Pdt. Gilbert Lumoindong Bantah Keras Tuduhan Laporkan Edis TV: “Tugas Hamba Tuhan Itu  Membuat Damai, Bukan Memenjarakan”

banner 468x60

Jakarta,Victoriousnews.com— Dunia maya kembali dihebohkan dengan beredarnya tuduhan serius terhadap salah satu tokoh Kristen  ternama, Pdt. Gilbert Lumoindong. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah unggahan viral di Tiktok, Facebook, dan Instagram menyebut bahwa Pdt. Gilbert berniat melaporkan akun Edis TV ke pihak kepolisian. Alasannya, menurut narasi liar tersebut, karena Pdt. Gilbert menganggap ajaran Edis melenceng dari ajaran Kekristenan dan berpotensi memecah hubungan harmonis antara umat Islam dan Kristen.

Ironisnya, tanpa verifikasi dan klarifikasi, gelombang opini publik justru berbalik menyerang sang pendeta. Warganet, bahkan sesama umat Kristen, larut dalam arus informasi yang tak berdasar, melontarkan hujatan, caci maki, hingga fitnah terhadap figur rohani yang dikenal luas di berbagai kalangan. Sebuah potret menyedihkan dari mudahnya umat percaya pada hoaks yang belum tentu benar.

Menjawab tuduhan yang menyudutkan dirinya, Pdt. Gilbert Lumoindong akhirnya angkat bicara. Dalam Kotbah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di GBI Maple Park, Kamis (31/7/25), ia membantah dengan tegas isu yang berkembang. Dengan gaya khasnya yang humoris  namun berbobot, pendeta Gilbert meluruskan kabar yang terlanjur viral. “Tidak pernah ada dan tidak akan pernah ada niat melaporkan Edis TV ke polisi,” tegasnya dalam kotbah bertema ‘Pahlawan yang Berpikir Matang’

Tugas saya sebagai pendeta adalah membawa damai, bukan membawa orang ke penjara. Justru saya pribadi salut dengan pelayanan Edis TV yang menyuarakan Injil dengan caranya sendiri. Yang penting Firman Tuhan diberitakan.”

Pdt. Gilbert menegaskan, dirinya tidak akan pernah melaporkan siapa pun, baik yang seiman maupun yang berbeda iman. Bahkan terhadap Edis TV, yang juga adalah sesama pekabar Injil, ia tetap memegang prinsip bahwa setiap orang yang dipakai Tuhan untuk memberitakan firman harus dihargai. “Saya percaya, seperti tertulis di Alkitab, kita tidak boleh mengusik orang yang diurapi Tuhan,” ujarnya mantap di hadapan ratusan jemaat yang hadir.

Lebih lanjut, ia mengajak umat Kristen untuk lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi informasi. Ia menyayangkan sikap sebagian umat Kristen yang begitu mudah percaya pada kabar bohong tanpa mencari kebenaran, bahkan lebih senang menjatuhkan sesama hamba Tuhan daripada membela dan mendoakan. “Dunia saja bisa check and recheck. Lalu kenapa orang Kristen justru lebih suka menghina tanpa klarifikasi? Sebenarnya fenomena apa yang sedang terjadi? Bukankah kita sesama tubuh Kristus adalah satu?” sindirnya tajam.

Sebagai catatan, Edis TV adalah sebuah akun media sosial yang dikenal aktif mengulas isu lintas agama, khususnya dalam konteks debat antara Islam dan Kristen. Sang pemilik akun, Edis, menyatakan dirinya terdorong membuat konten karena sering mendengar isi kotbah dari sebagian ulama yang menjelekkan ajaran Kristiani. Edis mengaku ingin memberi klarifikasi demi membela imannya, bukan untuk memecah belah umat.

Pdt. Gilbert, dalam sikap yang tenang dan damai, telah memberi teladan bagaimana menyikapi gosip dan fitnah dengan kedewasaan iman dan kasih. Sebuah pelajaran penting di tengah era digital yang penuh kabar simpang siur—bahwa seorang pahlawan sejati bukan hanya lantang bersuara, tetapi juga matang dalam berpikir dan tulus dalam bertindak. SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60