Pesan Komjen Pol.Dharma Pongrekun Dalam Kotbahnya di GBI REM Ciputra Lantai Dasar: Mumpung Masih Ada Kesempatan, Kabarkan Injil & Menangkan Banyak Jiwa!

Pesan Komjen Pol.Dharma Pongrekun Dalam Kotbahnya di GBI REM Ciputra Lantai Dasar: Mumpung Masih Ada Kesempatan, Kabarkan Injil & Menangkan Banyak Jiwa!

Ratusan Jemaat GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Tampak Antusias mendengarkan firman Tuhan, Minggu (19/1)

JAKARTA,Victoriousnews.com,- Wakil Kepala Badan Siber & Sandi Negara RI, Komjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun.,SH.,M.H.,MM menjadi pembicara dalam ibadah minggu raya di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol- Jakarta Barat. Dalam ibadah tersebut Komjen Dharma mengupas ayat Kitab 1 Timotius 6:10 a, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”. Menurutnya, di era digital seperti saat ini, setiap orang di seluruh dunia akan digiring menjadi hamba uang (cinta uang).“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan menyombongkan diri. Mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orangtua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama. Biang dosa, perkara kehidupan saat ini adalah uang. Bahkan gara-gara uang, orang bisa melakukan korupsi, tega membunuh, tidak peduli terhadap keluarga/ teman dan melakukan kejahatan lainnya. Coba kita perhatikan kekacauan yang terjadi selama ini ujung-ujungnya adalah uang. Uang berkaitan dengan angka-angka, besaran angka membuat orang menjadi diperhamba oleh uang. Sebab dengan uang banyak, manusia bisa menyombongkan dirinya. Inilah tanda-tanda akhir zaman,” tutur Komjen Dharma.

Komjen Dharma mengungkapkan, bahwa, di akhir zaman ini, tidak ada gunanya memiliki uang banyak, apartemen mewah, punya mobil mewah dan sebagainya. Jika hidup kita tidak berkenan kepada Tuhan. “Kita harus siap untuk tidak memiliki apa-apa, asal hidup kita benar-benar memuliakan nama Tuhan. Meskipun ada yang berpendapat bahwa apa yang kita miliki semua adalah titipan yang berasal dari Tuhan; itu pemahaman yang keliru. Yang benar adalah apa yang diperoleh dari Tuhan itu adalah anugerah dan kasihNya Tuhan kepada kita. Sehingga kita dapat mengembalikan untuk kemuliaan nama Tuhan. Artinya, kita diberikan mandat dari Tuhan untuk mengelolanya dengan baik dan benar. Tidak boleh menyimpang dari iman. Pertanyaannya sekarang, saudara mau masuk warga negara kerajaan Surga atau warga kerajaan neraka? Disini hanya ada dua pilihan. Jika kelakuan saudara tidak mencerminkan Kristus, ya bisa dipastikan akan menjadi penghuni neraka. Saatnya saudara menyiapkan diri, supaya hidupnya tahu akan dibawa kemana dan tidak menyesal. Sebab, ketika saudara mati, semua akan ditinggalkan. Kekayaan dan kemewahan hanyalah ilusi saja,” paparnya.

Ki-ka: Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM), Komjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun., SH (Wakil Kepala BSSN RI), Ps. Pengky Andu dan Bapak Johan Cramer berpose bersama usai ibadah.

 Lanjut Komjen Dharma, kini saatnya mengoreksi diri kita masing-masing. “Apakah saudara sudah menjalankan perintah Amanat Agung seperti yang tertulis dalam kitab Markus 28:19? Minimal bawa satu jiwa saja. Misalnya, kalau saudara memiliki keluarga yang belum mengenal Tuhan, sampaikan Injil kepada mereka. Jangan takut. Jika mereka tidak mau mendengar kabar Injil, ya tidak masalah, nanti kuasa Roh Kudus yang akan bekerja. Yang terpenting saudara telah menggenapi Amanat Agung tersebut. Sebab setelah saudara menerima keselamatan, maka tugas dan tanggungjawab kita adalah menyampaikan dan membagikan keselamatan itu kepada orang yang belum menerima Tuhan Yesus. Mumpung masih ada kesempatan, mari kita kabarkan Injil. Sebenarnya miris juga jika melihat kondisi manusia zaman di era kecanggihan teknologi saat ini. Kebanyakan mereka sangat tergantung dengan kecanggihan Smartphone/Gadget. Padahal disadari atau tidak, smartphone/gadget membuat orang menjadi ingin serba instan, addict (kecanduan), hingga menciptakan pertengkaran antar teman dan keluarga yang ujungnya dapat melemahkan sel-sel dalam tubuh. Banyak orang merasa lebih nyaman dan aman bila membawa gadget atau smartphone. Padahal kondisi tersebut justru dapat membuat manusia tidak lagi fokus, bahkan meninggalkan ajaran Tuhan,” tukasnya.

Masih kata Komjen, kitab Wahyu 13:16-18 mulai digenapi, bahwa saat ini ada agenda tersembunyi yang dimainkan oleh gerakan kelompok antikris untuk menguasai dunia melalui kemajuan teknologi dan penguasaan ekonomi global. Siber dunia maya saat ini dipakai iblis untuk memanipulasi dan menyamakan persepsi manusia di seluruh dunia yang digerakkan oleh kelompok antikris. Salah satu bentuk upaya penyeragaman dunia adalah penggunaan uang elektronik (digital money) melalui QR Code, yang nantinya semua transaksi jual-beli dan transaksi keuangan di dunia dilakukan secara digital. Strategi ke depan kelompok antikris adalah mendisain sebuah Chip yang akan ditanam di dahi atau tangan. Sekali lagi, saudara yang dikasihi Tuhan, mumpung masih ada kesempatan mari kita mengabarkan Injil dan memenangkan banyak jiwa di akhir zaman,” ungkap Komjen Pongrekun saat didampingi oleh Ps.Pengky Andu.

Di akhir pemaparannya, Komjen Pongrekun didampingi oleh Ps. Pengky Andu mempraktikkan simulasi mengenai gelombang positif atau negatif yang dipancarkan melalui smartphone/gadget. Pada saat itu, Ps, Pengky Andu memanggil Gembala Sidang GBI REM, Ps. Paulus Supit untuk memperagakan kinerja smartphone yang dapat melemahkan tubuh karena merusak seI-sel yang ada dalam tubuh. Menurutnya, smartphone mengandung energi atau gelombang elektromagnetik yang dapat mempengaruhi sel-sel tubuh manusia. “Kalau kita berbicara/menuliskan kebohongan di Whatspp atau SMS, bisa diuji kebenarannya. Dengan cara kita menunjuk tulisan tersebut dan salah satu tangan kita terangkat setengah/mendatar. Kemudian kita dorong ke bawah, jika tangan kita lemah berarti bohong. Tetapi jika tetap kuat berarti benar. Sebaliknya, jika kita memperkatakan firman Tuhan sembari memegang smartphone, kata-kata yang positif, maka tangan kita akan menjadi kuat walaupun sudah ditekan ke bawah,” ungkap Komjen mensimulasikan kinerja Smartphone atau Ponsel pintar di hadapan jemaat.

“Coba Pak gembala bilang kata-kata positif/memberkati,” kata Komjen Dharma meminta Ps Paulus Supit untuk menyampaikan hal positif. “Haleluya!,” tukas Ps Paulus. Dan pada saat itu tangan kanan Ps Paulus menjadi kuat. “Sebaliknya, ketika memperkatakan hal yang negatif, maka tangan kita  akan menjadi lemah. Oleh karenanya, kita harus conecting spirit dengan Surga, dengan cara memikirkan hal-hal yang positif dan memberkati seperti: haleluya, Tuhan memberkati, dan lain sebagainya. Dan di Alkitab pun sudah dituliskan dalam kitab  Fil 4:8; Kolose 3:2; pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bumi,” pungkas Komjen Dharma. SM

PERAYAAN IMLEK DAN TAHUN BARU DI ALKITAB

Jikau engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaah Allah (I Korintus 10:31).

1

       Apa yang berkesan atau yang paling Anda inginkan pada saat menyambut Tahun Baru Tionghoa (Imlek)? Makanan yang enak? Angpao? Atau bahkan kesempatan emas bisa berkumpul dengan sanak keluarga besar? Tahun Baru Tionghoa kali ini jatuh pada tanggal 25  Januari 2020 atau berdasarkan pengukuran kalender bulan adalah 2571. Kebanyakan orang-orang Tionghoa akan berkumpul atau pulang ke kampung orang tuanya (seperti lebaran kalau di Indonesia).

       Tahun baru imlek ditandai dengan warna merah sebagai lambang gembira, sukacita dan harapan yang baik di tahun yang baru yang dijelang. Perayaan di musim semi ini dilengkapkan dengan makan bersama dan tidak ketinggalan angpao atau amplop merah berisi uang dari orang tua kepada anak-anak. Sebagian orang percaya dengan menyapu rumah dan menyalahkan kembang api atau petasan pada saat menyambut tahun baru adalah untuk mengusir sial dan menyambut untung.

       Bagaimana dengan Tahun Baru di Alkitab? Imamat 23:23-25 & Bilangan 29:1-6 yang disebut sebagai tahun baru memiliki latar belakang yang berakar dari budaya Ibrani, yakni perayaan tahun baru dari kalender Israel yang dirayakan pada 1 & 2 Tishri 5776 (14 September 2015). Tahun baru Israel disebut Rosh Hashanah dan dirayakan dengan makanan yang manis-manis sama dengan Imlek, hanya saja maknanya adalah lambang janji Tuhan yang manis di tahun yang baru. Mereka biasa meniupkan shofar (sangkakala) sebagai lambang pertobatan dan komitmen total ikut Tuhan. Kebiasaan sebagian orang merayakan Tahun Baru Rosh Hashanah adalah dengan makan madu, apel dan roti seperti halnya perayaan Imlek dengan kue keranjangnya.

       Kedua budaya Israel dan tionghoa memiliki kesamaan dalam hal menyambut tahun baru, yakni mengharapkan hal yang sejahtera di masa pengkalenderan baru. Terlepas dari kepercayaan sial dan untung atau berkat dan kutuk; setiap orang yang menyambut tahun baru haruslah menyadari bahwa itupun adalah kasih karunia Tuhan. Prinsip Alkitab tidak mengajarkan “kebetulan” dan “takhayul”, namun mengajak setiap orang percaya Tuhan untuk ingat dan melibatkan Tuhan di tahun yang baru. Selamat  tahun baru Imlek 2020! *Berbagai sumber

ORANG YANG MELIBATKAN TUHAN DALAM HIDUPNYA, TIDAK AKAN KEKURANGAN PENYERTAAN TUHAN

3

Pandangan Iman Kristen Terhadap Imlek

Pdt. Dr. Berthy L Momor, M.Th

Banyak orang memanfaatkan momen untuk berkumpul bersama dan sebagai orang Kristen turut menyambut Imlek sukacita dan ada lagi yang memilih tidak merayakannya. Bagi kelompok lain merayakan perayaan Imlek dianggap kafir dan bertentangan dengan firman Tuhan.

Harus diakui bahwa asal usul perayaan Imlek dari kisah mitologis yang kurang tepat secara perspektif Kristiani. Tradisi pengusiran roh jahat melalui lampu lampion; petasan berwarna-warni jelas bertentangan dengan Alkitab. Motivasi pemberian angpao juga tidak selaras dengan prinsip memberi menurut iman Kristen. Apakah orang Kristen menolak hari raya Imlek? Sama sekali tidak. Kita perlu menyadari bahwa orang-orang Kristen dipanggil untuk mentransformasikan budaya (Kejadian 1:26-27; Yohanes 17:15-19);  tidak ada budaya yang bebas dari distorsi dosa dan tiap budaya memiliki elemen tertentu yang rusak oleh dosa.

Tugas orang Kristen bukan menghapus atau meniadakan elemen-elemen budaya melainkan mengubah elemen-elemen yang berdosa dengan kebenaran firman Allah. Kita terpanggil untuk menunjukkan keunggulan nilai-nilai Kristiani dengan memasukkan dalam praktek budaya tertentu dan memberi landasan filosofi Kristiani pada masing-masing elemen budaya. Di samping itu orang-orang Kristen terpanggil untuk menjadi saksi Kristus di dunia.

Makan bersama keluarga dan membagi-bagikan angpao, dua praktek ini pada dirinya sendiri tidak keliru. Kita harus menyediakan waktu untuk kumpul bersama keluarga dan berbagi kasih. Tanpa perayaan Imlek pun kita harus mengupayakannya, apalagi momen yang baik saat Imlek. Orang Kristen bisa memanfaatkan dan memodifikasi dua praktek ini supaya lebih Kristiani. Prinsip tentang berbagi kepada orang lain (pembagian angpao) perlu diwarnai dengan prinsip kasih kristiani. Kita mengasihi karena Allah lebih dulu mengasih kita (1 Yoh 4: 19).

Momen berkumpul bersama bisa diisi dengan persekutuan rohani yang menguatkan hal-hal yang bersifat netral; seperti pohon angpao; lampion serta atraksi lain, tidak mempunyai mitos-mitos di baliknya. Yang menjadi batu sandungan bagi sesama orang kristen sebaiknya dihindari, misalnya; gambar naga walaupun pada dirinya sendiri itu hanyalah sebuah seni lukis. Kita juga memikirkan situasi sebaliknya apabila kita memilih untuk tidak merayakan Imlek. Jika berada di lingkungan keluarga besar yang masih merayakan Imlek dan kita tidak mau berkumpul bersama mereka, hal itu akan menjadi syok atau keadaan juga tidak baik bagi mereka. Sikap apatis dan ofensif mereka terhadap kekristenan akan lebih mengkristal jika ada pilihan yang lebih bijaksana. Bila kita merayakannya, tetapi dengan konsep yang Kristiani dan memanfaatkannya sebagai kesaksian memberitakan iman kita. ***

Ibadah Syukur “Menghadapi Tantangan 2020 & Menjaga Benteng II” : Dunia Maya Saat ini Dipakai Iblis Untuk Menyamakan Persepsi Manusia di Seluruh Dunia

Komjen Pol.Drs. Dharma Pongrekun, SH., MH., MM ketika memaparkan materi di Premier Hall KTC HYpermall Kelapa Gading, Selasa (14/1/20)

JAKARTA,Victoriousnews.com,- “Menghadapi Tantangan 2020, Menjaga Benteng II” (Nahum 2:1). Demikian tema yang diusung dalam Ibadah Syukur Awal Tahun yang diselenggarakan oleh Generasi Muda SATU TUBUH bersama dengan JDS (Jaringan Doa Sekota), Selasa, 14 Januari 2020. Acara yang digelar di Premier Hall Lantai 2 Blok E, Gedung Hypermall KTC, Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading-Jakarta Utara ini dihadiri oleh para hamba Tuhan seperti; Pdt. Tony Mulia, Pdt. Budi Setiawan, Pdt. Ronny Daud Simeon, Pdt. Daniel Henubau, Pdt. Wahjono Aripin, Pdt. Aristarkus Tarigan, Pdt. Harsanto Adi, dan masih banyak lagi.

Foto bersama para hamba Tuhan

Dalam ibadah yang dikemas dengan format seminar tersebut menampilkan pembicara Komisaris Jendral Polisi Drs. Dharma Pongrekun.,S.H. M.H., M.M (Wakil Kepala Badan Siber & Sandi Negara RI). Dalam pemaparannya, Komjen Pongrekun mengungkapkan bahwa ada agenda tersembunyi yang dimainkan oleh gerakan kelompok antikris untuk menguasai dunia melalui kemajuan teknologi dan penguasaan ekonomi global. “Siber dunia maya saat ini dipakai iblis untuk memanipulasi dan menyamakan persepsi manusia di seluruh dunia yang digerakkan oleh kelompok antikris. Manusia zaman sekarang sangat tergantung dengan kecanggihan Smartphone. Gadget membuat orang menjadi ingin serba instan, addict (kecanduan), hingga menciptakan pertengkaran antar teman dan keluarga yang ujungnya dapat melemahkan sel-sel dalam tubuh,” papar Komjen Dharma Pongrekun.

Komjen Pol Dharma didoakan para hamba Tuhan

Saat ini, lanjut Komjen Dharma, banyak orang merasa lebih nyaman dan aman bila membawa gadget atau smartphone. Padahal kondisi tersebut justru dapat membuat manusia tidak lagi fokus, bahkan meninggalkan ajaran Tuhan. “Salah satu bentuk upaya penyeragaman dunia adalah penggunaan uang elektronik (digital money) melalui QR Code, yang nantinya semua transaksi jual-beli dan transaksi keuangan di dunia dilakukan secara digital. Dan barang siapa yang tidak ikut akan ditinggalkan bahkan bisa jadi akan dibunuh. ”Strategi kelompok anti kris adalah mendisain sebuah Chip yang akan ditanam di dahi atau tangan. Namun semua ini sudah tertulis dalam Kitab Wahyu 13:16-18,” tukas Pria kelahiran Sulawesi Tengah, 12 Januari 1966.

Komjen Dharma juga mengungkapkan bahwa sebelum hal itu terjadi, setiap orang di seluruh dunia akan digiring menjadi hamba uang (cinta uang). “Inilah tanda-tanda akhir zaman seperti yang tertulis dalam kitab 1 Timotius 6:10 dan 2 Timotius 3:2,  Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan menyombongkan diri. Mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orangtua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama. Biang dosa, perkara kehidupan saat ini adalah uang. Gara-gara uang orang tega korupsi, membunuh dan kejahatan lainnya tidak perduli terhadap saudara atau teman. Coba kita perhatikan kekacauan yang terjadi selama ini ujung-ujungnya adalah uang. Uang berkaitan dengan angka-angka, besaran angka membuat uang cinta uang karena dapat disombongkan,” tandasnya.

Memperdalam pemaparannya, Komjen Dharma, menjelaskan mengenai terjadinya revolusi industri 4.0 dan isu globalisasi yang juga menjadi bagian dari agenda antikris. “Nanti manusia digantikan dengan mesin, transportasi dan belanja online. Ini semua terekam oleh mereka. Dan mereka jadi tahu identitas, kebiasaan dan kemauan kita. Cara kerja mereka awalnya adalah dengan menciptakan ketakutan dan kecemasan. Lalu mereka datang sebagai solusi atau penolong. Nah saat itulah kita akan digiring ke dalam tujuan mereka yakni penyeragaman persepsi dunia,” urainya.

Untuk memperkuat pemaparannya, Komjen Dharma juga mempraktekkan kinerja smartphone yang dapat melemahkan tubuh karena merusak seI-sel yang ada dalam tubuh. Menurutnya, smartphone mengandung energi atau gelombang elektromagnetik yang dapat mempengaruhi sel-sel tubuh manusia. “Kalau kita berbicara/menuliskan kebohongan di Whatsapp atau SMS, bisa diuji kebenarannya. Dengan cara kita menunjuk tulisan tersebut dan salah satu tangan kita terangkat setengah. Kemudian tangan kita dorong ke bawah, jika tangan kita lemah berarti bohong. Tetapi jika tetap kuat berarti benar. Sebaliknya, jika kita memperkatakan firman Tuhan sembari memegang smartphone, kata-kata yang positif, maka tangan kita akan menjadi kuat walaupun sudah didorong ke bawah,” ungkap Komjen mensimulasikan kinerja Smartphone atau Ponsel pintar di hadapan jemaat.

Di akhir ibadah, Komjen Pol Dharma didoakan secara khusus oleh para hamba Tuhan yang hadir pada saat itu. SM

Saat Kotbah Di GBI REM Hotel Ciputra, Pdt. Kiky Tjahjadi., M.Th Sempat Mendoakan Pdt. Paulus Supit (Gembala Sidang), Pengerja & Jemaat!

 

Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th (Ketua BPD GBI DKI Jakarta) ketika menyampaikan firman Tuhan di GBI REM Hotel Ciputra Lt. Dasar Ruang Puri 5-6, Minggu, (12/1) malam

JAKARTA,Victoriousnews,com,-Ketua Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) DKI Jakarta, Pdt. Kiky Tjahjadi, M.Th tampak sangat antusias dan bersemangat ketika menyampaikan firman Tuhan di GBI REM Hotel Ciputra Lantai Dasar Ruang Puri 5-6, Grogol, Jakarta Barat (Minggu, 12/1) malam. Pdt. Kiky mengajak ratusan jemaat yang hadir untuk membaca firman Tuhan yang terambil dalam kitab Yesaya 45: 5-7, dengan tema “Nasib Mujur Atau Malang Seseorang Ditentukan Oleh Hubungannya Dengan Tuhan”. “Kata nasib dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna ‘sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang’. Demikian pula Alkitab yang tertulis dalam Yesaya 45: 7 b, Yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang. Jelas bahwa Nasib seseorang itu berada di tangan Tuhan,” ujar Pdt. Kiky Tjahjadi memulai kotbahnya.

Pdt. Kiky melontarkan pertanyaan, apakah saudara ingin bernasib mujur atau malang? Semua itu tergantung dari pilihan hidup kita. “Setidaknya ada 3 faktor yang dapat mempengaruhi nasib hidup kita menjadi baik (mujur) atau buruk (malang). Pertama, Akibat Ulah (Tingkah Laku Hidup) Kita ( Yeremia 4:18). Ulah atau tingkah laku ini sangat berpengaruh terhadap nasib seseorang menjadi baik atau tidak.Tetapi yang jelas, menurut survei, apabila seseorang itu ingin bernasib baik dan diberkati Tuhan, maka kita harus sungguh-sungguh mengikuti perintah firman Tuhan. Sebab hukum tabur tuai, seperti yang tertulis dalam kitab Galatia 6:7, itu sampai sekarang masih berlaku. Jika kita menabur kebaikan, pasti menuai kebaikan. Jika kita menabur kejahatan, suatu saat kita akan menuai apa yang kita lakukan di masa lampau.

  Kedua, akibat serangan kuasa kegelapan. Iblis dan antek-anteknya itu paling suka melakukan intimidasi pikiran dan hati kita. Oleh karenanya, kita harus menjaga hati dan pikiran kita agar serangan kuasa gelap dari si Iblis itu dapat ditolak. Kitab Amsal 4:23, berkata, “ Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Firman Tuhan ini sangat tegas bahwa setiap orang yang rindu kehidupannya cerah atau dengan kata lain masa depannya cerah, maka harus menjaga hati.

Saudara yang dikasihi Tuhan, lalu bagaimana solusi atau jalan keluar agar nasib mujur dan diberkati menjadi bagian dalam hidup kita? Jawaban yang ketiga adalah membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Dampak dari membangun hubungan yang intim (dekat) atau mencari Tuhan itu sangat luar biasa dan segala usaha kita pasti berhasil (2 Tawarikh 31:21). Dan lakukan yang terbaik serta perbuatlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23).

Sekali lagi, jika saudara ingin memiliki nasib yang baik dan diberkati Tuhan, maka jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri, tetapi fokuslah kepada Tuhan saja (Yos 1:7), serta buanglah segala sifat irihati atau suka menghakimi, sirik, dengki terhadap orang-orang yang berdosa (Amsal 23:17-18),” papar Pdt.Kiky.

Usai mengakhiri kotbahnya, Pdt. Kiky juga mendoakan Gembala Sidang GBI REM Pdt.Paulus T Supit beserta seluruh pengerja serta segenap jemaat yang sangat antusias menghadiri ibadah setiap Minggu Raya. “Saya berdoa untuk GBI REM dan Gembala Sidang Pdt. Paulus Supit, agar terus diberikan hikmat, kesehatan, dan diberkati Tuhan dalam memimpin jemaat Tuhan di Hotel Ciputra ini. HambaMu berdoa, GBI REM makin maju, diberkati dan dipakai secara dahsyat dalam ladang pelayanan. Juga berdoa untuk seluruh jajaran pengerja GBI REM di tempat ini, kiranya Tuhan Yesus juga memberkati setiap pelayanan dan jerih lelah mereka diperhitungkan oleh Tuhan. Tak lupa jemaat Tuhan yang sangat antusias untuk mengikuti ibadah di tempat ini, kiranya berkat kesehatan, pekerjaan dan apapun yang mereka lakukan senantiasa diberi keberhasilan,” pungkas Pdt. Kiky. SM  

Jonro I Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum Narwastu): Kriteria 21 Tokoh Kristiani Harus Berjiwa Nasionalis, Pancasilais, Serta Mampu Menginspirasi Banyak Orang

Tokoh Kristiani yang menerima penghargaan dari Majalah Narwastu, Jumat (10/1) di Graha Bethel Jakarta Pusat

JAKARTA,Victoriousnews.com,– Keluarga besar Majalah Narwastu yang dipimpin oleh Jonro I Munthe.,S.Sos menggelar Ibadah Syukur Natal & Tahun Baru 2020 sekaligus memberikan penghargaan (Award) kepada 21 tokoh Kristiani pilihan Majalah Narwastu. Acara yang mengusung tema “Mari Membantu Memperbaharui Dunia Dengan Kabar Baik” (Lukas 2:10-11) ini digelar di Graha Bethel, Jalan Achmad Yani No 65, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Stevano Margianto, Ketum Perkumpulan Wartawan Media Kristiani/PERWAMKI (paling kiri) ketika menerima Award dari Majalah Narwastu

Pdt. Dr. Nus Reimas dalam kotbahnya, menekankan nats Alkitab yang terambil dalam 1 Korintus 15: 57- 58. Menurut Pdt. Nus yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PGLII, yang terjadi belakangan ini merupakan tantangan bagi Gereja dan bagi umatNya, apakah kita tenggelam di dalam arus ketidakpastian dunia atau sebaliknya. “Media Kristen harus tampil beda dengan sekuler. Saya berharap media Kristen itu harus lebih menekankan tentang kesaksian bahwa Tuhan yang mengkontrol seluruh alam semesta,” ujar Nus dalam kotbahnya.

Jonro I Munthe, S.Sos (Paling kiri) bersama Pdt. Dr. Nus Reimas (ketiga dari kiri) para tokoh Kristiani

Lebih lanjut, Pdt Nus Reimas juga mengatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali ke bumi ini sudah sangat dekat. Menurutnya, Firman Tuhan mengatakan bahwa kedatangan Yesus Kristus kedua kali itu seperti pencuri di tengah malam. “Tanda-tanda akhir zaman pun sudah dituliskan, beragam bencana, peperangan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, apapun yang terjadi dalam hidup ini, mari kita siap sedia menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kalinya,” ungkap Pdt. Nus.

Dalam acara tersebut, Bung Tema Adiputra & Clara didaulat sebagai MC untuk memimpin memimpin jalannya acara sekaligus memanggil 21 tokoh Kristiani pilihan Narwastu maju ke depan untuk menerima penghargaan. 21 tokoh Kristiani versi majalah Narwastu yang memperoleh Award adalah sebagai berikut: Herman Yosef Loli Wutun (Tokoh Koperasi Nasional), Grace Natalia Louisa (Ketum PSI), Sugeng Teguh Santoso, SH (Advokat Senior), Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.Si (Ephorus Sinode BNKP), Susana Suryani Sarumaha (Mantan calon DP RI & pengurus Vox Point indonesia), Dr.Ir. Asye Berti Siregar, M.A (Pelayanan lewat media film), Ida Tobing Boru Simbolon, S.Sos (Anggota jemaat HKBP yang melayani di Lembaga Permasyarakatan), Ani Natalia Pinem (Humas perpajakan Kementerian Keuangan RI), Pdt. Oniwati Nurhaidah Turnip, S.Th (Pelayan Tuhan Hingga Pedalaman), Ronald Simanjuntak, SH,.MH (Pengacara Senior), Fredrik J Pinakunary (Advokat), Mangasi Sihombing (Mantan Duta Besar), David Maruhum Lumban Tobing, S.H (Pengacara), Ir. Lintong Manurung, M.M (Ketua Umum Jaringan Pemerhati Industru dan Perdagangan), Kamillus Elu, S.H ( Pengacara), August H Pasaribu, S.H. M.H (Advokat), Dr. Lasmaida S Gultom, S.E., MBA (Analisis Eksekutif Senior di Departemen Pengendalian Kualitas Pengawasan Perbankan OJK), Pdt. Dr. Ir. Douglas Manurung, MBA., M.Si (Direktur), Eloy Zalukhu (Motivator), Stevano R Margianto (Ketum Perwamki), dan Yosua M. Tampubolon,SH. M.H (Pengacara).

Usai acara Ketum Perwamki, Stevano Margianto pose bersama Jonro I Munthe (Pemimpin Umum Majalah Narwastu)

Pemimpin Umum Majalah Narwastu, Jonro Munthe, S.Sos dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa acara ini adalah bentuk apresiasi Majalah Narwastu terhadap seseorang yang dianggap telah memberikan kontribusi bagi banyak orang. “Memang kita punya kriteria tersendiri untuk ini, misalnya berjiwa Pancasilais, Nasionalis, mencintai NKRI, menghargai Kebhinekaan, serta peduli terhadap pelayanan di tengah gereja, masyarakat dan bangsa. Selain itu, yang pasti para tokoh ini juga pernah muncul atau ditampilkan dalam majalah Narwastu.” ujarnya.

Menurut Jonro, para tokoh pilihan Majalah Narwastu tersebut adalah para tokoh yang bisa menginspirasi, memotivasi banyak orang melalui kiprahnya di berbagai bidang. Mulai dari pelayanan gereja, hukum, politik, ekonomi, pendidikan, media, organisasi dan profesionalisme. “Puji Tuhan, sesuai pengalaman Majalah Narwastu ketika memberikan penghargaan kepada para tokoh Kristiani, terbukti beberapa kali telah mengangkat seseorang ke level yang lebih baik seperti: Nikson Nababan (Saat ini menjadi Bupati Tapanuli Utara) dan Basuki Tjahaya Purnama (Mantan Gubernur DKI) yang kini telah menjadi Komisaris Utama di Pertamina,” pungkas Jonro.

Jonro I Munthe ketika menyampaikan kata sambutan dalam acara Apresiasi 21 Tokoh Kristiani

Sejumlah tokoh Kristiani yang tampak hadir dalam acara tersebut adalah Dr. Marthen Napang, John Panggabean, SH, HP Panggabean, Jimmy Lumintang, sejumlah wartawan Perwamki, Rizma Simbolon dan kru Film Horas Amang. SM

IRONIS, JEMAAT KRISTEN MAU BERIBADAH DILARANG OLEH SEKELOMPOK WARGA!

Situasi penghadangan jemaat ketika mau beribadah di kompleks Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020)

Bogor,Victoriousnews.com, Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari beragam suku, agama, dan ras–tersebar lebih dari 17 ribu pulau di seluruh penjuru tanah air. Karakteristik yang menonjol inilah menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang istimewa, bangsa yang berbeda dengan bangsa lainnya di dunia.

Kemajemukan masyarakat yang dilandaskan dengan Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tunggal Ika, juga membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa yang rukun, damai, dan toleran terhadap suku maupun agama lain dalam menjalankan kebebasan ibadah dan kepercayaannya masing-masing. Kemerdekaan beribadah ini merupakan kebebasan asasi setiap manusia yang dilindungi oleh undang-undang, yakni UUD 45 pasal 2. Namun sayangnya masih banyak oknum yang melakukan tindakan melanggar hukum dengan cara menghalang-halangi, melarang atau bahkan mengintimidasi umat beragama yang akan beribadah.

Kasus pelarangan dalam menjalankan ibadah yang paling baru menerpa sebuah gereja GPdI yang berada di Perum Griya Cileungsi Dua Blok D2 No. 16, Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (5/1/2020) yang lalu. Gereja ini dipimpin oleh seorang rohaniwan bernama Pdt. Sumarto Topurundeng. Sumarto dipercayakan oleh umat Kristen GPdI di Perumahan Griya Cileungsi Dua dan sekitarnya, sebagai perpanjangan tangan gereja dan pemerintah, untuk menjalankan tugas  sebagai seorang rohaniawan serta melaksanakan pembinaan mental dan spiritual untuk kegiatan-kegiatan ibadah raya minggu dan hari lainnya.

Kegiatan ibadah yang dipimpin oleh Sumarto ini bertujuan untuk membantu dan menyukseskan program pemerintah di bidang pembinaan mental dan spiritual yang di jamin oleh UUD 45 Pasal 29 ayat 2 Undang –Undang Dasar 1945: Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya dan Pancasila menjalankan sesuai agama masing-masing yang merupakan salah satu nilai khususnya sila pertama. Tugas Pembinaan tersebut diperkuat dengan; Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL), Nomor;B-1582/Kw.10/VIII/BA.01.1/03/2017, dikeluarkan di Bandung, tertanggal 10 Maret 2017 ditanda tangani oleh; Kepala Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat, Surya Minda Sirait , SH, NIP. 196405101999042001 dan Surat Keputusan Majelis Daerah Jawa Barat, GPdI bernomor 082/MD-JABAR/II-11 Tentang Pengangkatan  Sdr Pdt. Sumarto Topurundeng sebagai rohaniawan untuk membina umat Kristen GPdI. SK tersebut dikeluarkan di Cianjur pada tanggal 14 Pebruari 2011 dan ditanda tangani oleh Pimpinan GPdI; Pdt. JE Awondatu (Ketua) dan Pdt. Thomas Rungkat (Sekretaris).

KiKa : Nimrot (Kanit Intel), Pdt. Chemuel W , Kompol Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi), Pdt Sumarto Topurundeng, Pdt Hanny Rompis usai pertemuan membahas kasus pelarangan ibadah,

 Atas dasar permintaan umat dan SK GPdI serta SKTL Kementrian Agama tersebut, maka inilah yang menjadi pegangan Pdt. Sumarto Topurundeng untuk menjalankan tugas membina umat yang berjumlah 60 hingga 70 jiwa sampai sekarang, dan sudah dijalani selama 10 Tahun lebih, di rumah tempat tinggalnya, kompleks perumahan Griya Cileungsi Dua, Desa Mampir Cileungsi. Kegiatan-kegiatan pembinaan mental dan spiritual  kepada umat Kristen tersebut tidak pernah mendapat gangguan  dari masyarakat  setempat. “Namun pada hari minggu 5 Januari 2020, pukul  09 pagi WIB tiba-tiba muncul sekelompok masyarakat yang tinggal di kompleks Griya Cileungsi Dua, yang dipimpin koordinator keamanannya berinisial K, mereka berdiri di depan gerbang pintu masuk kompleks kemudian menghadang dan melarang dengan paksa para umat masuk kompleks perumahan menuju rumah pendeta untuk mengikuti ibadah minggu pagi. Penghadangan dan pelarangan umat Kristen yang datang dari luar kompleks tidak membuat umat mundur atau putus asa menuju tempat ibadah namum para umat tetap menerobos dan memaksa masuk dan pada akhirnya diperbolehkan dan para umat diberi kesempatan masuk untuk ibadah dengan persyaratan untuk terakhir kali dan sesudah selesai ibadah permintaan para warga kompleks perumahan kepada  Pendeta dan umatnya bahwa rumah yang dijadikan tempat ibadah harus ditutup dan dikembalikan kepada fungsingya sebagai rumah tinggal,” ujar Pdt. Sumarto seperti dilansir oleh pantekostapos.com.

Lanjut Sumarto, diduga penghadangan dan pelarangan menuju rumah ibadah didalangi oleh warga berinisial K yang masih aktif sebagai aparatur negara. Terjadinya penghadangan tersebut, Sumarto berinisiatif melaporkan ke kantor kepolisian setempat yaitu Polsek Cileungsi, dan langsung di tangani oleh Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar (Kapolsek Cileungsi Bogor Jawa Barat). Pada keesokan harinya senin 6/01, Pdt Sumarto bertemu dengan Kapolsek di ruang kerjanya disambut dan diterima dengan baik kemudian berdialog prihal kronologis kejadiannya dan mencari solusi yang terbaik guna menentramkan situasi dan menjadi kondusif.

Menyikapi kejadian tersebut Komisaris Polisi (Kompol) Endang Kusnandar didampingi Kanit Intel Nimrot, dalam dialognya dengan Sumarto mengatakan bahwa mengenai kejadian pada hari minggu 5 Januari 2020 sudah diketahui dan sedang ditangani untuk itu Kapolsek mengajak kepada Sumarto dan jemaat yang dipimpinnya untuk sementara waktu menanggapi apa yang menjadi keinginan warga, karena menurut Kapolsek melihat sisi mudaratnya. Petugas kepolisian sudah ada yang menangani melalui pendekatan-pendekatan persuasif di masyarakat. Terkait keberadaan Pdt Sumarto dan Jemaat yang dipimpinnya serta ibadah ke depan Kapolsek Cileungsi akan memberikan jaminan pengamanan.Usai pertemuan dengan Kapolsek Cileungsi, baru keesokan harinya Pdt Jantje Manorek, salah satu pimpinan GPdI Jabar mengunjungi Pdt Sumarto dan Keluarganya dalam rangka memberikan penguatan dan semangat untuk tetap melayani Tuhan dan jemaat. SM

Ps.Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI REM): SATU JEMAAT MEMBAWA TIGA JIWA DI TAHUN 2020

Ps. Paulus T Supit (Gembala Sidang GBI Rahmat Emmanuel Ministries)

Saudara yang dikasihi Tuhan, Tahun baru 2020 telah kita lewati bersama. Meski banyak orang berkata, tahun ini penuh dengan tantangan, bencana alam, persoalan silih berganti,tetapi kita tidak perlu takut dan kuatir. Persoalan maupun tantangan bisa menerpa kapan saja, tetapi percayalah bahwa Tuhan pasti menyertai, melindungi, menyembuhkan bahkan memberkati dalam segala aspek kehidupan saudara.

Jika saudara merasakan kebaikan Tuhan yang telah menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kita, maka tugas selanjutnya adalah mentaati perintah Amanat Agung, yakni memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang. Amanat Agung yang tertulis dalam kitab Matius 28:19, adalah perintah untuk memberitakan Injil merupakan perintah Yesus yang terakhir. Perintah ini diberikan setelah kebangkitan Yesus dan kesebelas murid Yesus berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Tuhan menghendaki agar setiap orang berbalik serta bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Kita merindukan gereja kita selalu ada pertumbuhan baik secara kuantitas maupun kualitas. Semua dapat tercapai ketika jemaat memenangkan jiwa-jiwa bagi Tuhan. Jadi domba harus melahirkan domba.

Dalam kitab Injil Lukas dikatakan,“Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” (Luk. 19:10). Jelas tampak dari sini bahwa tujuan kedatangan Yesus ke dunia adalah mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang. Dalam bahasa “nelayan”, misi ini disebut menjadi penjala manusia. Ini adalah misi kedatangan Sang Mesias, Anak Allah yang Hidup. Ketika Yesus memanggil murid-muridNya, yakni menjadi penjala manusia atau pemenang jiwa, seperti diriNya sendiri.

Firman Tuhan yang tertulis dalam 1 Korintus 9:21-23, dikatakan, bahwa “bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

︎ “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh.14:15). Penegasan dari ayat ini memastikan saudara memperoleh berkat dari Tuhan yang luar biasa.

Pertama, MENDAPAT TEMPAT YANG BAIK DI SURGA. Daniel 12:2-3 “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya”.

2 Korintus 5:9-10, “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

Kedua, TUHAN MENYERTAI KITA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN. Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Yohanes 15:5, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

MARI KITA MENANGKAN JIWA-JIWA DI TAHUN 2020 UNTUK TUHAN, MAKA TUHAN AKAN MENYERTAI JALAN HIDUP KITA DI TAHUN YANG BARU DAN TUHAN JUGA MENYIAPKAN TEMPAT TERINDAH/TERBAIK DI DALAM KERAJAANNYA#SATU JEMAAT MEMBAWA TIGA JIWA DI TAHUN 2020#

Ps Pengky Andu: Sukses Tahun 2020 Bersama Tuhan Dengan Kegigihan, Pengorbanan,Ketekunan & Kejujuran

Tahun 2020 ini penuh dengan tantangan. Setidaknya ada 4 tantangan besar yang akan kita hadapi pada tahun 2020 yaitu: Pertama, Kita akan menghadapi perubahan cepat, dinamis, besar dan global. Kedua, kita akan menghadapi ketidakmampuan atau sulit dalam memprediksi situasi. Ketiga, Kita akan menghadapi berita yang simpang-siur (tumpang tindih). Keempat, Kita akan menghadapi realitas atau kenyataan terlihat kabur (samar) dan sulit dibeberkan.

Melihat tantangan yang begitu besar pada tahun ini, tentu saja kita harus mempersiapkan masa depan (prepare the future) dengan cara yang efisien dan efektif. Apa yang dimaksud dengan efisien dan efektif? Efisien adalah melakukan sesuatu dengan benar. Sedangkan efektif adalah melakukan sesuatu yang benar. Melakukan secara efisien & efektif itu berarti melakukan sesuatu dengan benar dan dengan cara yang benar. Yakni: benar secara spiritual; benar secara emosional dan tepat secara relasional.

Saudara yang dikasihi Tuhan, jika membaca kitab Keluaran 13:17-22, mengisahkan tentang penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel di padang gurun dalam bentuk tiang awan dan tiang api, maka kita dapat memetik pelajaran yang sangat berharga. Tiang api melambangkan kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya (Kel. 13:21). Sedangkan tiang awan melambangkan kemuliaan Tuhan yang selalu menutupi kemah pertemuan. Kedua lambang kehadiran Tuhan tersebut terus terlihat dan menuntun bangsa Israel memasuki tanah perjanjian di bawah kepemimpinan Yosua. Tuhan bertindak sebagai seorang Gembala (Pemimpin yang luar biasa). Di tengah perjalanan padang gurun yang berbahaya itu, Tuhan tidak mengutus para malaikat-Nya, tetapi Tuhan sendirilah yang hadir dan memimpin perjalanan mereka.

Serupa dengan perjalanan bangsa Israel di padang gurun, maka hidup kita di dunia adalah sebuah proses mempersiapkan masa depan. Meskipun terkadang menakutkan tetapi juga sekaligus menyenangkan. Bagaimana kita dapat melewati semua tantangan dalam mempersiapkan masa depan kita? Tentu saja kita harus memiliki kegigihan (tujuan yang jelas,rencana yang jelas, persekutuan yang bersahabat). Kegigihan yang disertai keuletan, pengorbanan, ketekunan, dan kejujuran pasti melahirkan sebuah kesuksesan luar biasa. Kuncinya adalah persiapkan masa depan saudara dengan belajar dari kisah bangsa Israel yang mau berjalan dan dituntun oleh Tuhan. Jangan pernah takut gagal. Seseorang yang merasa gagal itu bukan berarti ditolak. Tetapi gagal karena merasa tidak mampu menindaklanjuti penolakan. Percayalah bahwa masa depan kita pasti sukses, jika menjadikan Tuhan sebagai pemimpin, pelindung, penuntun, dan penyertaanNya di tengah dunia yang penuh dengan tantangan. SM