Jakarta,Victoriousnews.com-Dalam balutan komedi yang menghibur namun sarat makna, Ronny Imanuel, atau yang akrab disapa Mongol, berdiri di hadapan jemaat GBI Maple Park, Sunter Kemayoran, Kamis malam (22/5/25), menyampaikan kisah hidupnya yang menggugah hati. Siapa sangka di balik gelak tawa khas seorang komedian, tersembunyi luka masa lalu dan perjalanan iman yang penuh air mata dan mujizat.
Lahir di Manado pada 27 September 1978, Mongol tumbuh sebagai anak tanpa kehadiran orangtua. Bahkan saat dibaptis tahun 1997, nama kedua orangtuanya tak tercantum dalam akta baptisnya. “Secara manusia, saya ini anak yang tak punya harapan. Tapi Tuhan tunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya,” ungkapnya dengan suara bergetar, disambut tepuk tangan jemaat yang terharu.

Namun, itulah titik awal perubahan besar dalam hidup Mongol. Setelah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, hidupnya bertransformasi secara ajaib. Ia menyaksikan sendiri bagaimana janji-janji Tuhan yang tertulis dalam Alkitab digenapi satu per satu dalam hidupnya.
Tiga Janji Ilahi yang Mengubahkan Mongol
Janji pertama yang ia pegang adalah dari Yesaya 49:15, bahwa Tuhan tak pernah melupakan umat-Nya. “Manusia boleh merendahkan kita, tapi Tuhan tidak pernah membuang kita,” tegasnya.
Yang kedua adalah janji pemeliharaan dalam Filipi 4:19. Ia menceritakan bagaimana suatu hari seorang wanita yang tak dikenalnya, Tilly Palar—ibu dari penyanyi rohani Sidney Mohede—datang kepadanya dengan membawa tiga stel pakaian lengkap, termasuk celana dalam. “Katanya dia mimpi dan disuruh Tuhan memberikan itu ke saya. Dan ajaibnya, semua pas di badan saya,” tutur Mongol, membuat jemaat terkesima.
Janji ketiga adalah perlindungan dari Tuhan, sebagaimana tertulis dalam 1 Yohanes 5:18. Kini, setelah 14 tahun menggeluti dunia stand-up comedy, Mongol menjadi salah satu komika dengan bayaran tertinggi di Indonesia. “Satu menit bisa dihargai sejuta. Tapi kalau untuk pelayanan, saya tak pernah pasang tarif. Karena itu bagian dari ibadah saya kepada Tuhan,” katanya penuh kerendahan hati.
Dihantam Kerugian 53 Miliar, Namun Tetap Setia Kepada Tuhan

Namun perjalanan imannya tak selalu mulus. Pada tahun 2024, Mongol mengalami ujian berat: ditipu hingga kehilangan tabungan sebesar 53 miliar rupiah. “Saya sempat marah dan kecewa pada Tuhan. Itu uang yang saya kumpulkan sejak 2011. Tapi Tuhan tegur saya: ‘Masih kurangkah kebaikan-Ku dalam hidupmu?’ Di situ saya tersadar dan mulai bangkit kembali,” kenangnya.
Dengan tenang ia memilih pergi ke Bali, menggunakan sisa uang hasil menggadai perhiasan untuk berlibur dan memulihkan hati. “Saya percaya, pemeliharaan Tuhan tidak pernah salah waktu. Liburan itu bukan pelarian, tapi penyembuhan,” ujarnya.

Hari ini, buah dari kesetiaan itu telah nyata. Mongol terus menjadi saluran berkat, diundang ke berbagai gereja lintas denominasi untuk menyampaikan firman Tuhan dan kesaksiannya yang menguatkan banyak jiwa.
Di penghujung kesaksiannya, Mongol menyampaikan pesan yang menggetarkan hati: “Jangan pernah meninggalkan Tuhan. Setialah beribadah. Kalau bukan Tuhan yang pulihkan hati saya, mungkin saya sudah gila karena kehilangan uang sebanyak itu. Tapi Tuhan itu setia. Ia memelihara, melindungi, memberkati dan mencukupkan kita di setiap musim hidup.”
Dari seorang anak yang tak diakui, kini Mongol menjadi saksi hidup akan kasih Tuhan yang tak berkesudahan. Sebuah kisah yang membuktikan: tak peduli seberapa kelam masa lalu kita, Tuhan sanggup menulis ulang hidup kita menjadi kisah indah yang memuliakan nama-Nya. SM


















