Jembrana, Bali, VictoriousNews.com– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN) menghadirkan suasana yang berbeda dari perayaan ulang tahun pada umumnya. Tidak ada tiup lilin, tidak pula kue tart berlapis krim yang menjadi pusat perhatian. Sebagai gantinya, seekor babi panggang utuh dihadirkan di depan altar, menjadi simbol sukacita dan kebersamaan dalam momentum syukur atas perjalanan tiga tahun pelayanan GBIN.
Momen itu langsung menyita perhatian para peserta yang memadati lokasi acara. Saat babi panggang dibawa menuju altar, suasana berubah hangat dan penuh kegembiraan. Lagu Happy Birthday menggema di ruangan, dinyanyikan bersama oleh para pengurus sinode, gembala, hamba Tuhan, serta jemaat yang hadir dari berbagai daerah.
Di tengah alunan lagu dan tepuk tangan, seluruh jajaran pimpinan GBIN dari tingkat pusat hingga daerah berdiri bersama dalam suasana kekeluargaan. Acara kemudian ditutup dengan doa syukur yang dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan selama tiga tahun perjalanan sinode yang kini telah berkembang di 16 provinsi.
Di balik suasana meriah tersebut, Ketua Umum Sinode GBIN, Pdt. Dr. Melianus Haurisa Kakiay, menyelipkan candaan yang mengundang gelak tawa para peserta.
“Kenapa pakai babi panggang? Karena mengingatkan peristiwa Tuhan Yesus mengusir setan yang kemudian masuk ke dalam tubuh babi. Jadi HUT ke-3 ini kita berbeda, bukan kue tart tapi pesta babi,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Candaan itu mencairkan suasana dan semakin mempererat keakraban para pelayan Tuhan yang datang dari berbagai wilayah Indonesia. Namun lebih dari sekadar hidangan perayaan, momen tersebut menggambarkan semangat GBIN yang ingin tetap dekat dengan budaya, membangun kebersamaan, dan merayakan setiap pencapaian pelayanan dengan penuh rasa syukur.
Bagi GBIN, usia tiga tahun bukan sekadar angka. Di tengah berbagai tantangan pelayanan, sinode ini terus bertumbuh dan memperluas jangkauan pelayanannya. Karena itu, perayaan sederhana namun penuh makna tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan gereja bukan hanya tentang bertambahnya organisasi, melainkan tentang semakin banyak jiwa yang dijangkau dan dilayani.
Di bawah canda, tawa, dan suasana kekeluargaan yang terasa kental, tersimpan satu pesan yang kuat: perjalanan pelayanan harus terus dilanjutkan. Sebab bagi GBIN, sukacita terbesar bukanlah pesta ulang tahun, melainkan melihat semakin banyak orang mengalami kasih dan keselamatan di dalam Kristus. SM

















