Epaphroditus Mariman/Jurnalis
Kamis, 15 September 2022, saya mempublikasikan reportase berjudul “WARISAN ALM CONNY ARYA SUPIT: JANGAN TINGGALKAN YESUS JURUSELAMAT! di Victoriousnews.com. Itu adalah hasil liputan selama tiga hari (Minggu, 11 September hingga Selasa, 13 September 2022) semenjak (Tante) Conny Arya Supit (80 tahun plus 73 hari) dinyatakan meninggal pada Minggu malam, 11 September 2022 pukul 22.29 WIB di kediaman pribadi, Jalan Tampak Siring Raya Nomor 10-12, Bukit Gading Villa (BGV), Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta.
Meskipun tidak sepanjang 24 jam penuh berada di kamar perawatan dan ruang duka, tetapi keberadaan saya masih di dalam bangunan yang sama selama penuh 24 jam. Bahkan, pantauan telah saya lakukan semenjak 24 hari sebelumnya atau mulai pertama kali menjalani pemulihan kesehatan di kediamannya. Kejenuhan yang membosankan telah menjalani perawatan kesehatan di rumah sakit selama 29 hari semenjak beberapa waktu usai merayakan ulang tahun ke-80 pada Kamis malam, 30 Juni 2022 mungkin yang melatarbelakangi, sehingga berkeinginan pulang ke rumah di Kelapa Gading. Sebelum itu, ibu dua putra dan satu putri ini pun telah menjalani pemulihan kesehatan di tiga rumah sakit di Jakarta hingga ke Singapura selama sekitar 2,5 tahun terakhir. Lamanya menjalani perawatan kesehatan di luar negeri juga diakibatkan merebaknya Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 dan dinyatakan resmi mewabah di Indonesia sejak Maret 2020
Pengenalan saya terhadap rumah besar di hook kanan sebelum memutar di Bundaran Tampak Siring tersebut adalah ketika saya telah bergabung dengan PT Berkemenangan Pers yang memproduksi Majalah REM, Majalah VIFA, dan Tabloid Victorious. Penerbitan tersebut didirikan sang adik, Ps Abraham Conrad Supit (75 tahun, kelahiran 9 Februari 1947) yang hingga kini menggembalakan jemaat dalam lingkup GBI Victorious Family (Vifa) yang berpusat di Apartemen Robinson, Jalan Jembatan Dua Raya Nomor 2, Jakarta Barat. Bersama tim liputan, suatu hari saya ke rumah itu tanpa mengetahui nama pemilik.
Pertemuan semakin intens ketika bersama mengikuti ibadah Persekutuan Doa (PD) Regatta di kediaman Oke F Supit (adik) setiap Kamis malam di Komplek Apartemen Regatta, Jalan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara. Dari kegiatan tersebut dan kegiatan-kegiatan kerohanian di tempat lain, kemudian saya mengetahui dan mengenal bahwa sosok wanita masyur di zamannya ini tercatat sebagai pramugari sebuah penerbangan yang gemar mengoleksi asesori wanita, seperti tas, sepatu, dan lainnya sehingga ruangan kamarnya dipenuhi hingga ke sudut-sudut. Apakah asesori-asesori tersebut juga dijual? Saya tidak mengetahui pasti. Yang jelas, setiap ibadah Hari Kamis malam di PD Regatta, wanita kelahiran Manado (Sulawesi Utara), 30 Juni 1942 ini selalu membagikan souvernir kepada pemberita firman Tuhan dan lainnya. Bahkan, menurut keponakannya, Ps Feba Affan, disela-sela khotbah Minggu di GBI Vifa Plaza Senayan (Jakarta Pusat) disinggung, istri GP Arya (29 Maret 1939-17 September 1998) ini menyuruh semua orang yang sedang menjaganya ketika itu untuk membuka koper dan membagikan isinya kepada siapa saja. “Sakit, tapi tidak mengeluh sedikitpun. Itulah Tante saya, Mama Conn yang saya anggap sebagai ibu kedua setelah Mama saya, Grace Affan Supit (88 tahun),” tegasnya.
Kemasyuran almarhumah tersirat ketika kabar kepergian untuk selamanya merebak ke sanak saudara dan handai taulan. Beberapa saat sepeninggalnya, seluruh anak, cucu, keponakan, dan kerabat bersama-sama mempersiapkan ruang persemayaman di ruang utama rumah itu. Ada yang menggotong sofa dan hiasan ruangan lain untuk dipindahkan ke lantai dua. Jennifer Jill Supit dan Georgiana Grae Supit (dua putri Oke Supit) tampak memandu dan mengatur posisi jenazah disemayamkan. Dan tempat persemayaman almarhumah tampak begitu apik dan serasi. Di bawah kereta jenazah dilapisi karpet lebar. Di sisi atas kepala dihiasi bunga bernuansa putih kiriman keluarga dan kerabat dekat. Sementara, deretan kursi bagi keluarga dan kerabat dekat dibariskan di sisi kanan dan bagian dekat kaki almarhumah. Dan di sisi kiri almarhumah tersisa ruang luas yang diisi deretan kursi para tamu dan handai taulan. Ada sekitar 150-200 orang yang terlibat di ruang utama saat Ibadah Penghiburan dilakukan pada Senin malam, 12 September 2022.
Dan ketika (Tante) Conny menjalani perawatan kesehatan di luar negeri, saya diminta membantu menjaga rumahnya. Karena aktifitas, saya dapat melakukan itu di waktu malam saja. Dan, ibu/oma/orangtua/sahabat itu telah mendapatkan rumah di Surga, dan di sana penuh nyanyian sukacita. “Oh, Yerusalem, Kota Mulia… Hatiku rindu ke sana,’ demikian Reinhard Nainggolan (Amat Amigos) melantunkan pujian usai Ibadah Penghiburan. Dan nyanyian religi lain sempat dilantunkan Minggus Tahitu dan penyanyi-penyanyi lainnya. @epa_phm
See also  Waspada Umat Kristen Bisa Jadi Penyembah Berhala!

Leave a Reply

Your email address will not be published.