Sepanjang tahun 2025, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) bersama MPKW menjalani sebuah perjalanan pelayanan yang tidak ringan namun penuh makna. Sebanyak 80 pengurus MPK dan 550 pengurus MPKW terlibat aktif mengerjakan panggilan pelayanan dengan satu semangat besar: Duc In Altum—berani berlayar ke tempat yang lebih dalam. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan arah spiritual dan strategis yang menuntut ketaatan iman, keberanian keluar dari zona nyaman, serta kepercayaan penuh pada Firman Tuhan.
Pelayanan MPK sepanjang 2025 dijalankan dengan tiga nilai utama sebagai fondasi: Compassion sebagai hati, Collaboration sebagai penggerak, dan Creativity sebagai strategi. Melalui ketiga nilai ini, MPK rindu menghadirkan transformasi nyata bagi sekolah-sekolah Kristen di Indonesia, meski tantangan kerap terasa berat dan kompleks.
Firman Tuhan dari Lukas 5:1–8 menjadi cermin utama perjalanan ini. Kisah Simon Petrus yang taat menebarkan jala di tempat yang lebih dalam, meski sebelumnya gagal total, menjadi refleksi iman MPK. Ketaatan kepada Firman Tuhan—bukan pengalaman masa lalu—menjadi titik balik pelayanan, sekaligus pengingat bahwa terobosan lahir dari ketaatan, bukan kalkulasi manusia semata.
Dari perspektif strategi 7 Strong MPK, sepanjang 2025 terdapat banyak hal yang patut disyukuri. Lima aspek—Strong MPKW, Strong Staff, Strong Financial, Strong Partner, dan Strong Pray—telah bergerak hingga sekitar 50 persen kedalaman perjalanan. Sementara dua aspek lainnya, Strong Product dan Strong Brand, masih berada di kisaran 30 persen. Ini menandakan bahwa MPK dan MPKW tidak lagi berada di tepi pantai, tetapi juga belum mencapai kedalaman yang sepenuhnya transformatif. Perjalanan masih panjang, dan layar pelayanan perlu terus dikembangkan.
Makna Duc In Altum semakin menegaskan panggilan untuk taat, berani, dan percaya penuh pada Firman Tuhan. Namun perjalanan tidak berhenti di sana. Tahun 2026 ditetapkan sebagai kelanjutan yang utuh dan progresif melalui tema Fructus In Altum—sebuah peralihan dari ketaatan menuju keberbuahan.
Firman Tuhan dari Yohanes 15:1–8 akan menjadi dasar spiritual pelayanan MPK sepanjang 2026. Yesus menegaskan bahwa keberbuahan hanya mungkin terjadi ketika ranting tinggal di dalam Pokok Anggur yang benar. Kata “tinggal” yang berulang kali muncul menekankan pentingnya relasi intim dengan Kristus, bukan sekadar aktivitas pelayanan. Perumpamaan ini juga menjadi refleksi bagi murid sejati—mereka yang sungguh-sungguh dipanggil untuk berbuah dan berdampak.
Perjalanan dari Duc In Altum menuju Fructus In Altum juga tercermin dalam kehidupan tokoh-tokoh Alkitab seperti Abraham, Musa, Daud, Yusuf, Daniel, dan Paulus. Mereka semua mengalami proses ketaatan yang panjang sebelum menghasilkan buah pelayanan yang berdampak lintas generasi dan bangsa.
Menutup refleksi ini, MPK mengajak seluruh pengurus MPK dan MPKW untuk melanjutkan layar pelayanan dengan kesadaran rohani yang mendalam: “Buah lahir dari akar yang dalam, bukan dari daun yang rimbun.” Relasi yang intim dengan Tuhan jauh lebih penting daripada banyaknya aktivitas. Transformasi sekolah Kristen hanya akan terjadi ketika pelayanan benar-benar berakar kuat pada Kristus.
Dengan iman dan pengharapan, MPK melangkah ke tahun 2026 dengan satu seruan:
Fructus In Altum
1 Januari 2026


















