnya di bidang infrastruktur transportasi, baik darat, laut maupun udara. Sebut saja MRT, LRT, tol Jakarta Surabaya, Jalan Trans Papua, Bandara Internasional, dan masih banyak lagi.

Ketua STT REM. Dr. Ariasa Supit menyampaikan kata sambutan

Dalam pemaparannya, Budi Karya menjelaskan, bahwa transportasi merupakan bagian dari Visi-Misi kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yakni bagian dari Nawacita. “Dulu founding fathers kita, menyatukan kita secara konseptual, tetapi kita kini, menyatukan secara jarak dan fisik, melalui konektivitas. Oleh karenanya, infrastruktur adalah landasan bagi suatu negara untuk maju. “Kita bangun bandara, jalan-jalan kereta api, jalan-jalan tol, kita bangun agar terjadi konektivitas yang deliver,” tutur Budi Karya dalam pemaparannya.

Ki-Ka: Ibu Nike, Bapak Ariasa, Bapak Menteri Budi Karya, Bapak Abraham C Supit dan Bapak Antonius Natan

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa selama ini jalur logistik kita harus singgah ke Singapura, karena Singapura merupakan jalur “hub”, tetapi kini kementerian perhubungan, mempunyai target menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai jalur “hub”, agar distribusi logistik tidak lagi berbiaya mahal karena harus ke Singapura, sehingga harga-harga komoditas khususnya, dapat lebih  terjangkau, dan merata sama di seluruh wilayah. “ Sebelum terhubung tol Jakarta Surabaya, bisa memakan waktu 20 s/24 jam, tetapi setelah terhubung jalan tol bisa ditempuh 12 s/d 13 jam. Dulu Jakarta ke Semarang bisa ditempuh 14 s/d 15 jam, kini hanya 6 jam saja. Pesan Pak Jokowi, jika membangun tol dan rest area, rangkul juga rangkul pedagang kecil, jangan hanya café internasional; ada tukang gado-gado, tukang bakso dan lain-lain. Agar disitu tidak ada gab antara rakyat kebanyakan dengan para penikmat jalan tol,” tandasnya.

Selain komitmen menyatukan Indonesia, melalui berbagai proyek infrastruktur sebagai jalur konektivitas nasional, Budi juga mengemukakan bahwa dirinyapun berkomitmen melakukan perubahan mental karakter aparat, memberantas pungutan liar, maupun praktek-praktek ilegal lainnya.

Budi sebelum mengakhiri paparannya, menghimbau, agar mahasiswa STT REM sebagai generasi milenial, dapat turut mengalami berbagai kemajuan infrastruktur dan moda transportasi yang ada, seperti akses jalan tol lintas Jawa, MRT, LRT, dan lainnya, untuk itu Budi bersedia memfasilitasi mahasiswa STT REM bila menghendakinya, diharapkan nantinya, mahasiswa tersebut dapat memviralkan pengalamannya melalui jejaring media sosial. “Saya mau tanya, apakah sudah ada yang naik MRT? Spontan sebagian peserta menjawab sudah. Nah sebentar lagi LRT di Kelapa Gading juga siap dioperasikan. Pokoknya, saya ajak mahasiswa STT REM,  mari kita dukung program pemerintah, khususnya di bidang transportasi dengan cara memfoto, misalnya naik Moda MRT, lewati jalan tol, dan sebagainya, kemudian memviralkan di jejaring media sosial,” papar Menteri Perhubungan. Margianto

KKR GBI REM Hotel Ciputra, Ev. Indri Pardede: Dekat Dengan Tuhan Itu Powerful!

Ev. Indri Pardede ketika menyampaikan firman Tuhan

Jakarta,Victoriousnews.com,-Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM) Hotel Ciputra menggelar Kebaktian Kebaktian Rohani (KKR) dengan menghadirkan Ev. Indri Pardede sebagai pembicara, Rabu (8/5). Acara yang digelar di hotel Ciputra lantai dasar Ruang Puri, Jl. S. Parman, Grogol, Jakarta Barat ini mengusung tema “full package”- Paket Komplit Ala Surga.


Sebelum firman Tuhan, kebaktian yang dikemas berbeda dengan ibadah raya mimggu ini diawali dengan pujian dan penyembahan yang dilayani oleh Ibu Susan Sugianto dan tim musik.


Ev. Indri Pardede dalam kotbahnya, mengawalinya dengan mengutip kisah Mujizat yang tertulis dalam Alkitab. “Pertama, kisah tentang Zakeus yang awalnya cinta uang (money oriented) yang terambil dalam kitab Lukas 19. Zakeus sempat fokus pada diri sendiri, akhirnya bertobat jadi berkat bagi orang lain. Faktanya saat ini begitu banyak orang Kristen yang cinta uang, fokusnya hanya uang. Kedua, kisah orang lumpuh yang berada di kolam bethesda yang tertulis dalam Yohanes 5: 8-9. Tetapi, ketika mengandalkan Tuhan, akhirnya disembuhkan Tuhan. Ketiga, orang buta yang disembuhkan Tuhan, tertulis dalam Matius 20: 30-34. Zaman sekarang, orang buta (orang yang suka mengeluh)/buta rohani yang dicelikkan dan disembuhkan, akhirnya melihat kemuliaan Tuhan dan bersyukur. Keempat, doa profetik Yabes yang tertulis dalam 1 Tawarikh 4: 9-10, membalikkan keadaan Yabes bertobat dan diberkati luar biasa. Kelima, kisah Lazarus
Tertulis dalam Yohanes 11: 43-44. Saat ini banyak sekali yang di gereja jadi mayat. Maksudnya tidak merespon firman Tuhan, mati secara rohani. Padahal Lazarus yang sudah mati jasmani dibangkitkan dari kematian,” tutur Indri.
Lanjut Indri, semua kisah di atas bukan hanya bicara mujizat. Tetapi lebih dari itu, yakni orang yang mengalami Tuhan pasti akan menerima mujizat. “Nah bagaimana caranya mengalami Tuhan? Pertama, Matius 5:6, berbahagialah orang lapar dan haus akan kebenaran akan dipuaskan. Kedua, Jangan bikin jarak dengan Tuhan- kita harus berani mengampuni sesama. Ketiga, Pemberesan dosa dengan Tuhan (mengaku dosa). Pemulihan diawali dengan pengakuan. Dekat dengan Tuhan itu powefull,” ungkap Indri dengan berapi-api.


Seusai taburan firman Tuhan, dilanjutkan dengan kesaksian Ibu Murni, mengisahkan perjalananan hidupnya,meskipun berkali-kali mengalami persoalan tetapi tetap bersyukur dan mengandalkan Tuhan. “Saya dua kali mengalami peristiwa menyedihkan beruntun. Pertama, anak yang masih kecil, harus dipanggil Tuhan. Kemudian selang beberapa waktu, suami saya pun dipanggil Tuhan gara-gara sakit gagal ginjal. Saya amat sedih, tetapi karena detik-detik terakhir suami saya terus melekat kepada Tuhan, saya merasakan penghiburan luar biasa. Karena saya tahu, anak dan suami saya, Tuhan tempatkan dalam Surga. Sampai saat ini tetap bersyukur kepada Tuhan,” tukas Murni kemudian melantunkan salah satu pujian berjudul ‘Genggam Tanganku Tuhan’ yang terangkum dalam album miliknya.
Dari seluruh rangkaian acara kebaktian kebangunan rohani,ratusan jemaat GBI REM hotel Ciputra tampak diberkati, dipulihkan, dan dikuatkan dalam keimanannya dalam Tuhan Yesus Kristus.
Di Penghujung KKR ditutup dengan doa berkat oleh YMGS GBI REM Hotel Ciputra, Ps. Iwan Tjahyadi. Margianto

Penasihat Perwamki, Pdt. Dr. Japarlin Marbun Berpesan Agar Jurnalis Mewartakan Kebenaran

Penyerahan bendera organisasi Perwamki dari Yusak Tanasyah (Ketua Umum Periode 2015 sd 2019) kepada Ketua Umum periode 2019 sd 2023, Margianto

Jakarta, Victoriousnews.com, Salah satu penasihat Perwamki, Pdt. Dr. Japarlin Marbun sebagai Penasehat Perwamki dalam kata sambutan di acara pengukuhan & doa pengutusan DPP Perwamki mengharapkan agar Jurnalis Kristiani bisa menjadi terang di tengah masyarakat melalui pemberitaan yang memberikan terang dan kecerdasan. “Jurnalis Kristiani itu harus mewartakan kebenaran. Tetapi sebelum mewartakan, perlu memperhatikan tiga hal sebagai penyaring [filter] yaitu: pertama, Perlu check and recheck, atau apakan berita itu sudah benar. Kedua, Carilah kebenaran. Artinya tepatkah apa yang akan diberitakan itu. Jangan sampai ada kasus seorang hamba Tuhan yang dimuat di media sosial. Pembaca bukan anak Tuhan, bisa nila setitik sebelanga. Ketiga, bergunakah apa yang akan diwartakan itu? Nah, kehadiran Perwamki bisa menjadi berkat di tengah gereja dan masyarakat. Sehingga nama Tuhan dimuliakan. Pengurus Perwamki lebih maju, pewartaan bisa imbangi pewartaan yang negatif baik di media main stream dan media sosial,” tegasnya.
Setelah makan malam, dilanjutkan dengan acara puncak yakni, pembacaan hasil Munas Perwamki ke 6 di Function Rehobot Hall, Lantai 3 Mal Artha Gading dan Villa Pondok REM, 22 sd 24 Maret 2019 yang lalu. Laporan hasil Munas ini dibacakan oleh Ketua Majelis Persidangan, Dedi P Tambun. Disusul dengan laporan rencana kerja dan pembacaan SK Dewan Penasihat oleh Sekum Perwamki, Agus Panjaitan dan diserahkan oleh Ketua Umum Perwamki, Margianto kepada para Dewan Penasihat DPP Perwamki periode 2019-2023, yakni: Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Pdt. Dr. Antonius Natan, Pdt. Dr. Mulyadi Sulaiman, dan John Panggabean,SH.

Ki-ka : Sekum Perwamki, Agus Panjaitan, pose dengan penasihat:( Pdt. Antonius Natan, Pdt. Japarlin Marbun, Jhon Panggabean), dan Ketum Perwamki, Margianto

Setelah itu Ketua Umum Perwamki, Margianto mengumumkan struktur DPP Perwamki periode 2019 sd 2023, dan memanggil ke depan mimbar untuk didoakan, diutus serta dikukuhkan oleh Dewan Penasihat. Disusul dengan seremoni penyerahan bendera berlambang Perwamki dari Ketua umum periode 2015 sd 2019 Yusak Tanasyah kepada Ketua umum baru, Margianto.

Ki-ka: Dewan Pembina Perwamki: Eman Dapaloka,Jonro Munthe, Yusak Tanasyah diapit oleh Sekum dan Ketum Perwamki

Acara juga diisi dengan penyerahan SK kepada Dewan Pembina Perwamki yang terdiri dari para pendiri dan mantan Ketua Perwamki, diantaranya adalah: Suratinoyo, Jonro Munthe, Eman Dapaloka, dan Yusak Tanasyah. Sedangkan pembina, Robby Repi tidak bisa mengikuti acara sampai selesai.

Sedangkan Pdt. Dr. Antonius Natan, Ketua STT REM terpilih menggantikan Dr. Ariasa H Supit, dalam kata sambutannya mewakili penasihat Perwamki, mengungkapkan bahwa, yang hadir dalam pengukuhan DPP Perwamki cukup mewakili umat Kristiani di Indonesia. “Menurut saya yang hadir saat ini sangat mewakili.umat Kristiani, ada Tokoh aras nasional, dan sinode denominasi gereja. Dan saya berharap Perwamki ke depan makin maju, solid dan senantiasa mewartakan kabar baik dan menjadi terang dimana pun berada. Dan kita bisa bekerjasama dengan STT yang ada di Indonesia,” papar Antonius yang juga Sekretaris Umum PGLII DKI Jakarta. SM