Kongres XI GAMKI, Dr. Michael Wattimena : GAMKI Siap Konsolidasi Persatuan Indonesia

Kongres XI GAMKI, Dr. Michael Wattimena : GAMKI Siap Konsolidasi Persatuan Indonesia

Dr. Michael Wattimena (kanan) didampingi oleh Ketua Panitia Pelaksana Kongres GAMKI XI

Jakarta,Victoriousnews.com,- Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) akan menggelar Kongres XI tahun 2019 dengan mengusung tema besar “Konsolidasi Persatuan Indonesia”, sebagai respon dari dinamika politik pasca Pemilu 2019. Demikian dikatakan oleh Ketua Umum DPP GAMKI, Dr. Michael Wattimena ketika berjumpa dengan sejumlah wartawan Kristiani di Lobby Grha Oikumene PGI (Senin, 29 Juli 2019) malam.
Lanjut Michael, tema pelaksanaan kongres terambil dalam Kitab Yeremia 29 ayat 7, yakni “Sejahterakan Kota Dimanapun Kamu Berada, dan Doaka Nasionalisme Gereja, dan Ekumenisme Indonesia dengan Pancasila”.
Pada kesempatan tersebut, Ketum Michael Wattimena didampingi oleh Ketua Panitia Pelaksana Kongres XI GAMKI, Sherly Wattimena, yang juga fungsionaris DPP GAMKI. “Nanti yang akan membuka Kongres XI GAMKI adalah Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Pak Luhut Binsar Panjaitan. Selain agenda pemilihan Ketua Umum, dan pembahasan program-program kerja, Kongres XI GAMKI juga akan diisi dengan sesi-sesi study meeting, dengan narasumber ada Ibu Puan Maharani Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ibu Susi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sekjen Kementerian Pertanian, Sekjen Kementerian Kominfo, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Morotai Benny Laos, Mindo Sianipar, Maruarar Sirait, Bara Hasibuan, dan yang lainnya” Papar Michael yang tidak mencalonkan kembali sebagai Ketum karena telah 2 periode memimpin GAMKI.
Masih kata Michael, Tema Kongres GAMKI tersebut, masih berkaitan dengan tema-tema Kongres sebelumnya, yakni saat Kongres IX di Wisma Kinasih, temanya “Hendaklah Kamu berakar dan Bertambah Teguh” (Kolose 2:7a), lalu pada Kongres X di Hotel Aryaduta Manado, “Roh Tuhan Ada Padaku, Untuk Memberitakan Kabar Baik” (Lukas 4 ayat 18)
Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Kongres XI GAMKI, Sherly Wattimena, menjelaskan, bahwa peserta Kongres XI GAMKI selain akan diikuti oleh utusan DPD-DPD GAMKI tingkat provinsi, juga utusan DPC-DPC GAMKI tingkat Kabupaten/Kota se-Indonesia.
“Data sementara jumlah peserta yang kami sudah update per Jumat kemarin (26 Juli 2019), total 300 an peserta, dan ini masih akan bertambah lagi hingga beberapa hari ke depan” jelas Chey, yang juga Tenaga Ahli DPR RI. Lebih lanjut Chey menjelaskan, bahwa Kongres XI GAMKI dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, pada tanggal 1-4 Agustus 2019, dan untuk itu panitia serta DPP sudah beraudiensi dan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian untuk dukungan dan kehadiran narasumber dalam pembukaan Kongres XI GAMKI nanti. SM

Tim Deborah GBI Victorious Family Kelapa Gading Berbagi Kasih Ke Yayasan Dunamis Agape Bandung

Bandung, Victoriousnews.com,- Rumah Pemulihan Yayasan “Dunamis Agape” yang berlokasi di Lembang, Bandung-Jawa Barat dipilih oleh kaum Ibu-ibu yang tergabung dalam Victorious Deborah Fellowship Kelapa Gading sebagai tempat berbagi kasih (22-23 Juli).

Ibu Lenty Dewanto (kiri) memimpin ibadah di Dunamis Agape

Sesampainya di lokasi, tim Deborah Kelapa Gading yang dipimpin oleh Ibu Lenty Dewanto ini disambut hangat oleh pimpinan Yayasan Dunamis Agape (Bapak Yoram Kause bersama pengurus yayasan). Turut hadir dan mendukung dalam pelayanan tersebut adalah pengerja GBI Victorious family Kelapa Gading, yakni: Bapak Ronny, Bapak Ali dan Bapak Didi.

Setelah melakukan ibadah pujian, penyembahan, doa dan firman Tuhan,  sekitar 20 orang kaum Ibu Deborah Kelapagading terbeban melayani jiwa-jiwa di Dunamis Agape dengan membagikan 50 paket makanan, peralatan mandi, paket sembako serta memberikan donasi uang tunai senilai 6 juta rupiah untuk menopang pelayanan Yayasan Dunamis Agape yang khusus melayani orang-orang terbuang dan mengalami gangguan jiwa.

Bapak Yoram Kause (Paling kiri) ketika melayani orang-orang yang terbuang

            Pendiri Yayasan Dunamis Agape, Bapak Yoram Kause menceritakan, bahwa Rumah Pemulihan itu didirikan sejak tahun 2012. “Pada tahun 2012 saya terpanggil untuk melayani Tuhan yaitu melayani jiwa-jiwa yang terabaikan (yang telanjang, kotor, yang berada di pinggir jalan, di kolong jembatan, di pasar dan lain sebagainya. Waktu itu saya mimpi satu firman yaitu : Matius 25: 40,  dan firman ini menjadi rema untuk saya melayani mereka.  Dari tahun 2012 sampai sekarang sudah  banyak jiwa yang kami layani, termasuk pria dan wanita. Tanpa memakai obat penenang, hanya dengan nama Tuhan Yesus jiwa-jiwa yang kami layani rata-rata beragama non Kristen namun mereka menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sedikitknya ada 42 jiwa sudah sembuh dan pulang kepada keluarga mereka. 10 jiwa meninggal dunia, dan yang ada sampai hari ini sebanyak 38 jiwa, 20 laki-laki dan 18 perempuan,” tutur Yoram .

                Menurut Yoram, rumah pemulihan yang dirintisnya itu tidak bernaung di yayasan lain atau gereja tertentu. “Kita hanya mengandalkan Tuhan dalam menjalani pelayanan ini. Visi dan Misi Yayasan Dunamis adalah membawa yang tidak terbawa, merangkul yang tidak terangkul agar datang ke rumah Tuhan, lepaskan kuasa Iblis yang ada dalam hidup orang itu, kemudian masukan kebenaraan Firman Allah dalam kehidupan orang itu juga. Sedangkan firman yang menjadi visi bagi pemimpin ialah  Matius 25: 35- 40; Ayat 40: “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku akan berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” . Sedangkan Misi Yayasan Dunamis Agape ialah Melayani dengan tulus hati tanpa menuntut imbalan dari manusia tetapi berharap kepada Tuhan; Menyiapkan sarana yang mendukung pasien agar bisa mengembangkan diri sebagai manusia yang sehat, mandiri dan produktif di masyarakat; Memberikan bimbingan kepada mereka yang mengalami masalah kejiwaan; Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan ketahanan pasien gangguan jiwa,” papar Yoram.

Pada kesempatan tersebut, Yoram mengucapkan terimakasih atas pelayanan GBI Victorious family melalui Deborah Kelapa Gading. “Kami sangat berterima kasih kepada GBI Victorious Family  terutama kaum Ibu Deborah  yang diketuai oleh Ibu Lenty Dewanto dan rekan-rekan yang lain yang sudah datang berkunjung kepada kami pada tanggan 22 juli 2019. Mereka adalah saudara-saudara kita dan mereka juga membutuhkan Kasih Tuhan dalam hidup mereka. Mari kita sama-sama melayani mereka,” pungkasnya. SM

Tandatangani MoU, UPH & Calvin College: Tekankan Pentingnya Integrasi Nilai-nilai Kristen dalam Pendidikan

(ka-ki) Rektor UPH Prof. Dr. Jonathan Parapak bersama Michael K. Le Roy -President of CALVIN COLLEGE

Tangerang, Victoriousnews.com,Beberapa waktu lalu (25/6/2019), Universitas Pelita Harapan (UPH) yang terletak di Jl. MH. Thamrin Boulevard 1100, Klp. Dua, Karawaci, Tangerang- Banten  bersama Calvin College menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) yang akan membuka pintu kerja sama antar kedua universitas ke depannya. Dalam kesempatan ini, President of Calvin College, Dr. Michael K. Le Roy, juga berbicara dengan jajaran dosen UPH tentang pentingnya integrasi iman Kristen dan pendidikan. Sebagai universitas yang telah berdiri selama 143 tahun, pengalaman Calvin College dalam mendidik generasi muda sudah dimulai jauh sebelum UPH. Namun, Dr. Roy mengakui bahwa dengan dinamika yang ada di Indonesia, perkembangan UPH bisa dibilang jauh lebih cepat daripada Calvin College. Karena itulah, Calvin melihat UPH sebagai partner kerja sama yang menjanjikan, dalam misinya menjalankan pendidikan Kristen di seluruh dunia.

“Kita selalu berusaha mengintegrasikan iman Kristen dengan apa yang kita ajarkan di kelas. Namun, sejauh ini kita lebih fasih mengintegrasikan pendidikan dengan konteks kekristenan di Amerika dan Kanada. Kita sadar bahwa kita harus mengambil bagian dalam gerakan Kristen secara global. Karena itulah, kita butuh rekan kerja di seluruh dunia, agar kita dapat saling berbagi pengalaman dan saling membantu. Inilah mengapa kita butuh bantuan UPH,” jelas Dr. Roy.

Dalam seminar yang membahas dampak pendidikan Kristen terhadap kehidupan mahasiswa dan kehidupan masyarakat ini, Dr. Roy menjabarkan tiga tantangan yang dihadapi Calvin dalam memegang prinsip Kristen saat proses belajar-mengajarnya: modernisme, individualisme liberal, dan postmodernisme. Modernisme menjadikan manusia pusat realita, dan hal ini menyebabkan ketiadaan landasan teologis dalam penemuan-penemuan ilmiah. Individualisme liberal menekankan bahwa kepercayaan seorang manusia adalah urusan pribadi dan bukan komunal. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi pendidik untuk mendiskusikan prinsip-prinsip agama dalam kelas. Kemudian, postmodernisme menekankan bahwa realita adalah hasil konstruksi sosial. Karena itu, agama juga adalah hasil konstruksi sosial, dan tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Sebagai universitas berbasis liberal arts, Calvin College senantiasa berusaha menekankan bahwa iman Kristen tidaklah bertentangan atau terpisah dari ilmu pendidikan yang biasanya dianggap sekuler.

Dr. Roy menekankan tiga hal yang harus dimiliki oleh sebuah universitas Kristen: jajaran pimpinan Kristen, jajaran dosen Kristen, dan adanya program-program pelatihan untuk pengajar, yang dapat me-refresh visi universitas.

Selama 25 tahun berdiri, UPH telah memberi dampak yang besar terhadap lebih dari 30,000 alumni yang datang dari berbagai negara dan latar belakang serta agama yang berbeda-beda. Sebagai universitas Kristen, penekanan pengajaran UPH selalu berpusat pada pertumbuhan karakter-karakter yang penting untuk dimiliki anak didiknya agar menjadi individu yang dapat berkontribusi banyak kepada bangsa dan negara. Integrasi karakter Kristen dalam pengajaran di kelas, beserta program-program kepemimpinan dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), telah terbukti membawa dampak baik bagi mahasiswanya, dimana  mereka dapat menjadi masyarakat berakhlak mulia sesuai latar belakang masing-masing. Diharapkan dengan kerjasama UPH dengan institusi-institusi pendidikan Kristen di berbagai belahan dunia, UPH dapat bertumbuh menjadi universitas Kristen yang berwawasan global serta yang dapat memberi dampak kepada masyarakat seluas-luasnya. SM

Resital KMP Perdana Sukses Cetak 19 Peserta Berbakat Di Bidang Musik

Jakarta, Victoriousnews.com,- Tim Kursus Musik Praktis Mazmur Daud (KMP Mazda) sukses menggelar Resital musik perdana di kampus Sekolah Tinggi Teologia Rahmat Emmanuel (STT REM), Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No. 04 G-K Kelapa Gading, Jakarta Utara (Sabtu, 27 Juli 2019).
Pagelaran musik ini diadakan sebagai “puncak” acara setelah para peserta/siswa-siswi menuntaskan kursus/pelatihan, seminar Worship Leader dengan tema `Prophetic Ministry` yang dimulai sejak tanggal 15 Juni sd 6 Juli 2019 yang lalu.
Resital musik yang dipandu oleh Ps. Steven Palit, M.Th sebagai MC ini adalah bentuk pertunjukan atau perfomance masing-masing peserta (siswa/siswi) yang telah belajar dari kelas Keyboard, Vokal dan kelas Paduan Suara.

Ketua STT REM, Dr.Yogi Dewanto, M.BA, dalam kata sambutannya, mengapresiasi penyelenggaraan Resital KMP.Menurutnya, karena KMP berhasil melampaui batas-batas denominasi bahkan agama, untuk memperkenalkan bahwa bermain musik atau bernyanyi itu mudah dan praktis. “Saat ini banyak sekali kursus musik yang dibuka di Jakarta, termasuk di Kelapagading ini. Tetapi jarang orang menemukan yang praktis, mudah dan cepat. Sehingga ketika orang belajar beberapa bulan saja, sudah bisa terjun melayani di dalam bidang musik atau menyanyi dengan baik,” ujar salah satu pembina GBI Victorious family ketika membuka secara resmi acara Resital KMP.


Menurut penggagas sekaligus pendiri KMP, Yusak Itong Suryana, M.Th (Dosen STT REM/ pendiri Majalah Praise), bahwa tujuan diadakannya Resital musik adalah sebagai tolok ukur sekaligus mengevaluasi apa yang sudah dipelajari dan dilatih dalam berbagai kelas di KMP. “Karena belajar di KMP itu praktis,mudah, singkat dan terjangkau. Metode dan tehnik yang dipakai sangat mudah, praktis, berharap dalam waktu 3 sd 6 bulan, siswa sudah bisa mempraktekkan dengan baik apa yang diberikan dan dilatih dalam kelas. Dan sudah bisa mengiringi lagu dalam pelayanan. Resital ini adalah ajang tampil semua siswa KMP, yang dianggap sudah bisa tampil dengan baik. Melalui audisi dan rekomendasi instruktur yang bersangkutan, siswa diagendakan dalam acara Publik yang dinamakan Resital Musik dari KMP,” ujar Yusak ketika dihubungi Victorious melalui media sosial Whatsapp sekaligus menambahkan bahwa peserta KMP ada yang berlatih selama 2 bulan, 3 bulan bahkan ada yang 1 tahun.

Tim Juri (ka-ki): Yusak Itong, Andrea, Lia Melinda dan Danny Titaley

Lanjut Yusak, sebuah hal yang menarik dalam acara Resital yang biasanya hanya menonton pertunjukkan permainan alat musik atau menyanyi, kali ini tim KMP Mazmur Daud menunjuk 4 Juri yang berpengalaman di bidang nya, seperti Lia Melinda (Penyanyi, Pemimpin Padus & Vocal Coach), Danny Titaley (Dosen STT REM & Penyanyi), Yusak Itong (Dosen STT REM & Guru Musik sekaligus ketua Program musik STT REM) dan 1 juri tamu, Andrea Maulana(Jazz Vocalist, Vocal Coach Indonesian Idol, Puteri Indonesia & Make Up Artist).

Ditambah lagi, audience yang datang diberi kesempatan menilai pertunjukan tiap siswa KMP di kertas VoA (Voice of Audience), yang sudah dibagikan ketika awal datang di Kampus STT REM lantai 4 di Kelapa Gading.
“Para peserta Resital yang berjumlah 19 dari 40 siswa yang ikut kursus, memiliki keistimewaan masing-masing. Ada yang memiliki pita suara di atas vokal standar. Acara Resital Musik yang semula diperkirakan berdurasi 3 jam, ternyata prakteknya beda. Mulai pk 13:00 selesainya pukul 17:15. Menariknya, tidak ada audience yang pulang karena kelamaan,” tukas Yusak.

Ada yang menarik lagi ketika 3 siswa KMP cabang Tomang Barat, yang memainkan instrumental lagu ` PadaMu Ku Berseru` dengan membagi tugas permainan di 3 keyboard: Vivi dengan piano nya (chord), Febe membunyikan melodi dengan suara Flute dan Oboenya serta Bunga, memainkan music Style drum slow beat merangkap bass.

Peserta terakhir, diisi oleh paduan suara Mazmur Daud yang anggotanya kebanyakan mahasiswa STT REM. Kompak dengan seragam dan gerakan nya mengumandangkan lagu `Datanglah Oh Tuhan` adaptasi dari lagu batak `Sigulempong`. Sehingga ketika hasil penilaian dikumpulkan, Tim Padus Mazmur Daud meraih suara ke 2 terfavorit dari audience. Sedangan Tim musik Tomang Barat berhasil mengumpulkan suara terbanyak ke 3. Audience`s Favourite yang pertama jatuh pada Ezra, salah satu siswa Kelas Vokal. Yang membawakan lagu `Permata Hatiku`. Ezra rencana ikut dalam babak penyisihan Indonesian idol, tanggal 28 Juli 2019.

Di Penghujung acara, menariknya bukan di 5 bingkisan dan doorprize, tetapi tampilnya 3 juri sekaligus, Yaitu Lia Melinda dan Danny Titaley dengan lagu `The Prayer` yang diiringan apik oleh Yusak Itong. Tak ayal penonton terhibur dan terpukau atas penampilan para instruktur KMP. Andrea Maulana pun tak mau kalah, beliau menyanyikan lagu `Oh Happy Day, dengan genre jazz yang diiringi tim musik KMP. SM

Sekum PGI, Pdt. Gomar Gultom Luncurkan Buku “Bersyukur Dalam Karya” di Kantor PBNU

Jakarta,   Victoriousnews.com, Diskusi reflektif diadakan sebagai pengantar acara peluncuran buku mengenai Pdt. Gomar Gultom, M.Th, berjudul “Bersyukur Dalam Karya, Pdt. Gomar Gultom Di Hati Keluarga & Sahabat – Festschrift Menapaki Usia 60 Tahun & 33 Tahun Kependetaan”, yang digelar di Aula lantai 8 kantor Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU), Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat.

Buku setebal 400 halaman tersebut berisikan kumpulan tulisan Pdt. Gomar selama menjalankan kependetaannya. Buku yang dikerjakan oleh Tim Kerja yang dipimpin Dr. David Tobing, seorang pengacara publik, melibatkan aktivis-aktivis muda kebhinekaan, seperti Ahmad Nurcholish, dan Frangky Tampubolon.


Dalam peuncuran buku, dihadiri juga oleh Keluarga Besar Pdt Gomar Gultom, seperti istri terkasih dr. Loli J. Simanjuntak, Sp.PD, Ibu mertua, anak-menantu dan cucu, adik kandung dr. Hernalom Gultom dan istri, dan juga banyak kerabat serta rekan sesama pendeta.
Selain itu, tampak hadir sejumlah tokoh penggiat kebhinekaan ataupun lintas agama, sebut saja hadir Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc, Ketua Umum MPH PGI Pdt. Dr. Henriette Lebang, Ketua PB NU KH. Dr. H. Marsudi Syuhud, Ketua PGPI Pdt. Dr. Mulyadi Sulaeman, sejumlah tokoh muda lintas agama (Islam, Katolik, Bahai, Singh, Konghucu), anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko, mantan Komisioner KOMNASHAM Johnny Nelson Simanjuntak, SH, Pdt. Ir. Suyapto Tandyawisesa, M.Th, Nia Sjarifudin Sekjen ANBTI, Pdt. Robinson Nainggolan (Sinode GBI), Sekretaris Umum MUKI Pdt. Mawardin Zega, jajaran fungsionaris PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia), dan puluhan tokoh lainnya.
Sekalipun dihadiri Budiman Sudjatmiko, mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), yang pada saat kerusuhan 27 Juli 1996, oleh penguasa Orde Baru diklaim sebagai orang yang bertanggung jawab, berkumpulnya para tokoh kemarin di PB NU, tidak dalam konteks memperingati ataupun membicarakan secara khusus terkait peristiwa 27 Juli.
Diskusi yang dipandu oleh mantan Direktur Ma’arif Institute, Raja Juli Antoni, menghadirkan narasumber dari kalangan muda, diantaranya Nafidah I. Huda (PW GPII Jakarta Raya), Riaz Muzaffar (Pemuda Baha’i), Nico (Pemuda Katolik), Yugi Yunardi (Ketum DPN Paling), dan Budiman Sujatmiko (Komisi II DPR RI).
Prof. Dr. Sri Adiningsih yang hadir sebagai sahabat Pdt. Gomar Gultom, dalam kata sambutannya mengemukakan, bahwa seorang Gomar Gultom tidak hanya sekedar seorang pendeta, tetapi juga seorang tokoh agama yang berkiprah tidak hanya skala nasional, tetapi juga internasional, dan berkecimpung dibanyak lembaga/organisasi, selain PGI, sebut saja ICRP, ANBTI, FUKRI, dan lain sebagainya.
Figur Pdt. Gomar yang tidak hanya berguna bagi gereja tetapi juga masyarakat, diamini Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat-Lebang. “Dalam buku ini sangat jelas bagaimana Pdt. Gomar dikenal oleh semua kalangan sebagai sosok yang tidak hanya memikirkan kepentingan gereja, tetapi juga kehidupan kebangsaan, dan kemajemukan di Indonesia. Kehadirannya menjadi simbol tidak hanya untuk gereja, tapi lintas iman, yang saat ini membutuhkan kerjasama dan bergandengan tangan dalam menghadapi tantangan yang ada. Buku ini bagi saya juga menekankan aspek relasi yang sangat penting dalam membangun bangsa,” ujar Ketum PGI saat menyampaikan sambutan.
KH. Marsudi Syuhud menilai, Pdt. Gomar telah menunjukkan betapa pentingnya kebersamaan yang intens, dan duduk bersama membicarakan solusi bersama, serta menunjukkan fungsinya menjadi kekuatan yang menyejukkan. Selain itu, sebagai pendeta yang tidak hanya mengurusi ibadah kekristenan saja, tapi sangat intens dalam menjalankan ibadah sosial sebagai penjaga moral bangsa.
Pdt. Gomar Gultom yang tampil bersama istri, dr. Loli J. Simanjuntak, Sp.PD, mengenakan pakaian bermotif batik dengan sentuhan nuansa warna hijau, mengemukakan kisah riwayat hidupnya dibalik tanggal 27 Juli. Selain peristiwa KUDA TULI, 27 Juli menjadi momen penting dalam kehidupan seorang Pdt. Gomar Gultom, karena pada 27 Juli 1986 dirinya ditahbiskan menjadi Pendeta pada Gereja HKBP, setelah sebelumnya dia menempuh masa vikariat selama 2 tahun setelah lulus dari STT Jakarta.
Pdt Gomar menceritakan keterkaitan dirinya dengan peristiwa 27 Juli 1996, saat itu dirinya masih terlibat dalam penanganan masalah konflik kepemimpinan puncak Gereja HKBP, sehingga sering berada di Sumatera Utara. Sementara itu, di Jakarta pecah peristiwa kerusuhan sebagai rentetan dari pelaksanaan Kongres Luarbiasa PDI di Medan, disusul perebutan Kantor DPP PDI di Jl. Diponegoro Jakarta Pusat. Sejumlah aktivis pemuda dan mahasiswa saat itu, dituduh sebagai pelaku dibalik peristiwa kerusuhan tersebut, diantaranya Budiman Sudjatmiko.
Pdt. Gomar mengisahkan bahwa Budiman Sudjatmiko dan belasan temannya sesama aktivis yang dicari-cari oleh pihak ABRI (saat itu), bersembunyi dikediaman Pdt. Gomar di Jakarta Selatan, kondisi Pdt Gomar saat itu masih menjadi Pendeta muda, yakni baru 10 tahun menjalani kependetaan dengan gaji yang masih minim, sementara di Jakarta, istri Pdt Gomar, tinggal bersama anak mereka yang kecil ketika itu.
Kisah perjalanan hidup Pdt. Gomar Gultom, digambarkan secara apik oleh Tim Penyunting, mampu menggambarkan secara utuh kiprah dan karakter seorang Pdt Gomar Gultom, yang kini sudah memasuki masa kependetaan lebih dari 3 dasawarsa, dan saat ini sudah dua periode menjadi Sekretaris Umum MPH PGI (periode 2009-2014, dan 2014-2019). Rekam jejak dan kiprah hingga kini berusia 60 tahun, dan dengan masa kependetaan 33 tahun, menjadi wajar ketika Pdt Gomar mendapat julukan “Sang Perajut Tenun Perdamaian”.
Tidak sedikit harapan dititipkan pada seorang Pdt Gomar, untuk ke depannya dapat membawa PGI semakin berkiprah lebih luas lagi bagi kepentingan umat, masyarakat, bangsa, dan negara, terlebih saat ini, Pdt Gomar sedang mempersiapkan pelaksanaan Sidang Raya XVII PGI, pada 8-13 November 2019 di Sumba NTT.SM

Lazada Inisiasi Dukungan Atlet Nasional di Olympic Games 2020

Jakarta, Victoriousnews.com,-“Saya mendorong masyarakat Indonesia untuk mendukung atlet Indonesia yang berpartisipasi dalam Olimpiade Tokyo 2020. Saya berharap, keberhasilan yang luar biasa di Asean Games 2018 dapat terulang di Tokyo,” tegas Erick Thohir, Ketua Komite Olimpiade Indonesia dalam siaran persnya di acara Olympic Day Run pada Minggu, 28 Juli 2019 selama pukul 06.00-08.30 WIB di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (Senayan, Jakarta Selatan).

Acara yang dibuka Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia) dan bekerja sama dengan Lazada Indonesia diikuti sebanyak 2.020 pelari beserta 15 Olympian dan atlet difabel. Lari dimulai dan berakhir di Gate 5 (Area Parkir Selatan, Komplek Gelora Bung Karno). Turut bergabung dalam acara ini adalah Eko Yuli (Atlet Angkat Besi), Dellie T (Panahan), Berlian Marsheilla (Voli), Daniel Wenas (Basket), dan Cressida Mariska (Soft Ball). Hadir dalam acara ini adalah Mr Chun Li (CEO Lazada Indonesia) dan Erick Thohir.

“Ajang Olimpiade akan berlangsung tepat bulan ini (Juli) di tahun 2020. Saya sangat gembira melihat banyaknya masyarakat Indonesia yang telah menyambut semangat Olimpiade. Saya yakin akan lebih banyak lagi orang yang akan merayakan nilai-nilai Olimpiade,” tutur Chun Li.

Acara ini dimaksudkan guna mengundang kesadaran dan mendorong dukungan publik terhadap atlet Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade. Kegiatan ini merupakan aktivasi publik pertama yang digelar Lazada Group di Indonesia terkait kemitraannya dengan Komite Olimpiade International (IOC).

Lazada Group didirikan pada tahun 2012 dan memimpin platform e-commerce di Asia Tenggara. Melalui perdagangan dan teknologi, pertumbuhan cepat terjadi di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam serta ditargetkan melayani 300 juta pembeli pada tahun 2030. (epa_phm)

Kuliah Umum STT REM ke 21, Prof.Dr. Thomas Pentury, M.Si: Jangan Ada “Mujizat” Dalam Gelar Pendidikan!

Ketua STT REM, Dr. Yogi Dewanto menyerahkan cinderamata lukisan kepada Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr.Thomas Pentury, M.Si

JAKARTA, VICTORIOUSNEWS.COM,-Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emanuel (STT REM) bekerjasama dengan Conrad Supit Center kembali menggelar Kuliah Umum Kepemimpinan—menghadirkan Dirjen Bimas Kristen  Republik Indonesia, Prof.Dr.Thomas Pentury.,M.Si sebagai pembicara. Kuliah umum ke 21 yang diselenggarakan di Kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2, No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara (Jumat, 26/7) pukul 14.30 Wib ini mengangkat tema “Peran Pemerintah dalam Mempersiapkan SDM Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia” dipandu oleh Pdt. Steven R Palit.,M.Th sebagai MC.

Kuliah Umum ini selain  dihadiri oleh mahasiswa STT REM, turut hadir Ketua Yayasan Conrad Supit Center (Pdt. Abraham Conrad Supit), Pdt. Dr. Yogi Dewanto.,MBA (Ketua STT REM) dan sejumlah dosen pengajar STT REM.

Pdt. Dr. Yogi Dewanto.,MBA selaku Ketua STT REM yang baru, dalam kata sambutannya, mengucapkan terimakasih kepada Dirjen Bimas Kristen, Prof. Dr. Thomas Pentury yang berkenan hadir dan memberikan kuliah umum di kampus STT REM. “Kami bersyukur kepada Tuhan, bahwa Prof. Thomas selaku Dirjen Bimas Kristen berkenan hadir dan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa-wi STT REM di tempat ini. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam kuliah umum ini, kami siap untuk mempersiapkan SDM-SDM yang berkualitas, baik kepada masyarakat, maupun bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Dr. Yogi Dewanto yang dipercayakan sebagai Ketua STT REM yang sebelumnya dijabat oleh Dr. Ariasa Supit.,M.Si.

Prof. Dr. Thomas Pentury., M.Si dalam pemaparan materinya, mengatakan,  bahwa saat ini telah diterbitkan Peraturan Pemerintah No.46 Tahun 2019 tentang Pendidikan Tinggi Keagamaan, yang merupakan derivasi dari UU No.12 Tahun 2012. “Peraturan Pemerintah ini sangat strategis untuk mengatur sistem pendidikan keagamaan. Kalau UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, maka derivasi dari undang-undang itu telah diturunkan PP No. 4 Tahun 2014 yang mengatur tentang pendidikan tinggi umum, dari universitas seluruh yang ada di bawah Kemenristekdikti. Namun kemudian, harus kita akui, dalam sistem pendidikan nasional ada dua yang diatur, yakni pendidikan umum dan pendidikan keagamaan,” tandas Prof. Thomas yang didampingi oleh Ketua Yayasan STT REM, Pdt. Abraham Supit dan Dr. Yogi Dewanto.

Menurut Prof. Thomas, perlu diatur lebih lanjut tentang pendidikan tinggi keagamaan, maka lahirlah Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2019, yang memberi ruang kesempatan penyelenggara pendidikan tinggi keagamaan. “Kini berita gembiranya adalah, pendidikan tinggi keagamaan diberi kewenangan untuk mengelola rumpun ilmu keagamaan, dan rumpun ilmu sains dan teknologi yang umum. STT REM, atau apapun namanya nanti ke depan, tidak hanya menyelenggarakan pendidikan tinggi teologia, PAK, tetapi juga bisa bidang ilmu yang lain. Selain itu sudah dikeluarkannya PP No. 46 tahun 2019, juga sudah diterbitkan juga Keputusan Menteri Agama RI (KMA), yang memberi kewenangan atau delegasi kepada Dirjen yang melaksanakan pendidikan keagamaan, untuk ijin prodi (program studi) dikeluarkan. Kewenangan itu sudah ada, bagaimana kita menata kelola, tentu akan ada diskusi panjang, karena tidak ada pilihan lain bagi kita, terutama bagi perspektif kristen dan gereja, untuk menyiapkan sumber daya manusia lewat tempat lain, maksudnya tidak ada pilihan lain untuk masuk menyiapkan sumber daya lewat tempat lain, menyiapkan sumber daya hanya satu, lewat pendidikan,” urai Prof. Thomas.

Lebih lanjut, Prof. Thomas mengungkapkan tentang peluang perkembangan pendidikan tinggi keagamaan kristen, oleh karena sudah adanya PP No. 46 Tahun 2019, dan Keputusan Menag RI, juga mengemukakan keprihatinannya terhadap keberadaan sekolah teologi di Indonesia, yang hingga kini hanya mempunyai 4 orang Guru besar bidang teologi, dan semuanya itu hanya berasal dari STT Jakarta, sementara jumlah institusi pendidikan tinggi keagamaan kristen ada 382 STT. Dari 382 institusi pendidikan tinggi keagamaan kristen, 7 diantaranya merupakan institusi milik pemerintah, yakni yang bernama Sekolah Tinggi Agama Kristen dan Negeri, sementara dari 7 institusi STAKN dimaksud, 3 diantaranya sudah menjadi Institut Agama Kristen Negeri, yakni ada di Ambon, Tarutung, dan Manado, sedangkan 3 lainnya akan diproses menyusul menjadi IAKN, yakni di Kupang, Palangkaraya, dan di Toraja. “Melalui PP ini, penyelenggara STT, akan lebih mudah mentransformasi menjadi universitas. Cita-cita saya, satu hal yang penting, harus ada 1 universitas kristen negeri” tuturnya.

                Prof. Thomas juga sempat mengkritik masih adanya “Mujizat” dalam dunia pendidikan. Menurutnya, jika dalam pelayanan, mujizat orang sakit sembuh dan mujizat lain seperti tertulis dalam Alkitab itu memang masih terjadi sampai sekarang. Namun, dirinya sangat tidak setuju ketika terjadi “mujizat” dalam gelar pendidikan. “Maksud saya, jangan sampai ada muzijat dalam pencapaian gelar pendidikan, baru 1 tahun kuliah sudah menjadi Doktor. 6 bulan kuliah sudah memiliki gelar Magister Teologia,” tukasnya disambut tawa peserta kuliah umum.

               Kepada wartawan Kristiani, Prof.Thomas juga membantah dan mengklarifikasi tentang beredarnya informasi di media sosial terkait Dirjen Bimas Kristen menganugerahkan gelar Profesor kepada seorang pendeta. Menurut Prof. Thomas, berita itu tidak benar dan telah diklarifikasi secara tertulis di website dirjen bimas Kristen RI. “ Itu tidak benar. Dan telah diklarifikasi secara tertulis di website kami. Karena gelar akademik itu ada regulasinya. Pun orang tersebut harus berkecimpung di dunia pendidikan. Untuk guru besar (profesor) ada karya tulis ilmiah baik berupa jurnal maupun buku. Jadi info tersebut tidak benar. Dan semestinya, Profesor itu bukan gelar, tetapi jabatan,”kata Prof. Pentury usai menyampaikan Kuliah Umum di hadapan wartawan Kristiani. SM

RAKERNAS 1 2019 PERWAMKI AKAN DIGELAR DI KAMPUS ITHB BANDUNG

Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (DPP PERWAMKI), pada 22 – 24 Juli 2019 akan menggelar Rapat Kerja Nasional I tahun 2019. Rakernas akan diadakan di Kota Bandung Jawa Barat, dengan pembukaan Rakernas akan dilaksanakan di Aula lt. 5 Kampus Institut Teknologi Harapan Bangsa.

Rakernas I PERWAMKI tahun 2019 dilakukan sebagai forum konsolidasi organisasi, pasca Munas ke-6 pada 22-24 Maret 2019, dan pengukuhan kepengurusan DPP PERWAMKI periode 2019-2023 pada 6 Mei 2019, selain itu juga untuk menyusun arah dan strategi kebijakan umum organisasi, garis-garis besar kebijakan program dan perbendaharaan, serta berbagai program-program kerja.

Nuel Wicaksono Ketua Panitia Rakernas I tahun 2019, dalam keterangannya menjelaskan, bahwa dalam Rakernas akan dilakukan juga pengesahan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah PERWAMKI, yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat. “Jadi nanti dalam pembukaan Rakernas, akan dilakukan pengesahan kepengurusan daerah, yakni DKI Jakarta dan Jawa Barat. Selain itu, dalam kesempatan pembukaan yang akan dihadiri sjeumlah tamu undangan berbagai kalangan, seperti dari aras gereja, lembaga/organisasi keumatan kristiani, tokoh-tokoh kristiani, juga pemerintah daerah, akan diadakan diskusi tentang “Peran Gereja Dalam Bingkai NKRI” jelas Nuel yang adalah juga Bendahara Umum DPP PERWAMKI. Selain pengurus PERWAMKI yang akan mengikuti Rakernas, berdasar informasi Ketua Panitia Nuel, unsur Pembina dan Penasehat akan turut hadir.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PERWAMKI Stevano Margianto, menjelaskan bahwa ada beberapa agenda penting yang akan dibahas dalam Rakernas, diantaranya pembahasan perubahan AD-ART, strategi pendanaan organisasi, pengembangan struktur organisasi, dan yang lainnya.

Ibadah Pembukaan Rakernas akan dipandu oleh tim ibadah yang dikoordinir oleh Clief R. Rakian Ketua DPD PERWAMKI Jawa Barat, dan pelayan firman Tuhan dibawakan oleh Pdt Bersih Tarigan, yang juga Ketua Yayasan Petra Harapan Bangsa yang menaungi Institut Teknologi Harapan Bangsa.

Sekilas Profil PENGINJIL MORRIS CERULLO

 

Morris Cerullo dikenal sebagai nabi dan rasul bagi bangsa-bangsa. Selama lebih dari 50 tahun, Tuhan telah memakai Morris untuk menyampaikan pesan-pesan profetik kepada Tubuh Kristus di seluruh dunia. Selama lebih dari 1/2 abad pelayanannya kepada bangsa-bangsa di dunia, Morris mengatakan bahwa Tuhan telah menempatkan dirinya di garis depan dalam perang doa. Dalam salah satu bukunya, Urapan Dahsyat di Akhir Zaman, Morris mengajarkan umat Tuhan untuk berjalan dalam pewahyuan baru, iman dan keberanian untuk memanjatkan doa-doa profetik, dan bergerak dalam dimensi kuasa dan otoritas yang baru untuk penuaian di akhir zaman dan hidup berkemenangan.“Allah sedang membawa kita ke dalam suatu dimensi otoritas yang baru dalam doa kita sehingga kata-kata kita, yang diucapkan dengan otoritas dan didasarkan atas janji-janji Allah, akan memampukan kita untuk menghadapi setiap benteng musuh. Anda akan menghancurkan kubu-kubu dalam keluarga Anda, rumah tangga Anda, masyarakat Anda, dan bangsa Anda,” tandasnya.

Pesan utama pelayanan Morris adalah Yesus Kristus tetap sama kemarin, hari ini, dan selama-lamanya (Ibr. 13:8). Morris mendirikan Morris Cerullo World Evangelism (MCWE) pada 1961 dengan pusatnya di San Diego, Amerika Serikat. Ia mengawali pelayanan ini dari garasi rumahnya. Pelayanannya berkembang pesat dan mendunia. MCWE dikenal sebagai pelayanan di mana matahari tidak pernah terbenam. Setiap waktu, setiap hari di seluruh dunia pelayanannya terus berlangsung. Kantor MCWE ada di sejumlah negara seperti Inggris, Belanda Kanada, Rusia, Afrika, Amerika Selatan, Filipina, dll.  Tahun 1962 di Porte Alegro, Bazil, Tuhan memberi Morris visi, mandat untuk membangun orang-orang percaya yang terlatih menjadi pasukan Tuhan yang besar dan aktif untuk mengatasi kegelapan dan menyebarkan terang Injil Kristus. Pasukan ini diberi nama God Victorious Army, terdiri dari berbagai bangsa yang terlatih untuk membawa Injil ke desa- desa, kota-kota, dan suku-suku bangsa dengan urapan yang sama dengannya. Dr. Cerullo telah melakukan perjalanan pelayanan ke banyak negara di dunia untuk membangkitkan orang-orang di setiap negara yang dikunjunginya. Tujuannya agar mereka dapat menjangkau jiwa-jiwa di negara mereka sendiri bagi Kristus. Pelayanan MCWE meliputi KKR massal disertai mukjizat dan kesembuhan ilahi, Sekolah-sekolah Pelayanan (School of Ministry/SOM), Penjangkauan Dunia Orang Yahudi (Worldwide Jewish Outreach), dan siaran radio dan televisi selama 24 jam setiap hari melalui Inspirational Satellite Christian TV Network. Pengajaran SOM atau yang serupa dengan itu juga populer dan banyak diadopsi oleh sejumlah gereja di Indonesia. Morris menyadari bahwa kunci untuk penginjilan dunia adalah melatih pelayan-pelayan yang akan membawa pesan Injil kepada bangsanya. Orang Afrika menjangkau sesama orang Afrika, orang Asia menjangkau Asia, dst. Melalui SOM, Dr. Cerullo berhasrat untuk melatih, melengkapi, dan membagikan (impartasi) urapan dari hidupnya kepada orang-orang percaya sehingga mereka dipakai Tuhan melakukan pekerjaan-Nya (Yoh. 6:28).  Sementara itu, Morris yang berdarah Yahudi memiliki beban besar untuk menjangkau sesama orang Yahudi melalui Worldwide Jewish Out-reach. Sejak awal, salah satu pernyataan misi pelayanannya adalah ”Menjadi saksi bagi setiap orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias”. Untuk itu, tahun 1963-1964, buklet Jeshua Hamashiah didistribusikan ke Israel disertai dengan kupon permintaan Alkitab gratis bagi pembaca yang berminat.

Program ini mendapat respons sekitar 5.000 permintaan Alkitab. Tahun 1994, mulai dibuka kantor pelayanan di Yerusalem untuk menjawab pertanyaan seputar Mesias. Pada 23-25 Januari 1996, berhasil digelar Konferensi Internasional Israel MCWE yang perdana. Misi terakhir yang tengah disiapkan adalah The “Big Coat” Outreach, sebuah pelayanan menjangkau 10 kali lipat jiwa-jiwa dalam agenda 5 tahun yang mencapai puncaknya pada 2010.

Morris Cerullo lahir di New York, 1932. Pada usia 2 tahun, Morris kehilangan kedua orangtuanya dan diasuh di panti asuhan Yahudi Ortodoks Daughters of Miriam. Ketika 14 tahun, ia menemukan bahwa Yesus Kristus adalah Mesias (Juruselamat). Ia menerima panggilan ilahi, supernatural dari Tuhan untuk berkhotbah pada usia 15 tahun ketika Tuhan membawanya ke surga dan menyatakan diri-Nya dengan visi supernatural. Sejak itu hingga kini Morris tidak pernah ragu dengan komitmennya dan bersemangat untuk menggenapi Amanat Agung untuk membawa tuaian jiwa-jiwa dari seluruh dunia. Perjumpaannya dengan Kristus telah melahirkan pelayanan global yang terus berlanjut menjangkau dunia dengan kuasa ilahi bagi orang-orang yang terluka. Morris menikahi Theresa pada 1951. Pernikahan mereka dianugerahi tiga anak, David, Mark, dan Susan. Theresa Cerullo menjadi bagian yang efektif dan energik dalam pelayanan MCWE. Dia senang dengan julukan ”Mama” oleh jutaan orang di dunia.Tuhan telah memakai Dr. Cerullo untuk merintis pelayanan luar negeri dan membuka banyak negara yang dianggap tertutup bagi Injil. Pelayanannya disertai dengan manifestasi kuasa mukjizat Tuhan. Ia pun dikenal sebagai penginjil kesembuhan.

Dr. Cerullo juga dikenal dengan kata-kata nubuatnya. Tuhan memakai Morris dengan kata nubuat untuk menyiapkan umat-Nya atas apa yang akan terjadi. Sejak 1970 hingga 14 tahun berturut-turut ia bernubuat bahwa Tirai Besi akan runtuh. Pada 9 November 1989, Tembok Berlin runtuh. Tahun 1990, saat Rusia terbuka bagi Injil, Tuhan mengirimnya ke Moskow. Sekitar 10.000 orang hadir di Izmyloski Sports Hall untuk KKR penginjilan dan kesembuhan yang pertama kali sejak Revolusi Bolshevik.Pada awal 1998, Morris mendapat pesan Tuhan untuk bersiap ke Indonesia guna menggelar seminar dan KKR. Ia pun mengadakan KKR di Surabaya dan Jakarta pada 30 April – 1 Mei 1998 yang dihadiri ribuan orang. Selama KKR ini Tuhan memberikan kata-kata nubuat bagi gereja di Indonesia. Ia berkata, ”Tuhan pegang kendali, bukan pemerintah ataupun setan, tetapi Tuhan. Engkau tidak perlu takut. Tuhan pegang ken dali atas umat-Nya.” Dua minggu setelah acara itu, Indonesia mengalami bencana ekonomi dan politik. Bank-bank kolaps. Pecah tragedy kerusuhan Mei 1998. Rumah-rumah dijarah dan dibakar. Situasi pun menjadi anarki total dan ribuan orang terbunuh.

Sejak 1999, Morris memulai wilayah spiritual baru di banyak bangsa yang dianggap tertutup bagi Injil dan membuat sejarah spiritual di Timur Tengah. Sekitar 22.000 orang dari 11 negara Timur Tengah menerima terobosan spiritual. Dalam sebuah pertemuan bersejarah pada 6 Februari 2000, ia bertemu dengan Raja Abdullah dari Yordania. Raja Abdullah memberikan dukungannya bagi Konferensi Internasional Timur Tengah di Amman, Yordania yang diselenggarakan pada 19-22 September 2000. Acara ini dihadiri sekitar 2.200 utusan dari 17 negara di Timur Tengah.Banyak penghargaan telah dianugerahkan pada Morris Cerullo termasuk Doctor Divinity dan kemanusiaan oleh pemimpin-pemimpin akademik, spiritual, dan presiden sejumlah bangsa sebagai pengakuan atas pencapaian dan kontribusinya bagi penginjilan dunia.  Morris telah menulis lebih dari 50 buku, di antaranya: Two Men From Eden, The New Anointing, You Can Know How To Defeat Satan, Son, Build Me an Army, Journey into the Promised Land: Daily Devotions for the New Millennium, God’s Victorious Army Bible, Spiritual Warfare Financial Bible, Healing Bible, The Prophecy Bible and Financial Classic. Dalam sebuah wawancara de ngan majalah profetik-apostolik The Voice, Morris menyebutkan 3 hal terbesar yang dipelajari selama 57 tahun pelayanan nya. “Pertama, kerjakanlah pekerjaan Tuhan. Artinya, prioritas Tuhan men-jadi prioritas kita secara total dan menyeluruh. Kedua, bekerja sesuai dengan waktu Tuhan. Ketiga, hadapi kekuatan negatif dari orang tidak percaya,” ungkapnya.Selama bertahun-tahun, Morris Cerullo terus menjaga hubungan dengan ”putra dan putrinya dalam Injil”. Pengajarannya, khotbah, pelatihan, pelayanan profetik dan konselingnya terus berkembang di seluruh dunia. SM/berbagai sumber