Pdt. Dr. Anton Tarigan (Ketua Panitia GA WEA): Saya Bangga, Lewat WEA, Kini Indonesia Diperhitungkan Di Dunia Internasional!

 

 Kepengurusan International Council yang terpilih dalam GA WEA (7 sd 12 Nov) di SICC, Bogor

SENTUL,Victoriousnews.com,-Pagelaran akbar bertaraf  internasional General Assembly World Evangelical Alliance (GA WEA) yang digelar sejak tanggal 7 s/d 12 November 2019 di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat telah berjalan sukses dan berakhir dengan baik. Selain membahas mengenai 3 isu besar (Global, Generation & Gender), dalam persidangan tersebut juga ada agenda untuk melakukan pemilihan kepengurusan WEA tingkat internasional (International Council).  “Tentu saja ini kita patut bersyukur kepada Tuhan,dan berterimakasih kepada panitia yang telah bekerja keras. Sehingga para delegasi dari 92 negara, bukan hanya diberkati lewat pembicara yang melayani firman Tuhan, tetapi sikap kerendahan hati setiap panitia yang sabar melayani dengan tulus, dan melayani dengan senyum. Saya kira itu adalah firman Tuhan yang tidak disampaikan lewat pentas, tetapi disampaikan lewat kehidupan kita ketika berinteraksi selama 7 hari ini. Kami dan panitia, mungkin tidak punya waktu untuk tampil di Pentas, tetapi sebetulnya kami sedang berkotbah setiap hari lewat apa yang kami lakukan kepada para delegasi dari berbagai negara. Kami berdoa agar mereka membawa message itu. Saya sempat ditemui oleh ketua PGLII-nya Kolombia, beliau mengatakan, datanglah ke Kolombia dan ajari kami untuk menyelenggarakan event seperti ini. Saya pikir mereka tidak hanya melihat dari disiplinnya kita sebagai panitia seperti: menyiapkan makanan tepat waktu, hotel semuanya cukup. Tetapi saya kira lebih daripada itu, bahwa kita melayani dengan sepenuh hati, dengan ketulusan dan keikhlasan. Dan saya bangga dengan tim panitia  yang melayani luar biasa,” papar Pdt. Dr. Anton Tarigan selaku  Ketua Panitia General Assembly  World Evangelical Alliance penuh syukur.

Pdt. Dr. Anton Tarigan (Ketua Panitia GA WEA)

Pdt. Anton menjelaskan bahwa International Council (IC) merupakan struktur internal dalam WEA. “International Council itu struktur dalam WEA, yang memang bertugas untuk menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta semua yang sifatnya tata aturan, itu semua IC yang menentukan. Indonesia yang sebelumnya mencalonkan dua orang, namun belum berhasil.  Di tingkat Asia diwakilkan oleh 1 orang dari Filipina, yakni Bishop Noel Pantoja, dan dari Sri Lanka, seorang perempuan, Yamini Revendra. IC WEA yang dipilih sebanyak 14 orang. Ketua (President) IC yang baru berasal dari Afrika, yakni Goodwil Shana, dipilih kembali untuk masa jabatan kedua,” tukas Pdt. Anton.

READ  Ini Dia 5 Berkat Profetik Yang Disampaikan Oleh Dr. Morris Kepada Umat Kristiani Indonesia

Lebih lanjut, Pdt Anton menyampaikan bahwa Sekjen WEA saat ini masih dijabat oleh Bishop Efraim Tandero karena  masa bakti pelayanan beliau masih dua tahun lagi. “Jadi yang saat ini dipilih dalam forum GA WEA adalah International Council, yang nanti tahun depan mereka akan bersidang memilih General Secretary yang baru menggantikan Bishop Efraim Tandero,”  tutur Pdt Anton sembari menambahkan bahwa tuan rumah GA WEA 6 tahun ke depan belum ditetapkan dalam persidangan WEA saat ini.

Menurut Anton, proses penjaringan calon IC itu dimulai per negara, misalnya: Indonesia mengajukan 2 nama ke tingkat region Asia, kemudian dilakukan pemilihan di tingkat Asia. “Setelah itu negara-negara yang berada di Asia itu menentukan siapa yang akan diajukan ke tingkat dunia.  Tahapan ini harus sudah selesai di Asia, baru dibawa ke GA WEA. Nah ketika di GA WEA itu hanya tinggal memasukkan nama-namanya. Jika disetujui oleh semuanya maka nama-nama itu bisa diajukan. Nah, syarat mutlaknya untuk diajukan sebagai pengurus IC adalah kompetensi menjadi hal yang penting, aktif di pelayanan internasional. Jadi orang-orang WEA itu bukan hanya jago kandang saja, tetapi mereka itu sudah dikenal di dunia.Seperti kita lihat anggota IC sekarang ini adalah orang-orang yang sudah malang melintang di dunia pelayanan secara internasional. Dan ini harus kita jadikan tonggak awal, bahwa sudah waktunya Indonesia diperhitungkan di kancah dunia internasional.,” tandas Pdt. Anton.

Berikut nama-nama anggota International Council yang terpilih dalam GA WEA: Goodwil Shana (Afrika), Desmond Austin (Karibia), Marta Gaspari (Amerika Latin), Bassem Fekry (Afrika Utara-Timur Tengah), Sekretaris IC John Langlois, Mario Li Hing (Mauritius), Ken Artz (Amerika Serikat), Yamini Revendra (Sri Lanka), Noel Pantoja (Filipina), Frank Hinkelmann (Eropa), David Guretzki (Amerika Utara), Palmira DS (Angola), Snehal Pinto (India), dan Brian Winslade (Pasifik Selatan). SM

READ  Manajemen HMT Mohon Maaf Atas Penundaan Keberangkatan Tour Ke Israel