Jakarta,Victoriousnews.com-Tampak tidak seperti biasa dilakukan Ps Feba Affan. Di hari Minggu, dia berdiri seorang diri memimpin ibadah dalam pemberitaan Firman Allah. Didampingi suami, Dr M Elia Henry Setyaningtyas SE MSc (dikenal Henry Sty) pada Rabu, 11 Juni 2025, dia tersenyum dan menyambut ramah setiap pengunjung (Visitor) Expo & Forum Indo Defense 2024 di Jakarta Internasional (JI) Expo Kemayoran (Jakarta Pusat). Info Defense berlangsung hingga Sabtu, 14 Juni 2025. Pengunjung Indo Defense didominasi yang terkait langsung maupun tidak langsung terhadap pertahanan negara. Tak urung yang tampak menonjol terlihat adalah para pria berseragam militer. Yang berpakaian sipil dimungkinkan sebagai purnawirawan atau pun yang terkait di event tersebut termasuk para awak media.

Kehadiran Feba Affan dan Henry Sty tidak lain mengingat posisinya sebagai petinggi PT Bhinneka Dwi Persada dan PT Aryafan Eka Perkasa. Usaha bidang pertahanannya memproduksi pesawat tanpa awak (Drone), Rajawali TG berlisensi Qinetiq, dan Rajawali RI-I 2000. Pesawat tanpa awak disertai spesifikasi dipamerkan di booth yang berbagi area dengan PT Industri Ketahanan Nasional (IKN).
PT Bhinneka Dwi Persada dan PT Aryafan Eka Perkasa berkantor di World Capitol Tower (Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan) dan Ruang Workshop di Curug, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat).
Indo Defense diselenggarakan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan diikuti lebih 200 delegasi dari lebih 30 negara, termasuk Turki dan Inggris. Kepesertaan lebih 900 dan pengunjung diperkirakan lebih 36.000 dari lebih 70 negara.
Keikutsertaan pasangan suami-istri ini didasari keinginan turut ambil bagian dalam pertahanan negara. Feba Affan yang terlatih dan biasa mempertahankan diri ketika hidup di negeri rantau, Inggris beberapa tahun lalu, kemudian digembleng melalui sejumlah usaha yang ditekuni setelahnya. Mulai dari berjualan kue rumahan, menjadi hamba Tuhan (pemberita Firman Allah) sembari menjalankan usaha yang bergerak di bidang pertahanan negara.
Sedang, Henry Sty sedari dini menekuni dunia militer hingga mengakhiri tugas dengan pangkat kolonel. Jabatan Jenderal yang diidam-idamkan kandas akibat sesuatu yang tidak terkuak. Sepertinya, kepercayaan Henry Sty yang kemudian beralih yang menjadi penyebab. Tetapi, semua indah pada waktunya. Keduanya bergandengan tangan dan berdoa menjalani peran yang telah dipercayakan, yaitu sebagai pengusaha bidang pertahanan untuk membantu pemerintah dalam bidang pertahanan negara. Kedua, mereka bersama berdampingan membimbing umat dalam pertahanan iman. Ada mahkota yang menanti siapa saja yang mampu mempertahankan imannya hingga zaman berkesudahan. @epa_phm


















