Sorotan

Menteri Perdagangan RI, Dr.Drs. Enggartiasto Lukita Memberikan Kuliah Umum Ke 17 di STT REM

 

JAKARTA, Victoriousnews.com,-Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emanuel (STT REM) bekerjasama dengan Conrad Supit Center kembali menggelar Kuliah Umum Kepemimpinan—menghadirkan Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr.Drs.Enggartiasto Lukita sebagai pembicara. Kuliah umum ke 17 yang diselenggarakan di Kampus STT REM, Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2, No. 4 G-K, Kelapa Gading-Jakarta Utara (Kamis, 14/02) 2019 pukul 19.00 Wib ini mengangkat tema “Perdagangan Untuk Kemajuan” dimoderatori oleh Direktur Conrad Supit Center, Johan Tumanduk., SH.,M.M., M.Pd.K.
Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit.,M.Si dalam kata sambutannya, mengucap syukur bahwa acara kuliah umum ini dapat terselenggara dengan baik. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri yang berkenan hadir. Juga terimakasih kepada para pimpinan STT REM, dosen tetap, dosen tamu maupun Bapak/Ibu yang telah hadir saya ucapkan selamat datang dalam acara kuliah umum yang ke 17 kali. Temanya kali ini adalah ‘Perdagangan Untuk Kemajuan’. “Kenapa kami mengangkat tema ini, karena kita semua ingin maju. Kita semua bergerak maju untuk kemajuan. Dan tidak ada sumber lain yang lebih tepat selain Pak Menteri Perdagangan. Berbicara tentang perdagangan itu ada namanya misi dagang. Misi dagang adalah salah satu cara untuk meningkatkan produk dalam negeri, dijual ke luar negeri. Puji Tuhan, tahun lalu misi dagang yang dipimpin langsung pak menteri bersama 13 negara membukukan atau menghasilkan 209,17 triliun. Saya rasa Pak Presiden tidak salah memilih Pak Enggar untuk memimpin kementrian perdagangan. Kami percaya, ke depannya kita akan lebih baik lagi. Dan yang tak kalah pentingnya juga, harga pangan tahun ini stabil. Pak menteri mengatakan bahwa tidak ada lagi penimbunan,karena stock cukup. Dan distribusi pun semuanya lancar. Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih dan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus sehingga acara ini boleh berlangsung dengan baik,” tukas Dr. Ariasa H Supit.
Menteri Perdagangan RI, Dr. Drs.Enggartiasto Lukita, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa, ekonomi suatu negara ditentukan oleh perdagangan. “Kalau kita bicara dagang, bukan hanya mau jual. Tetapi ada beli dan jual. Dan segala sesuatu itu dinamis,tidak ada sesuatu yang statis.Saya bersyukur, mendapatkan penugasan sekaligus kepercayaan Pak Presiden Jokowi karena tidak ada satupun atau cita-cita menjadi menteri. Saya juga bukan dilahirkan sebagai anak orang kaya. Saya bukan anak pejabat. Saya dilahirkan di Cirebon, dan almarhum ayah saya adalah pegawai di sebuah perusahaan swasta. Saya adalah alumni IKIP Bandung, yang seharusnya lulus 5 tahun, tapi saya tempuh 7 tahun. Karena dua tahun saya mondar-mandir menjadi demonstrans dan pengurus pusat GMKI,” ujar Enggartiasto mengawali pemaparannya.
Lanjut Enggartiasto, begitu besar kewenangan dan tanggugjawab sebagai seorang menteri. Oleh karenanya, jika kewenangan itu tidak digunakan untuk kesejahteraan dan kepentingan bangsa, betapa besar dosa saya. Itu yang menjadi beban. Saya bisa seperti ini, semuanya karena berkat Tuhan. Tetapi karena negara memberikan tugas seperti ini, maka inilah saatnya saya berbuat untuk kepentingan bangsa. Jadi kalau bicara politik, saya berpolitik 47 tahun dan masuk partai politik 40 tahun,” urai Enggartiasto.

READ  Ibadah GMB Bulan Januari 2019: BPD Batam Terima Bantuan Mobil Gran Max Ke 30


Menurut Enggar, setiap Presiden yang memimpin bangsa Indonesia masing-masing memiliki kerja yang bagus. Mulai dari mantan Presiden Soeharto hingga kini Pak Jokowi. “Tetapi sata harus katakan bahwa Presiden Jokowi ini adalah pemimpin di luar perkiraan.Saya mengenal beliau sejak menjadi Walikota Solo. Beliau itu bekerja tanpa beban, dan semua orientasinya adalah untuk kepentingan rakyat.Jika bekerja sama beliau itu 7×24 jam harus stanby,” tandasnya.


Kata Enggar, pertumbuhan ekonomi kita mendapatkan apresiasi, karena berada di atas 5 %. Di tengah berbagai pertumbuhan ekonomi dunia melambat, proyeksi IMF dan World Bank untuk 2018 dan realisasinya, demikian juga tahun 2019. Di berbagai kesempatan saya berbicara, termasuk tadi dengan kementrian dari Rusia dan 5 negara lain, kita mencoba untuk membuka peluang pasar yang baru, terutama dalam perdagangan dan investasinya. Sehingga fundamental perdagangan dapat berjalan dengan baik,” tutur Enggar.

Menteri Perdagangan RI, Dr. Drs. Enggatiasto Lukita ketika menyampaikan kuliah umum di STT REM, Kamis (14/2)

Enggar juga mengungkapkan bahwa setiap negara pasti akan melakukan strategi dagang ekspor dan impor. “Contoh kecil saja, tempe dan tahu yang kita makan itu berasal dari kedele impor. Jangan berpikir kalau kita makan produk impor itu haram. Nah, jika itu terjadi maka orang luar negeri akan mengatakan hal sama. Makanya sebagai timbal baliknya, kita juga melakukan ekspor. Dan selama saya memimpin ekspor kita meningkat 30 %.Kita harus be smart, ambil.market share nya,” kata Enggar.
Masih kata Enggar, saat ini surplus dengan berbagai negara perdagangan lain. “Contohnya kita surplus dengan Amerika, India, Pakistan. Makanya kita tidak boleh melarang produk negara lain yang diperdagangkan di Indonesia. Saya sebagai menteri tidak pernah melarang produk lain untuk dijual di Indonesia. Karena Indonesia juga perlu ekspor ke negara lain,” tukasnya.
Sebagai ucapan terimakasih, Ketua STT REM, Dr. Ariasa H Supit.,M.Si memberikan kenang-kenangan berupa foto kepada Menteri Perdagangan Dr.Drs. Enggartiasto Lukita. GT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *