Jakarta,Victoriousnews.com, -Antusias, semangat, sukacita dan bahagia. Hal itulah yang terlukis di raut wajah 70 orang jemaat berasal dari kalangan masyarakat pra sejahtera ketika menghadiri perayaan Natal di Kawasan Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat (Jumat,10/12/21) sore. Mereka juga tampak sangat menghayati ketika melantunkan kidung-kidung bernuansa Natal yang menggema di Kawasan pemukiman padat penduduk.

Puluhan jemaat  tampak antusias mengikuti perayaan Natal

Dengan mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, ibadah natal  yang diinisiasi oleh Persekutuan Doa Gabungan Anak Tuhan (PD GAT) ini diadakan di sebuah rumah tak jauh dari bantaran rel  kereta api.

Pdt.Imam Darmawan dalam kotbahnya menekankan tentang ukuran “kebahagiaan” sesuai ajaran Alkitab. “Apa yang dunia katakan tentang kebahagiaan itu berbeda denga apa yang dikatakan oleh Alkitab.  Kalau orang dunia mengukur  kebahagiaan itu dengan apa yang dilihat mata, apa yang dimiliki dan apa yang melekat pada dirinya. Tetapi ukuran kebahagiaan bagi Tuhan sesuai ajaran Alkitab itu berbeda. Contohnya dalam kitab Mazmur 32: 1-2, ukuran kebahagiaan itu adalah orang diampuni pelanggaran dan dosanya. Serta kesalahannya yang tidak diperhitungkan Tuhan,” tukas Imam.

Pdt. Imam Darmawan ketika menyampaikan firman Tuhan

Lanjut Imam, orang yang berbahagia sesuai ajaran Alkitab adalah orang yang berlindung dan menaruh pengharapannya kepada Tuhan (Mazmur 2: 12). “Dalam Alkitab banyak sekali ukuran kebahagiaan. Orang yang berbahagia adalah orang yang takut akan Tuhan (Mazmur 112: 1).  Orang yang berbahagia adalah orang yang mendengarkan firman Tuhan (Mazmur 119:2; Lukas 11: 28 ). Orang yang berbahagia adalah orang yang menantikan Tuhan (Yes.30: 18). Dan orang yang berbahagia adalah orang yang bertahan dalam pencobaan (Yakobus 1: 12),” papar Imam.

Ki-Ka: Ibu Wawa, Ibu Tince, Pdt. Berthy Momor & Pdt. Imam Darmawan

Meski dirayakan di tengah pandemi corona, bagi Imam, sebagai anak-anak Tuhan kita harus belajar dari Alkitab. “Kita anak-anak Tuhan yang berbahagia. Kita mesti bersyukur, sudah mengenal Tuhan dan telah diselamatkan, bahwa Tuhan sudah menyiapkan kebahagiaan dalam diri kita masing-masing. Walaupun setiap orang punya masalah, punya kesulitan, dan punya tantangan, Tuhan berkata, kita semua adalah orang-orang yang berbahagia. Jadi jauhkan pandangan bahwa ukuran orang yang berbahagia itu punya materi banyak, kaya, atau lulusan perguruan tinggi. Itu kebahagiaan yang sementara. Seringkali manusia mencari kebahagiaan, tetapi manusia itu terbatas. Makanya manusia itu perlu Tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya,” pungkas Imam.

See also   PESAN PASTORAL PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DAN LEMBAGA-LEMBAGA INJILI INDONESIA (PGLII)
Jemaat PD GAT bersukacita menerima berkat bingkisan natal dan nasi kotak

Di penghujung ibadah, pengerja PD GAT membagikan berkat berupa bingkisan natal dan nasi kotak kepada seluruh jemaat yang hadir. “Sebelumnya, pengerja PD GAT membagikan kupon kepada mereka. Karena kalau tidak memakai kupon, yang hadir bisa membludak. Makanya kami batasi, mengingat masih di masa pandemi, tidak boleh berkerumun terlalu banyak. Jika ibadah natal dulu sebelum pandemi corona yang hadir sampai 120 sd 150 orang, sampai tempatnya tidak muat,” ujar Koordinator sekaligus Gembala PD GAT, Pdt. Berthy Momor seusai acara perayaan natal.

Koodinator sekaligus Gembala PD GAT, Pdt. Berthy Momor bersama istri, Ibu Tince

Pdt. Berthy menceritakaan bahwa PD GAT telah berdiri sejak 13 tahun yang lalu. “Saya dan istri yang merintis pelayanan untuk kaum pra sejahtera, terutama mereka yang bermukim di kawasan Senen dan sekitarnya. Puji Tuhan, kami setia melayani mereka sudah 13 tahun lebih. Akhirnya berkembang sampai saat ini. Banyak juga hamba-hamba Tuhan yang terbeban membantu, baik dalam hal dana maupun tenaga untuk melayani serta memberkati mereka. Kalau mau jujur, pelayanan ini bukanlah mencari uang atau berkat, justru kami hamba Tuhan yang menabur serta memberikan berkat kepada jemaat yang kami layani. Kenapa? Karena mereka itu harus ditolong, terutama dalam hal kebutuhan jasmani dan kerohaniannya. Bahkan tiap hari Jumat, pukul 15.00 Ibu Tince selalu membawa makanan berupa roti, biscuit, mie instan dan nasi kotak, yang dibagikan kepada jemaat pra sejahtera,” ungkap Pdt.Berthy didampingi sang istri, Ibu Tince.

Pengerja PG GAT berpose bersama usai perayaan Natal

Sementara itu, Ibu Wawa, sebagai tuan rumah ibadah perayaan natal PD GAT, mengungkapkan rasa syukurnya karena acaranya telah berjalan sukses dan lancar. “Saya bersyukur dapat mengadakan perayaan natal di rumah saya ini. Walaupun dirayakan secara sederhana, tetapi saya melihat jemaat yang berasal dari kaum pra sejahtera itu sangat bersukacita dan bahagia. Puji Tuhan, saya sudah melayani selama 10 tahun lebih. Dan sangat terbeban untuk melayani mereka yang membutuhkan uluran tangan; terutama melayani orang-orang jalanan, pemulung, lansia dan mereka yang termarjinal,” tutur Wanita yang akrab disapa Ci Wawa ini bersemangat. SM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *