News Ragam

KKR GBI REM Hotel Ciputra, Ev. Indri Pardede: Dekat Dengan Tuhan Itu Powerful!

Ev. Indri Pardede ketika menyampaikan firman Tuhan

Jakarta,Victoriousnews.com,-Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel Ministries (GBI REM) Hotel Ciputra menggelar Kebaktian Kebaktian Rohani (KKR) dengan menghadirkan Ev. Indri Pardede sebagai pembicara, Rabu (8/5). Acara yang digelar di hotel Ciputra lantai dasar Ruang Puri, Jl. S. Parman, Grogol, Jakarta Barat ini mengusung tema “full package”- Paket Komplit Ala Surga.


Sebelum firman Tuhan, kebaktian yang dikemas berbeda dengan ibadah raya mimggu ini diawali dengan pujian dan penyembahan yang dilayani oleh Ibu Susan Sugianto dan tim musik.


Ev. Indri Pardede dalam kotbahnya, mengawalinya dengan mengutip kisah Mujizat yang tertulis dalam Alkitab. “Pertama, kisah tentang Zakeus yang awalnya cinta uang (money oriented) yang terambil dalam kitab Lukas 19. Zakeus sempat fokus pada diri sendiri, akhirnya bertobat jadi berkat bagi orang lain. Faktanya saat ini begitu banyak orang Kristen yang cinta uang, fokusnya hanya uang. Kedua, kisah orang lumpuh yang berada di kolam bethesda yang tertulis dalam Yohanes 5: 8-9. Tetapi, ketika mengandalkan Tuhan, akhirnya disembuhkan Tuhan. Ketiga, orang buta yang disembuhkan Tuhan, tertulis dalam Matius 20: 30-34. Zaman sekarang, orang buta (orang yang suka mengeluh)/buta rohani yang dicelikkan dan disembuhkan, akhirnya melihat kemuliaan Tuhan dan bersyukur. Keempat, doa profetik Yabes yang tertulis dalam 1 Tawarikh 4: 9-10, membalikkan keadaan Yabes bertobat dan diberkati luar biasa. Kelima, kisah Lazarus
Tertulis dalam Yohanes 11: 43-44. Saat ini banyak sekali yang di gereja jadi mayat. Maksudnya tidak merespon firman Tuhan, mati secara rohani. Padahal Lazarus yang sudah mati jasmani dibangkitkan dari kematian,” tutur Indri.
Lanjut Indri, semua kisah di atas bukan hanya bicara mujizat. Tetapi lebih dari itu, yakni orang yang mengalami Tuhan pasti akan menerima mujizat. “Nah bagaimana caranya mengalami Tuhan? Pertama, Matius 5:6, berbahagialah orang lapar dan haus akan kebenaran akan dipuaskan. Kedua, Jangan bikin jarak dengan Tuhan- kita harus berani mengampuni sesama. Ketiga, Pemberesan dosa dengan Tuhan (mengaku dosa). Pemulihan diawali dengan pengakuan. Dekat dengan Tuhan itu powefull,” ungkap Indri dengan berapi-api.


Seusai taburan firman Tuhan, dilanjutkan dengan kesaksian Ibu Murni, mengisahkan perjalananan hidupnya,meskipun berkali-kali mengalami persoalan tetapi tetap bersyukur dan mengandalkan Tuhan. “Saya dua kali mengalami peristiwa menyedihkan beruntun. Pertama, anak yang masih kecil, harus dipanggil Tuhan. Kemudian selang beberapa waktu, suami saya pun dipanggil Tuhan gara-gara sakit gagal ginjal. Saya amat sedih, tetapi karena detik-detik terakhir suami saya terus melekat kepada Tuhan, saya merasakan penghiburan luar biasa. Karena saya tahu, anak dan suami saya, Tuhan tempatkan dalam Surga. Sampai saat ini tetap bersyukur kepada Tuhan,” tukas Murni kemudian melantunkan salah satu pujian berjudul ‘Genggam Tanganku Tuhan’ yang terangkum dalam album miliknya.
Dari seluruh rangkaian acara kebaktian kebangunan rohani,ratusan jemaat GBI REM hotel Ciputra tampak diberkati, dipulihkan, dan dikuatkan dalam keimanannya dalam Tuhan Yesus Kristus.
Di Penghujung KKR ditutup dengan doa berkat oleh YMGS GBI REM Hotel Ciputra, Ps. Iwan Tjahyadi. Margianto

READ  Tokoh Muslim Moderat, Dr. Alwi Shihab dan Istri Alm. Gus Dur (Sinta Nuriyah Wahid) Hadiri Puncak Acara HUT Emas GYK dari OSZA di Balai Sarbini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *