MERAYAKAN VALENTINE DAY DI HARI PEMILIHAN UMUM 2024

News, Seleb998 Views

 

Victoriousnews.com,-Valentine day, 14 Februari 2024 menjadi semakin bermakna ketika disandingkan dengan hajatan nasional Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden beserta Pemilihan Anggota Legislatif Pusat maupun Daerah. Hari itu semakin spesial ketika Visinema Pictures yang bekerja sama dengan Legacy Pictures menghadirkan film berkisah Romance Pasangan Rebel Ali Topan dan Anna Karenina di Film “Ali Topan”.

 

Film “Ali Topan” menghangatkan seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Februari 2024. Film terbaru persembahan Visinema Pictures yang bekerjasama dengan Legacy Pictures, produksi Kebon Studio karya sutradara Sidharta Tata, “Ali Topan” tayang bertepatan dengan hari Valentine dan hari pencoblosan Pemilu Indonesia.

Film “Ali Topan” sangat cocok untuk menjadi pilihan tontonan di hari spesial karena berkisah tentang romansa dua anak muda yang mendamba kebebasan di tengah kekangan keluarga dan tekanan yang menghantam mereka. Ali Topan dan Anna Karenina adalah representasi nilai “Rebel tapi Responsible” yang juga lekat dengan anak muda saat ini.

Meski berasal dari keluarga yang memiliki privilese, Ali Topan dan Anna dengan lantang menyuarakan isu-isu sosial yang sangat relevan. Keduanya berani berjuang demi hal yang benar meski harus melawan arus. Keduanya bersikap rebel tapi tetap bertanggung jawab. Ada alasan dan tujuan untuk kepentingan yang lebih besar, alih-alih memilih kenyamanan personal.

Berasal dari keluarga yang berantakan, Ali Topan (Jefri Nichol) memilih menghabiskan waktu di jalanan Blok M dan Warung Seni di bawah asuhan Opung Brotpang (Ari Sihasale) bersama gengnya, Dudung (Reza Hilman), Bobby (Omara Esteghlal) dan Gevaert (Bebeto Leutualy).

Pertemuannya dengan Anna Karenina (Lutesha), anak dari keluarga penguasa bisnis properti memberi warna pada hidup Ali Topan. Ali dan Anna saling jatuh cinta, tapi sayangnya hubungan mereka ditentang keras oleh orang-tua Anna.

Kekecewaan yang tak terbendung mendorong Ali dan Anna untuk pergi berpetualang bersama menembus jalanan lintas kota Pulau Jawa, demi mencari masa depan baru. Namun dalam perjalanannya, banyak pihak berusaha melacak dan memburu mereka, termasuk Boy (Alex Matthew) yang tidak suka dengan kebersamaan Ali dan Anna. Ali Topan pun dituduh menjadi dalang dari kerusuhan di Warung Seni dan melakukan penculikan terhadap Anna. Bisakah keberanian Ali Topan dan Anna Karenina mengalahkan semua orang yang menentang?Apakah Ali Topan akan terus bersama Anna Karenina?

Lewat kisah romansa penuh petualangan dua anak muda Ali Topan dan Anna Karenina, film “Ali Topan” ingin memberikan hiburan yang hangat dan penuh perasaan campur aduk dengan konflik dan latar belakang karakter yang dekat dengan anak muda masa kini.

“Berbicara dunia “Ali Topan” sangat menarik. Selain menyajikan drama, juga ada keseruan dari petualangan road-trip Ali Topan dan Anna Karenina. Penonton akan menyaksikan perjalanan kisah cinta mereka yang penuh tekanan, dibungkus dengan musik under-ground hari ini untuk menghidupkan Ali Topan dan skenanya. Saat menontonnya akan mixfeeling,” kata Sutradara Sidharta Tata.

Film “Ali Topan” diangkat dari novel laris “Ali Topan” karya Teguh Esha yang populer pada era 1970-an. Cerita pun dikembangkan agar relevan dengan konteks anak muda masa kini dengan berbagai masalah yang dihadapi mereka. Selain Jefri Nichol dan Lutesha, film “Ali Topan” juga dibintangi Ari Sihasale, Onadio Leonardo, Reza Hilman, Omara Esteghlal, Bebeto Leutualy, Anya Zen dan Axel Matthew Thomas.

“Setiap generasi memiliki Ali Topan mereka masing-masing. Di era 1970-an Ali Topan hadir di novel, lalu muncul Ali Topan di sinetron, kemudian lewat film. Semoga aku dan Nichol juga bisa mewakili muda-mudi Indonesia masa kini lewat peran Ali Topan dan Anna Karenina di film ini,” kata Lutesha.

Film “Ali Topan” telah melakukan world premiere (tayang perdana) di Busan International Film Festival (BIFF) 2023 pada program “A Window on Asian Cinema. “Film “Ali Topan” juga berkompetisi di program Indonesian Screen Award di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2023.

Visinema didirikan pada tahun 2008 oleh sineas ternama Indonesia, Angga Dwimas Sasongko. Visinema adalah inovator hiburan terkemuka di Indonesia yang memiliki visi meningkatkan kualitas story telling Indonesia. Visinema terdiri dari produksi hiburan, yaitu Visinema Pictures, Visinema Content dan Visinema Studio; distribusi digital melalui Bioskop Online; serta pengembangan Intellectual Property (IP). Visinema berkomitmen untuk mengembangkan story yang sesuai dengan budaya, baik secara domestik maupun internasional,dan juga membantu rekan dari berbagai lini usaha menceritakan narasi mereka.

Visinema Pictures didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008. Beberapa film layar lebar Visinema adalah Cahaya Dari Timur Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Love for Sale, Keluarga Cemara, Terlalu Tampan, Generasi 90an: Melankolia, Pulau Plastik, Tarian Lengger Maut, Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, NUSSA, hinggaf ilm terbaru mereka; Mencuri Raden Saleh dan Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang.

Film Keluarga Cemara merupakan film keluarga Indonesia pertama yang berhasil meraih 1,7 juta penonton di awal tahun 2019. Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menjadi film pembuka awal tahun 2020 yang berhasil meraih 2,2 juta penonton. Sedangkan NUSSA, menjadi film animasi Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak di masa Pandemi 2021 dengan total lebih dari 440 ribu penonton. NUSSA juga meraih Piala Citra 2021 sebagai Film Animasi Panjang Terbaik. Sementara Mencuri Raden Saleh sukses meraih 2,3 juta penonton di 2022 dan membawa pulang piala Film Panjang Indonesia Terbaik (Direction Award Winner) di Jakarta Film Week.

Film-film produksi Visinema Pictures mempunyai visi progresif, yakni untuk menambah perspektif dalam melihat berbagai sisi kehidupan masyarakat di Indonesia. Selain itu, kualitas film yang dihadirkan Visinema juga berlandaskan pada keintiman pengalaman menonton setiap orang dan menjadikan sinema sebagai representasi seni sekaligus kekayaan intelektual Indonesia. @epa_,phm