Tangerang,Victoriousnews.com— Pencipta sekaligus penyanyi rohani, Ps. Jonathan Prawira, dipercaya sebagai pembicara dalam Persekutuan Doa (PD) Immanuel yang digelar di kantor PT Kevin Persada Mandiri (KPM), Tangerang, Jumat (22/8/25).
Jonathan mengusung tema yang sarat makna: “Live In The Power Of Never Give Up” — Hiduplah Dalam Kekuatan Untuk Tidak Pernah Menyerah.
Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan berangkat dari salah satu karya rohani Jonathan berjudul ‘Ku Tak Akan Menyerah’ “Lagu itu adalah ciptaan saya sendiri. Ada pesan Tuhan dibaliknya, sebab banyak orang di zaman ini ingin menyerah. Inilah tanda-tanda akhir zaman yang sedang kita hadapi,” ungkapnya seraya mengajak jemaat yang hadir—karyawan PT KPM—untuk merenungkan firman dalam 2 Timotius 3:1.

Menurut pria yang telah menciptakan lebih dari 5.200 lagu rohani itu, tantangan zaman semakin berat: menjaga kesehatan makin sulit, demikian pula menjaga iman. Namun ia menegaskan bahwa dibalik setiap kabar buruk, Tuhan selalu menyediakan kabar baik. “Artinya, ada solusi yang Tuhan siapkan bagi kita,” tegasnya.
Mengutip Yohanes 16:33, Jonathan mengingatkan bahwa kesukaran, penganiayaan, bahkan tribulasi akan semakin nyata. “Dunia ini bukan taman Eden. Dunia semakin toxic, tetapi Tuhan sudah menyiapkan tonic,” ujarnya penuh semangat.
Ia meneguhkan jemaat untuk tidak gentar menghadapi dunia. “Never Give Up, kuatkan hatimu. Roh Tuhan Yesus ada dalam diri kita, lebih besar daripada roh yang ada di dunia ini. Yesus sendiri telah memberikan teladan dalam Yohanes 13:15, baik dalam berdoa maupun melayani,” jelasnya.
Dengan penuh penghayatan, Jonathan menyinggung bagaimana Yesus menunjukkan teladan ketekunan sejak lahir di palungan hingga berdoa di Getsemani. “Seandainya Yesus mau, Ia bisa meminta tempat yang mewah ketika lahir. Tapi Ia memberi teladan untuk tidak menyerah. Walau diperlakukan tidak adil, jangan menyerah. Tuhan mengajarkan kita untuk tetap setia,” pesannya.

Di penghujung renungannya, ia mengingatkan jemaat bahwa memahami Firman bukan hanya soal mengetahui, melainkan mengalaminya dalam kehidupan sehari-hari. “Setan itu hanyalah mantan anak buah Tuhan yang dipecat (Wahyu 17:14). Jadi, jangan biarkan dia membuat kita putus asa. Kuatkan hatimu, jangan menyerah, sebab kemenangan sudah Tuhan sediakan,” pungkasnya.
Pimpinan PT KPM Esther Sukma: Tetap Bersyukur Ditengah Tantangan dan Masalah Yang Dihadapinya, Semuanya Diserahkan Kepada Tuhan

Seusai mengikuti Persekutuan Doa (Esther Sukma—Owner sekaligus Pimpinan PT KPM—menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan dalam hidup dan pelayanannya.
Dengan penuh keyakinan, Esther mengungkapkan bahwa firman Tuhan yang disampaikan dalam persekutuan tersebut sungguh menguatkan imannya. “Melalui Persekutuan Doa ini, keimanan saya terus dikuatkan dan diperbaharui. Jujur saja, sebagai pimpinan perusahaan saya sering mengalami banyak tantangan, sering dijelekin, disalahpahami, direndahkan, bahkan dizolimi orang. Hal itu kadang membuat saya terganggu secara psikologi,” tuturnya dengan jujur.
Namun, Esther menegaskan bahwa ia memilih untuk tetap berdiri teguh di atas iman. Baginya, setiap persoalan bukanlah alasan untuk menyerah, melainkan kesempatan untuk semakin bersandar kepada Kristus. “Puji Tuhan, saya tetap bersyukur dan persoalan itu saya serahkan saja kepada Tuhan. Biarlah Tuhan Yesus yang bertindak ujarnya penuh keteguhan hati.
Di tengah kerasnya persaingan dunia bisnis dan berbagai tekanan yang dihadapi, ia justru menampilkan teladan kerendahan hati dan iman yang tak tergoyahkan. “Saya percaya, kalau Tuhan yang memimpin, maka tidak ada satupun rencana manusia yang bisa meruntuhkan,” pungkasnya. SM


















