Ini Dia 5 Berkat Profetik Yang Disampaikan Oleh Dr. Morris Kepada Umat Kristiani Indonesia

Ini Dia 5 Berkat Profetik Yang Disampaikan Oleh Dr. Morris Kepada Umat Kristiani Indonesia

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Pada hari kedua, acara Indonesia Conference of The Holy Spirit yang diselenggarakan di Integrity Convention Center lantai 10, Mal Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat (Jumat, 27/9), tampak para peserta yang hadir dipenuhi kuasa Roh Kudus dan merasakan hadirat Allah luar biasa.


Setiap pujian dan penyembahan yang dinaikkan kepada Tuhan, membawa para peserta masuk ke lorong hadirat Tuhan yang sangat dalam. Sehingga ketika penginjil lintas bangsa, Rev. Dr.Morris Cerullo menyampaikan kotbahnya, hampir seluruh peserta yang memadati ruangan berkapasitas ribuan itu dipenuhi kuasa Roh Kudus dengan karunia-karunia berbahasa lidah.

Five Prophetic Blessings yang dilepaskan oleh Rev. Dr.Morris Cerullo pada hari kedua (Jumat, 27/9) di MGK Kemayoran Jakarta.

Sebelumnya, para peserta dibagikan selembar kertas yang berisi tentang Five prophetic blessings (5 pesan berkat profetik/kenabian) bagi umat Kristiani Indonesia yang ditulis oleh Pastor Morris Cerullo. 5 pesan profetik yang ditulis dalam bahasa Inggris itu kemudian dibacakan dan dilepaskan secara langsung oleh Morris ketika menyampaikan kotbahnya dan doa pengurapan.


Seluruh isi 5 pesan berkat profetik tersebut semuanya tertulis dalam Alkitab, diantaranya: Pertama, God will be an enemy to your enemies/ Tuhan akan memusuhi lawan-lawanmu (Exodus/Keluaran 23:22). Kedua, God will be bless your daily provision/ Tuhan akan memberkati makanan atau perbekalan seharimu (Exodus/ Keluaran 23: 25). Ketiga, God will take sickness from you/ Tuhan akan mengambil atau menyembuhkan penyakitmu (Exodus/Keluaran 23: 25). Keempat, God will prolong your days upon earth/ Tuhan akan memberikan umur panjang di bumi (Deuteronomy/Ulangan 4:40). Dan kelima, God will love, bless and multiply you/Tuhan akan mengasihi, memberkatimu berlimpah-limpah (Deuteronomy/Ulangan 7: 13).

Para peserta membawa kertas berisi 5 pesan profetik ke depan panggung dan didoakan secara khusus oleh Dr. Morris Cerrulo

“Tuhan akan menggenapi destiny atau tujuan hidup saudara semua. Kata destiny itu sebenarnya seperti tertulis dalam alkitab yang saya sampaikan tadi malam yakni dalam kitab Amos 3:7. Tuhan tidak akan melakukan apa-apa kecuali menyatakan rahasia-rahasianya melalui hamba-hambaNya yaitu para nabi. Saudara saat ini berada dalam pengurapan kenabian. Saat ini Tuhan sedang membuka mata rohani saudara. Saudara sedang melihat kepada masa depan. Saudara akan melihat apa yang akan terjadi di Indonesia. Karena Tuhan telah melepaskan destiny, bahwa Indonesia akan menyembah Tuhan. Saudara akan berjalan dalam roh dan kebenaran,” papar Pastor Morris dalam kotbahnya selama hampir 1,5 jam sekaligus mengimpartasikan pengurapan kepada ribuan peserta. SM

88 Tahun Masih Berapi-Api Melayani Tuhan, Dr.Morris Cerullo: Saya Diutus Tuhan Ke Indonesia Untuk Melepaskan Pesan Profetik

Penginjil Lintas Bangsa, Rev.Dr. Morris Cerullo saat berkotbah hari pertama di ICC- MGK, Kemayoran Jakpus (Kamis,26/9)

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Seminar dan Kebaktian Kebangunan rohani bertajuk “Indonesia Conference of The Holy Spirit” (ICHS) yang digelar selama dua hari berturut-turut (26-27 September) di Integrity Convention Center Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, menampilkan sejumlah pembicara, diantaranya adalah: Pastor Gary Whetstone, Pastor Tony Mulia, Pastor Raymond Moi, Pastor Jose Carol serta pembicara utama Pastor Morris Cerullo.

Ps. Dr. Tony Mulia saat menyampaikan firman Tuhan di ICC-MGK (Kamis, 26/9)

Pada hari pertama, Kamis (26/9), Ketua Panitia ICHS, Pastor Tony Mulia menyaksikan kedahsyatan Tuhan bekerja ketika dirinya bersama tim berkunjung dan meyampaikan seminar tentang ‘Memutuskan Kutuk Generasi’ di Kota Ambon serta pulau Seram (Waipia dan Masohi), Maluku. “Luar biasa dahsyat Tuhan bekerja di Ambon dan Pulau Seram. Di sana kami bersama tim menggelar seminar, memutuskan kutuk generasi. Kami juga melakukan doa-doa profetik untuk kota Ambon dan Maluku. Sebelum terjadi gempa di Ambon kemarin, awal September saya sudah sampaikan kepada Bapak Walikota Ambon saat itu, bahwa umat Kristen harus banyak berdoa. Karena Tuhan akan menggoncangkan orang-orang benar yang sungguh-sungguh berserah dan berdoa kepada Tuhan. Kami juga melakukan pelayanan KKR penyembahan memutuskan kutuk generasi, serta doa-doa profetik di Pulau Seram,” tukas Ps Tony Mulia dalam kotbahnya.
Pastor Tony juga kerap dikenal dengan sebagai hamba Tuhan yang kerap menggunakan angka dalam setiap pelayanannya. Misalnya, dalam kepercayaan kepercayaan orang China, angka 4 dianggap angka mati (Sie) atau sial. “Sebenarnya N angka 4 adalah angka malaikat seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu 4:7-8. Ironis memang, di Hongkong dan Taiwan tidak ada gedung lantai 4, 14, 24 atau 40-an karena dianggap angka kematian. Tetapi bagi anak-anak Tuhan, orang percaya angka 4 adalah angka malaikat,” tegas Tony sembari menambahkan bahwa ketika malaikat datang merupakan keuntungan bagi setiap umat manusia.Seperti kata Paulus dalam Injil Filipi 1:21 “Karena bagiku, Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Pastor Gary Whetstone

Ps.Gary Whetstone asal San Diego, USA, Dalam khotbahnya, menegaskan bahwa kita sebagai umat tebusanNya diberikan kuasa atau ‘power of God’ untuk mengalahkan iblis. Oleh karenanya, kita harus memakai kuasa Tuhan itu dengan benar. “Tuhan Yesus yang membela dan menyelesaikan masalah terhadap musuh kita. Dia meletakan musuh kita sebagai pijakan kakiNya,” tukas Pastor Gary.
Pastor Gary mencontohkan melalui kisah dalam Alkitab, yakni runtuhnya tembok Yerikho dan pertarungan antara Daud melawan Goliat.

 Baca juga

Ini Dia 5 Berkat Profetik Yang Disampaikan Oleh Dr. Morris Kepada Umat Kristiani Indonesia

“Musuh menaruh perlindungannya kepada tembok Yerikho. Berkat doa-doa yang dinaikkan, akhirnya kuasa Tuhan bekerja meruntuhkan tembok Yerikho itu. Begitupula dengan orang filistin yang mempercayakan kekuatannya kepada Goliat dikalahkan Daud atas nama nama kuasa Tuhan,” tandas Gary.


Sementara itu, pembicara utama Pastor Dr. Morris Cerullo mengatakan dalam kotbahnya, bahwa dirinya itu diutus Tuhan untuk datang kembali ke Indonesia. Dr. Morris pun mengaku, bahwa dirinya membuat pernyataan bukan dengan iman, melainkan sifatnya profetik. “Ada orang-orang di dalam ruangan malam hari ini, yang akan menerima karunia-karunia luar biasa dari Tuhan. Tuhan akan pakai saudara. Kita akan melihat dalam Roh, Indonesia akan berbalik kepada Tuhan. Apakah disini ada yang percaya kepada nubuatan-nubuatan? Jujur, saya tidak pernah mengharapkan untuk datang kembali ke Indonesia. Karena Saya sudah sering ke Indonesia selama bertahun-tahun. Waktu itu saya masih muda sekali. Ketika pertama kalinya saya datang ke Menado. Itu kota pertama kali saya datang. Saya melakukan KKR terbuka yang besar. Kemudian kota demi kota. Sampai akhirnya saya mendarat di Jakarta. Sudah lebih dari 50 tahun yang lalu. Bahkan ada sebagian saudara yang belum lahir saat ini. 50 tahun yang lalu, saya dengan tim datang ke Jakarta. Waktu itu saya baru berusia 30 tahunan,” ujar Ps Morris di hadapan ribuan peserta yang hadir di ICC MGK Kemayoran, Jakarta Pusat.


Pastor Morris juga sangat bersyukur masih dapat melayani Tuhan Yesus meski usianya sudah menginjak 88 tahun. “Dalam beberapa hari lagi, saya akan berulang tahun yang ke 88 tahun. Tuhan masih memberikan kesempatan untuk melayani sampai saat ini. Saudara tahu saya harus naik pesawat lebih dari 20 jam untuk sampai di tempat ini. Padahal usia saya sudah 88 tahun. Harusnya saya sudah tidak naik pesawat lebih dari 2 jam,” papar Morris.


Lanjut Morris, ketika Ia datang ke Indonesia pertama kali di Jakarta, justru disangka orang gila karena melakukan KKR di stadion yang bisa menampung 300 ribu orang. “Waktu itu jumlah gereja di Indonesia masih sedikit. Banyak orang yang bilang, siapa anak muda gila ini? Mau melakukan KKR Kristen di stadion terbesar di Indonesia. Mereka bilang ini pasti orang gila. Baru kemudian, satu hari dihadiri beberapa orang, hari kedua beberapa orang lagi datang. Hari ketiga, beberapa orang lagi datang. Saudara tanya pada saya Brother Cerullo apa yang terjadi saat itu? Saya kasih tahu, yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh melompat dan bersukacita dan hadirat Tuhan memenuhi stadion tersebut dengan 300 ribu orang.Itu adalah pengalaman pertama saya pelayanan di Jakarta,” ungkap Pastor Cerullo.


Pastor Morris menegaskan bahwa kehadirannya di Jakarta ini merupakan penugasan khusus dari Tuhan. “Saya berpikir tak akan datang lagi ke Indonesia. Sekitar setahun yang lalu, Roh Kudus datang ke dalam rumah saya. Saudara percaya bahwa Roh Kudus masih dapat berbicara kepada kita sampai hari ini? Dan saat itu Roh Kudus berbicara kepada saya, tujuan dari Roh Kudus adalah untuk berkomunikasi kepada kita. Untuk berbicara kepada kita, untuk menuntun kita. Dan Roh Kudus membawa kepada saya suara Tuhan. Kata Tuhan, “Aku mau kamu pergi ke Indonesia satu kali lagi”. Saya Tuhan?, kenapa Engkau mau aku datang lagi ke Indonesia? Hanya untuk 2 hari? Harus terbang jauh-jauh dari Amerika. Saya bilang Tuhan, kenapa bukan tempat yang belum pernah saya datangi? Kenapa harus kembali lagi ke Indonesia? Tuhan berkata anakku, Aku mau pakai kamu untuk melepaskan nubuatan. Engkau akan melepaskan nubuatan dari Roh Kudus yang akan memutarbalikkan Indonesia. Saudara percaya? Yang saya tidak sadar bahwa ketika saya tiba di Indonesia kali ini akan ada masalah, ada kekacauan, di jalan-jalan. Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengutus saya ke sini. Untuk melepaskan 5 nubuatan profetik. Bahkan hari ini Roh Kudus, berbicara di kamar hotel yang kecil. Agar saya menuliskan dan dicetak, agar besok pagi saya akan minta dari gembala maupun panitia untuk dapatkan nubuatan-nubuatan itu dan diprint. Sehingga besok malam ketika saudara datang, saya mau nubuatan ini dibagikan kepada saudara.Karena saya tidak mau melepaskannya secara verbal. Seringkali saudara lupa. Tuhan bilang, tuliskan…tuliskan…Jadi besok malam harus datang. Saya minta besok malam besok datang. Kita akan akan datang ke tempat ini dan kita akan menerima nubuatan. Saudara akan diurapi.Ada satu ayat kecil di Alkitab, ditemukan dalam kitab Amos 3: 7, “Tuhan Allah tidak berbuat apa-apa……….”
Dia tidak akan melakukan apa-apa, bukannya Cuma 50 persennya. Dia tidak akan melakukan apa-apa. Tuhan tidak akan melakukan apa-apa kecuali Dia terlebih dahulu menyatakan rahasia-rahasianya malam hari ini. Roh pewahyuan sedang dilepaskan malam ini. Tuhan melepaskan rahasia-rahasianya kepada para nabi. Saudara percaya ini? Kalau Moris diutus kembali datang ke Indonesia, itu diutus oleh Tuhan. Bukan karena diundang gembala. Tetapi diutus Tuhan. Maukah saudara berkata berkata “Tujuan”, Allah yang saudara layani, adalah Allah yang memiliki tujuan. Sekarang apa yang kita perlukan adalah Roh pewahyuan. Tuhan membawa kehendak saudara dan tujuan saudara,khususnya di Jakarta. Tuhan akan menyatakan dirinya di Indonesia,” pungkas Pastor Morris disusul dengan doa pengurapan yang dahsyat bagi umatNya dan hamba-hamba Tuhan yang hadir. SM

PGI Turut Berduka Atas Wafatnya Presiden ke 3 RI, Prof. BJ Habibie

Gereja-gereja di Indonesia mengungkapkan dukacita mendalam atas berpulangnya Presiden ke 3, Presiden BJ Habibie. “Beliau adalah seorang negarawan sejati yang telah meletakkan dasar-dasar demokrasi di Indonesia,” begitu ungkap Sekretaris Umim Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pendeta Gomar Gultom.

Sekali pun masa kepresidenannya singkat, namun pada masa kepemimpinannya banyak dicabut regulasi yang menghambat proses demokrasi. Presiden Habibie berhasil mendorong berbagai cara menuju kebebasan pers, pembebasan tahanan politik Orba serta dialog awal masalah Papua. Ia adalah satu-satunya pemimpin Indonesia yang pada tahun 1998 percaya pada laporan “masyarakat anti kekerasan” tentang adanya kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan etnis Tionghoa selama kerusuhan Mei 98.

Atas nama pemerintah, Presiden Habibie juga tidak sungkan meminta maaf dan menandatangani Keppres pendirian Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadao Perempuan, sebagai salah satu bentuk pengakuan negara terhadap peristiwa Kekerasan Seksual, Mei 1998, sekaligus sebagai wujud tanggung-jawab negara mencegah segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Presiden Habibie juga berjasa juga pada kemajuan bidang dirgantara Indonesia, serta kemajuan iptek lainnya.

Sebagai negarawan, walau sudah tidak menjabat, Presiden Habibie tetap menunjukkan pengabdian tulus bagi bangsa. Dalam berbagai kontestasi pilkada maupun pilpres, kehadirannya selalu menenteramkan semua pihak. Presiden Habibie yang non-partisan ini kehadirannya selalu diterima oleh semua pihak. “Kita sungguh kehilangan beliau. Semoga amal baktinya diterima di sisi Tuhan,” tutur Pdt. Gomar Gultom dalam rilis yang dikirim kepada wartawan (Rabu, 11/9) malam. SM

Serah Terima Jabatan Kepemimpinan Ketum BPH Pdt. Dr.Japarlin Marbun kepada Ketum BPH Terpilih Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham

Serah terima Jabatan Kepemimpinan Pdt. Japarlin Marbun kepada Pdt. Rubin Adi Abraham di Graha Bethel (Selasa, 10/9)

JAKARTA,Victoriousnews.com,-Pdt. Dr. Japarlin Marbun memberikan sambutan singkat dan menyerahkan kepemimpinan kepada Ketua Umum baru, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham. Serah terima ditandai dengan penanda-tangan naskah serah terima jabatan, dokumen asset GBI,dokumen Keputusan MPL, dokumen Keputusan Sinode GBI XVI dan laporan keuangan bank secara singkat. Acara Sertijab dilaksanakan di Graha Bethel, Jakarta [Selasa, 10/9].

Pada kesempatan ini, Pdt. Dr. Japarlin Marbun didampingi mantan Sekum [Pdt. Paul R. Widjaja] dan mantan Bendahara Umum [Pdt. Ir. Suyapto Tandyawasesa]. Sementara itu, Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham, MTh Ketum BPH didampingi oleh Pdt. Himawan Leenardo [Bendahara Umum] dan Pdt.dr. Josafat Mesach [Sekum BPH GBI] periode 2019-2023.

Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengatakan dirinya telah mengabdi selama 28 tahun di GBI ini ibarat membayar hutang karena pendidikan dirinya dibiayai oleh GBI.  Usai kuliah, ia melayani di BPH sebagai Sekretaris III dan lanjut ke S-3. “Hutang telah diselesaikan pada akhir Sinode GBI XVI. Saya lega, hutang sudah lunas. Tugas-tugas yang diemban sudah diselesaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan terima kasih kepada MP, semua pihak yang telah membantu periode 2019-2023, gereja-gereja GBI yang telah mensuport BPH dengan memberikan perpuluhan dengan setia (tertinggi di periode ini), terima-kasih semua kepengurusan BPH GBI, staf dan karyawan BPH GBI.

Pdt. Dr. Japarlin Marbun mengerti betul perjuangan karyawan BPH GBI. Ia dan team melakukan revisi besarnya angka penggajian. Saat ini minimum UMR dan diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawan BPH GBI. Soal daerah, ia memberikan saran agar pelayanan di daerah dan komunikasi semakin membaik ke depan. Lebih giat dan kerja -keras untuk memberdayakan GBI lokal di daerah-daerah.

Pdt. Paul R. Widjaja mengatakan GBI lebih maju dan berkembang. Kita dihadapkan penuaian jiwa yang lebih besar. Tepat jam 12.05 WIB penanda-tangan dilakukan oleh pejabat lama ke pejabat BPH GBI yang baru.

Ketum BPH GBI baru dalam sambutan singkatnya mengatakan suksesi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Ia adalah pemimpin ke -7 BPH GBI. Tapi ia tidak melupakan Ketua Umum periode sebelumnya yakni Ketum ke-1 sampai ke-6. “Yang kurang ditingkatkan, yang lebih ditingkatkan, kami perlu didukung, kita musti SEHATI agar visi Om Ho tercapai,” pungkasnya. Acara selesai jam 12.35 WIB dan dilanjutkan dengan ramah-tamah. Selamat Bertugas dan Melayani di ladang Tuhan. (Sumber: berita bethel.com/pram)

Dr. Ir. Benny Hutahayan, M.Th Terpilih Sebagai Ketua IKA STT REM

Ki-ka: Hartanto Lokas, SH menyerahkah bendera Alumni STT REM kepada Dr. Benny Hutahayan (Ketua IKA) STT REM terpilih dan disaksikan langsung oleh Ketua STT REM, Dr. Yogi Dewanto,.MBA

JAKARTA,Victoriousnews.com, Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) menggelar reuni akbar alumni sekaligus memilih ketua Ikatan Alumni STT REM menggantikan Hartanto Lokas, SH (Sabtu, 7/9).  Acara diawali dengan ibadah yang dilayani oleh Pdt. Dr. Ir. Binsar Pangaribuan sebagai pembawa firman Tuhan. Sedangkan kesaksian pujian, dibawakan oleh Bonny Christian.

Dr. Benny Hutahayan (Ketua IKA STT REM)

Tampak hadir dalam acara tersebut, Pdt. Dr. Yogi Dewanto (Ketua STT REM), Pdt. Dr. Binsar Pangaribuan, para dosen pengajar, alumni STT REM dari berbagai angkatan, serta mahasiswa/wi STT REM.

Dalam rapat alumni bersama para dosen pengajar sepakat memilih Dr. Benny Hutahayan, M.Th sebagai ketua Ikatan Alumni (IKA) STT REM dan Erwin Setiono, M.Th (wakil ketua IKA) menggantikan Hartanto Lokas,SH.SM

 

 

Pengurus BPH GBI Beraudiensi Dengan Ditjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury,M.Si

JAKARTA, Victoriousnews.com, –  Pengurus Badan Pekerja Harian Gereja Bethel.Indonesia (BPH GBI) yang dipimpin oleh Ketua Umum BPH Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham berkunjung ke kantor Ditjen Bimas Kristen kementerian Agama RI , Prof. Dr. Thomas Pentury di jalan MH Thamrin No.5 Menteng Jakarta Pusat (Senin, 9/9) pagi.

Adapun tujuan dari audiensi tersebut selain melaporkan hasil Sidang Sinode GBI XVI yang digelar di Sentul (27-30 Agustus) yang lalu, juga memperkenalkan pengurus baru BPH periode 2019 sd 2023. Tampak hadir dalam pertemuan yang disambut hangat oleh Prof.Thomas tersebut adalah: Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham (Ketum BPH GBI),  Pdt. Josafat Mesakh (Sekretaris Umum), Pdt. Himawan Leenardo (Bendahara Umum) , Pdt. Gilbert Lumoindong, Pdt. Juan Mogi, Pdt. Y Wiryohadi, Pdt. Josia Abdiseputra, Pdt. Hengky So, Pdt.Johan Handoyo dan Pdt. Ariasa Supit. SM

Susunan Pengurus BPH GBI periode 2019 sd 2023

 

GBI Victorious Family Gelar Training Bagi Pengerja “The Basics Of Serving God”

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Guna membangkitkan serta memotivasi dalam melayani Tuhan, GBI Victorious Family penggembalaan Pdt. Abraham Conrad Supit menggelar pembekalan/ training “The Basics Of Serving God” (Sabtu, 7/9) di Apartemen Robinson.

Ki-ka: Ps. Abraham C Supit (Gembala GBI VIFA), Ps. Levina (wakil gembala 1), Ps. Monique Supit (Wakil Gembala 2), Ps. Levi Samudro dan Ps. Edward Supit usai acara training pengerja (Sabtu, 7/9)

Acara pembekalan dalam melayani Tuhan ini dihadiri sekitar 200 orang pengerja yang terhisap dalam pelayanan GBI Victorious Family (VIFA), tersebar di 8 cabang (Jakarta, Tangerang dan Bogor) yakni: VIFA Apartemen Robinson, Hotel Ciputra lt.6, Hotel Orchadz, Hotel Ozone PIK, Kelapa Gading, Ruko Mahkota Mas, Raden Saleh dan Tak Ek Tjoan Bogor.


Training The Basics Of Serving God ini digagas oleh wakil gembala II, Ps. Monique Supit serta menghadirkan dua pembicara, yakni Ps. Levi Samudro dan Ps. Edward Supit.

Ps. Levi Samudro ketika menyampaikan materi training

Senior Pastor GBI Victorious Family, Ps. Abraham C Supit menyambut baik dan tampak sukacita ketika menghadiri Training Basics of Serving God. ‘Sebagai gembala saya mengucapkan terimakasih kepada para leaders:, Pembina, YMGS, seluruh pengerja yang hadir saat ini. Terutama Ps.Monique yang telah menggagas acara ini dengan baik dan luar biasa. Walaupun persiapannya hanya 1 minggu, tapi luar biasa hasilnya saat ini bisa dihadiri seluruh cabang GBI Victorious family,” tukas Ps.Abraham Conrad Supit.


Dalam pemaparannya, Ps. Levi menyampaikan 2 judul materi: yakni “Melayani Tuhan Dengan Segenap Hati” dan “Melayani Sebagai Keluarga Allah”. “Sebagai pelayan Tuhan, kita harus melayani dengan segenap hati,” tutur Ps. Levi dengan mengutip ayat Alkitab, Matius 22: 37; Kolose 3: 23 ; dan Amsal 4:23.
Ps. Levi menegaskan jika kita tidak melayani dengan segenap hati, pasti maka kebalikannya pelayanan tersebut akan timbul dari hati yang sakit. “Ciri-ciri pelayanan yang berasal dari hati yang sakit adalah: Pertama, selalu mau bersaing supaya terlihat hebat untuk menunjukkan bahwa mereka berguna. Kedua, selalu membandingkan diri dan cemburu dengan orang lain. Ketiga, melayani supaya terlihat baik di mata manusia. Keempat, melayani untuk mendapatkan keinginannya, jika tidak mendapatkan akan tersinggung, marah dan memilih pelayanan. Kelima, tidak merasa aman dalam pelayanan. Nah, seharusnya kita wajib melayani seperti Tuhan Yesus mencontohkan hidupnya bagi kita ( 1 Yoh 2:6),” tutur Ps. Levi.
Selain itu, Ps. Levi menekankan dalam materinya, bahwa gereja adalah sebuah keluarga dengan melandasi firman Tuhan yang terambil dalam Efesus 2: 11; Roma 8: 15; Yoh 21: 5.


“Maksudnya sebagai keluarga adalah tentu, kita gereja itu seperti hubungan Bapa, Ibu dan Anak. Nah sebagai Bapa kita dalam gereja ini adalah gembala Ps.Abraham Supit. Kita semua disini adalah anak-anaknya yang bertugas membantu pelayanan Bapa,” urai Ps. Levi.

Menurut Ps. Levi, menjadi anak yang baik kita harus melakukan beberapa hal: pertama, menyadari bahwa memiliki ikatan khusus dengan Bapanya. Kedua, harus sehati sepikir, memiliki Rohnya sama dengan Bapanya. Ketiga, bersedia mendengar didikan bapanya. Keempat, memiliki kesetiaan. Kelima, mentaati Bapanya. Sedangkan sebaliknya menjadi Bapa yang baik, tentu saja harus menjadi teladan bagi anaknya, memperjuangkan anaknya supaya lebih maju, seorang Bapa harus mendoakan dan menjaga anaknya dari bahaya penyesat serta menginvestasikan waktu bagi anaknya,” papar Ps. Levi
Sementara Ps. Edward Supit menyampaikan materi berjudul “Admosphere”. Maksudnya, seorang pelayan Tuhan harus bisa menciptakan admosfer yang baik dalam pelayanan. “Misalnya, setiap pelayan atau volunteer bisa mengecek kebersihan toilet, ruang ibadah, kursi, lantai, mimbar serta seluruh peralatan (dekorasi/seating Layout) yang berkaitan dengan pelayanan ibadah,” ungkap Ps. Edward.
Menurut Ps. Edward, sebagai pelayan Tuhan, kita wajib membiasakan untuk senyum ketika memberi salam kepada jemaat atau sesama pengerja. Inilah yang namanya cark park ministry, karena jika kita tidak memberikan yang terbaik, jemaat akan menilai pelayanan kita kurang baik. “Coba sewaktu, kita melayani sebagai penerima tamu sambil cemberut, marah atau wajah kita tampak tak bersahabat, pasti minggu depan jemaat kita tidak akan datang lagi. Budayakan kita tersenyum, karena senyuman bisa membawa damai sejahtera ketika beribadah,” kata Ps.Edward.
Setelah mengikuti pembekalan, para pengerja juga mendapatkan gift tas bagi yang beruntung dan diundi berdasarkan formulir data yang telah dikumpulkan.
Para pengerja dari berbagai cabang tampak antusias dan tertib mengikuti training melayani Tuhan yang memakan waktu 5 jam lebih. “Kini saatnya saya akan membagikan sertifikat sebagai penghargaan kepada seluruh pelayan Tuhan yang hadir saat ini. Tentu mempersingkat waktu, saya akan panggil leader atau YMGSnya saja untuk maju ke depan mewakili pengerja masing-masing cabang,” papar Ps. Monique ketika memanggil para leaders dan meminta Ps. Abraham C Supit untuk menyerahkan sertifikat. Selamat Melayani Tuhan dengan segenap hati! SM.

Artis Senior Rima Melati Hadiri Ibadah PD Regatta sekaligus Merayakan HUT ke 85 Ibu Grace Affan Supit

5 bersaudara kakak beradik. Ki-ka: Pdt. Oke Supit, Ibu Grace, Ibu Conny, Bapak Andre, dan Pdt. Abraham C Supit

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Persekutuan Doa Reggata (PD Regatta) masih konsisten menggelar ibadah secara rutin (setiap hari Kamis malam). Dan tahun ini PD Regatta telah berusia 5 tahun. Demikian dikatakan oleh Ketua PD Regatta, Pdt. Oke F Supit dalam ibadah sekaligus merayakan HUT ke 85 Ibu Grace Affan Supit ( Kamis, 5/9).


Tampak hadir dalam ibadah tersebut adalah : Artis lawas Rima Melati, Ibu Conny Arya, Pdt. Oke Supit, Pdt. Abraham C Supit, Pdt. Feba Affan, Pdt. Ayub Vredrik,Pdt. Reo Panggabean dan para handaitaulan serta jemaat setia PD Reggata.

Artis kawakan Rima Melati (kedua dari kiri) tampak pose bersama dengan keluarga besar PD Regatta di Apartemen Regatta, Pluit Jakarta Utara

Pdt. Ramsir Talumepa dalam khotbahnya mengutip ayat alkitab yang terambil dalam Lukas 13: 22-30 dengan perikop ‘Siapa Yang Diselamatkan’. ” Sebagai umat Kristen, yang telah diselamatkan Tuhan Yesus, tentu kita juga harus menjadi terang dan garam bagi orang lain. Supaya banyak jiwa yang diselamatkan dan mengenal Yesus sebagai juruselamat,” pesan Pdt. Ramsir Talumepa dalam kotbahnya.

Pdt. Oke F Supit (Ketua PD Regatta)

Sementara itu, Ibu Grace yang berulang tahun tepat tanggal 4 September, tampak bersukacita ketika menyampaikan kesaksian didampingi Pdt. Feba Affan. “Puji Tuhan, bahwa saat ini Tuhan telah tambahkan umur setahun lagi. Dan saya masih sehat. Semuanya karena Tuhan sungguh baik dalam hidup saya,” tutur Ibu Grace.


Sedangkan Ibu Conny Arya juga sangat bersyukur kepada Tuhan, karena mujizatNya, disembuhkan dari sakit leukimia. “Puji Tuhan, saya sempat dirawat di sebuah Rumah Sakit di Singapura. Waktu itu saya divonis, sakit leukumia, dan saya hanya pasrah kepada Tuhan Yesus melalui doa. Saya juga berterimakasih karena banyak saudara dan sahabat yang mendoakan saya agar sembuh. Dan akhirnya mujizat terjadi, Tuhan sembuhkan saya. Puji Tuhan saya bisa ikut ibadah kembali di tempat ini,”papar Ibu Conny penuh syukur.
Di akhir acara, Pdt. Abraham C Supit memimpin doa berkat. Disusul dengan menyanyikan lagu Happy Bday serta tiup lilin merayakan HUT ke 85 Ibu Grace. SM

UPH Raih Peringkat 23 Nasional di Ranking UI GreenMetric 2018

Suasana taman UPH, Karawaci Tangerang

TANGERANG-BANTEN, Victoriousnews.com,-Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil menempati posisi ke-23 dari 66 universitas nasional serta posisi ke-451 dari 719 universitas dunia dalam ranking UI GreenMetric 2018, sistem ranking universitas yang diakui secara internasional yang berbasis kriteria-kriteria sustainability lingkungan. Kriteria penilaiannya mencakup Setting & Infrastructure (rasio dan jumlah lahan hijau di wilayah universitas), Energy & Climate Change (penggunaan energi secara efisien dan penggunaan energi terbarukan), Waste (pengolahan sampah), Water (pengolahan air), Transportation (penyediaan transportasi massal di kampus serta upaya lain untuk mengurangi polusi dari kendaraan), serta Education & Research (rasio dan jumlah mata kuliah dan organisasi mahasiswa yang berfokus pada pemeliharaan lingkungan).

Dari aspek Setting & Infrastructure,  serta pengelolaan sampah dan air, kampus UPH sudah dipersiapkan sejak awal berdirinya dan didukung infrastruktur di lingkungan Lippo Village, Karawaci, Tangerang. UPH mendesain kampus dengan konsep green campus, dimana area kampus didominasi oleh taman hijau dan rindang, menciptakan lingkungan yang aman dan sehat, serta kondusif untuk belajar begitu juga untuk beraktivitas.

Perencanaan penanaman pohon dan tanaman ini pun ditindaklanjuti dengan pemeliharaan rutin oleh tenaga outsource yang secara khusus merawat dan menjaga kebersihan taman setiap harinya. Pengelolaan sampah  di lingkungan kampus UPH diolah khusus menjadi kompos. Juga disediakan lahan untuk pembudidayaan tanaman, guna menghasilkan tanaman-tanaman baru yang  nantinya ditambahkan di lingkungan UPH, agar dapat semakin mewujudkan suasana kampus yang asri.

Selain perwujudan taman hijau, UPH juga secara rutin mengkampanyekan kampus yang bebas rokok. Setiap tahunnya, organisasi-organisasi mahasiswa bergabung untuk menyuarakan gerakan bebas rokok, yang selain menjaga lingkungan juga mewujudkan gaya hidup generasi muda yang lebih sehat.

Mahasiswa di UPH juga diajak untuk secara aktif peduli lingkungan melalui kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan semangat cinta lingkungan. Seperti project pengabdian masyarakat yang dikoordinasi departemen kemahasiswaan, diantaranya yang sudah dilakukan menanam 3.000 bibit pohon bakau di Pantai Marunda, Jakarta Utara. Mengadakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala (mahasiswa pencinta alam) yang rutin mengadakan kegiatan jelajah alam.

Bahkan dari segi transportasi, UPH mengatur infrastrukturnya sedemikian rupa sehingga tempat parkir, drop off, dan pick up di area luar kampus dan terintegrasi dengan akses menuju kampus, sehingga mahasiswa dapat menikmati kampus yang bebas polusi tanpa harus berjalan jauh setiap hari.

Para dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi juga aktif melakukan riset terkait lingkungan, seperti prodi Arsitektur, Bioteknologi, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Industri dan Biologi. Beberapa riset yang sudah dilakukan diantaranya manajemen  pengelolahan sampah, teknologi ramah lingkungan,  pemanfaatan solar cell, dan beberapa topik lainnya.

UPH terus meningkatkan aspek-aspek green campus, sebagai tanggung jawab kepada lingkungan sekaligus kepada masyarakat. Dengan demikian UPH  layak menjadi pilihan unggul bagi siswa yang mencari kampus yang kondusif untuk belajar, serta pilihan terbaik bagi orang tua untuk mengirim anak-anak mereka belajar di kampus aman dan sehat.

UI GreenMetric 2018 menyadari inisiatif UPH serta universitas-universitas lainnya untuk mendorong generasi muda lebih menyadari kepentingan menjaga kondisi bumi yang semakin lama semakin berbahaya. Posisi ke-23 nasional dan 451 sedunia ini mendorong UPH untuk terus berkembang dan lebih lagi fokus pada penyediaan ruang hijau, serta melakukan riset secara lebih mendalam di bidang pelestarian lingkungan, guna mewujudkan kampus yang sehat bagi seluruh mahasiswa dan publik. SM/MT

WISUDA STT REM XII: “Pemimpin Kristen Milenial Yang Relevan Dalam Era Revolusi Industri 4.0”

Foto bersama seluruh wisudawan/ti bersama Dirjen Bimas Kristen dan civitas akademika STT REM

JAKARTA, Victoriousnews.com,- “Pemimpin Kristen Milenial Yang Relevan Dalam Era Revolusi Industri 4.0”.  Demikian tema yang diangkat dalam Wisuda Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (STT REM) ke XII di Apartemen Robinson, Jl. Jembatan Dua Raya No.2,  Jakarta Utara, (Sabtu, 31/8). Tampak hadir dalam acara wisuda tersebut adalah:  Prof.Dr. Thomas Pentury, M.Si (Dirjen Bimas Kristen RI), Dr.Abraham Conrad Supit (Ketua Yayasan Conrad Supit Center), Dr. Yogi Dewanto, MBA (Ketua STT REM), Dr. Antonius Natan, M.Th (Wakil Ketua I),  Dr. Agus Sutantri., M.Th (Wakil Ketua II), Dr. Rahtomojati (Wakil Ketua III), Dr. Binsar Pangaribuan, Dr. Jaswin Damanik, Dr. Lenny Chendralisan, Dr. Ellyazer Pada,.M.Th, Yusak Itong Suryana, M.Th dan sejumlah dosen pengajar STT REM, Rektor STT Jaffray Jakarta, Dr. Nasokhili Giawa, M.Th serta tamu undangan dan para orangtua wisudawan/ti. Sebanyak 28 orang wisudawan/ti yang ditahbiskan dalam wisuda STT REM ke XII (Sabtu, 31/8/2019), terdiri dari 3 orang Sarjana Teologi (S.Th, 11 Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.K), 14 Magister Teologi (M.Th).

Steven R Palit, M.Th (Ketua Panitia Wisuda STT REM)

        Ketua Panitia Wisuda STT REM, Pdt. Steven R Palit., M.Th, dalam kata sambutannya,mengatakan bahwa, momentum yang terindah bagi setiap para mahasiswa selama mereka menempuh studi adalah sesuatu yang sangat luar biasa ketika pada saat ini diwisuda yang ditandai dengan dipindahkannya kucir atau tali yang ada di topi wisuda dari sebelah kiri ke sebelah kanan dari akademik menuju kepada kreativitas untuk berkarya sebagai satu legitimasi konkrit tanda sahnya mereka mendapatkan legalitas akademik. “Mereka telah melewati suatu proses yang penuh dengan perjuangan yang tidak instan dan telah mencapai garis finish hasil dari usaha yang gigih tekun dan disiplin selama mereka mengikuti proses studinya atau finishing well,” tukas Steven.

 

Lanjut Steven, Dunia semakin canggih dengan berbagai Industri Modern yang semakin maju di era revolusi industri 4.0, demikian brand yang saat sekarang ini sebagai penyebutan di era modernisasi. “Oleh karena itu setiap para lulusan harus siap bersaing dengan segala pengetahuan yang ada dan pasti tidak kalah bersaing di era revolusi industri 4.0, dikarenakan semua memiliki peluang yang sama,  pastinya yang siap akan berkompetisi dengan baik tanpa meninggalkan esensi sebagai murid Kristus. STT REM mengambil tema pemimpin Kristen milenial yang relevan dalam era revolusi industri 4.0 sebagai wujud bahwa siap bersaing dengan para lulusan yang mumpuni dan tentunya siap berkarya di era ini.  Itu sebabnya, para penamat sudah dibekali dengan pengetahuan secara kepemimpinan yang mumpuni yang siap diaplikasikan di manapun dan tentunya siap berkarya di era tersebut,” papar Steven.

Dr. Rahtomojati, M.Th (paling depan-kiri)

          Sementara itu, Dr. Rahtomojati.,M.Th dalam kotbahnya mengutip kitab Matius 20: 24-28. “Apakah kepemimpinan Yesus masih relevan dengan kehidupan zaman sekarang? Tentu saja masih sangat relevan. Karena pada saat ini sebagai pemimpin Kristen, kita harus meneladani kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus, yaitu: Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani. Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar harus melayani. Barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka, ia harus mau menjadi hamba.

Apalagi kehidupan zaman sekarang, kita memasuki revolusi industri 4.0. Ini tandanya banyak sekali, perubahan-perubahan dalam revolusi industri 4.0. Generasi ini umumnya ditandai peningkatan penggunaan dan keakraban berkomunikasi dengan teknologi digital.  Seorang pemimpin Kristen milenial harus memperhatikan perubahan perkembangan zaman pada saat sekarang ini. Apa dampaknya revolusi industri 4.0? Pesatnya perkembangan teknologi yang telah menggantikan tenaga manusia mengakibatkan tingkat penggunaan yang tinggi di kalangan anak muda. Sehingga banyak sekali pengangguran, semua diganti dengan semua serba digital,” ujar Dr. Rahtomojati.

Menurut Rahtomojati, sorang pemimpin Kristen milenial harus berperan aktif, dan harus inovatif mempersiapkan perubahan-perubahan yang terjadi dampak. “Seorang pemimpin Kristen milenial mesti memahami dan menyadari apa yang harus dilakukan. Pemimpin gereja atau pemimpin apapun kita tetap tanamkan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan,  bahwa kita ini hamba-hamba yang melayani kita bukan bos. Kita saat ini berada dan kepemimpinan Yesus masih relevan di era revolusi industri 4.0. Saya yakin Indonesia akan mengalami perubahan yang lebih dahsyat lagi untuk kemuliaan nama Tuhan khususnya STT Rahmat Emmanuel perubahan ke arah yang lebih baik buat lingkungan kita buat bangsa kita dan nama Tuhan dipermuliakan,” papar Dr. Rahtomojati.

Dr. Antonius Natan ketika membacakan SK Wisuda STT REM

Pada kesempatan tersebut, Dr. Antonius Natan, M.Th membacakan Surat Keputusan Ketua Sekolah Tinggi theologia Rahmat Emmanuel nomor 029/8/ 2019 tentang wisuda Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel tahun 2019. “Sesuai dengan ketentuan dan peraturan pendidikan Tinggi Teologi, maka telah diselenggarakan ujian bagi para mahasiswa mahasiswi Sekolah Tinggi theologia Rahmat Emmanuel STT REM Prodi Sarjana Teologi (S.Th), Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.K), Magister Teologi (M.Th), dan Magister Pendidikan Agama Kristen (M.Pd.K),” tukas Dr. Antonius.

Ketua Yayasan Conrad Supit Center, Dr. Abraham Conrad Supit

Ketua Yayasan Abraham Conrad Supit Center, Dr. Abraham Conrad Supit, dalam kata sambutannya berpesan kepada wisudawan/ti, bahwa kini zaman bergulir begitu cepat. “Keadaan seolah-olah berubah sangat cepat. Ini adalah tantangan yang sangat besar dan sekaligus juga membuka peluang yang sama besarnya. Era milenial telah mewarnai hampir seluruh tatanan hidup sosial. Ini dapat menjadi suatu persoalan besar, namun sekaligus juga menjadi peluang untuk lompatan yang sangat jauh. Menjadi persoalan adalah jika tidak mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk perubahan besar, dan menjadi peluang besar, jika institusi Pendidikan ini berhadi menyamakan ritme perubahan itu dalam dinamika terkini. Kita tidak dapat menghentikan perubahan. Oleh karena itu, pemimpin Kristen harus bisa masuk dalam perubahan global di era revolusi industry 4.0 dan bisa bersaing di era milenial, di zaman ini dengan tidak meninggalkan esensinya sebagai hamba,” tanda Dr. Abraham Conrad Supit.

Dr. Nur Imam Darmawan ketika menyampaikan kesaksian/kesan Alumni STT REM

     Dr. Nur Imam Darmawan, didaulat untuk menyampaikan kesaksian mantan alumni STT REM. “Saya kuliah di STT REM tahun 2012 saya lulus tahun 2014. Setelah 2014 saya melanjutkan lagi untuk meraih gelar Doktor Teologi,  Puji tuhan lulus tahun 2017. Latar belakang saya adalah Sarjana teknik mesin yang biasanya paling senang bongkar pasang mesin bubut, ngebor segala macam dan saya dipercayakan Tuhan untuk mengelola perusahaan perkapalan. Jadi perusahaan saya ada beberapa kapal tanker,” ujar Imam.

Sebagai alumni, Imam sangat bersyukur karena ketika belajar di STT REM tidak hanya ilmu pengetahuan Alkitab,  namun juga belajar mengenai pembentukan karakter. “Nah, ketika belajar pembentukan karakter, apapun tantangan masalah boleh terjadi dalam dunia bisnis,  pasti Tuhan tolong dan memberikan jalan keluar. Jadilah pemimpin pemimpin Kristen membawa dampak perubahan, khususnya di era milenial saat ini. Dan dimanapun Tuhan tempatkan, kita harus menjadi terang dan garam bagi masyarakat, bangsa dan negara,” urai Imam.

Ketua STT REM, Dr. Yogi Dewanto, M.BA ketika menyampaikan kata sambutan

Ketua STT REM, Dr.Yogi Dewanto, M.BA,  dalam kata sambutannya, menegaskan, bahwa era modern bergulir, dengan pesatnya dan tidak memandang bulu, tidak melihat siapa kita, semuanya dituntut harus siap bersaing dengan segala keilmuan yang ada, agar tidak ketinggalan zaman. Oleh karena itu, lulusan STT REM juga dituntut untuk bisa masuk dan bersaing dalam era globalisasi dengan teknologi industry yang semakin canggih di era revolusi industry 4.0. “Inilah perubahan yang ada dan nyata di mata kita. Suka tidak suka semua kita dibawa masuk pada zaman ini di era milenial, dimana semua memiliki peluang yang sangat besar termasuk lulusan STT REM, dan saya berkeyakinan bahwa lulusan (output) STT REM siap bersaing di era milenial revolusi industri 4.0. Pemimpin yang ada di STT REM, siap masuk dan bersaing di era milenial revolusi industri, inilah juga yang menjadi buah pemikiran kami STT REM yang tertuang dalam tema wisuda,” ungkap Dr. Yogi sembari memuji kepemimpinan Pak Ariasa Supit, STT REM sangat terkenal karena setiap bulan mengundang Menteri untuk memberikan kuliah umum.

Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si (Dirjen Bimas Kristen RI) ketika menyampaikan kata sambutan

Dirjen Bimas Kristen RI, Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si  berpesan kepada para wisudawan/ti, bahwa, pemimpin Kristen di generasi milenial harus punya kemampuan untuk memimpin, terutama di Era Milenial ini. Karena di era milenial ini, persaingannya begitu ketat. Oleh karenanya, saya ingin mengajak lembaga-lembaga pendidikan tinggi teologia di Indonesia untuk menata sistem pendidikan Kristen atau pendidikan teologi di Indonesia. Karena generasi saat ini, gadget menjadi alat yang tidak bisa kita hindari mengikuti seluruh perkembangan serba mudah. STT REM ini luar biasa, tadi disebut Pak Yogi sejak Pak Ari memimpin itu mungkin sangat terkenal. Sangat terkenal karena dihadiri oleh para pejabat negara dan menyampaikan kuliah umum. Anda semua mesti bersyukur mendapat pencerahan dari orang-orang yang hebat. Dalam kerangka itu memang harus kita bangun sebuah sistem yang standar dan terstandar dengan baik,” ungkap Profesor di bidang matematika ini bersemangat.

Pria kelahiran Ambon, 17 Mei 1963, mengungkapkan, bahwa membangun pemimpin di era ini harus memiliki quality (kualitas) yang baik. “Kalau kita bicara kuantitas atau jumlah lembaga pendidikan Pendidikan Tinggi itu relatif. Misalnya, jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam dengan  Kristen  rasionya rasionya 1 berbanding 2. Menjadi lembaga pendidikan Tinggi Teologi yang potensial bagi perwujudan kesatuan tubuh Kristus yang sempurna dan meliputi semua gereja yang sebetulnya jadi pergumulan gereja,” tutur Dirjen yang kerap disapa Prof.Tomy.

Mantan Rektor Universitas Pattimura ini sangat visioner dan ramah. Gagasannya selalu bersifat solutif.  Dalam kata sambutannya Prof.Tomy juga menyinggung soal kebebasan beribadah yang terjadi di Riau baru-baru ini, soal Papua, soal kesatuan gereja serta mengenai pendidikan. “Saya punya gagasan, Pertama,  yakni menstandarisir pendidikan Kristen mulai dari dasar, menengah dan tinggi. Kedua penguatan gerakan Oikumene. Harus kita pahami disini, sejak awal kemerdekaan itu gereja yang Esa, saya menawarkan hal ini kepada STT REM. Nah dalam sidang Raya PGI nanti saya mau membicarakan untuk menggantikan nomenklatur sinode kita Gereja Kristen Indonesia. Jangan sampai kita dibilang Kristen Barat, atau Kristen Belanda. Tapi benar-benar Kristen Indonesia,” papar Dirjen.

Ketua STT Jaffray Jakarta, Dr. Nasokhili Giawa (paling kiri) pose bersama dengan Ketua STT REM, Ketua Yayasan, Dirjen Bimas Kristen usai acara

Ketua  STT Jaffray Jakarta, Dr. Nasokhili Giawa, M.Th, ketika dimintai komentarnya terkait wisuda STT REM, mengungkapkan bahwa rangkaian acara yang disusun luar biasa. “Saya menikmati acara yang sangat luar biasa, terutama tema yang diangkat bagaimana kita menghadapi pelayanan di masa sekarang sehubungan dengan milenial ini. Generasi ini perlu diperharikan, perlu diberi tempat yang cukup, sehingga menjawab kebutuhan generasi milenial ini. Selamat untuk STT REM, maju terus!,” kata Dr. Nasokhili usai acara. SM