Hologram Jokowi Hebohkan Kaum Milenial Ibu Kota

Hologram Jokowi Hebohkan Kaum Milenial Ibu Kota

 

JAKARTA, Victoriousnews.com- Sekitar 1.200 milenial Ibu Kota terperangah saat menghadiri perhelatan ‘Smart Citizen Day 2019’ di Grand Opus Ballroom, Jakarta Selatan. Dalam event akbar ini, mereka menjadi saksi penampilan ‘Jokowi’ dalam bentuk hologram, Kamis, 28 Maret 2019. “Bapak-bapak, ibu-ibu dan teman-teman semua, mari kita sambut Presiden Jokowi yang hadir di tengah-tengah kita, menyampaikan pesan-pesannya dalam penampilan spesial,” kata pemandu acara presenter Valerina Daniel.
Maka, ‘Jokowi’ pun muncul memberikan paparan tentang berbagai capaian pembangunan selama periode pertama pemerintahannya. Sambutan anak muda langsung ‘pecah’ menyaksikan kehadiran Jokowi. Mereka sontak mengeluarkan telepon genggamnya untuk mengabadikan peristiwa langka penampilan Jokowi dalam kemajuan teknologi terkini karya anak bangsa.
Dalam siaran Pers yang dikirim oleh Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu, mengatakan, bahwa, Kementerian Komunikasi dan Informatika menghadirkan “Jokowi”dalam bentuk hologram untuk menjelaskan berbagai capaian program pembangunan selama lima tahun ini. Selama ini, diseminasi dilakukan melalui jalur media konvensional dan digital serta pertunjukan-pertunjukan rakyat. “Sesuai dengan Inpres No 9 tahun 2015, Kominfo memang bertanggung jawab untuk merancang sampai dengan mendiseminasikan program-program pembangunan. Salurannya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah hologram ini,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di tempat acara.
Ketika dimintai komentar terkait Hologram Jokowi, Megawati Chandra, mahasiswi Universitas Pelita Harapan mengaku takjub dengan penampilan hologram Jokowi.
“Keren ya, sangat efektif. Sekarang kan zamannya sudah beda, teknologi berkembang pesat, jadi senang sekali melihat pemerintah meng-update diri dalam melakukan pola komunikasi kepada masyarakat dengan cara-cara seperti ini,” katanya.
Apresiasi senada disampaikan Abdullah Faqih, mahasiswa semester 6 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
“Menurut saya, penampilan dalam bentuk hologram seperti ini sudah mewakili Presiden Jokowi. Kan saat ini agenda beliau sangat padat. Dengan adanya teknologi hologram, dapat memudahkan masyarakat untuk bisa merasakan kehadiran Pak Jokowi,” katanya.
Faqih pun menyatakan, pidato Jokowi dalam hologram ini sangat menyentuh emosi. “Terasa banget pendekatannya untuk masyarakat kelas bawah. Dengan penampilan Pak Presiden seperti ini bisa mengangkat semangat masyarakat, sehingga Indonesia dapat terus bergerak menjadi negara maju,” ungkapnya.
Pada pidato berdurasi 20 menit ini, Presiden Jokowi menyampaikan banyak hal yang telah dilakukan pemerintahannya.
“Saya itu selalu tidak tega, kalau melihat atau mendengar rakyat memerlukan bantuan, tapi tidak segera dibantu. Dulu untuk mendapatkan bantuan, orang harus antri berjam-jam, bahkan ada yang sampai pingsan digotong gotong. Padahal, bantuan itu adalah hak bagi saudara kita yang kurang mampu,” jelas Presiden Jokowi.
Karena itu, Jokowi menegaskan, lima tahun lalu, saat menerima amanah menjalankan pemerintahan Indonesia, ia tidak mau melihat atau mendengar itu lagi. “Kita buat kartu kartu-kartu: Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat. Lewat kartu-kartu itu, hak-hak mereka langsung kita transfer, tidak pakai antre-antre lagi, tidak kepanasan, tidak kehujanan, tidak kecapekan,” ungkapnya.
Smart Citizen Day merupakan sebuah acara sehari yang dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara serta berbagai tokoh muda penggerak perubahan.
Dalam acara ini juga berlangsung deklarasi smart citizen oleh perwakilan 34 Provinsi di Indonesia.Co-Founder dan Chief Technology Officer Qlue Andre Hutagalung sebagai salah satu penggagas acara ini menekankan pentingnya platform berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT) serta integrasi data yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi dalam menangani permasalahan kota.
“Kami menghadirkan Smart Citizen Day untuk memperkenalkan berbagai Solusi Qlue kepada publik serta sebagai puncak perayaan smart citizen di Indonesia,” kata Andre. GT

Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) 2019: Gereja Memperkokoh NKRI Yang Demokratis, Adil & Sejahtera

Foto bersama peserta KGM (dok.pgi)

Sulut, Victoriousnews.com,-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), bekerja sama dengan Sinode Am Gereja-Gereja di Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo (Suluteng), menyelenggarakan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) pada 28-30 Maret 2019. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Sutanraja, Jl. Manado-Bitung, Watutumou II, Kalawat, Sulawesi Utara. Kegiatan lima tahunan ini didukung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sulawesi Utara dan dihadiri pimpinan Gereja-Gereja di Indonesia, pimpinan ormas kristen, pimpinan organisasi sosial kemasyarakatan Kristen, pimpinan perguruan tinggi kristen dan tokoh-tokoh Kristiani.

Dalam Siaran Pers PGI yang dikirim oleh Humas PGI, Irma Simanjuntak mengatakan, bahwa, KGM kali ini berlangsung di bawah tema “Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir” (bdk. Wahyu 22:12-13), dan Sub Tema “Bersama Seluruh Warga Bangsa, Gereja Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil dan Sejahtera bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”. Tema dan subtema yang juga menjadi fokus Sidang Raya PGI XVII di Sumba, pada 8-13 November 2019, merefleksikan Pengakuan iman gereja-gereja di Indonesia bahwa Allah, di dalam Yesus Kristus, terus bekerja dan bergumul dalam kegelisahan, ketakutan dan penderitaan umat manusia. Dia adalah Allah yang mengendalikan sejarah dan terus bekerja untuk menguatkan umatNya.

Tema dan subtema ini juga menggambarkan keprihatinan PGI akan situasi masyarakat, bangsa  dan negara yang menghadapi tantangan seperti bencana, konflik antarkelompok yang berbasis sentimen identitas, ketimpangan (di wilayah ekonomi, geografis, gender, urban dan rural), ketenagakerjaan (gender wage gap),  proses politik dan ekonomi di era Otonomi Daerah (Otda) yang masih menyimpan praktik-praktik yang bias gender, korupsi, supremasi hukum yang masih jauh dari harapan, kerusakan lingkungan hidup, masalah hukum dan hak asasi manusia sampai perkembangan teknologi dan generasi milenial.  Bagi PGI, tantangan-tantangan tersebut bukan saja merupakan tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggung jawab gereja-gereja untuk menjalankan fungsi kritis dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam konteks inilah, Gereja-Gereja di Indonesia menyelenggarakan KGM sebagai upaya bersama menyikapi proses demokratisasi, kemiskinan, perdangan manusia, politik identitas dan ketidakadilan di hadapan hukum serta kerusakan lingkungan.

KGM memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan Gereja-Gereja di Indonesia. Lewat KGM, yang mulai diselenggarakan pada 1972, gereja-gereja meletakkan landasan untuk menjalankan diakonia pembangunan sebagai perwujudan damai sejahtera di Indonesia. Karena itu, KGM ini menjadi tempat bagi gereja-gereja untuk: Pertama, Melakukan dialog dan refleksi mengenai sejumlah isu yang menjadi pergumulan umat. Kedua, Memahami kondisi sosial-politik masa kini, di level internasional, nasional dan lokal, dengan analisis dari perspektif demokrasi. Ketiga, Memetakan masalah-masalah yang ada dan menerjemahkan gerakan moral umat Kristiani dalam bentuk respons terhadap tantangan yang ada. Keempat,  Merumuskan pilihan-pilihan pelayanan gereja dalam rangka keadilan dan kesejahteraan bagi semua ciptaan. Dan kelima, Ruang bagi gereja-gereja untuk melakukan pembaruan Dokumen Keesaan Gereja yang berfungsi sebagai arah missional gereja-gereja di Indonesia.

Pembukaan konferensi dilakukan pada tanggal 28 Maret 2019 yang dihadiri utusan sinode anggota PGI seluruh Indonesia, PGIW/SAG, mitra mitra PGI baik dalam maupun luar negeri, seluruh panitia, jemaat dan pengisi acara.  Pembukaan dilakukan di Convention Hall Hotel Sutan Raja Watutumou II Kalawat Sulawesi Utara.Tuan dan Nyonya rumah kegiatan ini adalah SAG Sulutteng dan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. DR. Hein Arina Ketua BPMS Sinode GMIM.GT

PGI Mengecam Keras Pelaku Pembunuhan Pdt. Melinda

Jakarta, Victoriousnews.com,-Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) mengungkapkan dukacita mendalam atas pembunuhan terhadap Pendeta Melinda Zidomi, S,Th yang sedang melakukan pelayanan di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, 26 Maret 2019. Perbuatan tersebut merupakan tindakan keji dan tak beradab yang tak hanya menghilangkan nyawa korban tetapi diduga melakukan tindakan kekerasan seksual yang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut maka Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia dalam siaran Persnya yang dikirim oleh Humas PGI, Irma Riana Simanjuntak, adalah:

Pertama,  menyatakan rasa duka mendalam bagi keluarga korban dan gereja yang mengutus Pdt. Melinda melakukan pelayanan di Ogan Komering Ilir. Kiranya Allah yang rahmani memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggal.  Kedua, PGI menyatakan keprihatinan atas peristiwa ini dan meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pengusutan secara tuntas dengan segera menangkap pelaku dan menghukum sesuai dengan hukum yang berlaku. Juga meminta agar dalam melakukan pengusutan, polisi dapat mempertimbangkan apakah hal ini merupakan motif kriminal murni atau ada motif lain yang mendasari. Tindak penganiayaan, kekerasan seksual dan pembunuhan terhadap seorang pendeta tak bisa begitu saja dilihat sebagai kejadian biasa, karena hal ini bisa dimaknai sebagai sebentuk teror terhadap umat yang dilayaninya. Olehnya MPH-PGI mendesak Kapolri untuk memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus ini. Ketiga, PGI meminta negara untuk memberikan perlindungan yang memadai bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya melalui perundang-undangan dalam rangka penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan. Olehnya, MPH-PGI meminta Pemerintah dan Parlemen segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi Undang-undang. GT

MARGIANTO TERPILIH MENJADI KETUM PERWAMKI PERIODE 2019 S/D 2022

Bogor,Victoriousnews.com,-Setelah menggelar acara Pembukaan Musyawarah Nasional Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Munas Perwamki) VI di  Function Hall Lantai 3 Mall Artha Gading (Jumat, 22/3), kemudian melanjutkan acara persidangan di Villa Pondok REM, Gunung Salak Bogor. Agenda utama dalam persidangan Munas tersebut, selain merancang program 3 tahunan, menyempurnakan AD/ART adalah memilih pengurus (Ketua Umum & Sekum) yang baru.

Dua periode terakhir dipimpin oleh Yusak Tanasyah telah membawa PERWAMKI ke dalam pembenahan dan pembentukan organisasi yang lebih mementingkan persekutuan. Dalam pemilihan ketua PERWAMKI pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2019 muncul beberapa nama seperti Boy Siahaan, Paul Mako Guru. Salah satu pendiri PERWAMKI Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU) menyebut Margianto (mantan Sekretaris Umum PERWAMKI 2005-2008 dan kini Ketua Panitia Munas VI 2019) cocok menjadi ketua umum. “Anto, nama panggilannya adalah salah satu pendiri di PERWAMKI. Dia seorang yang mau bekerja keras, ” kata Novisurtinoyo Pemimpin Redaksi tabloid Mitra Indonesia, dan perihal Margianto yang merupakan Redaktur Pelaksana di tabloid Victorious itu.

Ibadah pembukaan sebelum dimulai MUNAS dipimpin oleh pembawa firman yaitu Suratinoyo. Dalam pewartaannya pemilik tablob Mitra Indonesia menekankan akan PERWAMKI akan menjadi kepala dan semakin maju dan akan diberkati Tuhan. Ajakan ini disambut sukacita oleh para peserta MUNAS yang berasal dari berbagai media dan daerah.

Pemilihan yang berdasarkan paket ketua dan sekretaris merupakan satu kesatuan. Beberapa nama muncul untuk menjadi sekretaris seperti Boy Siahan, Agus Panjaitan, Paul Maku Goru. Akhirnya setelah dua kali putaran suara pemilih jatuh kepada Agus Panjaitan. Agus, panggilan akrabnya dari Majalah Spektrum yang adalah Sekretaris Panitia Munas VI. Banyak rekan-rekan sejawat positif melihat pasangan ini dan berharap pasangan ketua dan seketaris yang baru dapat membawa kemajuan bagi perkumpulan. “Kita berdoa agar PERWAMKI semakin mantap, dan terus diberkati-Nya, dan selalu solid,” seru Jonro Munthe yang merupakan alumni IISIP Jakarta .

Dalam ibadah penutupan munas PERWAMKI yang dibawakan oleh Yesaya Suharsono memberikan dorongan dan landasan Alkitab untuk pengurus baru bekerja. Ketua komisi Pelmas di PGLII mengatakan bahwa “kita harus memberikan kabar baik bukan mencari kabar baik” Lebih lanjut Pdt. Yesaya mengatkan bahwa “kepercayaan yang Tuhan sudah berikan pakailah dengan benar jangan dengan otoriter dan layanilah perkumpulan dengan sepenuh hati.” GT

Munas Perwamki VI resmi dibuka Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti

Sekjen Kemenkominfo Rosarita Niken Widiastuti (tengah) didampingi oleh Ketua Panitia Munas 6 Margianto, Pemimpin Umum Narwastu, Jonro Munthe dan Ketum Perwamki Yusak Tanasyah

Jakarta, Victoriousnews.com,- Komunitas Jurnalis Kristiani yang tergabung dalam wadah Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki), baik yang berasal dari media umum ataupun media kristiani, pada hari Jumat, 22 Maret menggelar ibadah dan seremoni pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VI. Pembukaan Munas diadakan di Rehobot Function Hall Lantai 3 Mall Arta Gading, Kelapa Gading Jakarta Utara. Organisasi lahir pada tahun 2003 dan sudah berbadan hukum perkumpulan berdasarkan SK Menkumham RI 2014.
Persidangan Munas Perwamki VI, akan berlangsung pada 23-24 Maret 2019 bertempat di Villa Pondok REM di kawasan Gunung Salak Bogor Jawa Barat. Sejumlah agenda yang dibahas dalam Munas VI, selain melakukan evaluasi kepengurusan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Yusak Tanasyah, amandemen AD/ART, juga akan memilih kepengurusan yang baru.

Puluhan jurnalis yang berhimpun dalam Perwamki, siap mengikuti Munas, mereka akan bersama-sama berangkat ke lokasi Munas selepas Pembukaan Munas yang berlangsung pagi hingga sore hari ini.
Pada acara Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) mengusung tema “Pergilah Memberitakan Kabar Baik (Markus 16:20), spirit untuk Memberitakan Kabar Baik.
Hadir dalam pembukaan Ketua Umum PGLII Pdt. Dr. Ronny Mandang, perwakilan MPH PGI Bendahara Umum Ivan Rinaldi, Ketua Umum API Pdt. Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi, Sekjen MUKI Ega Mawardin, Pelmas PGLII Pdt. Yesaya Suharsono, Pdt. Roni, Yakub Pratama, Calon DPD Susana Sarumaha, caleg DPR RI PDIP, Sonny Kusumo, dan Caleg DPR RI PSI,Mangasi Sihombing dan ratusan peserta lainnya yang hadir.
Pelaksanaan Munas ke-6 didukung oleh Ketua Umum Sinode GSKI Rehobot Pdt. Dr. Erastus Sabdono, Ketua Umum Sinode GBI Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Dirjen Bimas Katolik Drs. Eusabius Binsasi, Pdt. Dr. Abraham Conrad Supit dan Kementrian Kominfo RI.
Sekretaris Jenderal Kemkominfo RI Rosarita Niken Widiastuti, mewakili Menteri Kominfo Rudiantara, menyampaikan paparan sebagai Keynote Speaker, dengan topik “Fungsi Pers di Tahun Politik”.
Pelayan Firman Tuhan dalam Ibadah Pembukaan Munas ke-6, disampaikan oleh Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman. Dalam khotbahnya yang diambil dari kitab Bilangan 13: 1-33 tentang 12 mata-mata yang diutus Musa untuk memata-matai suatu negeri yang dijanjikan Tuhan, Pdt. Mulyadi mengatakan diibaratkan 12 orang wartawan yang bertugas untuk liputan berita. Yang harusnya bertugas memberitakan sesuai fakta dan keadaan. Namun sayangnya dari kedua belas utusan itu, 10 orang memberitakan negatif dan 2 orang yang diutus yakni Kaleb dan Yosua memberitakan yang positif.
“Perbedaan laporan mereka hanya pada kata ‘Tetapi’ namun dapat memiliki makna yang berbeda, yang satu melemahkan dan yang satunya menguatkan. Di sinilah para wartawan harus berhikmat kepada Tuhan dalam pemilihan kata agar apa yang diberitakan menjadi berkat,” kata mantan ketua GSPdI ini.Menyinggung tahun politik 2019 ini, Moelyadi mengimbau agar warga gereja, khususnya wartawan kristen untuk tidak memberitakan khabar bohong atau Hoax yang tengah maral saat ini.

“Berita kabar yang mencerdaskan dan memberi solusi,” harapnya.
Acara didahului dengan ibadah dengan liturgos, Pdt. Dr. Sapta Siagian, M.Th, usai ibadah acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari tuan rumah sinode GSKI yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Erastus Sabdono, perwakilan Aras Gereja diwakili oleh Ketum PGLII, Pdt. Dr. Ronny Mandang, S.Th, mewakili Sinode Gereja, STT dan tokoh kristen kemudian kata sambutan sekaligus Keynote speaker pengantar diskusi kebangsaan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kominfo, Ibu Niken.
Munas Perwamki secara resmi dibuka oleh Menkominfo. Munas dilanjutkan dengan persidangan Munas di Villa Pondok REM dari tanggal 23-24 (Sabtu-Minggu) Maret 2019. GT

Tegas & Berani! Sejak Tahun 2009 Hingga 2019 Kemenkoinfo Telah Blokir 11.802 Situs Radikalisme & Terorisme

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Terhitung sejak tahun 2009 hingga 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir 11.802 konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme.

Dalam rilis Laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo yang diterima, Rabu (20/3/2019), menunjukkan berdasarkan platform, konten yang terbanyak diblokir berada di facebook dan instagram, yakni sebanyak 8.131 konten. Sementara di twitter sebanyak 8.131 konten.

Adapun konten radikalisme dan terorisme yang diblokir di google/youtube sebanyak 678 konten. Kemudian 614 konten di platform telegram, 502 konten yang berada di filesharing, dan 494 konten di situs web.

Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2017, Kementerian Kominfo melakukan penapisan atau pemblokiran konten yang berkaitan radikalisme dan terorisme sebanyak 323 konten, yang terdiri dari 202 konten di situs web, 112 konten di platform telegram, 8 konten di facebook dan instagram dan 1 konten di youtube.

Sementara selama tahun 2018, telah diblokir konten radikalisme dan terorisme sebanyak 10.499 konten yang terdiri dari 7.160 konten di facebook dan instagram, 1.316 konten di twitter, 677 konten youtube, 502 konten di telegram, 502 konten di file sharing, dan 292 konten di situs web.

Pertumbuhan angka penapisan konten ini terasa sangat signifikan setelah Kementerian Kominfo mengoperasikan Mesin AIS. Dengan Mesin AIS, Kemkominfo bisa memangani lebih dari 10.000 konten radikalisme dan terorisme dalam setahun, padahal selama lebih dari tujuh tahun, konten yang ditapis hanya sebanyak 323 konten.

Sedangkan Januari sampai Februari 2019 telah dilakukan pemblokiran sebanyak 1031 konten yang terdiri 963 konten facebook dan instagram dan 68 konten di twitter. “Tindakan pemblokiran atau penapisan konten dilakukan atas permintaan dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Selain itu, pemblokiran juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” seperti yang tertulis dalam siaran pers yang ditandatangani Kabiro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu.

Meski sudah dilakukan penutupan terhadap konten radikalisme, terorisme dan separatisme, Kementerian Kominfo terus melakukan pencarian konten dalam situs web atau platform dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme dan seperatisme. Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk menghindari penyebaran konten yang radikalisme, terorisme dan separatisme. Jika menemukenali keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten. GT

JELANG MUNAS, DPP PERWAMKI BERKUNJUNG KE KEMENKOINFO BICARAKAN KERJASAMA PROGRAM

JAKARTA,Victoriousnews.com,-TIM panitia Munas bersama pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP Perwamki) mengunjungi kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, Jalan Medan Merdeka Barat No. 9, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Maret 2019 sore. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permintaan audiensi Perwamki dengan Mentri Kominfo, Rudiantara terkait rencana Musyawarah Nasional (Munas) Perwamki yang rencananya akan dibuka oleh sang menteri.

Tim Perwamki diterima oleh Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu mewakili Menteri. Kepada tim, Ferdinandus terlebih dahulu meminta tim memperkenalkan diri setiap orang anggota tim yang hadir dan minta dijelaskan tentang apa dan siapa itu Perewamki, khususnya tentang acara pembukaan Munas. “Selain secara resmi membuka Munas, pak Menkominfo Rudiantara akan menjadi Keynote speaker juga,” kata Ketua Panitia Munas Perwamki, Margianto di kantor Kemenkominfo, Selasa, (19/3/2019) petang.

Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Panitia Munas, Margianto dan berfoto bersama dengan tim Perwamki

Dipaparkan Margianto, Pembukaan Munas Perwamki digelar di Jakarta, tepatnya di Rehobot Hall Mall Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (22/3/2019).  “Sidang Munas lanjutan yang agenda utamanya pemilihan pengurus baru kita lalukan di Villa REM, Cisalak, Bogor dari Tanggal 23 sampai 24 Maret. Habis pembukaan langsung berangkat ke Bogor,” jelasnya.

                Setelah Margianto, Ketua Umum DPP Perwamki, Yusak Tanasyah menjelaskan sejarah singkat dan keanggotaan Perwamki. “Perwamki lahir pada tahun 2003. Awal namanya Persekutuan, kemudia karena mengikuti aturan agar terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM diubah menjadi Perkumpulan dengan kelanjutan; Wartawan Media Kristen Indonesia (Perwamki),” terang Yusak kepada Kabiro Humas Kemenkominfo. Dilanjutkan Yusak, anggota Perwamki umumnya adalah wartawan dari media-media aras dan sinodal gereja-gereja yang ada di Indonesia.

Hadir dalam tim para pendiri Perwamki yakni; Suratinoyo (Mitra Indonesia), Jonro Munthe (Majalah Narwastu) dan Margianto (Victorious). Ditambahkan Suratinoyo kepada Kabiro Humas Kemenkominfo, Bahwa Perwamki adalah organisasi wartawan dari media Kristen pertama yang diprakarsai dari keinginan bersekutu dari para pengelola media aras, sinode media gereja.

“Selain keinginan punya persekutuan bersama, kita juga merasa perlu adanya saling bertukar informasi untuk pemberitaan di media masing-masing karena minimnya informasi untuk bahan pemberitaan,” tutur Novi, panggilan akrab Suratinoyo.

Saat ditanya soal pembaca media-media Kristen di Perwamki, Novi menegaskan bahwa pembaca media-media yang tergabung di Perwamki sangat jelas yakni umat kristiani umumnya. “Karena ya tadi, beberapa di antara kita adalah pengelola media atau humas dari aras, sinode dan suatu gereja,” ujarnya.

Sementara, Pemimpin redaksi/Pemimpin Umum majalah Narwastu, Jonro Munthe mengatakan, Perwamki telah beberapa kali bekerja sama dengan Kementerian. “Kita beberapa kali diundang sebagai pembicara,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga tercuat ide adanya semacam Forum Diskusi Grup (FGD) sekali dalam tiga bulan sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan tersebut untuk kerja sama ke depan. “Kita ada buku tentang Undang-undang ITE, dan pedoman menangkal berita Hoax bagi umat kristiani. Nanti kita bagikan di acara pembukaan Munas,” kata Kabiro Humas Kemenkominfo Ferdinandus.

Soal pembukaan Munas yang rencananya akan dibuka oleh Menkominfo, dikatakan Ferdinandus, bahwa Menteri ingin sekali hadir namun pada hari yang sama pak Menteri harus menghadiri peresmian Palapa Ring di Padang. “Beliau (Menkominfo) menugaskan orang keduanya yakni Sekretaris Jenderal (Sesjend), Ibu Niken. Saya dengan dengan beberapa tim dari kita (Kemenkominfo) juga akan hadir,” ungkapnya disambut senyum bahagia tim Perwamki.

Dalam kesempatan itu, Kabiro Humas Kemenkominfo sempat menanyakan tentang kehadiran ketua Dewan Pers Nasional. “Ketua Dewan Pers diundang tidak?,” tanyanya dijawab tim Iya oleh tim namun undangan belum sempat di antar namun sudah disiapkan. “Saya dekat dengan beliau, nanti saya bantu hubungi beliau agar supaya hadir. Sini undangannya saya foto dahulu untuk saya kirim ke beliau namun undangannya tetap diantar ya,” tuturnya.

Di akhir pertemuan tersebut, Kabiro Humas Kemenkominfo minta dimasukan ke grup WhatsApp (WA) Perwamki agar mudah berkomunikasi dan saling bertukar informasi. “Bapak sudah kita masukan di grup WA LinkPerwamki yang berisi, selain anggota Perwamki juga ada tokoh-tokoh Kristen dan pimpinan Gereja dan Ormas Kristen,” sahut Margianto. Untuk diketahui, anggota Perwamki bukan cuman berisi wartawan dari media Kristen (Protestan) tetapi juga dari Katolik. “Kita juga berjejaring dengan KWI. Ada juga tokoh dan pimpinan gereja katolik di grup WA LinkPerwamki tersebut pak. Di pembukaan Munas bahkan kita mengundang Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, beliau berkesempatan memberikan kata sambutan,”pungkas Margianto. GT

Kominfo Imbau Masyarakat Tak Sebar Konten Video Kekerasan di Selandia Baru

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Kementerian komunikasi dan Informatika (Kominfo) meminta warganet untuk tidak ikut menyebarkan video penembakan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru di media sosial karena mengandung aksi kekerasan.“Kementerian Komunikasi dan Informatika mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan atau memviralkan konten, baik dalam bentuk foto, gambar, atau video yang berkaitan dengan aksi kekerasan berupa penembakan brutal di Selandia Baru,” kata Plt Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam siaran Persnya, Jumat 15/3/ 2019 di Jakarta.

Lanjut Ferdinandus, bahwa Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Kementerian Kominfo terus melakukan pemantauan dan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten negatif berupa aksi kekerasan. Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru,” papar ferdinandus. GT

PGI Kecam Keras Aksi Penembakan Brutal Di Selandia Baru

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras peristiwa penembakan yang terjadi di Masjid, Christchruch dan Masjid di pinggiran Lindwood, Selandia Baru, pada hari, Jumat (15/3/2019). Peristiwa brutal seperti ini sangat mengusik rasa kemanusiaan kita dan sangat bertentangan dengan prinsip Hak Asasi Manusia yang selama ini kita junjung.
Atas peristiwa ini, dalam siaran persnya yang dikeluarkan pada 15 Maret 2019, PGI menyampaikan beberapa hal:
Pertama, menyampaikan rasa keprihatinan dan ungkapan duka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kiranya Tuhan menguatkan seluruh keluarga dalam menghadapi peristiwa menyedihkan ini.
Kedua, mengecam keras segala tindak kekerasan, apalagi penghilangan nyawa, yang sangat berharga di mata Tuhan. Olehnya, PGI menolak segala bentuk peradaban yang mengedepankan kebencian atas dasar apapun, baik agama, suku, asal-usul dan sebagainya.
Ketiga, bumi ini, di bagian negara manapun, adalah anugerah Tuhan yang seharusnya bisa didiami bersama untuk menata kehidupan yang lebih baik. Untuk itu dibutuhkan kehadiran negara untuk menjamin keamanan dan keberlangsungan hidup semua penduduk, pribumi maupun pendatang. Dalam kaitan ini PGI berharap pemerintah Selandia Baru dapat segera memulihkan keadaan dan mengusut tuntas kasus ini.
Keempat, berharap agar masyarakat Indonesia, di mana pun berada, tetap tenang menyikapi peristiwa tersebut, dan tidak terpancing dengan video dan foto yang menciptakan teror. Sekaligus menghimbau untuk tidak menyebarkannya dengan sengaja, karena hal ini yang diinginkan oleh teroris tersebut dengan mendokumentasikannya, agar masyarakat luas menontonnya dan menjadi khawatir.
Kelima, meminta agar Pemerintah Indonesia, dalam kapasitas dan jalur yang tersedia, melakukan langkah-langkah bilateral yang diperlukan, sebagamana amanat UUD 1945, yakni untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia. GT

Dr. Antonius Natan.,M.Th: RINDU INDONESIA DAMAI, UMAT KRISTIANI BERSATU BERDOA DI 555 Kabupaten/kota

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Menjelang Pemilukada serentak & Pemilihan Presiden-Wakil Presiden yang akan dilaksanakan 17 April 2019, umat Kristiani bersatu untuk berdoa bersama bagi kedamaian Indonesia—dengan tema “Doa Kesatuan Damailah Indonesiaku”.  Doa kesatuan ini adalah sebuah acara rohani yang mengajak seluruh umat Kristiani untuk berdoa bagi damainya Indonesia, bukan merupakan ajang kampanye untuk salah satu pasangan calon presiden, dan telah diselenggarakan pada tanggal 7 Maret 2019 di 555 kabupaten/kota, dan mancanegara dari Aceh, Fakfak, Setiawan Malaysia – KL hingga Los Angeles, doa bersepakat bersatu berdoa dan merendahkan diri agar Tuhan memberikan kedamaian bagi Indonesia.

Dr. Antonius Natan (paling kiri)

Tampak hadir dalam acara tersebut adalah: Pdt. Gomar Gultom.,M.Th (Sekum PGI), Pdt. DR. Ronny Mandang., M.Th (Ketum PGLII), Pdt Dr Hadi Prayitno., M.Th (Sekum PGPI), Pdt Mulyadi Sulaeman, Pdt Dr. Ir Niko Nyotorahardjo, Dr Iman Santoso (TCI), Pdt Dr. Nus Reimas (Maper PGLII), Pdt Robinson Nainggolan, Charles Yonan (Fasnas JDN), Bambang Yonan, SAE Nababan, Pdt. Rachmat Manullang (Lumbung Yusuf Indonesia), Rm Daniel Bambang (Gereja Ortodox), Taufan Hunneman (Sekjen Fornas Bhinneka Tunggal Ika), Pdt. Roy Therik (Ketua Sport Ministry), Pdt. Pati Ginting, Daniel Pandji (Koodinator Damailah Indonesiaku), Pieter Farakhnimela (My Home Indonesia), Cecilia Sianawati (Bendum Fornas Bhinneka Tunggal Ika), dan banyak lagi Ketua Sinode, Gembala sidang dan pendeta yang hadir.

Humas “Damailah Indonesiaku” mengatakan, Dr. Antonius Natan, mengatakan, bahwa,  para pemimpin Gereja menyadari bahwa doa dan campur tangan Tuhan Sang Pencipta langit dan bumi merupakan hal utama yang perlu dilakukan oleh umat Kristiani di Indonesia. Keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan yang sangat banyak harus terus dirajut dan dirawat secara bersama. Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia masih terus diuji. “Gereja memiliki tanggung jawab sosial dan mengajak seluruh umat Kristiani agar menjaga hubungan damai sejahtera dan membawa terang serta menjadi garam yang bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak,” kata Antonius.

Menurut Antonius, acara yang diselenggarakan dibagi dalam 2 bagian besar. Pada sesi pertama, merupakan ajang ekspresi anak-anak muda dan seluruh umat menyatakan rasa syukur dan komitmen panggilan hidup yang kudus, menghidupi hukum kasih dan tidak kompromi terhadap dosa. “Demikian juga di hampir 500 kota berdoa serentak diberbagai gereja dan ruang pertemuan dari berbagai denominasi seakan sekat tembok dogma menjadi tiada, semua larut dalam doa dan ini merupakan bentuk manifestasi betapa Umat Kristiani mencintai tanah air Indonesia. Acara ini terhubung di 555 Kabupaten Kota dan Mancanegara melalui Life Streaming pada jam 5 sore hingga 7 malam WIB. Merupakan suatu anugerah bahwa berbagai anak-anak Tuhan dari Mancanegara ikut mendoakan Indonesia. Betapa Indonesia adalah “biji mata Tuhan” Indonesia menjadi pusat kegerakan Doa Kesatuan yang belum pernah terjadi pada abad ini. Ini merupakan Doa Syafaat terbesar sepanjang sejarah Berdoa Bagi Bangsa yang sebelumnya kita kenal seperti National Prayer Conference yang diadakan tahun 2005 atau World Prayer Assembly tahun 2012.

Indonesia sedang dilawat Tuhan, persiapan Doa Kesatuan ini kurang dari satu bulan. Tetapi umat Tuhan dan Pemimpin Gereja merespon dan sepakat Berdoa Kesatuan Bagi Damailah Indonesiaku,” Papar Antonius.

Selanjutnya doa  juga dinaikkan agar umat Tuhan menyadari dan menerima keberagaman sebagai kekayaan dan bersedia bekerjasama dengan semua pihak untuk mewujudkan kemajuan Indonesia, umat Tuhan Indonesia tetap setia untuk berdoa dn menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. GT