Victoriousnews.com,-Menjelang perayaan Natal 2020 & Tahun Baru 2021,Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar Konferensi Pers secara virtual yang disampaikan oleh Pdt. Jacky Frits Manuputty, S.Th (Sekretaris Umum PGI).

Dalam konferensi Pers tersebut, Pdt Jacky mengungkapkan bahwa posisi PGI bukanlah pimpinan gereja-gereja yang ada di Indonesia, tetapi mempunyai fungsi koordinasi gereja-gereja tersebut. Oleh karenanya dalam rangka menyikapi perayaan Hari Natal dan Tahun Baru di tengah pandemi Covid-19, PGI mengimbau agar merayakan Natal dan Tahun Baru secara virtual dan melaksanakan protokol kesehatan ketat.

PGI tidak berwenang melarang pelaksanaan ibadah perayaan Natal dan Tahun Baru secara onside/offline, hal tersebut kembali pada otoritas masing-masing lembaga gereja. Namun PGI mengingatkan agar pelaksanaan ibadah tersebut, memperhatikan dan menerapkan secara ketat protokol kesehatan, seperti pembatasan jumlah kapasitas tempat duduk, jaga jarak antar jemaat, pemakaian masker, dan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, disinfektan ruangan sebelum dan sesudah ibadah, mikrofon ditutup kain, tidak melakukan jabat tangan, menyampaikan salam dalam bentuk lain, membatasi jumlah kehadiran fisik pengisi pujian, tidak melepas masker, dan setelah ibadah tidak diperkenankan adanya kumpul-kumpul, langsung pulang.

Terkait dengan data terbaru perkembangan Covid-19, PGI menyampaikan beberapa imbauan menyongsong Natal dan Tahun Baru;

1.PGI tetap pada imbauan yang telah diedarkan sebelumnya agar Gereja-gereja merayakan Natal dan Tahun Baru dalam bentuk virtual.Kita telah menyelenggarakan ibadah virtual maupun bentuk ibadah lainnya yang tidak menghadirkan kerumunan umat selama masa pandemic ini. Tentu kita tidak menghendaki ketahanan diri kita yang telah terbentuk selama ini untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 menjadi mubazir, hanya karena ketidaksabaran kita untuk berkumpul dan beribadah secara ragawi.

  1. Kalaupun dimungkinkan dilaksanakan dalam bentuk ragawi maka jumlah kehadiran umat dalam ibadah harus dibatasi, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat serta berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah tempat tinggal masing-masing.
  2. Natal tahun ini hendaknya dirayakan secara sederhana, dengan menghindari penyelenggaraan ‘open house’ serta kegiatan sejenis lainnya. Hindarilah juga aktifitas bepergian dan persinggungan dengan kerumunan orang di ruang publik dalam berbagai bentuk acara perayaan Natal dan Tahun Baru.
  3. Manfaatkanlah anugerah waktu yang tersedia bersama keluarga untuk menjadikan keluarga sebagai palungan tempat menyambut berita Natal itu.
  4. Ciptakanlah ide-ide kreatif untuk saling mengirim ucapan Selamat Natal kepada orang-orang yang dikasihi, maupun kepada kelompok-kelompok marginal yang kerap terlupakan. Ingatlah di dalam doa, keluarga-keluarga yang berduka karena ditinggalkan orang-orang terkasih akibat terpapar Covid-19, pembunuhan, bencana, serta berbagai sebab lainnya.
  5. Dukung dan doakanlah para tenaga medis, Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19, serta berbagai elemen pemerintahan dan lembaga kemasyarakatan yang terus berjuang untuk menangani Pandemi Covid-19 serta semua dampak ikutannya.
  6. Songsonglah Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dengan tetap optimis dan berpengharapan. SM
READ  Jangan Takut, Pelantikan Presiden & Wakil Presiden Pasti Aman!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *