Jakarta, Victoriousnews.com – Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN) Jemaat Restorasi, Penggembalaan Pdt. Jeremias Panggabean,M.Th, yang berlokasi di Kompleks Taman Pulo Indah Blok U4 No.18, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pada hari Selasa (19/8/25) mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Ibadah Fellowship pejabat GBIN wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Serang & Banten
Ibadah fellowship ini dihadiri pucuk pimpinan Sinode GBIN, antara lain Majelis Penasehat (MP) GBIN Pdt. Dr. Berthy Momor, M.Th, Ketua Umum Sinode GBIN Pdt. Dr. Melianus Kakiay, M.Th, Sekretaris Umum GBIN Pdt. Roy Nayoan Ketua BPD GBIN DKI Jakarta Pdt. Jeremias Panggabean, serta Sekretaris I GBIN sekaligus BPD Banten Pdt. Agus Samalle, sejumlah pejabat GBIN lainnya.

Dalam khotbahnya yang diambil dari 2 Samuel 13:23-39, Pdt. Dr. Berthy Momor mengingatkan bahaya memelihara dendam, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Absalom terhadap Amnon. “Karakter pendendam, iri hati, dengki, dan sakit hati itu ibarat endapan dalam botol berisi air. Ketika dibiarkan, tampak jernih. Tetapi ketika dikocok, seluruh air menjadi keruh. Demikianlah hati yang dibiarkan dipenuhi endapan dendam dan kebencian, akhirnya meledak menjadi kehancuran,” tegas hamba Tuhan senior kelahiran Manado, 10 September 1944 itu.
Lebih lanjut, Pdt. Berthy menegaskan bahwa karakter adalah ukuran kualitas hidup seseorang. Ia mengutip perkataan Mantan Presiden AS Abraham Lincoln: “Jika ingin menguji seseorang, berilah ia kekuasaan.” Menurutnya, karakter yang baik adalah indah seperti surga, sementara karakter yang jahat membawa pada neraka.
Firman Tuhan, lanjutnya, mengingatkan bahwa tabiat manusia yang buruk adalah hal yang natural—lahir dari keinginan daging seperti kebencian, iri hati, dan dendam. Namun karakter yang baik hanya lahir secara supernatural melalui buah-buah Roh (Roma 8:5-6; Galatia 5:19-21).
Pdt. Berthy kemudian mengutip Firman Tuhan dalam Matius 25:32, bahwa kelak Tuhan akan memisahkan bangsa-bangsa, bagaikan gembala yang memisahkan domba dari kambing.
“Kenapa domba dan kambing harus dipisahkan? Karena domba itu hidup berkelompok, senang kesatuan, dan mudah digembalakan. Sedangkan kambing cenderung hidup sendiri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seorang Kristen sejati adalah “domba” yang hidup dalam kesatuan tubuh Kristus dan menghasilkan buah-buah Roh. Bukan seperti “kambing” yang berjalan menurut hawa nafsu daging.
Ia juga mengingatkan akan pentingnya pembaruan hidup sesuai dengan Firman Tuhan dalam Efesus 4:22-24, yaitu menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah.
Dalam Amsal 4:23 dikatakan: ‘Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.’ Sebab hati yang dijaga akan memancarkan terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Mengakhiri khotbahnya, Pdt. Berthy mengajak para hamba Tuhan yang hadir untuk terus berdamai dengan diri sendiri, menundukkan ego, serta menyerahkan hati untuk dipimpin oleh Roh Kudus, agar kehidupan rumah tangga, pelayanan, dan pekerjaan senantiasa dipenuhi damai sejahtera Kristus.
Pentahbisan pejabat GBIN, Pdt. Dr.Reymon Laimeheriwa, Ph.D

Dalam Fellowship tersebut juga menjadi momentum bersejarah dengan dilaksanakannya pentahbisan Pdt. Dr Reymon M. Laimeheriwa,.Ph.D sebagai pejabat baru di lingkungan Sinode GBIN.
Prosesi pentahbisan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sinode GBIN, Pdt. Dr. Melianus Kakiay, M.Th. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bergabungnya Pdt. Reymon adalah jawaban doa dan dukungan keluarga besar. “Pak Reymon ini menghubungi saya untuk bergabung sebagai pejabat di GBIN. Beliau juga didukung penuh oleh keluarganya. Hari ini kita sama-sama mendoakan beliau sebagai hamba Tuhan yang siap melayani di GBIN. Secara resmi, beliau juga akan ditahbiskan sebagai gembala dalam ibadah khusus yang akan dilaksanakan di GBIN Kapernaum, LAI lantai 10,” ungkap Pdt. Melianus Kakiay yang selalu teringat pesan Guru & Bapak Rohaninya Pdt H.L Senduk agar menjadi hamba Tuhan yang hidup sederhana, rendah hati dan motivasi benar dalam melayani Tuhan.
Pdt. Melianus kemudian menyampaikan apresiasinya. “Fellowship seperti ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi sarana untuk membangun kebersamaan rohani. Kita diajak kembali menata hati dan karakter agar pelayanan kita sungguh-sungguh menjadi berkat,” tukasnya.
Hal senada disampaikan Sekum GBIN Pdt. Roy Nayoan. Ia menegaskan pentingnya menjaga kesatuan visi dan hati di tengah tantangan pelayanan. “Karakter Kristus dalam diri kita adalah fondasi agar gereja tetap kuat dan berdiri di tengah gelombang zaman,” ujarnya.
Pdt. Roy juga mengumumkan kepada para hamba Tuhan yang hadir agar segera mengumpulkan foto serta berkas untuk keperluan pembuatan kartu pejabat GBIN. “Bagi Bapak/Ibu yang belum mengumpulkan foto atau data-data lainnya mohon segera dikirimkan. Selain itu, saya juga sampaikan, sesuai arahan Pak Ketum seluruh pejabat agar memberikan iuran wajib sukarela. Surat edarannya sudah dikirimkan ke BPD GBIN di seluruh Indonesia,” tukas Sekum.
Sementara itu, Pdt. Jeremias Panggabean selaku tuan rumah merasa bersyukur atas terselenggaranya fellowship ini. “Kami senang GBIN jemaat Restorasi mendapat kesempatan menjadi tempat bersekutu bersama. Kiranya ini semakin mempererat tali persaudaraan hamba-hamba Tuhan dan memperkokoh pelayanan di wilayah DKI, Banten, dan Jawa Barat,” katanya.
Ibadah penuh makna ini ditutup doa dilanjutkan makan siang bersama, menandai eratnya persaudaraan di antara para hamba Tuhan.
Usai perjamuan kasih, dilanjutkan dengan rapat panitia Natal gabungan pejabat GBIN dari tiga provinsi. Dalam rapat tersebut disepakati bahwa perayaan Natal bersama akan digelar pada 10 Desember 2025, dan sepakat menunjuk Pdt. Dr. Berthy Momor sebagai pembicara. SM


















