Surabaya,Victoriousnews.com,-Ketua Umum PGIW Jawa Timur, Pdt.Nathael Hermawan menjelaskan, bahwa, program urgent yang akan dilakukan oleh PGIW Jawa Timur hanya ada dua, yakni: Program Pertama, adalah: meneruskan program periode lalu adalah menginisiasi lahirnya PGIS-PGIS. PGIS itu kepanjangan PGI Setempat (atau PGI tingkat kota/kabupaten). Karena kata setempat itu fleksibel. Karena PGIS itu sangat membantu dan fleksibel. Puji Tuhan, saat ini kita sudah memiliki 9 PGIS yang telah terbentuk di Jawa Timur, yaitu: PGIS kota Surabaya, PGIS Kabupaten Sidoarjo, PGIS Kabupaten Gresik, PGIS Kota Malang, PGIS Kota Batu, PGIS Mojokerto, PGIS Madiun, PGIS Bojonegoro dan PGIS Banyuwangi. Sedangkan embrio-embrio PGIS kabupaten/kota yang saat ini sedang berproses adalah: PGIS Probolinggo, PGIS Jombang, PGIS Jember, PGIS Jember. Program kedua adalah: Kita ingin menyatakan keberadaan PGIW di Jawa Timur. Oleh karena itu,kami membutuhkan media offisial. “Kita sedang membuat media offisial, baik medsos, maupun juga buletin sederhana semacam warta PGIW. Untuk medsos saat ini sudah mulai berjalan dan semuanya volunter/sukarela, yang dikerjakan oleh anak-anak muda kita dari GKI, GKJW, dan sebagainya,” tandas Pdt.Nathael sembari menambahkan bahwa di periode kepemimpinannya, Kapolda Jatim (Bapak Irjen Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo menjabat sebagai Majelis Pertimbangan PGIW Jatim.

Ki-Ka: Pdt. Nathael Hermawan (Ketum PGIW Jatim) Saat bersilahturami kepada KH.Dr. Saad Ibrahim (Ketua PW Muhammadiyah Jatim)

Berterimakasih Kepada Pimpinan PGIW Periode Sebelumnya

Sebagai ketua Umum PGIW yang baru, Pdt. Nathael juga sangat berterimakasih kepada pemimpin PGIW periode sebelumnya. “Nah periode yang lalu, Ketua Umumnya adalah Pdt. Simon Filantropa, ketika itu saya masih menjabat sebagai wakil sekum. Periode ini, ketika saya menjadi ketua PGIW, tentu tetap meneruskan program dan sangat berterimakasih kepada periode kemarin yang telah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Puji Tuhan, kami juga bisa melakukan renovasi gedung kantor ini dan dibantu oleh Pemprov Jatim. Meskipun dari tiga lantai, cuma lantai satu dan lantai dua yang sudah direnovasi, tapi bantuan pemprov Jatim melalui Gubernur Kofifah sangat luar biasa. Gubernur Kofifah pun pernah berkunjung ke kantor ini,” ungkap Pdt. Nathael menceritakan bahwa bangunan ruko yang kini dijadikan kantor PGIW ini dibeli sejak tahun 1990.

See also  Toleransi Beragama & Menyemai Benih Kerukunan
Pdt. Nathael Hermawan saat bersilahturahmi kepada KH. Marzuki Mustamar (Ketua PW NU Jatim)

Lanjut Pdt.Nathael, bangunan tersebut dibeli secara mandiri melalui kas PGIW Jatim tanpa bantuan dari pemerintah. “Puji Tuhan, para senior PGIW ini luar biasa punya saldo dari berbagai kegiatan yang pernah dilakukan. Saldo uang yang masih tersisa itu kemudian dibelikan bangunan ini (kantor sekretariat PGIW). Jadi ini bukan dari pemerintah. Betul-betul mandiri pakai uang sendiri. Maksudnya, kantor di Ruko Plaza Ambengan ini milik sendiri mandiri, bukan dari pemerintah. Waktu itu belum banyak plaza, waktu itu plaza ambengan itu sangat booming karena berada di pusat kota Surabaya. Sayangnya, setelah dibeli kurang terawat, banyak yang bocor, rusak dan sebagainya. Nah di periode saya ini, kita bisa renovasi yang bagus dan sudah layak menerima tamu,” ungkapnya.

Baca Juga : Pdt. Nathael Hermawan (Ketum PGIW Jawa Timur): Kami Siap Berbenah: Butuh Dukungan Internal & Eskternal

Ketum PGIW Jatim, Pdt. Nathael Hermawan berpose dengan Stevano Margianto, Ketum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI)

Profil singkat  

Pdt. Nathael Hermawan dilahirkan di Malang, 25 Desember 1975. Ia dibesarkan dan mengenyam pendidikan SD sampai SMA di Ponorogo, Jawa Timur. Selepas SMA, Nathael terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan, kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Kristen Duta Wacana Jogyakarta (1995 sd lulus 2000).

Tanggal 7 Juli 2002, Ia ditahbiskan menjadi Pendeta GKJW (dalam Sidang GKJW di Situbondo) Mengawali pelayanannya memimpin jemaat, ia ditugaskan menjadi pendeta di GKJW Jemaat kota Batu selama 7 tahun (2002 sd 2009). Untuk menunjang pelayannnya lebih baik, Nathael ditugaskan untuk melanjutkan studi di Universitas Gajah Mada Jogyakarta dengan mengambil jurusan manajemen SDM (2009 sd 2011).

See also  WISUDA STT REM XII: “Pemimpin Kristen Milenial Yang Relevan Dalam Era Revolusi Industri 4.0”

Setelah lulus dari UGM, Nathael ditugaskan pelayanan sebagai Pendeta jemaat di GKJW Sidoarjo selama 5 tahun (2011 sampai 2016). Setahun kemudian (2017), ia ditugaskan di kantor sinode GKJW dan sebagai wakil sekum GKJW sampai tahun 2022 nanti. Kemudian tahun 2021 dipercaya menjadi Ketua Umum PGIW Jawa Timur (periode 2021 sd 2026). Periode sebelumnya, menjabat Wakil Sekum PGIW Jatim

Nathael menikah dengan wanita asal Batak Karo bernama Devi Sitepu. Sang istri adalah seorang Guru yang mengajar di SD Kristen Petra 12 Sidoarjo. Buah pernikahannya, kini telah dikaruiniai 3 anak (2 laki-laki, 1 perempuan), yaitu: Ovel Abdiwada Abimanyu (Kuliah di UPN Surabaya jurusan Hubungan Internasional), Daniel Nindya Priambada (Kelas 1 SMPN 3 Sidoarjo) dan Rasmita Pratibawedari (TK A). SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *