Victoriousnews,com,-Panjang maupun pendeknya umur manusia itu berada dalam kendali dan tangan Tuhan. Hanya Tuhanlah sang empunya nyawa segenap makhluk ciptaanNya.Sekalipun seseorang berniat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri; tetapi kalau Tuhan belum mengizinkan mati, maka orang tersebut tidak akan mati. Sebaliknya, jika Tuhan menghendaki untuk hidup terus, maka ada maksud Tuhan agar orang tersebut dapat menjadi saksi dan berkat bagi banyak orang. Hal itulah yang juga dialami oleh Pria bernama lengkap Yap San Fung atau dikenal dengan nama Tony Cianjur. Ia nyaris bunuh diri gara-gara depresi berat akibat dikejar hutang, menghabiskan uang sebesar 20 Milyar untuk berfoya-foya dan hidup dalam lumpur dosa. Namun akhirnya bertobat total setelah membaca Alkitab.

Tony Cianjur ketika dijumpai di Restorannya (di kawasan Fave Mex Hotel, Pregolan Surabaya)

Tony adalah anak keempat dari sebelas bersaudara. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Jakarta. Ketika usianya masih belia (11 tahun), sang ayah berpulang ke rumah Bapa Sorgawi. “Setelah ayah meninggal, otomatis Ibu saya yang menggantikan posisi ayah untuk merawat anak-anaknya yang berjumlah 11 orang. Ibu saya itu orang yang spesial. Tidak pernah memukul 11 anaknya. Dia benar-benar ngemong anak-anaknya. Bahkan dibalik penderitaannya, Ibu saya itu sangat sabar menuntun anak-anaknya agar menjadi orang yang baik dan sukses,” ujar Pria kelahiran Jakarta, 2 April 1954 (tepatnya Jalan Wahid Hasyim No.54) ini mengawali kesaksiannya.

Baca Juga: Nikmatnya Mie Ayam KK & New Zealand Steak di Surabaya

Setelah ayahnya meninggal, Tony itu mengaku sempat putus sekolah. Karena saat itu, usaha yang dirintis oleh sang ayah tidak mencukupi kebutuhan untuk membiayai 11 anaknya. Tetapi bagi Tony, putus sekolah bukanlah halangan untuk memperoleh kehidupan yang layak. Di masa mudanya, ia terus berkerja keras mencari kehidupan yang layak. Perlahan tapi pasti, Tony pun belajar untuk merintis usaha kuliner “Ayam goreng Cianjur”.

See also  Pewarna sukses gelar talkshow “ Pro-kontra Yerusalem”

Usaha restoran yang didirikan Tony ini pun makin berkembang dan diberkati Tuhan. Namun, sayangnya, saat itu Tony jatuh dalam kehidupan yang gelap, hingga akhirnya usaha yang ditekuni bangkrut. “Saya sempat jatuh dalam kehidupan gelap seperti; narkoba, judi, main perempuan, merokok, minuman keras. Bahkan hampir semua hal-hal yang tidak baik itu, saya selalu ada. Usaha saya bangkrut. Saya pakai uang usaha untuk hal-hal buruk sampai menghabiskan uang sekitar 20 Milyar. Itupun masih ditambah dengan hutang, ada yang nominalnya 800 Juta. Ada yang 600 juta. Saya juga harus membayar bunga sebesar 125 juta perbulan. Nah, yang namanya hutang kan harus dibayar. Kalau enggak nama saya habis di-reject orang. Waktu itu saya stress sekali. Saya depresi berat. Bayangkan, selain bayar hutang juga harus bayar bunga 125 juta. Waktu itu masih punya aset 3 ruko, dijual untuk bayar hutang. Istri saya hanya nangis saja dan mendoakan saya agar bertobat,” ungkap Tony sembari menambahkan bahwa sang Ibu dipanggil Bapa Sorgawi pada usia 87 tahun.

Tony (tengah) saat menerima tamu pengusaha asal Balikpapan Agus & Richie (ke-4 & ke-5)

Lantaran dikejar hutang ratusan juta, Tony pun mengalami depresi berat dan berniat melakukan bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya. Namun ketika berniat bunuh diri, kebayang Tuhan bertanya, ‘Jika kamu mati nanti masuk mau masuk surga atau neraka?’. Hal itulah yang membuat Tony memutuskan mencari jawaban dengan membaca Alkitab yang kebetulan tersingkap dalam kitab Wahyu 3:19, ‘Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!’. “Saya kebayang Tuhan bertanya, ketika kamu mati itu kemana. Makanya pas baca kitab suci, Wahyu 3:19, Tuhan singkapkan semuanya. Inilah titik balik saya, back to God. Mulai dari situlah saya datang ke gereja, saya setia beribadah kepada Tuhan. Begitu pertama kali saya ke gereja, saya ngomong sama istri, kan kamu yang doakan aku ketika pulang mabuk dan narkoba, istri doakan tumpang tangan. Saat itu doa istri, Tuhan ubah suamiku. Begitulah doanya dikabulkan Tuhan, dengan caraNya. Itulah cara Tuhan menegur. Ketika dikasih uang banyak oleh Tuhan gak berubah, ya dikasih habis, baru bertobat,” kenang Tony yang mengalami pertobatan sejak 20 Oktober 1999.

See also  SIARAN PERS PGI: KONFERENSI GEREJA DAN MASYARAKAT TENTANG PAPUA

Buah dari pertobatannya, hati Tony pun benar-benar diubahkan oleh Tuhan. Karakter dan sikapnya pun berubah menjadi lebih baik. Ia semakin rajin beribadah di gereja. “Pertama kali saya pergi ke gereja, yang kotbah adalah Pak Tony Rahmat mengutip firman Tuhan Maleakhi 3:10 tentang perpuluhan. Disitulah saya menangis, kemudian saya ambil amplop. Waktu saya nangis, saya bilang sama istri, you ada uang berapa? Saya ada uang 500 ribu, aku pinjam 500, kemudian saya masukin amplop persembahan. Kemudian saya bilang sama Tuhan, aku minta ampun karena telah bikin kesalahan. Dan aku tahu bahwa Tuhan maha pengampun. Sucikan aku semua. Jadi dalam hal mengikut Tuhan, yang Tuhan tuntut adalah pertobatan. Dan sampai saat ini saya sudah menjalani 20 tahun pertobatan dan semua mengikuti jalannya Tuhan,”tandas Tony sembari mengutip kitab Matius 9:13, “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa”.

Perlahan tapi pasti. Setelah mengikuti jalan Tuhan dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, kini Tony bersama sang istri (Yolanda), beserta kedua anaknya (Stevani & Alex) hidup bahagia dan diberkati Tuhan berlimpah. “Ketika saya bertobat, Stevani anak saya yang pertama usianya 10 tahun. Saya didik kedua anak saya dengan firman Tuhan. Semua karena anugerahNya. Berkat Tuhan terus mengalir dalam kehidupan rumah tangga dan anak-anak saya. Saya arahkan kedua anak saya menjadi hidup benar dan layak di hadapan Tuhan. Kedua anak saya tidak pernah bikin ulah yang aneh seperti Bapaknya. Bahkan, anak saya yang perempuan ini sekarang usianya 33 tahun akan menikah dengan orang yang kaya sekali. Calon besan saya yang punya Ranch Market, yang punya paragon hotel, yang punya summer set, jadi raja cengkeh nomor 3 di Indonesia, dan banyak real estate. Puji Tuhan, itulah berkat yang luar biasa. Disitulah saya mengalami pembaruan hati. Firman Tuhan itu sangat luar biasa, excelent. Kehidupan manusia itu kalau tanpa Tuhan itu berat,” tandas Tony yang kini diberkati dengan puluhan cabang restoran di berbagai kota di Indonesia.

See also  Pelantikan Ketua FOKAN, Jefri Tambayong: Kita Wujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)

Buah pertobatannya, Tony bersama keluarga kini menetap dan aktif melayani di sebuah gereja di Surabaya, Jawa Timur. “Saya juga diberikan karunia kesembuhan ilahi oleh Tuhan. Karunia ini kita diajarkan tidak boleh sombong dan show off kepada orang. Dan yang kedua adalah karunia mengajar. Saya lebih suka mengajar kepada orang-orang yang susah, melarat, jatuh bangkrut, patah hati, dan sebagainya,” ujar Tony bersyukur bahwa di tengah pandemi covid-19 usahanya masih eksis dan diberkati Tuhan.

Menurut Tony, pandemi covid-19 mengajarkan kepada setiap manusia di dunia ini agar tidak sombong. “Pandemi covid-19 ini diizinkan Tuhan. Semua manusia yang congkak dan sombong itu dihajar habis. Semua yang tidak mempunyai Tuhan dihajar habis. Dan siapapun yang tidak percaya Tuhan akan dihabisin. Inilah saatnya kita harus muliakan nama Tuhan. Dalam hidup ini Tuhan menuntut kita agar menjadi berkat bagi banyak orang. Karena Tuhan sudah memberkati kita. Selama kita menjadi pengikut Kristus selama mindset/pikirannya belum dibuka oleh Tuhan, tidak akan bisa melihat kemuliaan Tuhan. Kita harus terus belajar, membaca firman, taat, berdoa dan minta belas kasihan Tuhan, minta urapan, minta ingatan kuat dalam menghafal ayat, serta jangan membuat pelanggaran dosa,” kata Pria yang mengaku terbeban untuk membantu dan memberkati para hamba Tuhan. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *