Jakarta,Victoriousnews.com,-Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 di kantor pusat, Jalan Kerja Bakti, Kp Makassar, Jakarta Timur, mulai tanggal 19-21 November 2022.
Rakernas GKSI ke- 2 ini mengusung tema “Akulah Yang Awal & Yang Akhir” (Wahyu 22: 12-13 dan digelar secara hybrid (onsite dan online) serta dihadiri 168 utusan hamba Tuhan dari berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 18 utusan yang mengikuti Rakernas dengan cara online atau zoom meeting.
Pada tanggal 21 November, perhelatan Rakernas ditutup dengan ibadah HUT GKSI ke 34 tahun. Kemudian para pendeta yang hadir secara onsite diberi kejutan untuk menikmati wisata bersama disertai makan bersama di Restoran Bandar Djakarta, Ancol, Jakarta Utara.

Ki-ka: Pdt. Bayu Kusumo ( Sekum Sinode GKSI), Pdt Iwan Tungka (Ketua Sinode GKSI), Pdt. Frans Ansanay (Majelis Tinggi GKSI) , dan anggota majelis tinggi GKSI, saat memberikan keterangan Pers, Minggu (20/11/22).

Majelis Tinggi yang juga Bendahara Umum GKSI Rekonsiliasi, Willem Frans Ansanay, S.H, M.Pd, mengatakan, dalam rakernas sebelumnya dan saat ini, GKSI Rekonsiliasi tengah berupaya adanya ekonomi mandiri. “Kita punya 25 Hektare kebun Kelapa Sawit di Kalimantan Barat dan 5 Hektare di Kalimantan Tengah yang dikelola oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GKSI dan hasilnya dipertanggungjawabkan ke pusat (DPP),” ungkap Frans.

Suasana Rakernas GKSI, Minggu, (20/11/22)

Lanjut Frans, mengenai rekonsiliasi GKSI, mengingatkan, bahwa Organisasi gereja jangan dihancurkan karena kepentingan pribadi. Menurutnya, gereja adalah milik Tuhan bukan milik orang perorang. “Apa sih urgennya jabatan Ketua Sinode tidak bisa diganti. Negara saja ada batasan periodeisasi jabatan presiden, mau 3 periode atau diperpanjang menolak karena melanggar konstitusi, ini kok ngotot maunya mimpin gereja seumur hidup,” paparnya..
Masih kata Frans, seseorang yang memimpin suatu organisasi terlalu lama bahkan seumur hidup tidaklah baik, dan biasanya ada sesuatu yang disembunyikan dan ingin memperkaya diri. “Mereka (GKSI versi Daan Mogot) dengan tegas menolak rekonsiliasi yang disarankan oleh PGI, PGIW dan Dirjend Bimas Kristen agar GKSI berdamai menyatu kembali,” kata Frans.
Bahkan, saking tak ingin rekonsiliasi, pihak GKSI Daan Mogot sampai mengeluarkan statement “Biarlah waktu yang membuktikan mana yang mati dan mana yang hidup, mana gandum mana ilalang”. “Faktanya kami terus berkembang, asset terus bertambah, sudah 2 kali ganti ketum sinode sementara mereka (GKSI Daan Mogot) jalan di tempat bahkan berkurang anggota gerejanya. Para pendeta GKSI bahagia mendapat baju toga pendeta yang selama GKSI ada belum pernah mereka diberikan,” terang Frans.
Sebenarnya, lanjut Frans, pihaknya tidak memerlukan adanya rekonsiliasi karena dianggap sudah selesai sejak belasan tahun lalu tak kunjung terjadi karena pihak GKSI versi satunya menolak keras adanya rekonsiliasi perdamaian GKSI.
“Tetapi karena kita (GKSI Rekonsiliasi) menghormati dan menuruti apa yang disarankan gereja aras dalam hal ini PGI dan Dirjend Bimas Kristen Kemenag RI yang lalu,” urainya.
Sementara itu, Ketua Umum GKSI Rekonsiliasi, Pdt. Iwan Tangka menjelaskan, bahwa, munculnya sinode GKSI Rekonsiliasi, karena sejak Tahun 2014 terjadi dualisme kepemimpinan di sinode GKSI. Satu kepemimpinan sinode GKSI berkantor pusat di Jl.Kerja Bakti, Kp.Makasar, Jakarta Timur dan yang satunya lagi biasa disebut GKSI Daan Mogot. GKSI Jl.Kerja Bakti hingga saat ini konsisten menginginkan rekonsiliasi perdamaian sinode GKSI merujuk pada arahan PGI dan Dirjend Bimas Kristen Kementerian Agama RI sedangankan GKSI Daan Mogot menolak perdamaian hingga saat ini.
Pada kesempatan tersebut, keterangan dari Ketum GKSI Rekonsiliasi, Pdt, Iwan Tangka dibenarkan oleh Sekretaris Umum GKSI Rekonsiliasi, Pdt, Bayu Kusumo. Menurut Pdt, Bayu Kusumo, di Rakernas I 2022 terbagi dalam 4 komisi. Salah satunya adalah komisi rekomendasi. Selain mengupayakan terus rekonsiliasi GKSI, hasil sidang komisi rekomendasi juga mengajukan adanya pemenuhan keinginan hamba Tuhan (misionaris) di lapangan seperti bangunan gereja dan kelengkapan surat administrasi gereja seperti surat baptis GKSI dan lainnya. “Semua hasil sidang komisi kita terima,” pungkas Pdt, Bayu Kusumo ketika memberikan keterangan Pers kepada wartawan setelah Rakernas. SM

See also  Seminar Teologi "Pengudusan" STT REM,Reymond M. Laimeheriwa, M.A., Th.M: Pengudusan Itu Sangat Penting Dalam Kehidupan Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published.