Presiden Joko Widodo menerima Pimpinan & Staf PGI di Istana Merdeka Jakarta

Sekolah Subsidi Harus Untuk Orang Miskin, Bukan Orang Kaya!

Ki-ka: Helly Maryati.,B.Sc (celeg DPRD Partai Demokrat) bersama Pdt. Dr. Bernalto.,Ph.D

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Kebijakan pemerintah tentang gas elpiji dan pupuk bersubsidi diperuntukkan orang miskin memang tepat sasaran. Namun, ada regulasi yang salah tentang sekolah subsidi untuk anak unggulan. “Menurut saya ini bertentangan dengan UUD 45. Contohnya, di Pademangan ada satu keluarga memiliki 3 anak menempati rumah ukuran 1,5 m x 3 m. Perabot yang dimiliki hanya kompor dan kasur busa lipat.Anak anaknya mau tidur saja harus antri.Akibatnya, perolehan hasil NEMnya kecil dan terlempar dari sekolah subsidi serta harus sekolah di sekolah swasta itupun yang “abal abal” karena miskin.Guru swasta tidak mau urus KJP karena tidak ada uang transport seperti guru sekolah subsidi.Alhasil rapot ditahan karena tunggakan SPP.Fakta di luar Jakarta bahkan Sekolah Subsidi ada masih pungut SPP dan biaya buku. Seharusnya sekolah subsidi itu buat orang miskin. Sehingga pemerintah bisa melihat bahwa kemampuan orang miskin itu segini. Biar anak orang miskin menjadi pintar dan anak-anak orang kaya tidak masuk sekolah subsidi,” tutur Pdt. Dr. Bernalto, Ph.D yang juga mementori salah satu Caleg DPRD DKI dari partai demokrat, Helly Maryati.,B.Sc yang beragama Muslim.
Melihat persoalan tersebut, Bernalto mengkritisi bahwa tidak seorangpun Jendral Kristen, Pejabat Kristen, Anggota DPR Kristen, Ketua Sinode, Ketua Aras atau bahkan Team Kampanye Presiden 01 dan 02 yang membahas dan memperbaiki regulasi sekolah subsidi ini. Begitu pula, tidak ada satu caleg di luar Jakartapun yang angkat itu.Mereka tidak mau keluar uang ongkos dan konsumsi ketemu masyarakat. “Padahal mau dapat uang dan pensiun seumur hidup jika jadi anggota DPR.Coba jika uang pensiun seumur hidup diganti tunjangan kematian apa masih ada yang mau jor joran jadi anggota DPR? Satu Dapil 6 kursi diperebutkan 19 partai dan masing mading partai saja majukan 6 caleg DPR per Dapil.Masih muda dan bawa nama orang tua maju jadi caleg.Sudah terkenal dan jadi artis plus bagi voucher dan sembako sehingga dipenjara,” ungkap Bernalto juga mengkritisi tidak ada Sinode yang bangun Sekolah Gratis dan Rumah Sakit Gratis.Yang ada bangun sekolah mahal dengan pake nama ayat Alkitab dan undang 1-2 orang anak Pendeta desa untuk iklan menyelubungi bisnis dan politik gereja.

Bernalto mengaku bahwa, saat ini dirinya bersama para pilantropis sejati membangun sekolah gratis dari PAUD hingga SMA yang kerjasama KJP dan Klinik Gratis kerjasama BPJS. “Makanya saya mau teruskan agar regulasi sekolah subsidi itu tepat sasaran dan berjalan baik. Saya nitip kepada caleg DPRD DKI, Ibu Helly. Saya juga nitip ke Ibu Helly agar para ibu rumahtangga itu bisa wirausaha untuk mendukung suaminya, punya penghasilan, serta kesehatan anak-anaknya dapat terjamin melalui melalui kebijakan pemerintah,” papar Bernalto. GT

Perjalanan LAI 65 Tahun Wujudkan Alkitab untuk Semua

JAKARTA, VictoriousNews.com — Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) merayakan Hari Ulang Tahunnya ke-65 pada Sabtu (9/2/2019) di Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta. Perjalanan LAI selama 65 tahun ini sudah berupaya dan berusaha mewujudkan Alkitab untuk Semua. Ini menjadi tagline (slogan/motto) LAI dalam melanjutkan perjalanan bagi umat Kristiani di Indonesia. Read More

Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Imlek Nasional di JIEXPO Kemayoran Jakarta

Jakarta, Victoriousnews.com,-Perhelatan akbar perayaan tahun baru Imlek nasional 2019 yang digelar di Hall B3 & C3 JIEXPO Pekan Raya Jakarta Kemayoran pada Kamis (7/2) disambut sukacita oleh ribuan masyarakat keturunan etnis Tionghoa dan tokoh lintas agama yang hadir. Pasalnya, dalam perayaan Imlek tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menjadi tamu istimewa untuk membuka acara sekaligus menyampaikan kata sambutan penting, khususnya kepada masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Kehadiran Presiden Jokowi memang menjadi magnet dan sangat dinantikan oleh para hadirin. Meskipun acara baru di mulai pada pukul 10.00, pengunjung telah memadati venue berukuran 22.000 meter persegi tersebut sejak pukul 8.00 pagi.  Ruangan yang telah menjelma menjadi “lautan merah” tersebut menjadi riuh ketika Presiden Jokowi tiba di lokasi. “Jokowi! Jokowi!” demikian teriakan orang-orang yang hadir di lokasi Perayaan Imlek.

Langkah Jokowi menuju ruangan sempat tersendat selama 30 menit. Hal tersebut terjadi lantaran orang-orang yang hadir berebutan ingin selfie dengannya. Setelah Jokowi tiba di ruangan, acara pun di mulai dengan menyanyikan lagu nasional. Indonesia Raya. Jokowi mulai menyapa semua yang hadir ketika ia naik ke atas panggung.

Setelah menyapa, ia sempat diam beberapa menit. Diamnya tersebut membuat seisi ruangan menjadi hening. “Xin Nian Kuai Le,” ujarnya dengan nada terbata-bata. Mendengar ucapannya tersebut, para hadirin histeris.

Selama menjadi presiden, Jokowi mengungkapkan kali ini adalah pengalaman pertamanya menghadiri acara Imlek. “Alasan saya baru pertama kali datang karena selama ini undangan Imlek yang saya terima biasanya terpecah-pecah. Undangan Imlek dari Organisasi A, undangan imlek dari Asosiasi B, pusing saya,” tuturnya.

“Ketika masyarakat etnis sudah bersatu untuk membuat acara Imlek Nasional, saya pasti datang,” tegas Jokowi. Presiden menuturkan bahwa persatuan harus mulai terjalin di masyarakat. Tak hanya antarmasyarakat etnis Tionghoa tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga berpesan, saat Pemilu 17 April nanti agar seluruh masyarakat datang ke TPS masing-masing untuk menyalurkan hak pilihnya. “Jangan sampai ada satupun yang tak hadir di TPS. Jangan mau ditakut-takuti. Dan jangan takut ketika ditakut-takuti,” ujar Presiden.

Tampak hadir dalam perayaan Imlek tersebut adalah Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saiffudin, Wakil Presiden Era Soeharto Try Sutrisno, Tokoh Muhamadiyah Buya Syafii Maarif dan masih banyak lagi. GT/Dy-1.foto: eric f

Dr. Ali Mochtar Ngabalin: Indonesia hidup dalam keberagaman sejak dulu, semua pihak yang bawa isu SARA harus ditindak tegas

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Yayasan Komunikasi Indonesia (Yakom) dan Persatuan Wartawan Indonesia (Pewarna Id) menyelenggarakan talkshow edukatif dengan tema, “Warna Politik Untuk Keberagaman Indonesia” dengan menampilkan narasumber tunggal Dr Ali Mochtar Ngabalin dan dimoderatori oleh Dr Bernard Nainggolan, Selasa (7/08/2013) di gedung Yayasan Komunikasi Indonesia, Jalan Matraman Raya 10A, Jakarta Timur. Read More

Kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Asia Tenggara

JAKARTA,VICTORIOUSNEWS.COM,-Selama berada di Indonesia, Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia Joko Widodo. Juga pertemuan dengan forum bisnis dan public gathering dengan masyarakat India yang tinggal di Indonesia. Ada beberapa kerja sama yang ditandatangani dengan Presiden Joko Widodo dan beberapa agenda publik lainnya. Kami yakin hubungan bilateral kedua negara semakin meningkat, mengingat India dan Indonesia telah memiliki strategic partnership sejak tahun 2005. Demikian ditegaskan Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat dalam konferensi pers pada Senin pukul 16.00-17.00 WIB, 28 Mei 2018 di Lantai 1 Room Mutiara 1 (The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan) Jalan Dr Ide Anak Agung Gde Agung Kavling E.1.1 Nomor 1 (Kawasan Mega Kuningan, Jakarta). Read More

Bukber Anggota DPR-RI, Ir. Ahmadi Noor Supit., MBA: Soksi mendesak DPR segera menyelesaikan undang – undang terorisme

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Berpeci putih, kemeja panjang warna senada dipadu celana panjang hitam serta duduk di kursi. Ir H Ahmadi Noor Supit MBA, sang tuan rumah menjadi satu-satunya makmum yang turut menunaikan Shalat Tarawih malam itu, Minggu, 20 Mei 2018. Gerakan demi gerakan dan rekaat demi rekaat dilakukan secara khusuk mengikuti gerakan imam yang memimpin ibadah. Tetapi, ketika seluruh jemaah duduk di lantai dengan menekuk kedua kakinya ke belakang, dia mengambil posisi duduk di kursi hingga sholat usai. Read More

LEMBAGA ALKITAB INDONESIA TERBITKAN ALKITAB HIDUP SEJAHTERA BERKEADILAN

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Hadiah terbesar dari Allah kepada umat Kristen pasca Kristus terangkat ke Sorga adalah Roh Kudus, Gereja, dan Kitab Suci (Alkitab). Ketiga hal ini bukanlah hasil penemuan atau upaya dari umat Kristen tetapi dengan sengaja dihadirkan di dunia oleh Allah untuk mewujudkan Kerajaan Allah yang telah datang (…”Datanglah Kerajaan-Mu”…) di dalam dan melalui Kristus, yakni dengan menghadirkan shalom Kristus bagi umat manusia, dalam dimensi keselamatan, keadilan, kesejahteraan yang utuh, dan menyeluruh. Di sini peran gereja dan umat Kristen sangat penting. Hal itulah yang mengemuka dalam peluncuran sekaligus bedah Alkitab yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia dengan tajuk “Hidup Sejahtera Berkeadilan” di Gedung LAI lantai 10, Salemba Jakarta Pusat, Jumat (6/4). Read More