Kucuran  200 Triliun, Dr.John Palinggi Ingatkan Menkeu : “Risiko BLBI Jilid Dua” & Jangan  Mengalir Ke Proyek Tertentu

banner 468x60

Jakarta,Victoriousnews.com– Keputusan Menteri Keuangan Purbaya menyalurkan dana segar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara untuk menurunkan suku bunga pinjaman dan deposito memantik kekhawatiran publik. Langkah ini dinilai berpotensi memicu inflasi dan mengulang skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 1998.

Pengamat ekonomi Dr. John Palinggi, MM, MBA, menegaskan bahwa pengalaman pahit masa lalu harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah. “Wartawan juga bisa memberikan masukan. Menkeu sekarang itu butuh masukan banyak. Dulu pemerintah kehilangan Rp450 triliun kredit macet, hanya Rp139 triliun yang bisa diselamatkan. Muncul BLBI Rp145,5 triliun, tapi yang terselamatkan cuma Rp30 triliun,” ujarnya.

Palinggi mengingatkan, setelah krisis tahun 2000 pemerintah bahkan mencetak uang Rp650 triliun untuk 26 bank lewat KLBI, tetapi hingga kini “jejak hutannya tak jelas.” Ia menyoroti pola penyertaan modal di BUMN yang kerap tak transparan. “Di dalam BUMN juga tidak diumumkan. Ironisnya masih banyak yang minta 400 juta dolar AS, bahkan 1,5 miliar dolar AS. Apa-apaan ini?” katanya tegas.

Ia pun menyebut risiko politik di balik kebijakan keuangan jumbo. “Saya berulang kali sebelum pelantikan menteri bilang: Bapak Presiden bisa ditusuk dari belakang,” ucapnya.

Meski demikian, Palinggi menilai keputusan Purbaya adalah kewenangan penuh pemerintah. “Serahkan saja kepada Bapak Purbaya sebagai Menteri Keuangan sambil kita doakan agar tidak ada kebocoran yang negara. Jangan sampai uang 200 triliun itu mengalir ke proyek-proyek orang tertentu yang sudah lama bersinggungan dengan mantan Menkeu Sri Mulyani,” tutupnya. SM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60