Susuk: Kutukan Kecantikan, Bukan Sekedar Film Horor

News, Seleb542 Views

Victoriousnews.com,-Bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Visionari Capitol Film Fund, Visinema Pictures mempersembahkan film. bertajuk “Susuk: Kutukan Kecantikan”. Sebuah film horor yang dijadwalkan tayang mulai 31 Agustus 2023. Film produksi Good Work ini lebih dari sekadar film horor biasa, yang membawa pesan penting tentang masalah insecurities yang dialami perempuan. Diperankan Hana Malasan, Ersya Aurelia dan Jourdy Pranata, film “Susuk: Kutukan Kecantikan” mengangkat mitos tentang susuk, suatu cara memasukkan benda asing ke dalam tubuh seseorang secara mistik untuk mendapatkan suatu kelebihan.

Susuk identik dengan ilmu gaib yang membuat penggunanya susah meninggal apabila belum dicabut. Film ini mengeksplor mitos susuk lebih dalam dan disajikan dengan penuh teror yang dibalut fenomena insecurity yang dialami perempuan. “Ketika kita ngobrol bareng tim tentang susuk ada hal yang mewakili perasaanku terutama banyak perempuan di luar sana merasa insecure dengan penampilannya. Sehingga untuk bisa tampil lebih baik, sejumlah orang menggunakan cara instan dengan memakai susuk. Fenomena ini yang menarik untuk kita angkat lewat Susuk: Kutukan Kecantikan, berikut dengan segala resiko yang akan dihadapi ke depannya,” ungkap Novi Hanabi selaku produser tentang apa yang ingin disampaikan melalui filmnya.

Angga Dwimas Sasongko (produser eksekutif film, pendiri, dan CEO Visinema Pictures) menambahkan pandangannya mengenai ide cerita. Menurutnya, film ini bukan hanya menghadirkan horor, tetapi juga treatment spesial yang membuat film ini berbeda dari film horor lainnya. “Film horor punya tempat yang istimewa bagi penonton Indonesia. Visinema melihat hal ini sebagai sesuatu yang perlu didukung. Hadirnya film ini ikut mendukung pertumbuhan perfilman di Indonesia, khususnya film horor. Lebih dari itu, film ini juga hadir sebagai sebuah fenomena yang dekat dengan kehidupan di sekitar kita. Film ini menghadirkan mitos yang banyak dipercaya di sekitar kita, cerita yang kuat dan ditambah dengan kualitasnya yang berbeda. Bukan hanya horor, tetapi lengkap dengan teror dan sentuhan gore di dalamnya,” ungkap Angga Dwimas Sasongko.

Untuk melengkapi atmosfir horor, film “Susuk: Kutukan Kecantikan” mengambi llokasi syuting di Gunung Kidul, Yogyakarta. Tentunya dengan pemilhan set lokasi yang menyeramkan, seperti hutan, kuburan dan berbagai lokasi menyeramkan lainnya. Pemilihan lokasi ini tampak sempurna dengan akting para pemeran, yang sebelumnya telah melakukan pendalaman peran dan riset sesuai dengan peran masing-masing. Selain menyiapkan pendalaman peran dari sisi horor dilakukan juga pendalaman peran yang berkaitan dengan dunia malam. Hal ini dilakukan lantaran Laras, salah satu tokoh di film ini dikisahkan memiliki kehidupan yang dekat dengan dunia malam. Hal ini membawa Hana Malasan, aktris yang memerankan Laras melakukan riset ke tempat-tempat yang dekat dengan kehidupan Laras. Ia ingin memberikan persiapan yang maksimal untuk film ini mengingat “Susuk: Kutukan Kecantikan” adalah film horor pertama yang dibintanginya. “Untuk memerankan Laras, aku mencoba riset dan datang ke lokalisasi, berbicara dengan pelakor, hal ini aku lakukan supaya aku bisa tahu dunia yang ada di sekitar mereka. Kemudian, tantangan juga bagaimana menjadi Laras yang mengalami transformasi menjadi sosok yang mengerikan,” ujar Hana Malasan yang mengambil peran sebagai Laras, tokoh utama.

 

Film ini juga menjadi momen kembalinya Ersya Aurelia ke layar lebar. “Pas aku dengar ceritanya, aku merasa tertantang buat kembali ke film, karakter dan ceritanya mirip dengan kisah hidup aku. Menurut aku, di cerita ini ada banyak sisi aku yang belum aku keluarin di film-film sebelumnya,” ujar Ersya Aurelia yang berperan sebagai Ayu.

Dua pemeran utama perempuan ini membawakan pesan tentang insecurities dengan cara yang berbeda, melalui film horor. Pesan itu disampaikan dengan tegas lewat arahan sutradara Ginanti Rona. “Sebagai sutradara sekaligus perempuan, aku merasa lebih confident dan dekat untuk bawa pesan tentang perempuan ini melalui film. Kita punya budaya nonton film horor yang kuat. Jadi, aku mau bikin. film yang selalu punya ciri khas tersendiri. Aku. mau bawa pesan ini sebagai ciri khas itu,” ungkap Ginanti Rona.

Sebelum menyambangi bioskop ssecara reguler, film “Susuk: Kutukan Kecantikan” lebih dulu menyapa penonton dalam Special Screening pada Sabtu,26 Agustus 2023 di CGV Cyber Park Bekasi, Cinepolis Detos Depok, Tasik XXI, dan Ciplaz Lampung XXI. Juga pada Minggu,27 Agustus 2023 di Grage Mall Cirebon XXI, Sleman City Hall XXI, Cinepolis Malang Town Square, Rajawali Cinema Purwokerto. Pada Jumat, 25 Agustus 2023, film ini disuguhkan kepada awak media di XXI Epicentrum (Kuningan, Jakarta Selatan).

Film “Susuk: Kutukan Kecantikan” dibintangi aktris pendatang berbakat, termasuk Hana Malasan (sebelumnya membintangi “22 MMenit”, “Ben & Jody”). Ia beradu peran dengan Ersya Aurelia (“Killers”, ”Enam Batang”) dan Hourdy Pranata (“Kukira Kau Rumah”, “Pengabdi Setan 2”). Sederet pemeran berbakat lain mengisi cast film, seperti Muhammad Khan, Elang El Gibran, Izabel Jahja, Whani Dharmawan, dan M N Qomaruddin.

Film “Susuk: Kutukan. Kecantikan” mengangkat cerita tentang Laras (Hana Malasan). Dia ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai PSK dan memperbaiki hubungan dengan adiknya, Ayu (Ersya Aurelia). Namun, sebuah kecelakaan membuat Laras ditolak oleh kematian dan terus terjebak dalam sakaratul maut. Tubuh Laras terus. hidup, namun badannya mulai membusuk seperti mayat. Ditemani Arman (Jourdy Pranata), Ayu pun mencari berbagai cara untuk menyembuhkan Laras. Dengan mendatangi Damar (Whani Dharmawan), seorang kepala desa yang membantu Laras dan Ayu setelah orang-tua mereka meninggal, Ustad Rahmat (MN Qomaruddin), pemuka agama yang mengerti efek susuk yang terus memburuk, hingga meminta bantuan Prasetyo (Muhammad Khan), seorang dukun. Tapi, ternyata susuk di tubuh Laras bukanlah susuk biasa—tubuh Laras semakin membusuk dan menciptakan teror bagi Ayu, Arman, bahkan Warga Desa. Film “Susuk: Kutukan Kecantikan” tayang 31 Agustus 2023.

Visinema Pictures didirikan Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008. Beberapa film layar lebar Visinema adalah Cahaya Dari Timur Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Love for Sale, Keluarga Cemara, Terlalu Tampan, Generasi 90an: Melankolia, Pulau Plastik, Tarian Lengger Maut, NUSSA, Ben & Jody hingga film-film terbaru, seperti Mencuri Raden Saleh dan Keluarga Cemara 2.

Film Keluarga Cemara merupakan film keluarga Indonesia pertama yang berhasil meraih 1,7 juta penonton di awal tahun 2019. Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menjadi film pembuka awal tahun 2020 yang berhasil meraih 2,2 juta penonton.

Sedangkan NUSSA menjadi film animasi Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak di masa Pandemi 2021 dengan total lebih 440.000 penonton. NUSSA juga meraih Piala Citra 2021 sebagai film Animasi Panjang Terbaik.
Film-film produksi Visinema Pictures mempunyai visi progresif untuk menambah perspektif dalam melihat berbagai sisi kehidupan masyarakat di Indonesia. Selain itu, kualitas film yang dihadirkan Visinema berlandaskan pada keintiman pengalaman menonton setiap orang dan menjadikan sinema sebagai representasi seni dan kekayaan intelektual Indonesia.

Goodwork merupakan perusahaan distribusi dan pemasaran yang berbasis di Jakarta dan didirikan pada tahun 2017 oleh Ridla An Nuur dan Novi Hanabi. Fokus utama Good Work adalah mendistribusikan dan mempromosikan semua jenis. konten kreatif, seperti film, musik, buku, serial TV, dan event. Juga mengerjakan jasa produksi untuk perusahaan-perusahaan luar negeri yang berencana memproduksi film di Indonesia. @epa_phm

Leave a Reply