Opini

“Cinta Kasih Dalam Perdamaian”

Pdt. Dr. Berthy L Momor, M.Th

Rasa toleransi yang dijalin antar umat beragama hendaknya harus mampu saling membina cinta kasih untuk perdamaian. Tuhan adalah pencipta segala isi dunia dan isinya. Oleh sebab itu yang kita bina adalah saling menambah cinta kasih. Jangan karena perbedaan agama dan kepercayaan, kemudian kita saling membenci. Kita perlu dalam dialog antar umat bergama, dimana masih banyak ditemukan konflif antar umat beragama. Sebabnya sejumlah pemeluk agama di dunia menganggap kepercayaannya yang dianut adalah paling tinggi.

Toleransi dalam konteks sosial budaya dan agama berarti sikap dan perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok/golongan yang berbeda dalam suatu masyarakat. Kata toleransi masih kontroversi dan mendapat kritik dari berbagai kalangan, mengenai prinsip-prinsip toleransi baik dari kaum liberal maupun konsevatif. Tetapi toleransi umat beragama merupakan suatu sikap untuk menghormati dan menghargai kelompok agama lain. Konsep ini tidak bertentangan dengan ajaran agama manapun.

Sehubungan dengan anggapan ini adalah kekeliruan jemaat, padahal semua ajaran agama di dunia adalah terbaik dan mengajarkan jemaatnya hidup rukun berdampingan. Karena hal itu, melalui kegiatan dialog antar umat beragama diharapkan unutk saling bertukar pikiran, pandangan, pikiran, sehingga tokoh-tokoh agama itu juga dapat memberikan informasi kepada jemaatnya. Untuk sama-sama menjunjung tinggi toleransi dan cinta kasih agar terwujud perdamaian dunia. Dengan harapan semua agama menumbuhkan cinta kasih antar sesama manusia, walaupun dalam keyakinan dan kepercayaan berbeda.

Dalam beragama semua menjunjung tinggi ajaran Tuhan Yang Maha Esa, dan yang perlu diwaspadai istilah toleransi berasal dari bahasa latin, “tolerare” yang berarti ; “sabar terhadap sesuatu”. Jadi toleransi merupakan suatu sikap atau prilaku manusia yang mengikuti aturan, dimana seseorang dapat menghargai, menghormati terhadap prilaku orang lain.

READ  Pernikahan Harus Dibangun Atas Dasar Kasih Agape

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *