Jakarta,Victoriousnews.com,-Gerakan Pujian, Penyembahan & Doa selama 24 Jam 40 hari atau “24/40” dengan tema “TahtaNya” yang dipelopori oleh Pdt. Dr. Tony Mulia (Fasilitator Jaringan Doa Nasional)  tanggal 8 Juli sd 17 Agustus 2020, ternyata memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia. “Selama pandemi corona ini, Tuhan menyatakan agar umat Kristiani di Indonesia tidak fokus kepada Covid-19 tetapi fokus kepada Tuhan Yesus yang merupakan sumber keselamatan. Dan apa yang terjadi? Tuhan membuat segala sesuatunya tetap berjalan baik di Indonesia. Indonesia tetap terjaga dalam kesatuan dan terluput dari  berbagai konflik Horizontal, berbagai ancaman demonstrasi dapat diatasi, ekonomi RI masih terbaik kedua dunia setelah China,dan banyak hal yang lain yang bisa terlihat. Tapi yang luar biasa, pada  Tanggal 22 Desember 2020 ditunjuk Menteri Agama baru yang muda dan sangat Nasionalis. Kemudian dibubarkannya organisasi/Ormas yang tidak sesuai atau tidak  memiliki legal standing (30 Desember 2020),” ujar Pdt. Tony Mulia sembari menambahkan bahwa acara 24/40 tersebut melibatkan 514 group dari berbagai denominasi gereja, komunitas dari Sabang-Merauke dan diikuti peserta dari luar negeri.

Pdt. Tony Mulia (Fasilitator Jaringan Doa Nasional)

Ibarat gayung bersambut, Gerakan doa yang diakukan di Indonesia ternyata menginspirasi umat Tuhan yang berada di Malaysia untuk membuat kegiatan serupa. Persisnya tanggal 30 Mei, sebuah wadah Malaysia United Fire Wall (MUFW) mulai menggelar acara pujian, penyembahan dan doa, yang semula mereka rencanakan hanya untuk satu minggu saja. Tetapi, karena mendapat respon yang besar dari Umat Tuhan yang ada di Malaysia, lalu mereka perpanjang sampai 2 minggu, dan kemudian menjadi 21 hari, hingga akhirnya malah berlangsung selama 50 hari (tanggal 18 Juli 2021). “Apa yang hari ini kita lihat,  Indonesia secara khusus dan beberapa Negara lain, kembali merasakan lonjakan Covid19 dan bahkan tidak dapat memprediksi kapan akan berakhir dan kemudian diikuti oleh berbagai krisis, ancaman dan masalah lainnya. Namun menyikapi situasi tersebut, ini seperti suatu panggilan dari  Tuhan agar  Gereja terus menaikan Doa dan Puasa Bersama, membangun pujian dan penyembahan dalam kesatuan untuk menyatakan kehadiran-Nya di tengah bangsa kita dan bangsa-bangsa karena hanya DIA-lah satu-satunya solusi dari semua persoalan kita. Artinya bahwa karena persoalan ini Global, maka kita memerlukan Negara-negara lain untuk bersama-sama berdiri dihadapan Tuhan,” Jelas Pdt.Tony Mulia dalam konperensi Pers via zoom, Sabtu 24 Juli 2021 yang juga menghadirkan Pastor Ruth mewakili MUFW.

See also  Kesaksian hidup yang “dramatis” Pengacara Jhon SE Panggabean.,SH.,MH: NYARIS MATI GARA-GARA ILMU PERDUKUNAN; BERTOBAT & DISEMBUHKAN TUHAN DARI SEGALA SAKIT PENYAKIT
Pastor Ruth (Mewakili Malaysia United Fire Wall) & Hanny Setiawan ketika menyampaikan paparan via Zoom, Sabtu 24 Juli 2021

Pada kesempatan tersebut Pastor Ruth menceritakan awal mula terbentuknya “Global Prayer” yang melibatkan segitiga negara tetangga yaitu: Malaysia, Indonesia dan Singapore. “Awal Juli, tim dari Malaysia menghubungi Singapore, dan Indonesia (dalam hal ini Pendeta Tony Mulia) serta  Taiwan untuk berdiskusi dan mencoba merespon apa yang menjadi isi hati Tuhan melalui situasi ini. Kemudian lahirlah kerinduan untuk melakukan doa “Global Prayer 247 Praise and Worship” dari tanggal 7 Juli – 5 September/61 hari. Ini adalah tentang kerinduan Allah, agar setiap orang mengalihkan perhatian dari persoalan-persaolan yang terjadi dan memandang kepada Yesus Tuhan kita. Tidak lagi berfokus pada pandemi, kekurangan keuangan, ketakutan dan kematian.  Tuhan memanggil kita untuk mencari DIA dan mengerti kehendak-Nya. Untuk bersama-sama mencari wajah Tuhan dan menyembah Tuhan, mempersiapkan jalan bagi Raja kemuliaan, berpuasa dan berdoa dan bertobat dengan satu hati dan satu hati (2 Tawarikh 7:13-14). Ini waktu Kebangkitan  Secara Rohani, kita akan melihat perubahan  terjadi diantara bangsa-bangsa diselurh dunia saat kita memohon belas kasih-Nya agar kegoncangan yang terjadi mendatangkan perubahan yang sesuai rencana dan tujuan Tuhan!,” ungkap Pastor Ruth Chieng Sy .

Menurut Pastor Ruth, saat ini Tuhan sedang melawat gerejanya secara luar biasa. “Oleh sebab itu, sebagai bangsa, baik; Malaysia, Indonesia dan Singapore dipakai Tuhan untuk menjadi Tabernakel Daud. Karena Tuhan sedang mengasihi gerejanya. Inilah saatnya, kita dapat berdoa bersama, menyembah bersama, serta concern satu sama lain menjadi satu keluarga. Ketika kita saling mengasihi dalam tubuh Kristus, maka hadirat Tuhan pasti pulihkan secara global,” tukas Pastor Ruth.

See also  Pdt. Pengky Andu: Paskah 2019 Pasca Pemilu, Akan Melahirkan Seorang Pemimpin Yang Membangkitkan Bangsa!

Lanjut Pastor Ruth, ketika bangsa mulai melakukan gerakan doa bersama, maka goncangan kebangkitan rohani pasti juga akan terjadi secara global. “Saya mau memberikan kesaksian, gerakan doa global ini dimulai tanggal 7 Juli 2021 di Taiwan.  Nah, ketika pujian penyembahan dan doa dinaikkan oleh para pendoa syafaat di Taiwan, sempat terjadi 11 kali gempa bumi. Tetapi puji Tuhan,tidak ada korban jiwa, tidak ada yang luka, dan tidak ada bangunan yang rusak. Tetapi menurut saya, ini adalah awal darisebuah kebangkitan rohani umat Tuhan yang berada di sana,” tutur Pastor Ruth sembari mengutip Kitab Mazmur 24:7-10 “Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan. Siapakah itu Raja Kemuliaan?. TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan! Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan? TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!”

Sementara itu, Hanny Setiawan menyampaikan, bahwa posisi Indonesia saat ini sangat penting di kancah global, khususnya dalam Gerakan Global Prayer. “Mari kita berdoa bersama dan ambil bagian dalam Gerakan global prayer ini. Dan marilah kita Bersatu hati untuk mendoakan persoalan bangsa dan pandemi global yang masih menerpa seluruh dunia,” tandas Hanny yang juga menjadi penerjemah bahasa ketika Pastor Ruth menyampaikan paparan. SM

Melalui ini, kami mengundang partisipasi dari Tubuh Kristus, gereja Tuhan, untuk terlibat mengambil bagian slot 24 jam mulai 7 Juli 2021 – 15 Agustus 2021. Untuk itu dapat menghubungi Festy di 0812-1098-5680 atau Anto 0877-8304-9457

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *